Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Teknik Langkah Kaki (Footwork) Dalam Bulutangkis

Dala bultangkis penempatan posisi kaki memgang peranan yang sanagt penting sekali dan menentukan jalannya permainan. Penempatan posisi yang kurang baik selain berpengaruh terhadap kualitas pukulan juga akan mempersulit pengembalian posisi pada pukulan berikutnya. Kesalahn pukulan pertama akan berakibat pada pukulan yang kedua dan seterusnya semakin parah dan akan berakhir pada shuttlecock yang tidak bisa dikembalikan lagi.

Footwork Bulutangkis

Sebenarnya  PBSI (1985) telah membagi dua jenis tipe gereakan kaki yang biasa digunakan saat bermain yaitu teknik tipe jinjit dan tipe nlapak. Lantas seperti apa cara melakukan sikap kaki jinjit dan nlapak tersebut? berikut ulasan kami:

Baca Juga: Pengertian Kebugaran Jasmani

1. Tipe Jinjit dan Tipe Menlapak

Tipe jinjit mungkin sudah diketahui oleh teman-teman, yaitu tipe dimana kaki bagian belakang (tumit) terangkat dari lantai. Posisi kaki yang seperti ini akan menjadikan tubuh lincah dan cepat. Untuk bergerak ke depan, samping, belakang, kaki langsung dapat diangkat tanpa tanpa terlebih dahulu harus mengangkat tumit karena tumit sudah atau masih dalam posisi terangkat. 

Berbeda dengan tipe menlapak, tipe kaki ini adalah kebalikan dari yang pertama, yaitu posisi dimana tumit menempel ke lantai, untuk melangkahkan, tumit harus diangkat terlebih dahulu  baru kemudian ujung kaki dapat meninggalkan lantai. Jika kita mau menghitung secara cermat tempo atau waktu yang digunakan untuk mengangkat tumit dari lantai kurang lebih satu per sepuluh detik atau lebih. Namun dalam sebuh pertandingan bulutangkis, waktu yang hanya satu per sepuluh sangatlah berharga.

Masing-masing tipe penempatan kaki, baik yang jinjit ataupun menlapak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Penggunaan tipe jinjit biasanya dipakai oleh pemain yang mengandalkan kecepatannya dan juga pukulan-pukulan kerasnya, sebaliknya akan terasa rugi jika tipe jinjit ini digunakan untuk jenis permainan bertahan yang mengandalkan pada stroke yang cermat dan faktor antisipasi yang tinggi.

Baca Juga: Teknik Renang Gaya Kupu-kupu Lengkap

Tipe kaki menlapak banyak digunakan oleh pemain yang andalan utamaknya adalah stroke yakni pukulan dengan cara-cara atau pola tertentu dan ditambah dengan gaya antisipasi yang tinggi. Antisipasi akan dimiliki oleh seorang pemain apabila pemain lebih banyak berlatih dan bertanding.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa antisipasi adalah daya manusia untuk menduga atau mengalisa ke arah mana shuttlecock akan diarahkan oleh lawan sebelum dipukul. Jadi, sifatnya lebih awal dari pada reaksi. Kemampuan menduga ini menyebabkan tidak sulit bagi pemain untuk mengendalikan shuttlecock. Pemain tidak perlu terburu-buru dengan melakukan langkah-langkah yang mubazir, kemana shuttlecock terarah kesitulah ia menuju, dan permainannya begitu santai tetapi cermat.

Tipe menlapak ini adalah tipe permainan yang mengandalkan penambahan nilai pada kesalahan lawan. Tipe ini kurang sesuai jika digunakan untuk jenis permainan yang mengutamakan kecepatan dan kekerasan pukulan. Jadi gunakanlah tipe footwork yang sesuai dengan gaya permaianmu ya guys.

Baca Juga: Ciri Kolam Renang yang Baik dan Sehat

2. Melangkah Menuju Shuttecock

Dalam melangkah menuju shuttlecock, unsur antisipasi dan reaksi memegang peranan yang sangat vitasl. Pengaturan langkah menuju shuttlecock dapat berantakan pada waktu antisipasi dan reaksi terlambat. Jika menghadapi lawan yang memiliki pukulan tipuan maka berhati-hati dalam mengantisispasi sebab bergerak sebelum shuttlecock dipukul akan menyebabkan adanya gerak awal yang salah. Gerak seperti ini adalah reaksi yang terlampau cepat terhadap pukulan yang disangka akan tiba. Untuk mencegah hal ini tentu saja sebaiknya jangan bergerak dari tempat sebelum shuttlecock dipukul oleh lawan.

Bergeraklah kearah shuttlecock dengan langkah yang sesedikit mungkin dan mengaturnya sesuai dengan jarak antara badan dan shuttlecock sehingga pada langkah terakhir berada pada posisi yang paling menguntungkan untuk melakukan pukulan ke segala arah yang diinginkan.

Gerak Kaki Bulutangkis

Ada dua kesulitan yang biasanya dihadapi oleh pemain pemula, seperti:
  • Adanya kesulitan melakukan start yang tepat pada waktu mengejar shuttlecock.
  • Kesulitan berhenti dalam posisi yang sesuai untuk memukul shuttlecock.
  • Kurang bisa menjaga keseimbangan badan pada waktu memukul shuttlecock.

Dalam mengejar shuttlecock apabila jarak badan dan shuttlecock antara 1,5 sampai 8 m, pergunakanlah langkah menyilang untuk mendapatkan posisi berlari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan akan berlangsung lebih cepat bila digunakan langkah-langkah berlari biasa dengan didahului oleh langkah menyilang sebagi persiapan. Gerakan pilihan yang lebih lambat adalah memajukan kaki yang terdekat pada shuttlecock dengan dilangkahkan ke depan, kemudian merapatkan kaki yang sebelah sehingga tercapai tempat yang dituju.
Ada delapan daerah dasar gerakan menuju shuttlecock yang merupakan prasyarat yang harus dimiliki oleh pemain pemula bukan kidal, agar dapat bermain dengan menggunakan gerak yang seefisien mungkin. Delapan macam gerakan menuju shuttlecock tersebut adalah:
  • Gerakan kearah depan kanan.
  • Gerakan kearah depan kiri.
  • Gerakan kearah samping kanan.
  • Gerakan kearah samping kiri.
  • Gerakan kearah belakang kanan.
  • Gerakanan kearah belakang kiri.
  • Gerakan ditengah kearah depan.
  • Gerakan ditengah kearah belakang

Itulah sedikit informasi mengenai cara mengatur langkah kaki dalam footwork, mudah-mudahan bermanfaat dan selamat bermain kawan-kawan. Terima kasih.

Teknik Langkah Kaki (Footwork) Dalam Bulutangkis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment