Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Beberapa Zat Makanan yang Dapat Mengganggu Kesehatan

Seiring dengan Kemajuan Teknologi, dewasa ini kita harus lebih berhati-hati apabila hendak menyantap makanan. Belum tentu makanan yang tampak cerah karena warna yang menarik memberikan dampak yang tidak merugikan bagu tubuh. Banyak makanan yang diberi zat warna yang sebenarnya bukan untuk makanan, melainkan untuk keperluan lain (untuk mewarnai bahan pakaian dan lainnya). Zat pewarna seperti itu sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Demikian pula sering makanan dibuat dengan bahan pengawet seperti formalin dan lainnya, yang juga dapat membahayakan kesehatan.

Nah dalam pembahasan kali ini, kami akan menguraikan beberapa zat makanan yang mungkin sering kita abaikan namun dapat memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan tubuh. berikut beberapa diantaranya:

Zat Makanan yang Mengganggu Kesehatan

Zat makanan tertentu dapat mengganggu kesehatan manusia misalnya kolesterol dan bahan tambahan (zat pewarna, zat pengawet, dll).

1. Kolesterol

Kolesterol selain berguna sebagai pembentuk membran sel ternyata dapat juga mengganggu kesehatan bila terlalu banyak terdapat dalam tubuh. Faktor makanan, keturunan, usia, berat badan, dan kurang olahraga dapat memperngaruhi jumlah kolesterol dalam darah.

Makanan Menagndung Kolesterol

Dalam tubuh, kolesterol diangkut dalam dua bentuk, yaitu lipoprotein ringan (LDLs = Low Desity Lipoprotein) dan Lipoprotein tinggi (HDLs = High Density Lipoprotein). Kesan baik melekat pada HDLs, karena HDLs berfungsi sebagai alat penghisap yang dapat membawa kolesterol dari sel lalu diedarkan ke hati. Sebaliknya , LDLs di dalam tubuh akan menjadi timbunan kolesterol di dalam dinding arteri. Timbunan ini disebut plague. Bila lapisan plague tebal dapat memblokir aliran darah. Bila aliran darah di blokir makan serangan jantung atau stroke dapat terjadi.
  1. Makanan apa saja yang mengandung kolesterol ? sumber kolesterol, terutama beerasal dari produk hewani, yaitu daging, susu, kuning telur, udang, dan mentega.
  2. Berapa batas kolesterol yaitu normal ? kandungan kadar kolesterol dalam darah yang normal adalah berkisar antara 150-250 mg persen. Dan nilai kadar kolesterol seseorang sebaiknya di bawah 200 mg persen.
  3. Apakah kolesterol berbahaya ? Ya, apabila dikonsumsi secara berlebihan, maka akan mengakibatkan kenaikan kolesterol dalam darah, kolesterol akan cenderung menebal pada pembuluh darah, keadaan ini menghambat aliran darah dalam arteri, sehingga akan mengakibatkan serangan jantung koroner atau pendarahn otak (struk).
  4. Bagaimana upaya menghindari kelebihan kolesterol ? 1. Mengurangi konsumsi kolesterol, 2. Mengurangi konsumsi lemak jenuh, 3. Memperbanyak makan buah-buahan atau sayuran, 4. Berolahraga secara teratur, 5. Mengurangi berat badan, 6. Menghindari stres atau rasa cemas yang berlebihan.

Bahan Makanan

Dalam pengolahan bahan makanan, banyak cara yang dilakukan orang untuk mendapatkan produk akhir yang menarik dengan daya simpan yang lama, yaitu dengan menggunakan bahan tambahan yang dicampurkan ke dalam bahan makanan. Bahan tambahan makanan (aditif) adalah zat yang ditambahkan pada makanan yang diberikan dalam jumlah kecil dengan maksud untuk memperbaiki rupa, susunan, atau sifat makanan.

Bahan tambahan sangat membantu proses pengolahan makanan selama pemberiannya tidak melebihi kadar yang dapat ditolerir oleh tubuh.

Saat ini, industri makanan telah berkembang sedemikian pesat dengan pesat dengan proses pengolahan yang sangat maju. Bahkan dalam rumah tangga pun dalam pengolahan makanan sehari-hari orang telah menggunakan bahan-bahan tambahan. Zaman dahulu, hasil produksi suatu makanan hanya dapat dijual dalam lingkungan yang sangat terbatas, tetapi sekarang sudah memungkinkan diedarkan ke seluruh dunia. Bahan tambahan tersebut dapat berupa bahan pengawet, bahan pemanis buatan, penyedap rasa, dan bawan pewarna.

a. Bahan Pengawet

Bahan pengawet adalah bahan makanan yang mencegah atau menghambat fermentasi, penguraian, atau pengasaman yang disebabkan oleh mikroorganisme. Contoh bahan pengawet antara lain, asam benzoat (asam karboksilat), asam propianat (asam karboksilat), kalium nitrat (nitrat atau nitrit), dan sulfurdioksida (sulfit). Kadar maksimum pemberian zat tambahan tergantung pada jenis makanan apa yang akan diawetkan. Misalnya pada pembuatan saos tomat, bahan tambahan tidak boleh melebihi 1000 mg dalam 1 kg saus tomat.

Zat pengawet dipergunakan untuk mengawetkan makanan atau memberikan kesan segar pada makanan. Terdapat dua jenis zat pengawet, yaitu pengawet alami dan pengawet buatan; yang sering mengganggu kesehatan adalah zat pengawet buatan.

Zat pengawet buatan yang sering dipakai adalah sulfit, nitrat, dan nitrit. Pemakaian nitrit yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan keracunan. Nitrit biasanya digunakan dalam pengawetan daging. Dalam daging atau ikan, natrium dapat berikatan dengan amino atau amida dan membentuk nitrosamina yang bersifat toksik (racun). Nitrosamina dapat menimbulkan kanker pada hewan dan manusia.

b. Bahan Pemanis

Bahan pemanis buatan adalah bahan makanan tanpa nilai gizi dan hanya menyebabkan rasa manis pada makanan. Contohnya, sakarin dan siklamat dengan kadar maksimum 1,5 gram per kg bahan makanan.

Pemanis buatan sebenarnya kurang sehat bagi tubuh, hal ini dikarenakan kandungan rasa manis yang terdapat didalamnya sangat banyak, bahkan berlipat ganda jika dibandingkan dengan pemanis alami, hal ini tentu saja dapat menyebabkan ketergantungan ataupun rasa mau makan terus menerus. Dengan efek seperti itu tentu saja akan menjadikan tubuh mengonsumsi gula yang banyak dan melebihi kadar yang dibutuhkan tubuh sehingga akan berujung pada obesitas.

c. Penyedap Rasa dan Aroma

Penyebab rasa adalah bahan makanan tambahan makanan yang dapat memberikan atau mempertegas rasa dan aroma, contohnya asam butirat, ametal, glutamat dan eugenal. Penggunaan harus secukupnya saja, kecuali asam butirat maksimum 400 mg per kg.

Penyedap rasa di Indonesia sendiri sudah banyak kita temukan, sudah begitu banyak produk penyedap rasa dari berbabgai negara yang membanjiri pasar lokal, mula dari sasa, ajinomoto, miwon maupun yang lainnya. Banyak dari masyarakat Indonesia yang memasukkan penyedap dalam makanannya tanpa takaran sama sekali, hal ini tentu saja dapat membahayakan anggota keluarga mereka.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa konsumsi penyedap rasa (MSG) yang berlebihan dapat menurunkan kecerdasan (IQ) seseorang. Bahkan di beberapa negara maju, penggunaan MSG sudah dilarang, hal ini tentu saja berdasarkan pertimbangan penggunaan MSG tersebut.

Kalau memang mau menggunakan MSG jangan lebih dari 6 mg/kg berat badan anda, ini adalah batas aman yang dianjurkan oleh WHO sebagai organisasi kesehatan dunia.

d. Bahan Pewarna

Bahan pewarna merupakan bahan tambahan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan sekaligus memperbaiki tampilan makanan. Contohnya. Biru berlian, karamel, kolsofil, eristirosin, tarrazin. Penggunaan harus secukupnya saja. Namun ada pula pewarna yang memang beracun, bahkan ada zat pewarna tekstil digunakan untuk pewarna makanan. Hal ini sangat berbahaya karena adanya residu logam berat yang dapat meracuni ginjal. Ada pula zat pewarna buatan, seperti FD dan C oranye nomor 1 dan FD dan C merah nomor 32 yang terdapat pada permen dan popcorn yang dapat menyebabkan diare pada anak-anak dan efek keracunan kronis pada ternak.

Jika penggunaan bahan-bahan tersebut secara terus menerus dan melebihi dari kadar yang sudah ditetapkan, maka akan terakumulasi (tertimbun) dalam tubuh yang akhirnya dapat merusak jaringan atau organ tertentu. Sebagai contoh, karena tingginya kadar bahan pewarna maka hati akan bekerja keras untuk merombaknya agar dapat dikeluarkan dari hati. Dari hati, kemudian masuk dalam sistem peredaran darah yang selanjutnya menuju ginjal, ginjal kemudian harus bekerja keras untuk mengekskresikan bahan tersebut keluar tubuh. Hati mempunyai kemampuan yang terbatas untuk merombak bahan pewarna. Akibatnya ada yang tertimbun di hati dan mengganggu fungsi ginjal.

Bahan-bahan makanan tambahan buatan tidak saja mengganggu kesehatan jika terakumulasi, tetapi juga dapat menyebabkan nilai gizi pada makanan tertentu berkurang.

Selain ketiga zat diatas, sebenarnya masih banyak bahan makanan yang dapat mengganggu kesehatan, diantaranya bahan makanan yang terkontaminasi dengan pestisida, dan zat makanan yang telah dibusukkan oleh mikroorganisme, mikroorganisme yang terkenal adalah claostridium botulinum, pencemar makanan kalengan.

Di samping itu, ada beberapa makanan yang memang beracun, antara lain, biji kapas mengandung gosipol yang dapat merusak hati, singkong tertentu mengandung sianogen yang menyebabkan keracunan HCN, dan jengkol mengandung asam jengkol, yaitu kristal asam dapat menyumbat saluran urin (air kencing).

Nah, itulah beberapa zat atau bahan makanan yang dapat mengganggu kesehatan, beberapa diantaranya memang tanpa kita sadari sudah banyak yang kita konsumsi secara berlebihan. Harus diperhatikan memang bahan makanan yang akan dikonsumsi untuk keluarga, karena makanan adalah kebutuhan primer manusia, olehnya itu makana harusnya menjadi sumber kesehatan bagi kita bukan malah sebaliknya. Sebagaimana pepatah mengatakan "Jadikan makanan sebagai obat, sebelum obat menjadi makanan kita", tentunya dengan banyak makanan yang sifatnya alami, langsung dari alam tanpa campuran macam-macam, seperti buah dan sayuran. Untuk lebih baiknya tanamlah sayuran ataupun buah-buahan di halaman sekitar rumah anda. Semoga bermanfaat

Beberapa Zat Makanan yang Dapat Mengganggu Kesehatan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment