Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Tugas dan Fungsi Wasit Dalam Sepak Bola

1. Tugas dan Fungsi Wasit

Fungsi wasit dalam sepakbola adalah memimpin pertandingan, kata wasit diambil dari bahasa arab yaitu wasath yang berarti penengah. Wasit mempunyai wewenang dan kekuasaan sebagai wakil tunggal dari penyelenggara pertandingan yang dipercayakan kepadanya. Sehubungan dengan itu maka fungsi seorang wasit sebenarnya merupakan dwi fungsi.

Wasit Sepakbola

Agar dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna, maka wasit perlu memahami hal-hal yang berkaitan dengan tugasnya, serta penting memenuhi keharusan seperti berikut:
  • Pengetahuan  peraturan permainan.
  • Menggunakan peraturan permainan dengan jiwa sportif.
  • Berusaha dengan sungguh-sungguh agar pertandingan berlangsung baik, menaati seluruh ketentuan dari PSSI.
Kecuali untuk beberapa pertandingan, wasit ditunjuk oleh pengurus PSSI/perserikatan, komisi perwasitan, dengan sendirinya wasit adalah wakil dari badan penyelenggara yang menunjuknya untuk memimpin pertandingan. Pengurus PSSI/ perserikatan wajib mendukung dan menjunjung tinggi wewenang wasit serta memberi pelindungan jika diperlukan.

Baca Juga: 12+ Teknik Dasar Dalam Bulutangkis

Dengan semakin pesatnya perkembangan sepakbola sekarang ini, maka seorang wasit merupakan instansi pada siapa pemain meminta keadilan jikalau pelanggaran terjadi. Oleh karena itu fungsi wasit berubah menjadi seorang pemimpin dengan kekuasaan dan wewenang untuk bertindak berdasarkan peraturan serta kemampuannya sendiri yang memungkinkan ia menggunakan pengetahuan secara tepat dan benar. Ada pendapat yang mengatakan bahwa sifat-sifat dan bakat menjadi wasit tidak dipelajari, tetapi sifat dan bakat itu harus telah dimiliki sejak dari lahir.

Sifat-sifat seorang wasit yang ideal adalah pada saat diperlukan ia mampu menggunakan kekuasaan, wewenang dan kepribadiannya sehingga memberi kesan bagi pemain bahwa wasit adalah juru pemisah dan pemimpin yang adil. Dalam memimpin pertandingan bukan penonjolan pribadi yang harus ditampilkan, tetapi wasit yang tegas, adil, jujur dan betanggung jawab.

Pengalaman menunjukkan bahwa banyak pertandingan yang semestinya berlangsung baik dan bermutu, tetapi dikacaukan oleh keputusan wasit sendiri, hanya karena ingin memamerkan dirinya sebagai seorang yang sangat penting di dalam lapangan. Juga seringkali membunyikan peluitnya untuk pelanggaran-pelanggaran yang tidak berarti, hanya untuk menarik perhatian penonton.

Baca Juga: Cara Melakukan Pukulan Chop Dalam Tenis Meja

2. Peringatan Kepada Pemain

  1. Peringatan harus diberikan kepada pemain yang tidak sopan dan peringatan harus diberikan segera, tegas dan menunjukkan kartu kuning tanpa memperlihatkan emosi. Untuk pemberian peringatan, lazimnya permainan dihentikan sementara disertai kata-kata singkat dan tegas dan bila pelanggaran diulangi, ia akan dikeluarkan dari lapangan permainan.
  2. Wasit tidak boleh menunjuk-nunjuk pemain dan jangan menyentuhnya.
  3. Wasit tidak boleh memberikan peringatan dua kali terhadap pemain untuk pelanggaran yang sama.
  4. Peringatan tidak boleh diberikan secara kolektif.
  5. Wasit sebagai juru pemisah yang adil tidak boleh terpengaruh dan simpati atau antipati terhadap kesebelasan atau pemain.
  6. Peringatan dapat diberikan walaupun atas petunjuk asisten wasit, karena itu tanyakanlah kepada asisten wasoit yang terdekat apabila kejadian yang kurang jelas agar tindakan diambil sebagaimana mestinya.

 3. Mengeluarkan Pemain

 Seorang pemain dapat dikeluarkan oleh wasit apabila:
  1. Karena pelanggaran kedua setelah diberi peringatan.
  2. Karena perbuatan kasar.
  3. Karena mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan dan menghina.
  4. Karena bermain dengan sangat kotor dan licik.
Catatan: Pemain yang dikeluarkan harus dicatat nama atau nomor punggungnya. Jika seorang pemain melakukan pelanggaran dan harus dihukum dengan tendangan bebas atau tendangan hukuman dan mengeluarkan pemain tersebut, maka kedua-duanya harus dilaksanakan. Hukuman yang satu tidak membebaskan pemain itu dari hukuman lainnya.

Baca Juga: Pengertian dan Cara Mencegah Varises

4. Wewenang Wasit

  1. Memberi tendangan bebas.
  2. Memberikan tendangan hukuman.
  3. Memberi peringatan kepada pemain.
  4. Mengeluarkan pemain dari lapangan permainan.
  5. Menghentikan permainan.
  6. Menghentikan permainan untuk sementara atau seterusnya.

5. Posisi Wasit Didalam Lapangan

Wasit harus mengambil posisi sedemikian rupa supaya mudah mengawasi jalannya permainan dan berusaha tidak menutup pandangan atau menghalangi gerakan pemain, karena itu wasit harus bergerak terus mengikuti permainan. Posisi yang harus diambil wasit adalah:
  1. Apabila tendangan bebas dilakukan di tengah-tenagh lapangan, wasit harus mengambil posisi yang diperkirakan dimana bola akan jatuh.
  2. Jika dilakukan tendangan bebas ke arah gawang. Wasit mengambil posisi sedemikian rupa sehingga jelas melihat pemain sambil mengawasi permainan.
  3. Jika dilakukan tendangan sudut, wasit mengambil posisi dekat tiang gawang terdekat dari penendang atau tiang terjauh dari penendang.
  4. Jika dilakukan tendangan gawang, wasit menuju tengah lapangan sambil memperhatikan jalannya bola.
  5. Jika tendangan permainan, wasit mengambil tempat agak ke samping dari penyerang tengah yang melakukan tendangan.

6. Bola, Sepatu, Kostum dan Undian

a. Bola

Sebelum pertandingan dimulai, wasit wajib memeriksa keadaan bola yang dipakai untuk bertanding dan bola cadangan. Hanya wasit yang berwewenang menentukan bola yang dapat digunakan, saat waktu istirahat bola  harus diambil dan dibawa ke kamar wasit atau diserahkan kepada yang berwewenang agar tidak tertukar.

b. Sepatu

Sebelum pertandingan, wasit memeriksa keadaan sepatu pemain, jika ada yang tidak memenuhi syarat harus diperbaiki atau diganti dengan sepatu yang memenuhi syarat.

c. Kostum

Pemeriksaan warna pakaian (kostum) pemain dan penjaga gawang dilakukan sebelum pertandingan, jiak kostumnya memiliki warna yang sama atau mirip maka kesebelasan yang namanya disebut didepan dalam daftar susuna pemain (DSP) wajib mengganti dengan pakaian yang warnanya berbeda dengan kostum dari tim lawannya.

d. Undian

Undian dilakukan dengan menggunakan uang loga, diadakan sebelum pertandingan dimulai dan perpanjangan waktu karena permainan seri (draw) tujuannya memilih tempat atau bola.

Baca Juga: Sarana dan Prasarana Olahraga Renang

7. Wasit Sebagai Ahli Peraturan

Seorang wasit harus memahami peraturan permainan dan dapat bertindak tegas dan tepat. Hal ini dapat dilakukan jika wasit memiliki kepercayan kepada diri sendiri didasarkan pada pengetahuan peraturan permainan yang mendalam. Peraturan yang disusun oleh FIFA cukup sempurna, meskipun demikian diakui bahwa setiap pertandingan berlangsung kadang-kadang terjadi hal-hal atau kejadian yang tidak tercantum dalam peraturan permainan. Namun demikian keputusan wasit harus bijaksana sesuai dengan kondisi pada saat itu. Hal demikian dapat dilakukan wasit kalau wasit menguasai peraturan permainan secara mendalam, berpengalaman serta bertanggung jawab.

8. Wasit Sebagai Seorang Ahli Permainan

Bahwa seorang wasit disamping harus menguasai peraturan permainan wasit juga harus ahli permainan. Wasit harus berkepribadian sportif dan tidak otoriter dan seorang yang hanya menghafal peraturan tanpa menjiwainya. Pertandingan tidak akan berkembang baik dan sportif apabila wasit tidak memiliki rasa dan naluri cara bagaimana harus memimpin. Membunyikan peluit berkali-kali akan dapat mengakibatkan pemain kecewa atau putus asa. Memang kadang ada perlunya wasit membunyikan peluitnya berkali-kali dan menindak pemain secara tegas atas pelanggaran yang dilakukan berturut-turut. Sikap dan kepemimpinan wasit yang tegas pada pertandingan yang sudah mulai panas dan kacau dapat diselamatkan.

Baca Juga: 25+ Tanda Anak Menggunakan Narkoba

9. Cara Memberi Keputusan

 Wasit yang baik tidak hanya dinilai dari keputusan yang diambilnya, tetapi juga cara dia mengambil keputusan tersebut, yang penting dari seorang wasit adalah ketegasan dan tidak ragu-ragu. Keputusan yang tidak tepat tetapi diambil dengan tegas akan menentukan dan dapat diterima, sebaliknya mengambil keputusan yang benar tetapi dengan penuh keraguan akan disangsikan atau tidak dapat diterima. Ketegasan itu adalah semestinya sifat wasit, bukan cara yang dibuat-buat. Keputusan yang diambil itu harus dirasakan oleh pemain sebagai ketegasan dan keyakinan yang sungguh-sungguh dari wasit. Wasit harus memperlihatkan ketegasannya meskipun ia ragu-ragu, wasit juga harus memperhatikan hakim garis jika ada hal-hal yang meragukan.

10. Cara Membunyikan Peluit

Salah satu yang digunakan wasit untuk mengambil keputusan ialah peduli, tatapi kadang-kadang cukup dengan isyarat menggunakan tangan atau menggunakan kepala. Isyarat dengan peluit mutlak pada awal dan akhir dari setiap babak permainan, penghentian sementara akibat pelanggaran yang disengaja, karena ada pemain cedera berat, cuaca buruk, gangguan penonton setiap terjadi gol. Isyarat diperbolehkan jika seluruh ketentuan telah dipenuhi dan termasuk pula untuk memberi peringatan dan tendangan hukuman/dibunyikan peluit.

11. Segi Jasmani dan Rohani Wasit 

Segi Jasmani

Pertandingan sepakbola modern berlangsung dengan cepat sehingga wasit bertekada menunaikan tugasnya dengan sebaik mungkin dan akan selalu mengikuti jalannya permainan. Jika wasit sangat lelah akan menguarangi kemampuannya untuk mengambil keputusan yang tepat secara cepat, bahkan keputusannya untuk membuat penilaian yang cepat dan tepat kebanyakan tidak lagi didsarkan atas pertimbangan yang cermat karena keputusan itu dilakukan dalam suasana yang kurang seimbang. Penglihatan wasit harus baik, wasit yang berkacamata tidak mutlak harus dibuka, asal dengan syarat bahwa kacamatanya tidak mengganggunya dalam melihat dan menilai sebuah permainan.

Segi Rohani

Wasit yang mempertimbangkan keputusannya yang diambil atau sering meminta pendapat dari asisten wasit akan memberi kesan bahwa wasit tidak tenang dan ragu-ragu dan sikap demikian akan menciptakan suasana yang tidak menguntungkan dan menimbulkan bermacam-macam prasangka. Sifat atau watak yang harus dimiliki wasit adalah tegas, sopan, jujur, tidak berpihak, tidak takut, penuh kebijaksanaan dalam wewenangnya tanpa menonjolkan diri sewaktu mengambil keputusan. Sedang sifat buruk yang dimiliki wasit adalah mudah tersinggung, memamerkan diri, sikap tidak sopan, tidak jujur, muka masam, dan selalu merasa benar.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Kekuatan Otot Tungkai Dalam Lari

12. Peringatan Kepada Pemain

  1. Peringatan harus diberikan kepada pemain yang tidak sopan dan peringatan harus diberikan segera, tegas dan menunjukkan kartu kuning tanpa memperlihatkan emosi. Untuk pemberian peringatan, lazimnya permainan dihentikan sementara disertai kata-kata singkat dan tegas dan bila pelanggaran diulangi, ia akan dikeluarkan dari lapangan permainan.
  2. Wasit tidak boleh menunjuk-nunjuk pemain dan jangan menyentuhnya.
  3. Wasit tidak boleh memberikan peringatan dua kali terhadap pemain untuk pelanggaran yang sama.
  4. Peringatan tidak boleh diberikan secara kolektif.
  5. Wasit sebagai juru pemisah yang adil tidak boleh terpengaruh dan simpati atau antipati terhadap kesebelasan atau pemain.
  6. Peringatan dapat diberikan walaupun atas petunjuk asisten wasit, karena itu tanyakanlah kepada asisten wasoit yang terdekat apabila kejadian yang kurang jelas agar tindakan diambil sebagaimana mestinya.
Itulah informasi mengenai tugas dan fungsi wasit dalam sepakbola, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Tugas dan Fungsi Wasit Dalam Sepak Bola Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment