Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

6 (Enam) Langkah Mencegah Cedera Olahraga Pada Anak

Berolahraga aktivitas yang menyehatkan dan menyenangkan. Namun jika sampai cedera tentulah tidak menyenangkan. Cedera sendiri adalah suatu keadaan dimana tubuh mengalami luka, baik dalam maupun luar, hal ini tentu saja sangat menyakitkan bagi si penderita sehingga terkadang menimbulkan trauma baginya. Perihal cedera ini tentu saja bisa dicegah dengan langkah-langkah yang tepat maka cedera bisa diminimalisir sampai ke tingkat terendah.

Sepakbola Anak

Kali ini kami akan menguraikan mengenai beberapa langkah untuk mencegah anak kita dari cedera pada saat mereka berolahraga sehingga mereka tetap bisa menikmati aktivitas olahraganya dengan lebih aman serta menyenangkan. Selamat membaca.

 1. Mengenakan Pelindung Badan (Protector Gear)

Pelindung badan adalah segala sesuatu yang dipakai untuk menjaga tubuh anak dari cedera. Pelindung yang dipakai akan disesuaikan dengan jenis olahraga yang dilakukan, karena setiap olahraga memiliki resikonya tersendiri dan tentu saja untuk pelindungnya berbeda tentunya. 

Beberapa olahraga menggunakan helm dalam aktivitasnya, helm merupakan pelindung yang paling umum dipakai dalam olahraga tertentu, dia melindungi kepala saat anak sedang bermain: rugby, hoki, baseball, softball, bersepeda, skateboard dan lainnya. Patikan anak mengenakan helm tepat sesuai dengan jenis olahraga yang diikutinya. Misal, tidak memakai helm baseball saat bermain skateboar atau bersepeda.
  
Helm yang dipakai harus pas dan nyaman, dan jika memiliki tali (seperti helm untuk bersepeda), maka anda perlu mengencangkannya agar tidak mudah terlepas ketika anak mengalami insiden.

Olahraga lainnya memerlukan pelindung mata, pelindung mulut, pelindung siku dan lutut. Dan khusus pelindung tulang kering terutama pada olahraga sepakbola karena gerakannya berfokus pada kaki dan banyak benturan biasanya di bagian ini.
  
Baseball

Dan jangan lupa pada sepatu. Sepatu yang dilengkapi dengan paku (cleat) biasa dipakai dalam olahraga sepakbola. Sepatu ini memiliki karet khusus atau titik titik plastik yang terletak di bagian telapak kaki untuk membantu kaki melekat atau mencengkram di tanah saat anak sedang berlari.

Tidak ada salahnya jika anda bertanya pada pelatih anak anda untuk mengetahui pelindung apa saja yang dibutuhkan dan meminta anak untuk tetap konsisten memakai pelindung tersebut pada saat berlatih terlebih sewaktu pertandingan.

2. Pemanasan (warming up)

Bukanlah sebuah ide yang bagus begitu tiba di lapangan langsung berolaraga dan bergabung dengan kawan-kawan tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu. Bahkan, anak tidak boleh melakukan peregangan (stretching) sampai tubuh mereka sedikit menghangat karena pemanasan yang dilakukan. Anda dapat menyarankan anak untuk melakukan jogging ringan terlebih dahulu untuk menghangatkan tubuh lalu kemudian melakukan peregangan setelah itu baru boleh berolahraga.

Kenapa pemanasan dan peregangan itu penting ? karena pada saat anak melakukan pemanasan, suhu tubuh anak akan menghangat sehingga akan membuat pembuluh darah akan melebar untuk memaksimalkan pengiriman zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh otot yang membutuhkan sewaktu berolahraga. Selain itu peregangan juga diperlukan untuk merenggangkan dan memanjangkan otot  untuk mencegah terjadinya cedera pada anak.
  
Pemanasan dapat dilakukan selama 15-30 menit. Peregangan bertahap dapat membantu memperpanjang otot dan meningkatkan aliran darah dan suhu otot. Dengan demikian, otot akan siap bertempur dan sangat kecil kemungkinannya untuk mengalami cedera.

3. Mengetahui Aturan Main

Lampu lalu lintas di persimpangan jalan membantu mencegah terjadinya tabrakan antara mobil dan truk yang bersama-sama melaju di jalan. Hal ini tentunya dapat bekerja karena sopir mengetahui aturan main dan menaatinya. Hal seperti ini pun berlaku dalam olahraga, peraturan dibuat untuk melindungi pemain dari hal-hal yang tidak diinginkan salah satunya adalah cedera.

Ketika pemain tahu aturan permainan dari olahraga yang diikuti, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, maka akan semakin kecil kemungkinannya untuk terjadinya cedera.
  
Kita dan pemain lain tahu apa yang diharapkan dari satu sama lain. Misalnya dalam sepakbola tidak boleh datang dari belakang, menabrak kaki pemain, mengangkat kaki terlalu tinggi. Hal ini apabila dipatuhi dengan baik oleh pemain maka olahraga akan berjalan dengan aman.

4. Waspada Terhadap Gerak Setiap Pemain, Baik Kawan Maupun Lawan 

Beberapa aturan dibuat tidak ada hubungannya dengan mencetak poin atau skor. Beberapa aturan hanya mengatur tentang bagaimana melindungi orang lain dan menjunjung tinggi nilai kesopanan. Contonya, dalam permainan baseball atau kasti, pemukul bola tidak boleh melemparkan bat (pemukul) setelah memukul bola dan lari ke base pertama. Dia harus menjatuhkan bat sehingga tidak akan melukai dirinya sendiri maupun orang lain.

Pastikan juga anak anda selalu menyimak intruksi-intruksi dari pelatihnya dengan baik selama permainan berlangsung sehingga dapat membantu mereka tetap aman. Baik juga jika membiasakan diri untuk memberi tahu kawan atau lawan saat tali sepatunya terlepas. Dan jangan lupa, periksa juga sepatunya sendiri.
  

5. Jangan Memaksa Bermain Saat Cedera

Hal ini perlu diperhatikan karena sangat penting untuk anda ketahui. Jika anak anda menyukai olahraga, tentu sangat menggoda untuk segera kembali ke permainan, bahkan saat dia sedang dalam kondisi cedera, atau saat cederanya belum pulih benar, hal ini benar-benar adalah sebuah ide yang buruk. Hal ini dapat mengakibatkan cedera yang lebih parah lagi, yang mungkin perlu waktu lebih lama untuk proses pemulihannya.
  
Perhatikan benar-benar jika curiga anak anda mengalami cedera setelah berolahraga dan jika perlu bawalah segera ke dokter. Ikuti nasihat pelatih, tentang bagaimana dan kapan anak anda dapat kembali bermain.

6. Ingatlah kaidah “RICE”

Kaidah RICE sudah pernah kami posting sebelumnya, namun tidak ada salahnya kami mengingatkan kembali apa “RICE” itu. “RICE” adalah singkatan dalam bahasa inggris yang berisi tindakan-tindakan yang harus dilakukan dalam menangani cedera olahraga. Kita dapat mengambil langkah-langkah tersebut untuk tidak menambah parah cedera yang terjadi, mengurangi rasa nyeri, dan mempercepat proses pemulihan/penyembuhan.
  
RICE adalah singkatan dari:

R (rest): Istirahat segera, begitu ada bagian tubuh yang terasa sakit sewaktu berolahraga, karena itu adalah sinyal alami dari tubuh bahwa ada sesuatu yang tidak beres, hal ini juga perlu agar tidak terjadi cedera yang bertambah buruk.
 
I (ice): Gunakan es untuk mengompres bagian tubuh yang sakit, hal ini untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan pada kaki.

C (compression): Lakukan kompresi (penekanan) pada bagian tubuh yang sakit dengan cara membungkusnya dengan band atau yang lainnya.

E (Elevation): Lakukan elevasi bagian tubuh yang sakit dengan cara menaruhnya diatas bantal atau permukaan yang lebih tinggi.

Nah itulah beberapa langkah untuk mencegah terjadinya olahraga, cedera memang adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam olahraga, namun cedera bisa kita minimalisir dengan melakukan langkah-langkah yang kami paparkan diatas. Selain hal diatas, sarana dan prasarana yang memadai juga bisa meminimalisir cedera. Semoga bermanfaat.

6 (Enam) Langkah Mencegah Cedera Olahraga Pada Anak Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment