Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Teknik Manipulasi Dalam Sport Massage

Pijat (massage) adalah sebuah treatment preventif yang penting untuk mempertahankan kesehatan dan kebugaran.
Dalam massage ada beberapa teknik yang harus dipedomani sebagai pegangan dan acuan dalam melaksanakan gerakan-gerakan agar kelenturan tangan lebih baik dan halus sehingga hasil yang diinginkan sesuai dengan harapan.

Pijat

Macam-Macam Manupulasi

Teknik pemijatan yang dilakukan oleh gerak tangan dan jari-jari pada Swedia System telah diciptakan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan tekanan dan rasa nyaman pada otot (tubuh). Gerakan tangan (grip) dari manipulasi tersebut terdiri dari:
  • Effleurage (mengelus/mengurut)
  • Petrisage (memijat)
  • Friction (menggerus)
  • Vibration (menggetarkan)
  • Shaking (menggoncang)
  • Skin rolling (melipat kulit)
  • Walken (Menggeser)
  • Tapotemant (pukulan)

a. Effleurage 

Teknik melakukan effleurage sebagai berikut:
  1. Teknik ini dikerjakan dengan seluruh permukaan tangan (telapak tangan dan ujung jari)
  2. Dapat dikerjakan dengan satu tangan atau dua tangan sekaligus
  3. Arah gerakannya selalu menuju proximal (arah jantung)
  4. Dikerjakan dengan tekanan (tangan+berat badan) dan berjalan dengan rithmis
  5. Diberikan awal dan penutup ditiap-tiap bagian daerah yang di massage
Efek dari teknik effleurage ini adalah:
  • Tekanan pelan dan dangkal diberikan untuk mengurangi rasa nyeri, geli dan sakit pada otot.
  • Tekanan yang kuat dan dalam akan menambah lancarnya peredaran darah dan memberikan rasa ke pasien.
  • Dengan system dorong ke arah jantung akan menambah lancar aliran darah ke jantung. 
  • Efek menghambat proses peredaran ini bila dikerjakan pada daerah proximal dari tempat yang menderita cedera.
  • Mempercepat proses penyerapan bekas peradangan sel-sel yang telah rusak untuk dibuang dan dibersihkan.

b. Petrisage

Cara melakukan petrisage:
  1. Dikerjakan pada jaringan yang gemuk dan berotot.
  2. Jaringan yang akan dipijat dipegang sebanya-banyaknya antara jari-jari tangan dan ibu jari.
  3. Jari-jari tangan merapat, kecuali ibu jari terpisah, jari-jari tangan berhadap-hadapan dengan ibu jari.
  4. Jaringan diangkat dan kemudian ditekan tegak lurus pada tulang, jari-jari dilepaskan, diangkat lagi dan ditekan lagi, dilakukan dengan rytmis.
Efek dari petrisage adalah:
  • Mentimulir otot memberi rangsangan terhadap kulit.
  • Melancarkan peredaran darah pada otot.
  • Mengaktifir kelenjar-kelenjar dan hormon yang berguna dalam proses pengisian kekuatan otot.
  • Memperbaiki metabolisme pertukaran zat.
  • Memperbaiki proses penyerapan dan pelenyapan H2O (zat asam arang).

c. Shaking

Cara melakukan shaking:
  1. Gerakan ini dapat dilakukan dengan dua tangan maupun satu tangan.
  2. Dengan satu tangan, jari-jari merapat, ibu jari disesuaikan dengan lokasinya, otot-otot dan jaringan kita buat lemas dan rileks. Arah gerakan memotong otot. Dikerjakan pada otot-otot tungkai dan lengan atas.
  3. Dengan dua tangan. Jari-jari tangan menyesuaikan pada keadaan pasien, letak kedua telapak tanagn pada daerah otot yang mau digoncang. Dikerjakan pada otot-otot paha depan dan betis belakang.

d. Tapotemant

Caranya adalah:
  1. Dikerjakan pada daerah yang luas. Pada pinggang dan tungkai atas dilakukan dengan pergelangan tangan lemas (rileks). Rytme (irama) dapat diatur sesuai dengan perasaan masseur (pemijat) untuk memerikan rangsangan, dikerjakan, melintang otot.
Efeknya adalah:
  • Menstimulus otot untuk bekerja.
  • Menstimulus syaraf untuk kerja jantung, hal ini bila manipulasi dilakukan didaerah punggung.
  • Menstimulus urat syaraf untuk mengeluarkan zat-zat penggait yang bekerja sesuai dengan fungsinya.
  • Jika dikerjakan dengan ringan akan cepat mengeluarkan urat syaraf akan menyebabkan rangsangan kontraksi lokal.
  • Menaikkan suhu badan guna melancarkan metabolisme.
  • Pemompaan jantung bila dilakukan didaerah thorox colis.
  • Menstimulus kulit untuk menambah aktivitas kelenjar keringat, beating untuk daerah sacrum dan lumbal akan mempunyai efek yang baik untuk otot-otot dalam. 

e. Friction

Caranya adalah:
  1. Dilakukan gerakan menggerus, dapat juga gerakan menggosok keras, bisa melingkar, membuat arah gerakan seperti kabel telepon, dekerjakan pada tempat-tempat disekitar sendi, tendon dan daerah yang sempit yang tidak mungkin dilakukan dengan petrissage.
  2. Gerakkan tangan dengan ibu jari, ujung-ujung ke 2 dan ke 3 jari dengan posisi jari merapat, dapat dengan tapak tangan, bila perlu dengan siku.
  3. Bila dosis-dosis dianggap kurang kuat, bisa dibantu dengan tekanan tangan diikuti dengan berat badan.
Efek dari friction adalah:
  • Merangsang bagian yang lebih dalam.
  • Menghancurkan mygelose atau kekerasan pada jaringan, melepas perlengketan antara jaringan, sebeb hal tersebut dapat mengganggu kelancaran peredaran darah.
  • Pada gerakan friction dikombinasikan dengan shaking yang dilakukan kurang lebih 15 detik sangat berhasil untuk menghilangkan hal-hal yang pathologis pada kekerasan otot.

f. Walken

Caranya melakukan walken:
  1.  Walken mirip dengan effleurage, tetapi dilakukan pada seluruh permukaan tangan, arahnya bisa ke jantung dan melintang.
  2. Dikerjakan di daerah-daerah yang luas pada punggung ataupun pantat.
  3. Dikerjakan sesudah effleurage, petrisage, dan friction, sebab untuk menyempurnakan gosokan dan tekanan pada tempat-tempat yang belum terkena.
  4. Gerakan kedua tangan menggeser pada kulit berganti ganti, apabila yang satu maju maka tangan yang satunya mundur.
  5. Pada daerah perut harus dilakukan searah dengan jalannya usus (keluarnya makanan).

 g. Vibration

 Cara melakukan vibration:
  1. Gerakan ini dilakukan dengan cara menggetarkan ujung-ujung jari atau dengan tapak tangan.
  2. Vibration adalah manipulasi yang lebih halus dari pada shaking.
  3. Tekanan dengan mengadakan station kontraksi pada otot lengan dan dipergunakan vibrator (mesin getar) hasilnya lebih baik.
  4. Gerakan ini dapat dilakukan sambil berjalan ataupun menetap pada tempat yang diterapi.
Efeknya adalah:
  • Vibrasi yang halus untuk mengurangi rasa nyeri pada fasia, sendir, perut dan tempat lainnya.
  • Mengurangi spame karena saraf terangsang.
  • Merangsang pembuluh darah dan kelenjar untuk lebih aktif sesuai dengan fungsinya masing-masing.
  • Mengaktifkan alat pencernaan dan alat dalam.

 h. Skin Rolling

Caranya adalah:
  1. Ambil kulit sebanyak mungkin, angkat keatas dan jangan sampai lepas.
  2. Gerakannya jalan dan dorong keatas dan jangan dilepas tapi dikurangi pegangan sewaktu berjalan. Tempat skin rolling akan membekas merah seperti dikerok.
Efeknya adalah:
  • Melancarkan peredaran darah pada lapisan kulit, lemak dan otot dipermukaan, warna merah pada kulit ini tidak lain adalah capalin yang melebar penuh dengan darah yang berjalan lancar. Akibatnya akan menghilangkan rasa tubuh yang masuk angin.
  • Menghilangkan perlengketan kulit dengan jaringan-jaringan dibawahnya. Kerokan juga dapat mereah seperti skin rolling tapi berbeda khasiatnya karena keroka dilakukan dengan menggunakan benda keras yang dapat melukai kulit.
  • Kerokan dapat merusak capalin sehingga orang akan lebih mudah masuk angin.

i. Strocking

Caranya adalah:
  1.  Dikerjakan dengan seluruh permukaan tangan untuk daerah yang luas (punggung, pantat, dsb) dengan ibu jari atau ujung-ujung jari untuk daerah seperti dada antara iga-iga.
  2. Tekanan sedikit saja dan gerakan tidak tentu arahnya, kadang-kadang melintang, kadang juga membujur dengan arah otot.
  3. Strocking selaku dilakukan pada permulaan massage, sebelum effleurage dengan tujuan meratakan minyak pada tubuh.
Efeknya adalah:
  • Selalu dikerjakan dengan efek relaksasi (pelemasan).
  • Karena gerakannya tidak teratur, maka tak berpengaruh pada peredaran darah dan efeknya paa otot. 

Teknik Manipulasi Dalam Sport Massage Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment