Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Peraturan Perlombaan Renang

Susunan penempatan perenang pada tiap seri sampai babak final, meliputi, pada saat pendaftara semua peserta harus mencantumkan waktunya. Bagi perenang yang tidak mencantumkan waktunya dianggap memiliki waktu terburuk. Untuk tiap-tiap nomor pertandingan disusun daftar dengan urutan waktu terbaik sampai dengan terburuk. Para perenang dengan waktu terbaik akan ditemapatkan pada seri terakhir, yang kedua tercatat pada waktu sebelum akhir, demikian seterusnya hingga seri pertama. Perenang-perenang kedua dalam tiap seri disusun dari perenang-perenang berikutnya dengan cara yang sama, yaitu mulai dari seri terakhir sampai pada seri pertama. Demikian seterusnya sampai seluruh perenang terbagi dalam seri-seri.

Renang

Peraturan Perlombaan Renang Gaya Bebas

1. Aturan Start Renang Gaya Bebas

Untuk renang gaya bebas, gaya dada dan gaya kupu-kupu start dilakukan pada balok khusus yang ada. Yaitu dengan cara badan dibungkukkan kedepan dan lutut ditekuk kemudian.

Adapun start untuk gaya punggung dilakukan didalam air, dengan menghadap kedinding, dan kedua tangan memegang stang atau pegangan start gaya punggung, kedua lutut ditekuk didepan dada tangan dan kaki bertumpu pada dinding kolam didalam air.

Start gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu hampir sama. Perbedaannya terletak pada sudut masuknya kedalam air. Pada gaya bebas dan gaya kupu-kupu sudut masuknya air kira-kira sekitar 15 derajat, sedangkan untuk gaya dada sendiri sudut masuknya lebih tajam sekitar 20 derajat, hal ini memungkinkan perenang masuk lebih dalam ke air dan berada dalam posisi yang lebih baik untuk melakukan tarikan lengan dan kaki yang panjang sebelum muncul ke permukaan air.

Teknik gerakan start gaya bebas adalah:
  • Dengan sikap melakukan start, kedua ujung-ujung jari kaki dikaitkan pada bibir balok start, lakukan sikap membungkuk dimana kedua tangan berada lurus kebelakang, sedangkan pandangan lurus kedepan.
  • Bungkukkan tubuh mendekati air, sikap tangan diayun kebelakang. 
  • Ayunkan lengan bergerak kedepan sehingga tubuh mendorong maju.
  • Dengan dorongan ayunan itu tubuh akan condong ke permukaan air. Saat tubuh melayang, lengan dan kaki diusahakan dalam sikap lurus. Sedangkan sikap tubuh saat memasuki air juga lurus.

2. Aturan Pembalikan Renang Gaya Bebas

Tiap perenang harus dapat membalik kekanan maupun kekiri dengan cepat. Bila tangan kiri yang menyentuh dinding, maka ia harus memutar badan ke jurusan kanan. Tangan kiri tersebut ditempatkan pada dinding kolam agak kekanan, dengan jari-jari menghadap kearah kanan bawah. Dengan menggunakan kecepatan maju kedepan, pantat dan kedua kaki diputar kedinding, sedangkan tangan yang menyentuh dinding tadi ditekukkan. Segera setelah ini, tangan dilepaskan dari dinding dan diluruskan ke muka, kedua kaki diluruskan dengan kuat, menolak dinding kolam untuk meluncur kedepan. 

Teknik pembalikan renang gaya bebas terdiri dari:
  • Teknik pembalikan renang gaya bebas tanpa salto, kaki ditarik mendekati dinding kolam, salah satu lengan dalam sikap menyamping lurus serentak dengan tolakan kedua belah kaki dari dinding kolam, kedua lengan siap diluruskan kedepan bersamaan dengan kaki depan lepas landas, kedua belah lengan sudah berada lurus didepan walaupun masih dalam posisi menyamping dengan ledakan kaki yang kuat mendorong tubuh menjadi telungkup.
  • Teknik pembalikan gaya bebas dengan salto, cara melakukannya yaitu: Kira-kira satu jangkauan lengan menjelang tempat berbalik, salah satu lengan berada disamping tubuh. Dengan ayunan tangan dan kepala ditundukkan hingga dada, serentak kedua belah lutut ditarik kearah perut melalui hentakan punggung, kaki dan ayunan kedua belah tangan, tubuh kemudian akan berputar. Perputaran tubuh akan berakhir setelah kedua belah telapak kaki sampai pada dinding kolam dengan sikap telentang, bersamaan dengan tolakan kaki badan diputar hingga sikap telungkup, posisi tubuh telungkup dan sikap lengan lurus setelah lepas landas.

3. Peraturan Perlombaan Renang Gaya Bebas

Berikut peraturan perlombaan renang gaya bebas:
  • Seorang perenang harus finish dalam lintasan yang sama seperti pada waktu start.
  • Dalam nomor pertandingan, seorang perenang harus melakukan sentuhan fisik dengan ujung kolam atau lintasan waktu melakukan pembalikan. Pembalikan harus dilakukan dari dinding dan tidak diperbolehkan mengambil langkah dari dasar kolam.
  • Berdiri didasar kolam sewaktu nomor pertandingan gaya bebas atau sewaktu bagian renang gaya bebas dari nomor pertandingan gaya ganti, tidak akan menyebabkan perenang terkena diskualifikasi.
  • Mengganggu perenang lain dengan menyeberang kelintasan lain untuk mengganggu dengan cara lain menyebabkan perenang terkena diskualifikasi.
  • Tidak seorang perenang pun diperkenankan menggunakan atau memakai suatu alat yang dapat menambah kecepatan, daya apung atau daya tahan sewaktu dalam perlombaan.

A. Aturan Khusus Perlombaan Renang

  1.  Tidak ada pengelompokan umur/kelas
  2.  Susunan acara perlombaan dan nomor-nomor perlombaan
  3.  Menggunakan peraturan perlombaan PRSI/FINA
  4. Semua nomor perlombaan dilaksanakan langsung final (timed-final)
  5. Semua nomor perlombaan menggunakan peraturan dua kali start
  6. Tiap nomor perlombaan diwakili maksimal 1 orang setiap daerah
  7. Tiap peserta diwajibkan mengikuti minimal 1 nomor, maksimal 4 nomor yang dilombakan
  8. Semua protes dinyatakan resmi dan dapat diterima oleh ketua perlombaan apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut. a.) Setiap protes harus disampaikan tertulis dan harus ditanda tangani oleh manager yang bersangkutan. b.) Setiap protes harus diajukan selambat-lambatnya 30 menit setelah acara/nomor perlombaan yang diprotes berakhir dengan disertai pembayaran.

B. Susunan Seri, Semifinal, dan Final 

1. Seri (Heats)

Waktu terbaik dari seluruh peserta yang dibuat dalam waktu dua belas (12) bulan menjelang batas akhir (deadline) hari perlombaan harus didaftarkan pada formulir pendaftaran dan disusun berdasarkan urutan waktu oleh panitia penyelenggara. Perenang yang tidak memasukkan catatan waktu yang resmi dipertimbangkan sebagai yang terendah dan ditempatkan pada posisi yang terakhir dengan tanpa catatan waktu dari semua pendaftaran.

Penempatan dari para perenang yang memiliki catatan waktu, atau lebih dari satu perenang yang tidak memiliki catatan akan ditentukan dengan undian. Para perenang harus ditempatkan dalam lintasan sesuai prosedur yang ditetapkan dalam empat (4) aturan.

Para perenang akan ditempatkan dalam seri percobaan sesuai dengan waktu yang didaftarkan dalam cerita berikut:
  1. Bila satu seri, ini akan ditempatkan sebagai final dan renangnya dilakukan pada sesi final.
  2. Bila dua seri, perenang tercepat akan ditempatkan pada seri kedua, perenang tercepat berikutnya dalam seri satu, perenang tercepat berikutnya pada seri kedua, berikutnya pada seri satu, dan begitu seterusnya.
  3. Bila tiga seri, perenang tercepat akan ditempatkan dalam seri ketiga, tercepat berikutnya dalam seri kedua, tercepat berikutnya dalam seri satu, dan perenang ke empat berikutnya harus ditempatkan dalam seri ketiga, perenang kelima dalam seri kedua, dan perenang tercepat ke enam dalam seri pertama, perenang tercepat ketujuh dari seri ketiga, dan seterusnya.
  4. Bila empat seri atau lebih, ketiga seri terakhir dari acara itu harus disusun sesuai dengan diatas, seri terdahulu, tiga seri terakhir harus terdiri dari perenang tercepat berikutnya, seri terdahulu, empat (4) seri terakhir harus terdiri dari perenang tercepat berikutnya. Lintasan akan ditetapkan dengan cara descending (turun dari besar ke kecil) dari waktu yang dimasukkan dalam tiap seri.
  5. Pada kolam 50 m, penempatan lintasan seharusnya (lintasan nomor 1 sisi sebelah kanan kolam renang kalau kita menghadap kolam renang dari sisi tempat start) dengan menempatkan perenang atau tim tercepat di lintasan tengah pada kolam itu, sesuai dengan nomor yang ada atau lintasan 3 atau lintasan 4, bila kolam renang memiliki 6 atau 8 lintasan, perenang yang memiliki waktu lebih cepat berikutnya akan ditempatkan di sebelah kirinya, seterusnya bergantian, yang lainnya di sebelah kanan dan kiri, sesuai dengan waktu yang dimasukkan. 
Para perenang yang tidak memiliki catatan waktu, penempatan lintasan bagi mereka dengan undian dalam pola tersebut diatas.

Bila acara 50 m dilakukan pada kolam renang 50 m, perlombaan tersebut dapat dilaksanakan atas kebijakan panitia penyelenggara, selain seperti itu yang biasanya dilakukan start dilakukan dari sisi tempat start ke sisi tempat pembalikan, atau dari sisi pembalikan ke sisi tempat start, tergantung dari beberapa faktor, misalnya keberadaan peralatan penjurian otomatis yang akurat, posisi starter dan seterusnya. Panitia penyelenggara harus memberitahukan kepada para perenang atas ketetapan mereka dengan sebaik-baiknya sebelum kompetisi dimulai, bagaimanapun caranya lomba itu dilakukan, para perenang harus ditempatkan pada lintasan yang sama, sebagaimana seharusnya mereka ditempatkan, dimana keduanya start dan finishnya pada sisi tempat start.

2. Semifinal dan Final 

  1. Dimana seri pendahuluan tidak ada, lintasan akan ditetapkan sesuai dengan peraturan. Dimana seri pendahuluan atau semifinal telah dilaksanakan ketetapan susunan lintasan berdasarkan bagaimanapun atas waktu yang dicapai dalam seri. 
  2. Dalam suatu acara. dimana perenang dari seri yang sama atau dari yang erbeda memiliki catatan waktu yang sama sampai satu per seratus detik, pada posisi 8 atau 16 mereka harus swim off  untuk menentukan perenang mana yang beruntung memasuki final, dengan begitu a swim off harus dilakukan tidak kurang dari satu jam, setelah semua perenang yang terlibat menyelesaikan seri mereka. A swim off harus dilakukan bila catatan waktunya sama lagi.
  3. Bila seorang perenang atau lebih mengundurkan diri dari semifinal ke final, cadangan akan dipanggil sesuai urutan klasifikasi dalam seri atau semifinal, acara itu harus disusun ulang dan formulir harus mencantumkan dengan rinci perubahan atau cadangan. Pada kompetisi yang lain cara undian dapat digunakan untuk menentukan posisi lintasan.

 C. Start

  1. Start dalam lomba gaya bebas, gaya dada, gaya kupu-kupu, dan gaya ganti perorangan harus dengan loncat. Pada saat peluit panjang dari referee (wasit), perenang harus melangkah maju naik keatas starting platform diam disitu. Pada aba-aba take your marks dari starter, mereka harus segera ambil posisi start, dengan setidaknya satu kaki di depan dari starting platform, posisi tangan tidak ditentukan bila seluruh perenang telah diam, starter dapat memberikan tanda start.
  2. Start dalam lomba gaya punggung dan gaya ganti estafet harus dari air, pada bunyi peluit panjang pertama dari referee para perenang harus segera masuk ke air. Pada peluit panjang kedua dari referee perenang harus segera kembali tanpa menunda-nunda ke posisi start, dimana seluruh perenang telah ambil posisi start, staarter harus memberikan aba-aba "take your marks", bila semua perenang telah diam, starter harus memberikan tanda start.
  3. Dalam olympic Games, World Championship dan acara FINA lainnya aba-aba "take your marks" harus dalam bahasa Inggris, dan dalam start digunakan beberapa pengeras suara, pada setiap starting platform dipasang satu pengeras suara.
  4. Seorang perenang melakukan start, sebelum tanda start diberikan maka dia di diskualifikasi. Bila tanda start dibunyikan sebelum diskualifikasi dinyatakan, lomba tetap dilangsungkan, dan seorang perenang atau para perenang (melakukan pelanggaran) akan diskualifikasi setelah lomba selesai. Bila diskualifikasi dinyatakan sebelum tanda start, tanda start harus tidak diberikan, tetapi perenang yang tersisa dipanggil kembali dan start lagi. 
Nah itulah tadi sedikit pembahasan mengenai peraturan perlombaan renang, mohon maaf bila ada kekeliruan, semoga bermanfaat.

Peraturan Perlombaan Renang Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment