Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Jenis-jenis Cedera dan Perawatan Dengan RICE

Jenis-jenis Cedera Umum

Pemain Cedera

1. Cedera Ringan

Cedera ringan adalah cedera yang tidak berakibat fatal atau mengancam jiwa olahragawan, seperti luka, Luka adalah rusaknya keutuhan jaringan lunak kerena ruda paksa atau terputusnya jaringan lunak karena kekerasan. Penyebab umum terjadinya luka antara lain:
a. Benda tumpul, tajam atau mekanis
b. Benda panas atau persuhu tinggi

Berdasarkan akibatnya, luka dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. Luka terbuka, adalah lapisan jaringan yang paling luar tidak utuh lagi sehingga terlihat jaringan dibawahnya. (luka iris, luka tusuk, lecet, luka robek).
b. Luka tertutup, adalah luka yang kerusakannya terdapat dibawah kulit (strain pada otot dan tendon, sprain pada ligamen dan hematon/perdarahan dibawah kulit).

2. Cedera Berat 

Cedera berat adalah cedera yang bisa berakibat fatal atau mengancam jiwa olahragawan dan kerusakan yang terjadi pada jaringan berat.

a. Gegar otak, terjadi karena benturan di kepala. Ditandai dengan hilangnya kesadaran (pingsan) dan setelah sadar, lupa akan peristiwa yang terjadi/penyebabnya (amnesia). Semakin lama pingsan, maka semakin berat gegar otaknya. Begitupun semakin panjang mengalami amnesia, maka semakin parah pula gegar otaknya.

b. Patah tulang (fraktur), adalah rusaknya jaringan tulang akibat ruda paksa/putusnya tulang baik sebagian atau seluruh tulang yang ditandai dengan nyeri bila digerakkan, bentuknya berubah dan ada pembengkakan di tempat yang patah. Fraktur dapat dibagi menjadi dua macam: 1.) Patah tulang terbuka, ada hubungannya dengan luka terbuka. Bagian tulang yang patah berhubungan dengan lingkungan (suhu, cuaca, dll). Pada saat seperti ini, tidak diperkenankan tulang kembali. 2.) Patah tulang tertutup, adalah tulang yang patah belum berhubungan dengan lingkungan.

3. Terkilir/Dislokasi (Lukasasio)

Dislokasi adalah keluarnya kepala sendi dari mangkok sendi dengan tanda-tanda patah tulang. Apabila kepala sendi tidak sampai keluar dari mangkoknya disebut subluksassio. Keadaan ini terjadi kerusakan ligamen atau jaringan ikat yang menyangga sendi bahu karena mangkok sendinya lebih kecil dari kepala sendi.

Strain, Sprain, dan Metode RICE

Strain adalah teregangnya otot dan tendon (jaringan ikat/penghubung yang kuat yang menghubungkan otot dengan tulang). Strain terjadi ketika otot terulur dan berkontraksi secara mendadak, seperti pada pelari dan pelompat. Tipe cedera ini sering terlihat pada pelari yang mengalami strain pada hamstringnya. Tipe strain dapat dibagi menjadi 3 sebagai berikut:

Cedera Olahraga 
  1. Tingkat 1 (ringan), adalah regangan hebat tapi belum sampai robek. Terjadi nyeri pada tempat yang mengalami cedera. Kadang ada pembengkakan.
  2. Tingkat 2 (sedang), terdapat robekan pada tendon otot. Terasa sakit dan kekuatannya berkurang. Pengobatan dengan plester dan pembebatan dengan spalk.
  3. Tingkat 3 (berat), terjadi robekan total pada unit muskulus tendensius. Membutuhkan pembedahan dan segera larikan ke rumah sakit.
Sprain adalah teregangnya atau robeknya ligamen (yaitu jaringan yang menghubungkan dua atau lebih tulang dalam sebuah sendi). Sprain dapat disebabkan oleh jatuh, terpelintir, atau tekanan pada tubuh yang menyebabkan ligamen teregang atau bahkan robek. Biasanya, sprain terjadi pada saat orang terjatuh dengan bertumpu pada tangan, mendarat dengan bagian luar kaki, atau mendatar keras di tanah sehingga menyebabkan lutut terpelintir. Sprain terjadi ketika sendi dipaksa melebihi lingkup gerak sendi yang normal, seperti melingkar atau memutar pergelangan kaki.

Sprain dibagi menjadi tiga, yaitu:
  1. Tingkat 1 (ringan): terjadi peregangan ligamentum tetapi tidak robek. Ditandai dengan nyeri dan pembengkakan. Istirahat dari beban tekan 24-48 jam pertama.
  2. Tingkat 2 (sedang): beberapa serabut ligamen robek, terjadi nyeri tekan, rasa sakit, pembengkakan daera yang mengalami cedera tidak dapat digunakan. Istirahat, kompres menggunakan es, bebas tekan dan beri penguat dari luar.
  3. Tingkat 3 (berat): ligamentum yang memperkuat sendi robek/putus sama sekali. Dibuthkan pembedahan
Gejala antara strain dan sprain secara umum sama, yaitu:
  • Nyeri
  • Spasme otot
  • Kehilangan kekuatan
  • Keterbatasan lingkup sendi
  • Bengkak atau memar
  • Tidak stabil atau hilangnya kemampuan untuk menggerakkan sendi

Secara umum, tindakan awal dari pengobatan cedera ini maupun cedera olahraga lainnya adalah RICE.

Metode RICE

RICE priciple atau prinsip RICE dikenal sebagai prinsip penanganan cedera pertama kali pada cedera olahraga atau cedera aktivitas yang berakibat pada gejala objektif yang dirasakan dan perlu penanganan prinsip RICE. RICE merupakan kepanjangan dari REST-ICE-COMPRESSION-ELEVATION.

Komponen RICE mempunyai peranan masing-masing karena mempunyai fungsi tertentu sehingga saling melengkapi untuk penanganan cedera. Penaganan cedera pada masa dini sangat signifikan fungsinya sebagi faktor penentu lamanya proses kesembuhan penderita cedera. Apabila ada tindakan pertama yang salah dalam penanganan cedera, hal itu akan berefek pada lama dan proses penyembuhan cedera tersebut. Untuk itu prinsip RICE ini sangat berperan dalam segala macam penagngan cedera, apakah itu cedera olahraga, cedera pekerjaan ataupuncedera aktifitas seharian. Berikut penjelasan mengenai komponen-konponen dari prinsip RICE:

1. Rest (Istirahat)

Komponen pertama RICE adalah rest (istirahat) yang mempunyai arti mengistirahatkan fungsi bagian extremitas yang cedera untuk meminimalkan cedera ataupun penambahan cedera. Agar seseorang penderita cedera tidak bertambah keluhannya, anjuran yang disarankan adalh istirahat. Istirahat sangat penting untuk menghimpun kembali tenaga ataupun mengistirahatkan tubuh. Istirahat akan meminimalkan nyeri yang di derita, mengurangi pembengkakan, menghindari gerakan yang tidak diperbolehkan dan menjaga sistem otot (muscular), sendi dan rangka (tulang), yang terlibat. Rest dapat di aplikasikan dengan cara splint (lengan), berbaring (punggung), tidur dan lebih jelasnya tidak melakukan kegiatan yang melibatkan bagian yang cedera terlebih dahulu.

2. Ice (Es)

Komponen kedua dari RICE adalah Ice atau Es. Pemakaian medium es sebagai salah satu penanganan dari prinsip RICE adalah sangat mutlak peranannya. Penggunaan es sangat diperlukan saat cedera terjadi karena saat cedera terjadi pembengkakan atau rusaknya pembuluh darah pasti terjadi, dan penanganan yang tepat adalah dengan es. Es dapat mengurangi pembengkakan dan menghindari kerusakan yang berlebih medium es juga dapat mengurangi nyeri untuk sementara. Es dapat mengurangi nyeri karena es bersifat analgetik bila dipakaikan ke bagian tubuh secara kontak langsung yang mana jaringan yang dipakaikan akan menjadi tebal (seperti dibius atau di ansthesi). Pengecualian pemakaian medium es adalah bila adanya luka terbuka pada cedera. Pengaplikasian cara ini dapat dengan cara kompres es (kontak langsung, tidak lebih dari 10 menit) atau dengan cloride ethyl spray (vapocoolant spray).

3. Compression (Kompres)

Komponen ketiga dari RICE adalah Compression/kompresi. Kompresi merupakan tindakan pembalutan bagian yang cedera dengan alat perban atau bandage untuk menghindari penumpukan cairan yang disebabkan oleh pembengkakan. Selain itu untuk menghindari pembengkakan metode kompres dapat juga sebagai penyangga atau peng-fiksasi gerakan extremitas yang cedera agar tidak bergerak sehingga tidak meluasnya jaringan rusak karena cedera.

4. Elevation (Elevasi)

Komponen ketiga dari RICE adalah Elevation/elevasi, elevasi merupakan komponen terakhir yang berfungsi atau bertujuan sebagai fasilitator suplai darah melalui pembuluh darah balik (vena) dan extremitas (lengan atau tungkai) ke arahjantung. Pembengkakan di extremitas biasanya terjadi karena tidak lancarnya pembuluh darah balik tersebut. Untuk mengurangi pembengkakan atau menghindari pembengkakan yang lama, untuk itu dilakukan elevasi. Elevasi mempunyai arti meninggikan posisi atau mengubah posisi ke yang lebih tinggi dari posisi jantung sehingga terjadi aliran kebawah yang akan memfasilitasi pembuluh darah balik.

Jenis-jenis Cedera dan Perawatan Dengan RICE Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment