Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Sejarah Piala Dunia Lengkap

Tersisa beberapa bulan lagi menjelang pembukaan piala dunia di Rusia 2019, turnamen empat tahunan ini memang memiliki banyak ceritanya tersendiri, mulai dari peserta, tuan rumah, pemain bintang dan lainnya yang menjadikan turnamen ini begitu dinantikan oleh pecinta sepak bola di seluruh penjuru dunia.

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, begitupun dengan turnamen ini. Tahukah kita kapan piala dunia mulai diselenggarakan ? dimana ?. Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, ada baiknya kita membaca sejarah piala dunia dalam tulisan kali ini, silahkan disimak teman-teman.

Piala Dunia

Sejarah Awal Piala Dunia

Awal kemunculan turnamen besar empat tahunan Piala Dunia datang di tahun 1920, ketika presiden FIFA saat itu, Jules Rimet bersama dengan sejumlah pemerhati bola Prancis mulai menggagas turnamen dunia tersebut yang rencananya akan melibatkan berbagai negara di berbagai belahan dunia.

Titik cerah terwujudnya turnamen akbar ini mulai tampak ketika untuk pertama kalinya sepakbola digelar sebagai sebuah pertandingan internasional dalam Olimpiade 1924 yang digelar di Paris. Dalam turnamen tersebut, untuk pertama kalinya berbagai tim dari berbagai belahan benua datang ke Eropa untuk memamerkan kebolehan mereka dalam memainkan si kulit bundar. Turnamen tersebut terbilang cukup sukses, yang mana sebanyak 50.000 ribu penonton menyaksikan Uruguay mengalahkan Swiss di partai final.

Namun, empat tahun kemudian, ketika Olimpiade 1928 digelar di Amsterdam, beberapa negara membatalkan kesediaannya untuk berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Alhasil, deskan akan adanya turnamen sepakbola independen yang kelak akan diikuti oleh banyak negara dan dari semua belahan benua pun semakin gencar. Akhirnya, pada 26 Mei 1929, kongres di Barcelona memutuskan bahwa Uruguay adalah negara pertama penyelenggara turnamen tersebut.

Atas prestasi Uruguay dalam menjuarai Olimpiade dan fakta bahwa tahun 1930 adalah tepat 100 tahun kemerdekaan mereka maka sebuah keputusan yang tepat untuk memilih Uruguay sebagai tuan rumah Piala Dunia Pertama. Sayangnya keputusan FIFA tersebut tidak mendapat dukungan dari sebagian pihak, lantaran Eropa tengah dilanda krisis ekonomi.

Banyak negara Eropa yang merasa keberatan dengan kendala jarak jauh yang mesti mereka lalui dengan menyeberangi lautan yang luas, sangat melelahkan dan sudah tentu akan membutuhkan banyak dana. Terlebih lagi, banyak beberapa klub, hal itu berarti mereka akan kehilangan pemain mereka akan kehilangan pemain mereka untuk dua bulan lamanya, sebuah persoalan yang masih sebenarnya masih diperdebatkan hingga hari ini. Akhirnya, sebagian besar negara-negara Eropa menggagalkan janji mereka untuk berpastisipasi dalam turnamen tersebut.

Bahkan dua bulan sebelum turnamen digelar, tak ada satu negara Eropa pun yang datang. Namun, atas upaya Jules Rimet, empata negara berlayar ke Montevideo; Belgia, Prancis, dan Rumania dalam SS Conte Verde, dan Yugoslavia dalam MS Fkorida. Akhirnya perhelatan akbar pun tetap digelar, sekalipun hanya diiukuti oleh 13 negara saja. Untuk menyikapi hal tersebut, diputuskan untuk meniadakan pertandingan kualifikasi, yang berarti 13 tim langsung lolos ke putaran final begitu mereka bertandang ke Uruguay. Tim-tim tersebut kemudia dimasukkan dalam satu grup yang berisi empat tim, dan tiga grup yang berisi tiga tim. Pemenang grup akan langsung melaju ke semifinal.

Turnamen tersebut akhirnya mencatat nama Uruguay sebagai negara pertama yang berhasil merebut gelar juara Piala Dunia, sekaligus negara pertama yang meraih penghargaan Tropi Jules Rimet, setelah tim mereka berhasil mengalahkan Argentina di partai final dengan skor 4-2. Di lain pihak, keberhasilan FIFA dalam menyelenggarakan turnamen Piala Dunia tersebut menjadi tonggak lahirnya sebuah turnamen olahraga modern terbesar di dunia yang di kemudian hari tak hanya menjadi ajang kompetisi sepakbola semata, tetapi juga menjadi sebuah wahan bisnis hiburan terbesar yang pernah ada dalam dunia olahraga.

Dari Amerika, Eropa, Asia, Hingga Afrika

Seiring waktu berjalan, penyelenggara Piala Dunia terus mengalami pembenahan untuk mengikuti perkembangan zaman dan untuk semkin memperkuat statusnya sebagai salah satu turnamen olahraga terbesar yang ada di abad modern ini. Selain melakukan berbagai perombakan, baik pada format maupun aturan-aturan pertandingan, FIFA juga mencari terobosan baru untuk menggelar turnamen tersebut di berbagai belahan benua. Setelah sekian lama waktu digelar di Benua Amerika dan Eropa saja, di tahun 1996  Komisi Eksekutif FIFA memutuskan untuk memilih Korea dan Jepang sebagai tuan rumah Piala Dunia 2002. Lalu setelah sukses menggelar Piala Dunia 2006 di Jerman, FIFA ganti memberikan kehormatan besar pada Afrika Selatan untuk menjadi negara Afrika pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia di tahun 2010.

Saat itu turnamen Piala Dunia tidak hanya sekadar sebuah turnamen sepakbola yang diikuti oleh berbagai tim terbaik yang ada di dunia. Namun sudah menjadi sebuah pegelaran hiburan yang menyedot perhatian miliaran orang dari segenap penjuru dunia. Sebagai contoh, Piala Dunia 1998 yang digelar di Prancis, telah menyedot lebih dari 37 miliar pemirsa televisi dan telah menggirng 2,7 juta orang untuk menonton langsung 64 laga yang digelar di berbagai stadion yang ada di negeri anggur tersebut.

Selain itu, setelah sekian lama digelar dan telah mengalami berbagai perkembangan dan perbuahan, Piala Dunia tetap menyimpan suatu daya magis yang takkan pernah lekang dimakan zaman. Dalam turnamen inilah, sepakbola menjadi sebuah permainan prestisius yang telah menyedot perhatian puluhan miliah pemirsa televisi di seluruh dunia dan menjadi ladang bisnis terbesar dalam dunia olahraga. Sementara bagi semua pemain dan tim yang berlaga disana, turnamen ini menjadi ajang unjuk gigi, gengsi, ambisi, dan pembuktian diri untuk menjadi tim sepakbola terbaik yang ada di jagat raya dengan meraih gelar juara.

Piala Jules Rimet

Dua tahun sebelum Piala Dunia pertama digelar di Uruguay, FIFA memutuskan bahwa tim yang kelak menjadi juara dalam turnamen tersebut akan mendapatkan penghargaan sebuah tropi kejuaraan. Seorang seniman pahat asal Prancis bernama Abel Lafleur ditunjuk FIFA sebagai sang empu rancangan tropi tersebut. Tropi berukuran kecil ini sempat mengalami beberapa kejadian dramatis. Wakil Presiden FIFA, Dr. Ottorino Barassi, sengaja meletakkan piala tersebut di kotak sepatu yang ditaruhnya dibawah ranjang tidurnya selama meletusnya Perang Dunia II agar tidak jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.

Di tahun 1966, piala tersebut menghilang ketika dpajang dalam sebuah pameran menjelang digelarnya Piala Dunia 1966 di Inggris. Namun piala tersebut akhirnya ditemukan tersembunyi dibawah pohon oleh seekor anjing bernama Pickles. Setelah Brazil merebut juara ketiga kalinya di tahun 1970 dan berhak menyimpan tropi tersebut selama lamanya, di tahun 1983, piala yang disimpan di Rio De Janiero tersebut kembali hilang dicuri. Namun kali ini piala tersebut tidak berhasil ditemukan, kemungkinan besar, piala yang terbuat dari perak murni dan lapisan emas tersebut telah dileburkan oleh sang pencurinya. Akhirnya, untuk menyikapinya, federasi sepakbola brazil memesan sebuah replika baru dan desainnya menyerupai piala asli yang telah dicuri tersebut.

Sebagai catatan, Piala Jules Rimet yang asli tingginya 35 cm dan bobotnya sekitar 3,8 kg. Piala tersebut terbuat dari perak murni dengan lapisan emas, dengan sebuah dudukan yang terbuat dari batu mulia berwarna biru. Di keempat sisi dudukannya terdapat lapisan emas, dimana terukir nama piala tersebut beserta nama tujuh tim juara natara tahun 1930 hingga 1970.

Tropi Piala Dunia

Setelah Brazil untuk ketiga kalinya merebut gelar juara Piala Dunia di tahun 1970 dan berhak menyimpan Piala Jules Rimet selama lamany di rumah mereka, FIFA memperkenalkan tropi baru untuk Piala Dunia kesepuluh yang digelar di Jerman Barat pada tahun 1974. Sebelumnya, total ada 53 buah rancangan tropi yang diberikan ke FIFA yang dibuat oleh para ahli dari tujuh negara. Akhirnya desain yang terpilih adalah karya seniman Italia, Silvio Gazzaniga.

Tropi Piala Dunia

Silvio Gazzaniga menyebut hasil karyanya sebagai," Garis-garis yang bermunculan dari bawah, membentuk tangga spiral, dan merentangkan dirinya merengkuh dunia ". Namun, tropi yang baru ini tidak bisa dimiliki secara permanen oleh sebuah tim. Peraturan yang ada menetapkan bahwa piala tersebut hanya miliki FIFA. Tim yang menjadi juara Piala Dunia hanya berhak menyimpannya hingga turnamen berikutnya dan hanya mendapat penghargan sebuah replika yang lebih banyak lapisan emasnya ketimbang emas padat.

Tropi Piala Dunia yang baru tingginya 36 cm, terbuat dari emas padat 18 karat yang beratnya 6175 gram. Bagian bawahnya berisi dua lapis malachite mulia. Pada bagian dasar dari tropi tersebut terapahat tahun dan nama juara Piala Dunia semenjak tahun 1974 hingga terakhir digelar.

Sejarah Piala Dunia Lengkap Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment