Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Pengertian dan Ciri Olahraga Menurut Para Ahli

Olahraga dewasa ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup manusia, selain mengkonsumsi makanan yang sehat, aktivitas fisik juga dibutuhkan untuk memperoleh badan yang sehat. Salah satunya dengan melakukan olahraga. Kita pasti sering melihat bermacam-macam olahraga dewasa ini, sebut saja sepakbola, basket, tenis meja, bulutangkis dan lain-lain. Namun pernahkan kita bertanya, apasih olahraga itu ? apa yang membedakannya dengan aktivtas fisik lainnya ? Untuk lebih jelasnya kami akan coba memberikan jawabannya dalam pemaparan berikut ini, silahkan dibaca dan semoga bermanfaa.

Istilah olahraga menurut Webster's New Collegiate Dictionary (1980) yaitu ikut serta dalam aktivitas fisik untuk mendapat kesenangan. dan aktivtas khusus seperti berburu atau dalam olahraga pertandingan (athletic games). Dalam ensiklopedia Indonesia disebutkan bahwa olahraga adalah gerak badan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang merupakan regu atau rombongan. Sedangkan dalam Pola Pembangunan Olahraga yang disusun Kantor Menpora menyebutkan bahwa olahraga adalah bentuk-bentuk kegiatan jasmani yang terdapat di dalam permainan, perlombaan dan kegiatan jasmani yang intensif dalam rangka memperoleh rekreasi, kemenangan dan prestasi optimal, (Menpora, 1984).

Olahraga

1. Ciri Hakiki dalam Olahraga

Olahraga merupakan subbagian dari permainan

Seperti kita telah kita bahas dalam uraian tentang permainan, ciri khas olahraga juga ditandai dengan kebebasan dan kegiatan sukarela tanpa paksaan. Olahraga sejati bukan sesuatu yang mendatangkan mudharat atau tak menyenangkan, namun merupakan sumber kesukaan dan kebahagian atau maslahat (Fink, 1957). Oleh kareanya tujuan utama olahraga bukanlah untuk mengumpulkankeuntungan sebanyak mungkin tetapi lebih kepada pengembangan fisik seseorang melalui kegiatan jasmaniah. Itulah sebabnya, alasan untuk berbuat atau aktif itu terutama karena dorongan dari dalam, kendati begitu erat kaitannya dengan dorongan dari luar.

Ciri Khas dalam olahraga

Olahraga memiliki cirinya tersendiri yang membedakannya dengan permainan lainnya, seperti permainan otak, permainan untung-utungan daln lain-lain. Ciri khas itu ialah: Olahraga berorientasi pda kegiatan jasmani dalam wujud keterampilan motorik, daya tahan, kekuatan dan kecepatan. Berbeda halnya dengan permainan catur yang disebut sebagai "olahraga" maka ciri olahraga yang sejati ialah menekankan pada peragaan kemampuan gerak ketimbang non-motorik. Karena itu unsur jasmaniah amat menonjol. Kemampuan atau keterampilan berolahraga dipelajari dan dilatih. Penguasaan keterampilan ini berlangsung dalam suasana kebersamaan melalui proses belajar mengajar atau bahkan peniruan terhadap model. Seiring dengan perkembangannya, olahraga juga tidak bisa dilepas dari seperangkat nilai yang ada, seperti ideologi, mitos dan lainnya. Hal ini tak ubahnya dengan norma, nilai, tradisi, dan peran dalam kelompok dan masyarakat yang lebih luas.

1. Olahraga sebagai realitas

Keterlibatan seseorang dalam olahraga adalah memang nyata meskipun olahraga dilakukan dalam suasana yang tidak sungguhan atau sebenarnya. Kedua petinju benar-benar saling pukul tapi dalam alur aturan yang berlaku. Para pelari benar-benar berlari secepat mungkin untuk mencatat waktu terbaik. Apa yang mereka lakukan bukan perbuatan berpura-pura, atau ilusi. Mereka berbuat sungguh-sungguh. Namun berbeda halnya jika orang main sabun dalam sepakbola atau pertandingan sandiwara dalam gulat profesional, maka makna olahraga menjadi jungkir balik karena berubah menjadi tontonan yang hasilnya telah diatur.

2. Prinsip prestasi olahraga 

Mungkin salah satu ciri yang mudah untuk kita sadari bahwa semua olahraga itu berlandaskan pada capaian asa prestasinya.Yang menonjol ialah drama dari setiap tindakan. Ketegangan dalam olahraga itu sendiri memberikan pesonanya tersendiri. Di dalamnya terkandung unsur ketidakpastian, kejutan dan bahkan juga ada unsur keberuntungan (luck). Untuk mencapai tujuan, si pemain atau atlet mengandalkan kemampuannya, keterampilannya, atau kekuatannya sendiri. Dorongan berprestasi atau mencapai hasil yang lebih baik merupakan ciri hakiki pada manusia. Karena itulah, manusia dapat bertahan terus dan kian maju melalui proses aktif dalam "membentuk dirinya" dan dunia sekitarnya (Lenk, 1983).
Dalam ikhtiar mencapai  hasil yang lebih baik, terdapat faktor resiko, kesulitan, dan bahkan kegagalan yang diakhiri dengan frustasi.

Secara umum dapat dikemukakan yakni prinsip prestasi dalam olahraga melihat uraian sebelumnya ditandai oleh:
  1. Peragaan kemampuan jasmani, sehingga jelas prestasi olahraga diarahkan pada penguasaan, pemeliharaan, dan peningkatan hingga tingkat mentok keterampilan motorik (Wiss,1980).
  2. Kegiatan berolahraga dilaksanakan secara sukarela.
  3. Kegiatan olahraga bertujuan bukan untuk menghancurkan lawan.
Olahraga harus merupakan kegiatan orang banyak yang manusiawi yang berlandaskan pada etika dan moral fair play. Prinsip prestasi ini tak diterapkan secara mutlak dalam masyarakat. Masih ada tempat bagi mereka yang tidak berkemampuan, yang kalah, tak berprestasi, atau cacat fisik. Prinsip prestasi ini bergabung dalam mekanisme penggolongan sosial (Bolte, 1979). Sebagai contoh kita mengenal pertandingan olahraga khusus untuk orang cacat. Dalam cabang olahraga tinju, judo, pencak silat, karate misalnya, ada pembagian kelas. Juga ada penggolongan atas dasar usia "kelompok yunior dan senior" dalam sepakbola, atau pertandingan antarkelompok umur dalam renang, dan jenis kelamin (olahraga untuk laki-laki dipisahkan dengan wanita).

3. Aspek Sosial dalam Olaraga

Dalam permainan yang sebenarnya seseorang dapat sepenuhnya lumat dalam fantasinya sendiri. Olahraga tidak demikian. Meskioun kebebasan tetap ada pada pemain, tetapi suasana kemasyarakatan tak dapat diabaikan. Yang jelas, olahraga itu kian bermakna jika dilakukan di lingkungan sosial. Selanjutnya, olahraga itu dipelajari di lingkungan sosial. Pelaksanaan olahraga terjadi melalui kontak antar orang dan selalu ada suasana saling menilai. Karena itu, si pelaku tak berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari kelompok. Pada akhirnya keseluruhan pelaku membentuk kelompok sosial.

Dalam keadaan seseorang melakukan interaksi dengan orang lain, maka kesuksesan sebuah permainan ataupun pertandingan ada pada kemampuan kebesaran hati oleh para pelaku untuk menghargai dan mengakui sesamanya serta bermain dengan peraturan yang ada. Jika tidak, maka terjadi, kekalutan atau kekacauan. Tak mengherankan, dalam suasana demikian seseorang haru mampu menahan diri, mengendalikan emosi dan mengatasi frustasi. Jadi dalam olahraga kesadaran itu berasal dalam diri pelaku itu sendiri bukan paksaan dari luar dirinya. Harkat individu dihargai dalam hal memikul tugas dan tanggung jawabnya. Kita juga mengenal pembagian peranan. Ada unsur kepemimpinan dan yang dipimpin.

2. Ciri-ciri Pelengkap Olahraga 

Analisis tentang ciri hakiki olahraga dapat dilakukan berdasarkan
  1. Tujuan
  2. Alat yang dipakai untuk mencapai tujuan,
  3. Peraturan,
  4. Keterelaksanaan berdasarkan kemampuan yang berorientasi pada jasmani atau keterampilan, dan
  5. Sikap si pelaku. Keseluruhan ciri yang hakiki ini menjadi kabur atau bahkan lenyap sama sekali karena pengaruh beberapa faktor yang mencampuri olahraga. Faktor itu, seperti kata Allison (1986) dan Edward (1984) ialah faktor komersial dan kepentingan politik yang kian jauh melumat ke dalam olahraga.
Mengapa hal itu bisa terjadi? alasan utamanya ialah, bahwa sulit bagi kita untuk memagar batas olahraga dengan aspek lainnya dalam kehidupan bermasyarakat. Bahkan, batas-batasnya tak begitu kaku karena terjadi hubungan timbal balik, sebagai contoh ada kaitan antara olahraga dengan ekonomi serta perluasan waktu luang.

Kini makin nyata bahwa olahraga menjelma menjadi semacam mata dagangan dan ketergantungan pada sponsor baik kepada pihak swasta bahkan pada perlindungan "bapak angkat" dari kalangan penguasa yang memiliki kekuasaan untuk mengerahkan sumber daya. Persoalannya memang terkait dengan pelaksanaan olahraga, khususnya olahraga prestasi yang memerlukan biaya yang besar. Dalam siatuasi demikian, tak mengherankan jika faktor ekonomi banyak mengubah ciri klasik olahraga yang lebih menekankan unsur kehormatan, kejujuran, dan solidaritas. Komersialisasi itu nyata kian menguat dalam olahraga profesional. Kalangan pers menjadikan olahraga sebagai informasi informasi yang begitu menarik, bukan untuk memonopoli berita ataupun hak siar untuk memperoleh keuntungan sebanyak mungkin.

Usaha dalam bidang pengadaan alat-alat olahraga juga makin berkembang dan sekaligus mengubah sikap para olahragawan terhadap alat-alat yang digunakannya. Umumnya orang berorientasi pada alat yang tahan lama, mendukung peningkatan prestasi, dan juga indah dilihat. Prinsip olahraga yang murah meriah denga memanfaatkan alat yang sederhana sukar diterapkan, karena peranan penonton juga kian dominan. Pertandigan seolah-olah tidak lengkap tanpa penonton. Gedung dan stadion disiapkan dengan penuh kenyamanan. Suasana tambah semarak dengan acara pelengkap seperti pertunjukan seni. Arena olahraga berubah menjadi tempat yang pebuh dengan kebrutalan karena penonton menjadi begitu fanatik dengan tm kesayangan mereka. Ancaman terhadap keamanan antarsesama penonton kian serius. Kebrutalan dan penggorogotan terhadap fair play juga sering terjadi.

Berkaitan dengan nilai inti dalam olahraga seperti tersebut diatas, kita kutip defenisi pengertian olahraga olahraga menurut International Council of Sport dan Physical Education (ICSPE) yaitu:
  1. Setiap kegiatan fisik yang mengandung sifat permainan dan berisi perjuangan diri sendiri atau orang lain atau konfrontasi dengan unsur-unsur alam disebut olahraga.
  2. Kalau begitu ini meliputi juga pertandingan, maka kegiatan itu harus dilaksanakan dengan semangat/jiwa sportif. Tidak mungki ada olahraga dalam arti yang sebenarnya tanpa isi fair play.
  3. Olahraga seperti dinyatakan diatas merupakan alat pendidikan yang ampuh.
Nah, kami kira itulah beberapa pembahasan mengenai pengertian dan ciri dari olahraga. Olahraga memang memiliki banyak sekali aspek maupun manfaat yang bisa kita ambil, melalui olahraga juga kita bisa dengan mudah menanamkan sikap-sikap positif pada anak, karena olahraga banyak sekali mengandung nilai-nilai edukasi yang bisa mengantarkan anak mengenal dirinya sendiri, mengenal orang lain, maupun mengenal lingkungan sekitarnya dalam lingkup yang lebih luas. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Pengertian dan Ciri Olahraga Menurut Para Ahli Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment