Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Peraturan Permainan Bola Bakar

Berbicara mengenai peraturan bola bakar, mungkin sudah banyak dari teman-teman yang sudah lupa bahkan tidak tahu sama sekali seperti apa itu permainannya. Namun tidak usah khawatir, karena kali kami akan membahas persoalan tersebut. Silahkan dibacar dan disimak baik-baik teman.

Perlengkapan dari bola bakar hendaknya disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak, untuk anak yang masih duduk pada kelas-kelas awal, mungkin hanya memakai bola yang dibuat dari kertas atau bola tenis yang kempis. Tetapi untuk siswa kelas atas, dan anak sudah dianggap terampil dapat dipergunakan bola tenis, dan dapat menggunakan bola rounders atau sejenisnya. Perlengkapan seperti pemukul juga dapat dimodofikasi agar lebih memudahkan bagi anak dalam penggunaannya, bisa dengan menggunakan kayu yang lebih ringan dari yang seharusnya digunakan.

Bola Bakar

Perlengkapan lainnyya adalah tiang hinggap atau honk untuk setiap sudut atau batas lapangan, yang diusahakan tidak membahayakan bagian anak didik, jadi tingginya mungkin sekitar satu setengah meter, dan diberi bendera sebagai tanda. Untuk yang lebih sederhana lagi kalau alat tidak mungkin disediakan, cukup dengan memberikan tanda atau hinggap, seperti keset kaki atau garis lingkaran secukupnya.

Sebaiknya tempat pembakar dapat berbunyi apabila dilempar oleh pembakar. Perlengkapan pemain adalah baju yang dilengkap nomor, dan kalau tidak mungkin cukup dengan tanda yang mempunyai nomor yang dapat membedakan antara regu penjaga dan regu pemukul.

Peraturan Permainan Bola Bakar

Peraturan permainan bola bakar merupakan acuan untuk melakukan permainan, dapat saja peraturan ini dimodifikasi oleh guru penjas, disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi serta kondisi anak.

1. Lapangan dan Perlengkapan

Lapangan

Untuk lapangan bola bakar sendiri berbentuk segi enak yang sisi-sisinya berukuran 12 meter, yang mempunyai ruang pemukul yang dibatasi garis pemukul (6 meter) dan garis batas pemukul (12 meter). Juga mempunayi ruang bebas untuk pemukul yang ditempatkan di sisi garis samping sejauh 5 meter yang luasnya 2 kali 5 meter.

Garis Salah

Garis salah adalah garis garis perpanjangan garis dari AC dan AD yang sudah diberi tiang bendera,  dan disebut juga dengan garis mati.

Honk atau Tiang Hinggap

Tiang hinggap atau yang biasa juga disebut  juga dengan honk. Sebanyak 6 buah yang dibuat dari tiang kayu, bambu atau besi yang dapat memnahan tarikan dari pelari yang ditempatkan pada setiap sudut lapangan. Tinggi tiang hinggap sekitar 1,5 meter dan diberi bendera pada ujungnya.

Alat Pemukul

Kayu pemukul yang panjangnya 50 cm yang terdiri dari dua bagian, satu bagian pegangan lebih kurang 20 cm yang lebarnya kira-kira sekitar 3-4 cm. Sedangkan bagian lainnya adalah bagian yang disebut dengan pukul memiliki lebar 5-10 cm.

Bola

Bola yang dipakai dapat bola tenis bagi pemula, sedangkan bola yang lebih baik adalah dengan berat 70-80 gram yang kelilingnya 19 sampai 21 cm yang kulit luarnya dibuat dari karet dan diisi dengan sabut atau ijuk bisa juga dengan kain.

Alat Pembakar

Alat ini sebaiknya yang dapat berbunyi nyaring bila kena pukulan bola dan ukurannya sekitar persegi 20 cm bujur sangkar dan agar tinggi sekitar 10-20 cm.

Ruang pemukul dan ruang pelambung

Ruang ini berbentuk segitiga sama sisi, sudut bagian kiri adalah untuk pemukul dan sudut kanan untuk pelambung, atau sebaliknya bagia yang mereka yang biasa menggunakan bagian kiri tangannya (pemain kidal).

Ruang Bebas

Ruang bebas atau kandang (home) berbentuk segi empat yang 2x5 m terletak 5 meter pula dari garis samping yang setiap sudutnya diberi bendera.

2. Lama Permainan

Lama permainan dapat disesuaikan dengan siatuasi dan kondisi pemain, dapat dilaksanakan 2x20 menit atau 2x30 menit, dengan istirahat 10 menit. Lama permainan ini disesuaikan dengan kemampuan anak didik, apabila yang melaksanakan permainan ini dalam lingkup sekolah.

3. Regu dan Pemain

Pemain terdiri dari dua regu yang masing-masing pemain terdiri dari 12 orang, dan ditambah cadangan paling banyak 3 orang. Setiap pemain mempunyai nomor urutan memukul (biasanya disesuaikan dengan nomor punggung), berurutan dari nomor 1 sampai dengan nomor 15. Warna kaus atau nomor peserta di antara kedua regu harus berbeda.

Nomor pemain tidak boleh diganti selama permainan, tidak diperbolehkan bertukar nomor urutan memukul dengan pemain lainnya. Untuk memukul, memulai permainan selalu dari nomor rendah sampai ke nomor tertinggi, begitu seterusnya.

3. Penentuan regu pemukul dan regu penjaga

Untuk menentukan regu mana yang menjadi regu pemukul dan regu penjaga dilakukan melalui toss (undian). Tetapi biasanya apabila dalam pertandingan tersebut salah satu regu sebagai tuan rumah, maka untuk memulai permainan, regu tuan rumah bertindak sebagai penjaga.

4. Regu Pemukul

Regu pemukul berada di dalam ruang bebas dan mulai memukul bila permainan dimulai, maka nomor 1 memukul yang dilambungkan oleh nomor dua, dan nomor tiga menjadi penjaga belakang. Untuk berikutnya nomor dua pemukul, nomor tiga pelambung, dan nomor empat penjaga belakang dans seterusnya. Regu pemukul berusaha untuk membuat nilai sebanyak mungkin dan menjadi pemukul selama mungkin.

5. Lapangan/Penjaga

Regu lapangan dengan pimpinan ketua regunya dapat berdiri dimana saja dalam lapangan kecuali pada ruang pemukul/pelambung, di ruang bebas, pada garis pemukul antara garis batas pemukul dekat garis sebelah luar yang menghubungkan tiang-tiang hinggap. Tugas regu lapangan adalah menangkap bola yang dipukul sebelum jatuh ke tanah untuk dapat satu nilai. Mematikan pelari atau pemukul denga secepat mungkin memberikan bola pada petugas pembakar.

Bila ada regu lapangan yang sengaja menghalangi pelari, pelari dapat bebas menuju tiang hinggap yang ditujunya, tanpa dapat dimatikan.

6. Petugas Pembakar

Pemain yang bertugas sebagai pembakar adalah salah seorang pemain dari regu penjaga yang  menangkap bola dari regu lapangan dan segera membakar dengan cara menjatuhkan bola pada kota pembakar. Petugas pembakar dapat diganti oleh regu lapangan lainnya dengan seizin wasit. Dalam melaksanakan tugasnya, petugas pembakar dibantu oleh seorang pembantu pembakar.

7. Pelambung

Pelambung adalah regu pemukul yang membantu melambungkan bola sebaik mungkin kepada temannya (pemukul) sesuai dengan permintaan agar bola dapat dipukul dengan baik.
Pembantu pelambung /penjaga belakang
Penjaga belakang yang berdiri di belakang pemukul yang membantu mengambilkan bola yang tiidak atau gagal dipukul, dan memberikannya kepada pelambung.

8. Melambungkan Bola

Pelambung yang berdiri pada sudut pemukul memberikan bola sebaik mungkin dengan ayunan tangan dari bawah sehingga mudah dipukul oleh pemukul.

Lambungan betul; bila lambungan lembut ke arah pemukul yang tingginya antara kepala dan lutut sesuai dengan permintaan pemukul.

Lambungan salah; Lambungan salah apabila bila bola yang dilambungkan tidak berada di depan pemukul dan bolanya diputar.

Menolak lambungan; Lambungan betul atau tidak betul harus dipukul dan lambungan tidak dapat ditolak karena hal melambungkan bola sebanyak 3 kali.

9. Hak Memukul

Setiap pemukul mempunyai hak memukul sebanyak 3 kali, tetapi bila pukulan sudah betul, maka pemukul harus lari. Pukulan salah pada pukulan ketiga pemukul hanya diperbolehkan lari pada tiang pertama dan ia mati satu dan tidak akan mendapat nilai.
Bila hanya tinggal satu pemukul tidak ada pelambung maka terjadi pergantian bebas.

10. Giliran Memukul

Semua pemukul mendapat giliran pemukul mulai dari nomor urut yang rendah kecuali bila nomor tersebut berada pada tiang hinggap, nomor tersebut dilewati.

11. Pukulan Betul

Pukulan dianggap betul adalah bila bola dipukul dengan kayu pemukul, dan jatuhnya di luar batas garis pukul di dalam lapangan, dan pemukul diletakkan dalam daerah pukul. Atau bola langsung ditangkap oleh regu penjaga.

12. Pukulan Salah

Pukulan dinyatakan sah apabila:
  1. Pukulan tidak kena atau meleset
  2. bola yang dilambungkan tidak dipukul.
  3. Bola yang dipukul tidak kena pemukul tetapi mengenai anggota badan.
  4. Bola jatuh di luar lapangan.
  5. Bola jatuh dalam daerah-daerah batas pemukul.
  6. Kayu pemukul tidak diletakkan di dalam daerah pemukul.
  7. Pada saat memukul kaki peukul tidak berada di daerah tempat seharusnya.

13. Lari Sesudah Pukulan Betul

Sesudah memukul betul, ia adalah pelari yang harus lari menuju tiang hinggap, setiap tiang hinggap dari 1 sampai seterusnya, ia dapat melewati tiang hinggap, ia dikatakan hingga bila telah mneyentuh atau berada pada tiang hinggap. Bila berdiri pada tiang hinggap ia tidak boleh lebih dari satu meter sebelum bola dipukul oleh temannya. Bila ia belum menyentuh tiang hinggap sebelumnya ia dapat kembali pada tiang hinggap tersebut dari pada ia mati pada tiang hinggap yang ia tuju.

14. Pelari Mati

Seorang pelari dari regu penyerang dinyatakan mati satu apabila:
  1. Setelah 3 kali pukulan salah, tidak kena.
  2. Sudah dibakar sebelum menyentuh tiang hinggap.
  3. Tidak menyentuh tiang hinggap yang dilewati.
  4. Lari di dalam atau diatas garis segi enam.
  5. Dengan sengaja menendang, menghentikan bola.
  6. Berdiri lebih dari 1 meter pada tiang hinggap sebelum bola dipukul pemukul.

15. Perolehan Nilai

Pelari yang dapat menyelesaikan lari sampai ke Honk/tiang VI, mendapat nilai satu (bila pukulan betul), kecuali dengan pukulannya sendiri mendapat nilai 2.
Regu lapangan bila menangkap bola hasil pukulan yang langsung ditangkap tanpa menyentuh tanah terlebih dahulu (bola tangkap), memperoleh nilai satu.

16. Pertukaran Tempat

Pemain lapangan akan menjadi pemukul atau sebaliknya adalah bila:
  1. Regu pemukul mati 10
  2. Regu lapangan memperoleh bola tangkap 5.
  3. Hanya satu pemukul yang tinggal, tanpa pelambung.
  4. Pemain regu pemukul keluar sebelum dipanggil.
  5. Regu pemukul sengaja memperlambat permainan.
  6. Terjadi sikap yang tidak sopan dari regu pemukul.

17. Penggantian pemain

Penggantian pemain diperbolehkan sebelum yang bersangkutan melakukan pukulan, atau regu penjaga pada saat bola mati. Pergantian pemain harus dilaporkan dan mendapat persetujuan wasit.

18. Penentuan Pemenang

Pemenang adalah regu yang memperoleh nilai paling banyak. Kalau kedua regu memperoleh nilai sama, maka dihitung dengan jumlah nilai lari yang banyak. Apabila masih sama, maka permainan diperpanjang dengan waktu 2x10 menit. Bila masih sama diadakan adua melempar tempat pembakaran.


Itulan Informasi mengani peraturan permainan bola bakar, semoga bermanfaat.

Peraturan Permainan Bola Bakar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment