Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Pelaksanaan Pembinaan Atlet Bulutangkis

Maksud dari pembinaan disini adalah untuk membina mutu dan meningkatkan prestasi yang telah dimiliki oleh pemain atau yang telah ada pada pemain dengan kategori pemain itu sudah dapat bermain bulutangkis. Untuk hal ini diperlukan adanya jadwal pembagian waktu dalam pembinaan permainan bulutangkis. Pada dasarnya pembinaan dan peningkatan prestasi tergantung sepenuhnya faktor latihan yang diadakan. Karena tanpa faktor latihan, pembinaan dan peningkatan prestasi tidak ada gunanya. Faktor latihan disini tidak lepas dari penentuan waktu yang dipergunakan dalam pembinaan. Penentuan waktu harus ditetapkan terlebih dahulu, kapan latihan itu diselenggarakan dan berapa lama latihan itu berlangsung serta faktor-faktor apa saja yang perlu mendapatkan latihan.

Latihan Bulutangkis
Dengan adanya ketentuan waktu latihan, disini dapat juga disebut sebagai suatu periode atau masa latihan. Masa latihan, mutlak perlu ada dalam program pembinaan mutu dan peningkatan prestasi. Pembinaan peningkatan prestasi yang optimal tidak dapat dicapai dalam waktu dekat atau singkat seperti halnya pembinaan fisik, teknik, dan mental, maka peningkatan dibidang skill atau kemampuan hanya dapat dicapai melalui program latihan jangka panjang, baik secara sitematis, teratur dan berkelanjutan. Sehubungan dengan masalah ini maka latihan-latihan tersebut harus dibagi menurut masa atau periode latihan. Periode latihan dapat dibagi menjadi 5 bagian yaitu:

Preliminary Season

Dalam periode ini pemain dipersiapkan fisiknya, untuk menghadapi latihan yang berat. Disini latihan ditekankan untuk pembentukan kekuatan, kelentukan, daya tahan. Disamping itu juga pembentukan gerak, sikap dan ketrampilan gerak yang baik.

Early Season

Periode ini banyak digunakan untuk memahirkan teknik serta penyempurnaan gerak. Juga pada periode ini latihan sudah diubah dari skill element atau kemampuan pembelajaran metode bagian menjadi bentuk latihan whole movement atau kemapuan bergerak secara keseluruhan dan sudah merupakan suatu bentuk latihan gabungan gerakan. Pada periode ini tes percobaan dan pertandingan persahabatan sudah mulai dicobakan atau diadakan sehingga kemampuan pemain sudah dapat dipantau sampai dimana kemampuan yang telah dimiliki dan kekurangan apa yang masih dipunyai pemain.

Mid Season

Pada periode ini pemain sudah diperkirakan dalam taraf kondisi fisik yang baik dan kemampuan teknik sudah terkuasai sehingga pada masa ini yang perlu mendapatkan perhatian adalah memberikan latihan-latihan yang ditujukan untuk penyempurnaan taktik, strategi permainan dan perkembangan keterampilan perorangan seperti mempertajam atau mematangkan pukulan-pukulan khas yang dimiliki oleh pemain. Selain itu dikembangakn pula mengenai kematangan berfikir secara kritis, kreatif, sabar dan ulet, sehingga kematangan berfikir ini akan dibawa dalam suatu pertandingan besar yang menentukan.

Late Season

Pada periode ini pemain sudah dalam taraf kondisi puncak, baik mengenai kemampuan fisik, teknik, taktik/strategi, mental maupun kematangan juara. Pada masa ini pemain sudah siap untuk  terjuan ke arena pertandingan. Perlud diperhatikan disini supaya dihindari memberikan latihan yang  berlebihan atau memberikan kepelatihan/coaching yang berlebihan dan tidak dibenarkan untuk mengubah teknik serta kebiasaan pemain yang sudah dimiliki.

Post Season

Periode ini mempunyai waktu yang panjang, dimana pertandingan-pertandingan sudah selesai. Masa ini hendaknya digunakan untuk menganalisa, dan menilai kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh para pemain pada waktu pertandingan yang telah lalu. Bentuk-bentuk penilaian dan analisa yang diberikan dapat berupa memutar video, melihat foto hasil rekaman, diajak berdiskusi dan mengoreksi segala kekurangan dan kelebihan untuk diri sendiri dan pemain lawan mengenai kesalahan-kesalahan teknik, taktik dan strategi yang terjadi selama mengikuti pertandingan. Pada masa ini latihan-latihan tetap berjalan seperti biasa dengan porsi yang berbeda yaitu latihan ringan secara berkelanjutan tetap dilakukan dengan terjaga dengan baik. Jadi disini istilahnya masa aktif rest atau istirahat secara aktif. Latihan-latihan yang diberikan pada waktu ini dapat berupa bermain sepakbola, bola basket dan lain-lain yang tidak ada kaitannya secara langsung dengan permainan bulutangkis. Selain itu cross country, hikking, dan olahraga lain sebagai usaha untuk menjaga kondisi dan kejenuhan bagi pemain.

Pelaksanaan Pembinaan Atlet Bulutangkis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment