Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Sejarah Stadion Gelora Bung Karno Lengkap

Stadion Gelora Bung Karno adalah stadion kebanggaan masyarakat Indonesia, stadion ini dibangun pada tahun 1960 dan dibuka untuk pertama kali dua tahun setelahnya yaitu pada tahun1962. Stadion ini dibangun dalam rangka menyambut perhelatan akbar Asian Games ke IV tahun 1962, setelah ditunjuk oleh Asian Games Federation saat itu, Presiden Soekarno langsung mencari lokasi untuk membangun sarana dan prasarana olahraga. 

GBK
 
Saat memilih lokasi yang cocok untuk membangun, maka pilihan jatuh pada senayan yang secara geografis dinilai cocok saat itu. Stadion GBK dibangun dengan menggunakan dana kredit lunak dari Uni Soviet sebanyak 12,5 juta dollar AS, dengan dana yang sangat besar tersebut, maka dibangunlah stadion terbesar di Indonesia dan menjadi kebangaan baru bangsa Indonesia.

Stadion ini diambil dari nama presiden pertama Republik Indonesia sebagai penghormatan atas beliau sebagai pencetus pembangunan stadion. Meskipun nama stadion sempat berganti menjadi Stadion Utama Senayan yang merupakan kebijakan pemerintah Orde Baru kala itu dalam rangka upaya de-soekranoisasi, namun setelah orde baru berakhir, stadion ini kembali berganti dan kembali menjadi Stadion Utama Gelora Bung Karno melalui surat Kepres No.7 pada tahun 2001.

Stadion Gelora Bung Karno memiliki kapasitas 120,800 pada awal pembangunan (1962-2007), namun setelah direnovasi dan mengalami perombakan, stadion ini berkurang kapasitasnya menjadi sekitar 88.000 seat pada tahun 2007 menjelang Piala Asia, dan terakhir menjadi 80.000 saja pada tahun 2017. 

Stadion Gelora Bung Karno memiliki panjang lapangan 110 meter, sedangkan lebar lapangannya 70 meter, dan lintasan atletik yang mengelilinginya sepanjang 400 meter dengan 8 jalur lintasan lari.

Stadion bersejarah ini telah banyak menjadi saksi perhelatan akbar yang pernah digelar didalamnya, mulai dari pertandingan olahraga tingkat internasional, kampanye politik, konser musik ataupun acara keagamaan. 

Arsitekstur megah atap stadion ini adalah temu gelang yang melingkar, bentuk ini konon terinspirasi dari stadion-stadion di negara komunis yang pada saat itu memang dekat dengan soekarno, apatah lagi sumber pendanaan utama pembangunan stadion ini memang negara komunis terbesar kala itu.

Saat ini SUGBK menjadi markas dari tim lokal Ibu Kota yaitu Persija Jakarta, dan juga Timnas Indonesia.

Sekarang ini SUGBK sedang direnovasi dalam rangka menyambut Asian Games, Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah setelah sekian lama. Renovasi yang dilakukan selain mengganti rumput, juga mengganti kursi menjadi full single seat berwarna merah putih, hal ini semakin memperindah stadion kebanggan kita bersama. 

Itulah sedikit sedikit informasi mengenai sejarah Gelora Bung Karno, mudah-mudahan stadion kebangaan kita ini tetap menjadi saksi sejarah akan prestasi-prestasi sepakbola Indonesia, bukan menjadi panggung politik semata, yang menjadika stadion rusak dan kehilangan estetikanya.

Semoga Bermanfaat

Sejarah Stadion Gelora Bung Karno Lengkap Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment