Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Teknik Menyundul Dalam Permainan Sepak Bola

Menyundul  memang dikenal sebagai salah satu teknik dasar dalam permainan sepak bola, untuk melakukan sundulan yang baik memang diperlukan berbagai teknik  khusus agar supaya arah bola sesuai dengan yang kita inginkan. 

Beberapa pemain memang dikenal dengan sundulannya yang mematikan, sebut saja C. Ronaldo yang memiliki lompatan diatas rata-rata serta teknik menyundul yang sangat baik, sehingga dalam keadaan tertentu bisa membantu tim memecahkan kebuntuan dalam sebuah pertandingan. Bagaimana cara melakukan sundulan yang baik ? apa saja yang harus diperhatikan saat menyundul bola ? berikut ini akan kami ulas lebih detail mengenai teknik menyundul dalam sepak bola, cekidot.

Sundul Bola

Menyundul Bola

1. Prinsip-prinsip Menyundul Bola (Heading)

  1. Kaki sejajar, berat badan berada pada kedua kaki.
  2. Heading adalah pergerakan seluruh badan, dimulai persiapan gerakan badan bagian atas bersama kepala ditarik ke belakang untuk mengambil ancang-ancang pada pinggang dan ayunan seluruh badan bagian atas, bola disundul menggunakan dahi.
  3. Otot-otot leher dikuatkan dan ditarik ke dalam, mata melihat dan fokus ada bola yang datang.
  4. Heading dilakukan menggunakan kepala bagian dahi, karena permukaan cukup luas dan tidak berbahaya.
  5. Pada situasi dimana pemain memerlukan operan yang tidak keras, maka ketentuan satu, bagian belakang bawah tidak berlaku.
  6. Dalam keadaan tertentu, pemain memerlukan heading rendah (ke bawah) dan ada kalanya melambung.

2. Bermacam-macam Cara Menyundul Bola (Heading) 

  1. Posisi berdiri, dalam posisi berdiri, pemain dapat melakukan heading ke depan, belakang dan juga kesamping.
  2. Heading sambil berlari, dalam posisi sambil berlari, bola dapat disundul sama seperti dalam posisi berdiri, namun dengan power yang lebih kuat.
  3. Heading sambil melompat, Heading dalam posisi melompat bisa dilakukan dengan awalan ataupun tanpa awalan. Jika melompat dengan awalan sebaiknya dilakukan dengan satu kaki, tanpa awalan dilakukan dengan dua kaki. Dengan demikian pemain dapat menyundul bola kesamping, kedepan, dan kebelakang. Kadang-kadang heading dilakukan dengan terbang (melayang di udara) apabila bola datangnya rendah. Cara ini harus melihat situasi terlebih dahulu karena cukup beresiko terjadi benturan keras.

3. Metode Melatih Teknik Heading

Heading posisi berdiri:
  1. Latihan dengan bola gantung sedemikian rupa sehingga pemain dapat menyundul bola tanpa melompat.
  2. Dengan berpasangan (partner), cara melakukannya adalah; yang satu membuang bola dan yang satunya lagi menyundul bola dan mengembalikan ke partner. Latihan ini dilakukan dari yang paling mudah sampai yang tersulit (berdiri, lari dan lompat).
  3. Dengan berpasangan namun jaraknya ditambah.
  4. Heading dengan formasi lebih dari dua orang.
Lari menyambut bola:   
  1. Lari menyundul bola gantung.
  2. Dengan berpasangan (satu melempar dan satu lagi menyundul bola)
  3. Lari ke bola lalu kemudian kesamping.
Lompat ke bola:
  1. Bola digantung dan ditempatkan sedemikian rupa sehingga pemain harus melompat baru kemudian bisa menyundul bola.
  2. Bola masih digantung namun dengan menggunakan awalan lompatan.
  3. Bola dilempar oleh partner.
  4. Seorang merangkak (sebagai rintangan). Melewati diatasnya dengan meluncur untuk menyundul bola, dilaksanakan dari yang paling mudah ke yang sulit.

4. Berbagai Posisi Untuk Heading

  1. Heading posisi ditempat, pemain mengambil posisi kuda-kuda. Lutut sedikit dibengkokkan, kedua lengan diangkat (direntangkan kedepan). Untuk menyundul bola dengan keras bahu dan lengan disentakkan ke belakang bertentangan dengana arah kepala (kepala ke depan) pada saat perkenaan dengan bola. 
  2. Heading kesamping, dilakukan seperti posisi heading ke depan, perkenaan bola dengan dahi, hanya bagian atas diputar kearah bola.
  3. Heading kebelakang, ketika bola datang, pemain agak merendahkan diri dan begitu bola lewat, kepala diangkat kembali dengan sentakan ke belakang untuk mengikut arah bola.
  4. Heading lari ke bola, persiapan gerakan dibuat dengan langkah terakhir sebelum menyentuh bola.
  5. Heading melompat ke bola, heading dengan melompat bisa dilakukan dari posisi start yang berbeda. Umumnya melompat dari posisi berdiri dilakukan dengan kedua kaki (dalam keadaan lari dengan satu kaki). Tolakan dibantu dengan mengangkat dan mengayun tungkai bawah serta lengan pada titik yang tertinggi dari pada lompatan bola heading.

 5. Contoh Latihan Heading

  1. Heading dari beridiri kemudian jongkok, lalu berdiri kembali.
  2. Heading sambil berjalan dari garis gawang sampai garis tengah, dilakukan berpasangan.
  3. Heading sambil bergerak berpasangan (3 orang). Dari garis gawang sampai ke garis tengah lapangan.
  4. Setelah heading, pindah ke belakang dengan melompati gawang kecil atau mengelilingi bendera.
Latihan heading ke gawang;
  1. Dua pemain atau lebih bergerak dengan operan-operan bola dengan kepala (jarak 2 meter) diakhiri dengan menyundul bola ke gawang.
  2. Pelatih melambungkan bola, pemain paling depan lari dan menyundul bola ke sudut gawang.
  3. Pelatih melambungkan bola atau tendangan pemain lain. Dengan melalui rintangan (patok/kuns) lalu pemain menyundul bola ke gawang.
  4. Pelatih melambungkan bola, pemain menyundul bola sambil lari atau melompat kearah gawang dengan sasaran sudut gawang sebelah kiri dan sudut gawang sebelah kanan.
Semua contoh latihan diatas bisa digunakan untuk mencetak gol, meneruskan umpan, memberikan umpan, bisa juga untuk mematahkan serangan lawan bagi pemain bertahan, dan untuk mengontrol bola, intinya adalah bagaimana setiap pemain membaca permainan dan arah bola.

6. Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Didalam pertandingan pada umumnya boala melambung datang sehingga pemain belakang hanya tinggal melompat saja menyambut bola. Lain halnya dengan pemain depan (striker) yang posisinya hampir selalu membelakangi pemain lawan sehingga sulit sekali untuk memenangkan perebutan bola di udara. Oleh karena itu kalau memberi umpan kedepan sebaiknya jangan bola atas, tetapi berikanlah bola bawah (menggelinding), dan jika ingin memberikan bola atas, maka lambungkanlah dari samping, dan kalau demikian bola dari manapun datangnya baik dari depan atau samping, penyerang harus lebih dahulu berputar untuk mengambilnya sedang pemain bertahan tidak perlu. Selain itu, penyerang juga harus menyundul bola dengan baik agar bisa mencetak gol, sedangkan bagi pertahanan, cukup dengan menjauhkan bola jauh-jauh dari area mulut gawang. Itulah sebabnya pertahanan lebih mudah menyundul bola dari pemain depan. Karena heading erat kaitannya dengan timing dan kekuatan lompatan, maka penting bagi pemain depan untuk dilatih, seperti;
  • Berlatih untuk melompat setinggi mungkin dengan menggunakan tenaga maksimal.
  • Lompatan dengan bertumpu pada salah satu kaki.
  • Tiap lompatan istirahat 30 detik. Dalam waktu 5 menit lakukan lompatan 10-12 kali dengan 3-5 langkah awalan.
  • Latihan juga bisa ditambah dengan menggantungkan pemberat di pinggang untuk melatih otot kaki.

Teknik Menyundul Dalam Permainan Sepak Bola Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment