Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Defenisi Cedera Olahraga dan Cara Pencegahannya

Kita mungkin sudah sering mendengar kata cedera, baik di televisi maupun di surat kabar, namun apa sih cedera itu ? bagaimana cara pencegahannya ? nah untuk menjawab rasa penasaran anda, berikut kami akan memaparkan defenisi cedera dan pencegahannya, cekidot.

A. Defenisi Cedera dan Cedera Olahraga

Cedera adalah suatu akibat dari gaya-gaya yang bekerja pada tubuh atau sebagaian dari tubuh dimana mampu melampaui kemampuan tubuh untuk mengatasinya. Gaya-gaya ini bisa berlangsung dengan cepat atau jangka waktu yang lama. Cedera sering dialami oleh atlet, seperti cedera goresan, robek pada ligamen, atau patah tulang karena terjatuh. Cedera tersebut biasanya membutuhkan pertolongan yang profesional dengan cepat.

Cedera Olahraga

Cara yang efektif dalam mengatasi ataupun mencegah cedera adalah dengan mengetahui beberapa jenis cedera dan mengenali bagaimana tubuh kita memberikan respon terhadap cedera tersebut. Dengan memahami tubuh kita, kita dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera, bagaimana cara mendeteksi suatu cedera agar tidak terjadi parah, bagaimana mengobatinya dan kapan meminta pengobatan secara profesional (memeriksakan diri ke dokter).

Defenisi cedera olahraga adalah rasa sakit yang ditimbulkan karena olahraga, sehingga dapat menimbulkan cacat, luka dan rusak pada otot atau sendi serta bagian lain dari tubuh. Defenisi sempit dari cedera olahraga adalah cedera pada sistem otot dan rangka tubuh yang disebabkan oleh kegiatan olahraga.

Secara umum cedera olahraga diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu:
  1. Cedera tingkat 1 (cedera ringan). Pada tingkat cedera ini penderita tidak mengalami keluhan yang serius, namun dapat mengganggu penampilan atlet, misalnya lecet, memar, sparain yang ringan dll.
  2. Cedera tingkat 2 (cedera sedang). Pada tingkat cedera ini kerusakan jaringan lebih nyata, berpengaruh pada performa atlet. Keluhannya dapat berupa nyeri, bengkak, gangguan fungsi (tanda-tanda inflamasi) misalnya lebab otot, strain otot dan tendon-tendon, robeknya ligamen (sparin tingkat II).
  3. Cedera tingkat 3 (cedera berat). Pada tingkat ini atlet perlu penanganan yang intensif, istirahat total dan mungkin perlu tidakan beda atau operasi, terdapat pula robekan lengkap atau hampir lengkap pada ligamen (sprain tingkat III dan IV atau sprain fraktur) dan fraktur tulang. 

B. Pencegahan Cedera Olahraga

Seseorang melakukan kegiatan olahraga dengan tujuan untuk mendapatkan kebugaran jasmani, kesehatan maupun kesenangan bahakan menjadi atlet profesional berprestasi. Namun beberapa faktor perlu diperhatikan antara lain:

1. Usia Kesehatan dan Kebugaran

Menurut pengetahuan yang ada saat ini, apa yang disebut dengan proses degenerasi mulai berlangsung pada usia 30 tahun keatas, dan fungsi tubuh secara perlahan akan menurun 1% setiap tahunnya (rule of one), hal ini menadakan bahwa kekuatan dan kelentukan jaringan akan mulai berkurang kemampuannya akibat proses degenarasi tubuh, selain itu jaringan atau otot akan rentan mengalami trauma akibat berkativitas keras. Untuk mengurangi ataupun memperlambat pengurangan fungsi tubuh akibat degenerasi, maka latihan ataupun berolahraga sejak dini sangat diperlukan guna mencegah timbulnya Atrofi,dengan demikian usia memegang peranan penting dan apa yang kita lakukan untuk pencegahannya memegang peranan penting.

2. Jenis Kelamin

Sistem hormon pada tubuh laki-laki berbeda dengan wanita, demikian pula dengan bentuk tubuh, mengingat perbedaan dan perubahan fisik, maka tidak semua jenis olahraga cocok untuk semua golongan usia ataupun jenis kelamin. Hal ini apabila dipaksakan, maka akan timbul cedera yang sifatnya pun juga tertentu untuk olahraga tertentu.

3. Jenis Olahraga

Kita tahu bahwa setiap macam olahraga, apapun jenisnya, mempunyai peraturan permainan tertentu dengan tujuan untuk mencegah dan melindungi pemain dari kontak fisik yang berlebihan, karena kontak fisik yang berlebih akan membuat pemain mengalami cedera. Maka untuk anda yang tidak menyukai benturan atau kontak fisik, maka pilihlah olahraga yang dalam permainannya tidak ada kontak fisik, seperti bulutangkis, tenis meja, berenang dll.

4. Pengalaman Teknik Olahraga

Untuk melaksanakan olahraga yang baik agar tujuan tercapai perlu persiapan dan latihan antara lain:
  1. Metode atau cara berlatihnya.
  2. Tekniknya agar tidak terjadi "overuse".
Dalam latihan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

a. Pemanasan dan peregangan

Hal ini dilaksanakan sebagai persiapan dari otot untuk melakukan gerakan yang sesungguhnya. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya cedera dan dapat mecapai prestasi yang maksimal. Pemanasan dan peregangan 10-20 menit dapat meningkatkan vaskularisasi otot sampai 70%. Untuk pemansan otot-otot besar dibutuhkan waktu 15-20 menit. Setelah pemanasan dan peregangan sebaiknya ganti baju untuk menghindari pendinginan otot akibat penguapan keringat.

b. Kekuatan 

Kekuatan dapat dicapai dengan latihan-latihan isotonik, isometrik dan isokinetik. Dalam latihan harus memperhatikan:
  • Intensitas latihan (kepadatan latihan).
  • Macam latihan (variasi latihan diperbanyak).
  • Frekuensi latihan (banyak latihan dalam seminggu).
  • Lama latihan (durasi latihan untuk mencegah overtraining).

c. Pendinginan

Gerakan pendinginan sebaiknya sama dengan gerakan peregangan sebelum latihan. Pendinginan diperlukan agar tidak terjadi penimbunan asam laktat tubuh yang bisa berakibat anggota tubuh mengalami sakit setelah berolahraga, setelah berolahraga sangat tidak dianjurkan langsung duduk karena denyut jantung akan langsung mengalami penurunan yang signifikan, dianjurkan berjalan jalan beberapa saat sampai denyut jantung kembali normal.

5. Sarana dan Fasilitas 

Walaupun telah diusahakan dengan baik, kemungkinan cedera masih ada akibat sarana yang kurang memadai, dalam sepakbola misalnya, kualitas rumput yang buruk selain mengganggu jalannya laga juga dapat membuat pemain gampang mengalami cedera. Sarana yang baik akan menunjang penampilan pemain.

6. Lingkungan

Persiapan olahraga harus memperhatikan kondisi cuaca, suhu udara, dan penerangan. Hal ini penting  sebagai lamgkah preventif untuk meminimalisir cedera saat berolahraga.

7. Gizi

Olahraga memerlukan tenaga untuk itu perlu gizi yang baik, selain itu gizi menentukan kesehatan dan kebugaran. Pada saat seseorang telah berolahraga maka ia memerlukan asupan makanan yang cukup untuk mengganti tenaga yang hilang saat berolahraga, gizi juga penting untuk memperbaiki jaringan-jaringan tubuh yang rusak saat berolahraga.

Defenisi Cedera Olahraga dan Cara Pencegahannya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment