Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Jenis-jenis Taktik dan Strategi Dalam Bulutangkis

Dalam sebuah pertandingan dibuthkan taktik dan strategi untuk memenangkan pertandingan. Semua hal tersebut tentu saja harus dimiliki oleh setiap atlet yang bertanding agar supaya arah dan tujuan permainan menjadi lebih jelas.

Berikut ini kami akan memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis taktik dan strategi yang bisa anda coba saat melakukan pertandingan ataupun permainan dengan teman anda.
Badminton

1. Strategi Jangka Panjang (Long Term Strategy)

Strategi jangka panjang ini terutama berkaitan dengan macam atau rancangan yang ditentukan lebih dahulu sebelum bertanding. Strategi jangka panjang ini pada hakikatnya berkaitan erat dengan kemampuan mengantisipasi kondisi permainan lawan sebelum bertanding itu terjadi. Aktivitas-aktivitas, seperti penelusuran terhadap atlet-atlet lawan yang bertujuan untuk menemukan kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan lawan merupakan dasar pada tahap permulaan untuk menerapkan rancangan startegi.

Usaha untuk menemukan kekuatan dan kelemahan itu dimaksudkan untuk membuat kepastian dan keyakinan yang mendasar dalam membaca pola permainan dan kelemahan lawan, walaupun seringkali kenyataan di lapangan dapat berubah. Setidak-tidaknya atlet memiliki bekal atau pegangan, buka berangkat dengan fikiran yang kosong, tidak tahu apa yang akan dilakukan. Disinilah pentingnya seorang pelatih. Pelatih perlu memiliki catatan data pribadi atlet, baik data atlet itu sendiri maupun data pribadi lawannya.

Catatan data pribadi lawan ini sangat berguna, di samping untuk menentukan kekuatan dan kelemahan lawan, juga berfungsi untuk menganalisis mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan bentuk dan pola permainan yang akan terjadi dalam pertandingan. Selain itu dapat digunakan sebagai tolak ukur kemampuan permainan yang akan ditampilkan lawan. Sebaliknya catatan pribadi atlet sendiri sangat bermanfaat untuk mengintrospeksi dan menilai sampai seberapa jauh persiapan itu telah dilakukan. Maka tidak mengherankan sebelum pertandingan berlangsung, seringkali seakan-akan sudah dapat dipastikan siapa yang bakal menang dan siapa yang bakal kalah paling tidak akan diketahui gambaran awalnya.

Perlu disadari bahwa pendekatan serupa yang berkaitan dengan strategi jangka panjang dan rancangan strategi ini juga dilakukan oleh pihak atlet maupun lawan. Masing-masing saling berusaha menemukan kekuatan dan kelemahan. Dalam hal ini, faktor-faktor kecakapan dan kecerdikan sangat dominan dan menentukan keberhasilan pertandingan ini.

2. Strategi yang Segera (Immidiate Strategy)

Meskipun strategi jangka panjang adalah penting, atlet harus memperhitungkan bahwa perubahan-perubahan akan terjadi selama pertandingan ini berlangsung. Bahkan sering terjadi bahwa apa yang telah disiapkan ternyata meleset. Oleh karena itu, penentuan startegi yang cepat perlu segera dilakukan. Pada saat pertandingan baru dimulai seringkali atlet atau lawan melakukan gerakan-gerakan dan pukulan-pukulan yang sifatnya masih menjajaki yang bertujuan untuk mengetahui pola permainan apa yang dimainkan. Disisi lain pola permainan yang diterapkan pada awal-awal permainan selain untuk menemukan kekuatan dan kelemahan lawan, juga bertujuan untuk mengacaukan mental dan pola permainan lawan. 
Setelah kekuatan dan kelemahan lawan diketahui maka penerapan strategi yang cepat dan tepat sangatlah penting. Padahal dalam permainan bulutangkis, pola yang diterapkan setiap saat berubah-ubah dari awal sampai akhir pertandingan.

3. Strategi Objektif dan Subjektif (Objective dan Subjective Strategy)

Strategi objektif berkaitan dengan penggunaan kekuatan, kemampuan dan keuntungan-keuntungan dari keterampilan atlet itu sendiri dalam aktivitas permainannya. Banyak rencana ataupun startegi telah disiapkan dan dirancang sebelumnya. Namun, semuanya itu sangat tergantung penerapannya dalam pertandingan. Semua ini pada dasarnya tergantung pada strategi subjektif atlet, yaitu kemampuan dalam mengambil keputusan dan tipu daya, kemahiran ataupun siasat yang dilakukan untuk mengambil keuntungan dari lawan bertanding. Strategi ini akan mempertinggi kesempatan untuk suksesnya pertandingan.

Ada beberapa hal yang berkaitan erat dengan strategi subjektif atau taktik guna memperoleh keuntungan-keuntungan dalam pertandingan, antara lain;

a. Kemampuan pribadi (Personal judgement)

Keputusan pribadi atlet merupakan bagian penting dalam suksesnya pertandingan bulu tangkis. Atlet seharusnya tidak hanya mengetahui tentang kekuatan dan kelemahan lawannya, tetapi juga melakukan berbagai usaha untuk menekan lawannya untuk bermain dengan kekuatan gerakan dan pukulan yang menekan lawan dan pada saat kapan atlet harus melakukan pukulan-pukulan yang mematikan harus benar-benar dikuasai atlet.

 b. Komunikasi (communication)

Terutama dalam permainan ganda, komunikasi dengan pasangannya harus selalu terjalin baik selama pertandingan berlangsung agar pasangan itu dapat bertindak sebagai suatu kesatuan (unit) dan dapat menumbuhkan kerja sama (cooperation) yang memiliki potensi yang lebih besar dari pada kekuatan yang terbelah menjadi dua maupun pengambilan keputusan bersama diluar pertandingan.

Komunikasi dengan mitranya dapat dilakukan secara verbal, yakni beberapa kata-kata tertentu yang singkat atau dapat dengan isyarat tangan, pasangan yang telah bermain kompak akan merupakan gerakana bersama dan dapat menutupi jika ada salah satu pasangan yang lemah.

c. Gerakan pura-pura (feinting)

Gerakan pura-pura terutama sesuai untuk keterampilan gerak atau permainan yang bersifat perorangan (individual). Gerakan ini berkaitan dengan kemampuan atlet untuk melakukan gerakan ke satu sisi arah, kemudian membentuk gerakan yang lain. Tujuannya adalah untuk mengacaukan dan membingungkan lawan.

Gerakan pura-pura juga sangat tepat digunakan bila menghadapi lawan yang kurang berpengalam. Hal ini disebabkan karena atlet menggunakan gerakan atau pukulan pura-pura. Artinya pukulan yang sebenarnya atau pukulan yang sebenarnya masih disimpan. Bahkan lawan yang berpengalaman pun akan mengalami kesulitan untuk menentukan apakah gerakan atau pukulan ini merupakan pukulan awal atau pukulan yang sebenarnya.

d. Set-up

Set up diklasifikasikan sebagai suatu tahap dari gerakan pura-pura tetapi ada sedikit perbedaan dalam pendekatannya. Set up lebih menekankan pada penggunaan kekuatan dan keuntungan lawan. Atlet berusaha menekan dan memaksa agar lawan melakukan gerakan atau pukulan yang sulit baginya.

e. Variasi (variety)

Agar lawan kesulitan dalam membaca kekuatan dan kelemahan atlet maka perlu dilakukan gerakan-gerakan, pukulan-pukulan ataupun pola permainan yang berganti-ganti dan bervariasi. Dengan demikian lawan akan kesulitan untuk mengantisipasinya.

f. Tekanan (pressure)

Secara psikologis rencana yang bersifat strategi seharusnya bertujuan untuk memahami kondisi permainan lawan. Dampak dari tekanan itu menyebabkan lawan lebih banyak melakukan gerakan-gerakan dan pukulan-pukulan yang salah. Bila lawan sering melakukan kesalahan dalam permainan, berarti akan memudahkan atlet mengambil keuntungan atau bahkan lawan akan mati dengan pukulannya sendiri.

Sebenarnya masih banyak cara lain yang berkaitan dengan taktik dan strategi bermain bulutangkis, terutama strategi subjektif atlet atau taktik yang banyak memerlukan kreativitas dalam berfikir dan menganalisis aktivitas-aktivitas serta mengakibatkan dan memfungsikan unsru intelegensi, seperti tempo, teleghraphing, memory, posisi permainan dan gerak tipu. Hal-hal tersebut diatas akan berarti bila dilakukan dalam timing yang tepat. Selain itu cara-cara tersebut diatas merupakan mata rantai yang dilakukan saling berkaitan dan bervariasi.

Itulah sedikit informasi yang bisa kami bagikan megenai strategi dan takti dalam bulutangkis, semoga emberikan manfaat bagi teman-teman sekalian. Terima Kasih

Jenis-jenis Taktik dan Strategi Dalam Bulutangkis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment