Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Sejarah Permainan Tenis Meja

Tenis meja adalah olahraga yang dimainkan diatas meja dengan menggunakan pemukul yang disebut dengan bet. Olahraga ini cukup populer di sekolah-sekolah karena memang mudah dan sangat menyenangkan bagi anak-anak di sekolah. Permainan ini bisa dimainkan satu lawan satu (tunggal) dan juga dua lawan dua (ganda). 

Namun tahukah kita kapan pertama kali tenis meja dimainkan ? siapa dan dimana ?. Untuk menjawab itu semua, kami akan berbagi sedikit info mengenai sejarah tenis meja. Selamat membaca

Sejarah Tenis Meja

Tenis Meja

Permainan tenis meja seperti kebanyakan permainan yang menggunkan alat semacam raket lainnya, pada mulanya dikenal sebagai hiburan ringan bagi masyarakat. Namun dari mana asal permainan tenis meja, kapan dan siapa yang mula-mula menciptakannya, diperoleh keterangan dari beberapa sumber bacaan sebagaimana yang akan kami paparkan sebagai berikut:

  • Pada zaman purbakala, di Iran telah dilakukan suatu permainan yang menggunakan sebatang kayu  untuk memukul bola dari usus binatang yang telah diisi angin.
  • Bangsa Prancis pada abad ke-XII telah menggemari permainan tenis meja. Bolanya terbuat dari kertas diikat dan dipukul dengan tangan.
  • Bangsa India telah mengenal permainan yang mirip dengan permainan tenis meja sejak zaman purba
  • Beberapa sumber mengatakan bahwa permaina tenis meja berasal dari Inggris. Permaina  ini berasal dari permainan tenis kuno pada abad pertengahan dengan nama seperti "gossima" dan "whiff-whaff". Permainan ini dikembangkan antara lain oleh angkatan bersenjata Inggris yang berkedudukan di India. Ada pula para opsir di daerah koloninya di benua Afrika Selatan yang mencoba memainkan permainan tenis meja sebagai ajang rekreasi di waktu senggang. Meja yang digunakan adalah meja tanpa ukuran-ukuran tertentu dengan sebuah jaring atau net ditengah-tengah sejajar dengan kedua ujung meja tersebut. Net yang digunakan terbuat dari tali sepatu boat atau semacam perban pembungkus yang dikaitkan ujung-ujungnya pada dua buah kursi yang ditempatkan di tengah-tengah kedua sisi meja tersebut. Alat pemukul yang digunakan terdiri dari sekeping kayu yang dipotong menurut bentuk menyerupai raket seperti yang digunakan untuk bermain tenis. Pada waktu itu pemukulnya diberi nama Vellum Racket, yaitu alat pemukul pada permainan tenis meja yang menyerupai alat pemukul pada permainan tenis. Sedangkan bola yang digunakan adalah bola yang dipakai dalam permainan tenis, yaitu pukul memukul secara langsung. 
  • Pada akhir abad ke 19 permainan  tenis meja semaki digemari di Inggris dan Eropa pada umumnya, serta di Amerika Serikat sudah mulai banyak dilakukan. Pada waktu itu permainan tenis meja diberi nama"gossima" atau "ping-pong". Nama ping-pong diberikan sebagai hasil suara atau bunyi perkenaan bola dengan raket. Bola yang digunakan adalah bola karet yang ringan dan ditutup atau dilapisi dengan kulit yang dirajut. Barulah sekitar tahun 1880 bola yang dipakai disebut celluloid.
Pada tahun 1900 permainan tenis meja disempurnkan oleh negara-negara Eropa Barat. Pada tahun 1903 dibuatkan sebuah aturan mengenai penggunaan pakaian malam saat latihan bagi pemain laki-laki. Juga memberikan petunjuk teknis terperinci mengenai karet bintik, pegangan penhold dan taktik permainan.

Permainan ini mejadi semakin populer ketika pada tahun 1905 E.C. Goode dari London memperkenalkan raket dengan permukaan karet.

Tanggal 15 Januari tahun 1926 atas prakarsa Dr. Georg Lehmann dari Jerman dibentuklah satu organisasi tenis meja tingkat internasional dengan singkatan ITTF (International Table Tennis Federation), dengan presidennya yang pertama bernama Hon Iver Montagu dari Inggris. Negara-negara anggotanya pada waktu itu adalah: Inggris, Jerman, Polandia, Perancis, Cekoslowakia, Swedia, India, Jepang.

Pada akhir tahun itu juga (1926) diadakan kejuaran Eropa yang bertempat di Memorial Hall, Farringdon Street dengan peserta: Autria, Cekoslowakia, Denmark, Inggris, Jerman, Hungaria, India, Swedia dan Wales.

Tanggal 12 september 1926 disepakati anggaran dasar dan peraturan permainan, sedangkan yang tadinya antar negara-negara Eropa dianggap atau dijadikan sebagai kejuaraan dunia yang pertama.

Tahun 1939 terdaftar 28 asosiasi/negara sebagai anggota ITTF.

Sejak kejuaraan dunia tenis meja tahun 1926, untuk selanjutnya diadakan berkala setiap tahun sekali hingga yang ke-13 (1938). Kemudian sampai dengan tahun 1945 kejuaraan dunia tidak dapat diselenggarakan karena gangguan perang dunia II. Baru pada beberapa tahun setelahnya kembali diadakan kejuaraan dunia yang ke-14 yang bertempat di Paris (Perancis).

Tahun 1967 Hon Ivor Montagu mengundurkan diri dari presiden ITTF dan diganti oleh H. Roy Evans dar Wales.

Pada bulan maret 1976  ITTF mengangkat sekjen profesional yang tidak dipilih oleh general meeting yang berkantor di St. Leonards On Sea di Inggris.

Pada bulan november 1977 Komite Olimpiade International (IOC) telah mengakui cabang olahraga tenis meja sebagai cabang olahraga Olimpiade dengan ITTF sebagai satu-satunya induk organisasi yang mengaturnya di tingkat internasional .

Cabang olahraga tenis meja ini, secara resmi mulai dipertandingkan pada Olimpic Games ke XXIV di Seoul, tahun 1988.

Akibat dari pengakuan itu ITTF diharuskan untuk menambahkan dalam peraturan yang menurut para pengamat perubahan tersebut banyak menguntungkan pihak Eropa. Perubahan tersebut misalya; peraturan tentang karet, antara lain tebalnya karet dan sponnya, macam dan bahannya, tentang warna karet yang harus hitam dan merah serta aturan mengenai servis.

Kepengurusan H. Roy Evans berakhir pada tahun 1987 dan yang terpilih menjadi ketua ITTF baru adalah Ichimo Ogimura dari Jepang.

Ichomi Ogimura yang didukung penuh oleh anggota ITTF dari Asia, Afrika dan Amerika latin memenangkan pemilihan dengan angka yang meyakinkan yaitu memperoleh 65 suara dari 104 pemilih yang dilangsungkan pada hari sabtu tanggal 27 Februari tahun 1987.

Pada tahun 1991 terjadi perubahan dalam sistem pertandingan untuk beregu putera yang biasanya mempertandingkan 9 partai menjadi 5 partai. Rencana perubahan sendiri dilakukan pada tahun 1989, yaitu pada kongres ITTF, setelah final kejuaraan dunia pada waktu itu antara China vs Swedia yang berlangsung hampir 6 jam.

Sejarah Tenis Meja Asia 

Tenis Meja

Melalu RRC, Jepang, dan Korea permainan ini dikenal di benua Asia. Permainan ini masuk ke Asia setelah tahun 1910. Namun usaha-usaha terorganisir untuk memperkokoh kepentingan tenis meja baru berakar pada waktu diselenggarakannya kejuaraan dunia di Bombay pada bulan Februari tahun 1952. Negara-negara Asia sebagai peserta di dalam kejuaraan dunia tersebut memutuskan untuk membentuk Federasi Tenis Meja Asia yang dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan The Table Tennis Federation Of Asia. Federasi ini telah menyelenggarakan dengan sukses 10 kejuaraan Asia, yaitu:
  1.  Di Singapura tahun 1952.
  2.  Di Tokyo tahun 1953.
  3. Di Singapura tahun 1954.
  4. Di Manila tahun 1957.
  5. Di Bombay tahun 1960.
  6. Di Manila tahun 1963.
  7.  Di Seoul tahun 1964.
  8. Di Singapura tahun 1967.
  9. Di Jakarta tahun 1969.
  10. Di Nagoya tahun 1970.
Beberapa negara Asia kemudian merasa kurang puas dengan ATTF, karena ternyata belum menghimpun seleuruh kekuatan di Asia, sebagaimana termasuk di dalam anggaran dasar ATTF.
Pada bulan maret 1972, perwakilan dari asosiasi tenis meja China, DPR Korea dan Jepang bertemu khusus untuk mengambil inisiatif mengadakan pertemuan pendahuluan di Beijing, China. Pada bulan mei tahun itu juga pertemuan pendahuluan dilakukan dan dihadiri oleh delegasi dari 16 negara, yaitu; Camboja, China, DPR Korea, Iran, Irak, Jepang, Kuwait, Libanon, Malaysia, Nepal, Pakistan, Palestina, Singapura, Srilanka, Syiria dan Vietnam. Sejalan dengan keinginan keras dari para delegasi, maka pertemuan pendahuluan diubah statusnya menjadi pertemuan pembukaan untuk membentuk Asian Table Tennis Union (ATTU) pada tanggal 7 mei 1972.

Pada tahun 1972 diselenggarakan kejuaraan dunia di Beijing pada masa kepengurusan ATTU sekaligus dilaksanakan pula kongres ATTU yang pertama. Adapun tujuan dibentuknya ATTU adalah:
  1. Untuk mempererat tali persahabatan antar pemain tenis meja dan rakyat dari negara-negara dan wilayah di Asia dan untuk memperdalam hubungan persahabatan antar masyarakat tenis meja dan pemain Asia dengan mereka dari benua-benua lain.
  2. Untuk mempertinggi popularitas pengembangan dan prestasi tenis meja di Asia.
Dasar pokoknya adalah: persamaan hak serta saling hormat menghormati antar sesama anggota uni, besar maupun kecil, serta konsultasi demokratik.

Sampai tahun 1982 ATTU ditempatkan di Beijing tempat domisilinya Sekretaris Jenderal Bulletin ATTU dalam bahasa Inggris yang sudah diterbitkan sejak tahun 1979.

ATTU mendapat pengakuan resmi sebagai satu-satunya wadah kontinental yang mengatur pertenis mejaan di Asia, dan ITTF pada tahun 1975 bertepatan dengan penyelenggaraan general meeting ITTF ke-33 di Calcuta.

Sejarah Tenis Meja di Indonesia

Permainan tenis mejad di Indonesia baru dikenla pada tahun 1930.Kala itu, permainan bersifat sangat eksklusif karena hanya bisa dimainkan oleh orang kulit putih (Belanda) dan kalangan pribumi tertentu saja, olahraga ini saat itu masih bersifat rekreatif dan belum dipertandingkan.

Sebelum perang dunia II pecah, tepatnya pada tahun1939, tokoh-tokoh pertenis mejaan mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia).

Pada tahun 1958 dalam kongresnya di Surakarta PPPSI mengalami perubahan nama menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia). Indonesia menjadi anggota TTFA (Table Tennis Federation of Asia) pada tahun 1960

Perkembangan tenis meja di Indonesia sejak berdirinya PPPSI hingga bisa dikatakan cukup pesat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perkumpulan-perkumpulan tenis meja yang berdiri, serta banyaknya pertandingan tenis meja yang dilakukan , misalnya dalam arena; PORDA, PON, POMDA, PORSENI, di tingkat SD, SLTP, SLTA serta pertandingan-pertandingan yang diselenggarakan oleh perkumpulan-perkumpulan tenis meja, instansi pemerintah atau swasta atau oleh karang taruna dan lain-lain.

Indonesia selalu diundang dalam kejuaraan-kejuaraan dunia resmi setelah indonesia resmi terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961.

Selain kegiatan-kegiatan pertandingan tersebut, hal lain yang patut dicatat dalam perkembangan pertenis mejaan nasional adalah berdirinya silatama (Sirkuit Laga Tenis Meja Utama) yang dimulai pada awal tahun 1983, yang diselenggarakan setiap 3 bulan sekali.

Itulah sedikit informasi mengenai sejarah tenis meja, mudah-mudahan dengan mengetahui seluk beluk asal permainan ini semakin memotivasi kita semua untuk terus belajar dan mendalami permainan ini. Semoga bermanfaat

Sejarah Permainan Tenis Meja Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment