Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Sejarah Bola Basket Di Dunia dan Indonesia

Bola basket adalah salah satu cabang olahraga yang dimainkan secara berkelompok yang dibagi menjadi dua tim yang kemudian saling berhadapan, setiap tim mempunyai 5 anggota, permainan ini bertujuan untuk memasukkan bola ke keranjang lawan sebanyak mungkin dalam waktu yang telah ditentukan.

Bola Basket

Bola basket dewasa ini telah bertransformasi menjadi salah satu olahraga paling populer di dunia, di Amerika Serikat, Basket menjadi olahraga paling populer mengalahkan sepak bola. Namun tahukah anda siapa yang pertama kali menemukan permainan bola basket ini ? kapan dan dimana ? Nah kali ini kami akan membahas mengenai sejarah permainan bola basket. Cekidot..

Permainan bola basket  ditemukan oleh Dr. James Naismith pada tahun 15 Desember 1891 yang bekerja sebagai tenaga pengajar yaitu guru olahraga di sebuah perguruan tinggi Massacussetts. Menurut beberapa sumber permainan ini ditemukan pada musim dingin, waktu ini para siswa tidak bisa melakukann aktivitas diluar ruangan, olehnya itu Dr. Naishmith didesak untuk membuat sebuah permainan yang bisa dilakukan didalam ruangan (indoor). 

Dr. Naismith kala itu mencoba beberapa olahraga seperti sepakbola, baseball dll, dan permainan itu dianggap tidak cocok dimainkan didalam ruangan. Sampai kemudian Dr. Naishmith teringat permainnannya waktu kecil, maka muncullah gagasan bahwa permainan ini tidak boleh menjegal, menendang, menyikut dll. Bola yang digunakan harus bulat dan dioper menggunakan tangan sebagai pengganti tendangan yang dianggap terlalu keras untuk permainan didalam ruangan yang berlampu. Dan untuk sasaran tidak digunakan gawang seperti sepakbola, karena dianggap untuk mencetak skornya menggunakan kekuatan, maka dipilihlah sasaran kayu yang berbentuk kotak, namun pada saat itu yang ada hanya keranjang buah persik maka Dr. Naismith kemudian menggunakan keranjang tersebut. Siswanya yang melihat hal itu tersebut menyebut permainan tersebut dengan nama basket yang berarti keranjang dalam bahasa Indoneisa, yang kemudian bekembang menjadi Basketball.

Sejarah Bola Basket
Karena permainannya yang mudah dan menyenangkan permainan ini mudah diterima oleh masyarakat Amerika saat itu, Dr. Naismith memeperkenalkan permainan ini secara resmi pada tahun 1892, atau hanya setahun setelah pertama kali ditemukan. Tiga tahun setelahnya kata Basketball dimasukkan kedalam perbendaharaan kata bahasa inggris secara resmi.

Selanjutnya pada tahun 1932 diadakan kongres yang diikuti oleh beberapa negara di Jenewa Swiss yang kemudian sepakat membentuk Federasi Bolabasket International atau yang biasa disingkat FIBA (Federation International Basketball Assosiation). Pada tahun 1935 Bolabasket kemudian diterima menjadi salah satu olahraga yang dipertandingan di Olimpiade dalam Kongres Komite Olimpiade International, setahun setelahnya Olimpiade di Berlin Jerman Bola Basket dipertandingan secara resmi yang dijuarai oleh USA, Kanada, dan Meksiko. 

Pada tahun 1839 Dr. James Naishmith meninggal dunia, Meninggalkan kepada kita sebuah permainan yang menyenangkan, sangat seru untuk ditonton. Dunia Basket juga telah banyak melahirkan atlet hebat yang menjadi legenda dalam dunia olahraga kita dewasa ini.

Sejarah Bola Basket Di Indonesia 

Basketball

Cina menjadi salah satu sasaran pengembangn olahraga basket YMCA. Diutuslah Bob Baily ke Tiensien (1894) guna memperkenalkan olahraga baru-baru ini. Sejak itu, Cina mulai memainkan olahraga ini. Selain Cina, negara Asia lain yang dijamah permainan basket untuk kesempatan pertama adalah Jepang. (1900) dan Filipina (1900).

Pada tahun 1920-an, gelombang perantau-perantau dari Cina masuk ke Indonesia. Mereka pun membawa permainan basket yang sudah dua dasawarsa dikembangkan di sana. Para perantau itu membentuk komunitas sendiri termasuk mendirikan sekolah Tionghoa. Akibat, basket cepat berkembang di sekolah-sekolah Tionghoa.

Di sekolah-sekolah Tionghoa itu, bola basket menjadi salah satu olahraga wajib yang harus dimainkan oleh setiap siswa. Tidak heran jika disetiap sekolah selalu ada lapangan basket. Tidak heran jika di setiap sekolah selalu ada lapangan basket. Tidak heran jika pebasket-pebasket yang menonjol penampilannya berasal dari kalangan ini.

Pada era 1930-an perkumpulan-perkumpulan basket mulai terbentuk. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Medan, menjadi sentra berdirinya perkumpulan basket ini.

Di semarang misalnya. Pada tahun 1930 sudah ada perkumpulan seperti Chinnese English School, Tionghwa Hwee, Fe Leon Ti Yu Hui, dan Pheng Yu Hui (sahabat). Sahabat adalah klub asal Sony Hendrawan (Liem Tjien Sion), salah satu legenda basketn Indonesia.

Usai proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945, olahraga basket mulai dikenal luas di kota-kota yang menjadi basis perjuangan seperti Yogyakarta dan Solo. Pada PON (Pekan Olahraga Nasional) I (1948) di Solo, bola basket dimainkan pertama kali di level nasional.

Peserta PON I masih terbatas pada putra terkuat dari masing-masing 'keresidenan', dan juga perkumpulan-perkumpulan dengan pemain pribumi seperti PORI Solo, PORI Yogyakarta, dan Akademi Olahraga Serangan. Namun harus diakui bahwa untuk teknik permainan, kemampuan regu-regu karesidenan yang terdiri dari para pemain Tionghoa jauh lebih tinggi dari pada pemain pribumi.

Pada tahun 1951 saat pegelaran PON II, basket sudah dimainkan untuk putra dan putri. Regu yang dikirim tidak lagi mewakili karesidenan melainkan sudah mewakili provinsi. Regu-regu dari Jatim, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara adalah kekuatan-keuatan terkemuka di pentas PON.

Pada tahun 1951, Maladi salah satu tokoh olahraga nasional meminta Tonny Wen dan Wim Latumeten untuk membentuk organisasi basket di Indonesia. Jabatan Maladi waktu itu adalah sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Atas prakarsa kedua tokoh itu maka pada 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi dengan nama "Persatuan Basketball Seluruh Indonesia" yang disingkat menjadi PERBASI. Pengurus PERBASI yang pertama adalah Tonny Wen sebagai ketua dan Wim Latumeten sebagai sekretaris.

Apakah setelah terbentuknya PERBASI lantas membuat perkembangan bola basket Indonesia bertambah pesat ? Ternyata tidak. Tantangan pertama datang dari perkumpulan Tionghoa yang tidak bersedia bergabung karena telah memiliki perkumpulan sendiri.

Untuk memecahkan masalah tersebut, pada tahun 1955 PERBASI menyelenggarakan Konferensi Bola Basket di Bandung. Konferensi ini dihadiri utusan-utusan dari Yogyakarta, Semarang, Jakarta dan Bandung.

Keputusan terpenting Konferensi ini adalah perbasi merupakan satu-satunya organisasi induk olahraga basket di Indonesia. Istilah-istilah untuk perkumpulan-perkumpulan basket Tionghoa tidak diakui lagi. Konferensi ini juga mempersiapkan penyelenggaraan Kongres I PERBASI.

PERBASI diterima menjadi anggota FIBA pada tahun 1953. Setahun kemudian, 1954, Indonesia untuk pertama kalinya mengirimkan regu basket di Asian Games Manila.

Sejarah Bola Basket Di Dunia dan Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment