Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Peraturan Pertandingan Pencak Silat

Pencak silat salah satu kebanggaan masyarakat indonesia yang telah mendunia, beladiri yang memiliki sejarah panjang ini memang kaya akan pelajaran dan filisofi hidup. Olahraga beladiri ini sudah dipertandingan di tingkat nasional maupun internasional dengan peraturan-peraturan yang sudah ditentukan sebelumnya oleh yang berwenang. Olehnya itu penting untuk mengetahui aturan-aturan apa saja yang harus diperhatikan dalam pertandingan pencak silat agar bisa menambah pengetahuan kita semua, silahkan dibaca dan semoga bermanfaat. 

Pencak Silat

A. Memahami Peraturan Pertandingan Pencak Silat

Wasit yang baik sama halnya dengan guru, tempat mengetahui peraturan perwasitan dan pertandingan pencak silat bagi para pesilat, sehingga para pesilat tahu ketentuan-ketentuan yang ada, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Sebagai hakim, wasit harus dapat memutuskan secara adil hukuman bagi pelanggaran yang diperbuat oleh pesilat. Sebagai pemimpin, wasit harus berwibawa di depan para tletnya dalam memimpin jalannya pertandingan.

Bekal selama seorang wasit dan juri adalah memahami peraturan pertandingan dengan baik, apa yang menjadi jiwa peraturan dan ketentuan teknis perwasitannya. Pertandingan pencak silat mempunyai prinsip menghargai teknik sambut, yaitu serangan yang didahului oleh pembelaan dinilai lebih tinggi dari dari serangan langsung. Sebagai aksi dan reaksi (jual-beli) pesilat yang melakukan pola taktik jual lebih memungkinkan mendapatkan kemenangan.

Pola taktik yang perlu dikembangkan adalah bagaimana menghindarkan atau memunahkan serangan lawan dan membalas dengan serangan masuk. Pola inulah yang perlu diamati oleh wasit dan juri, terutama juri penilai. Kaidah bertanding yang perlu dikembangkan adalah dimulainya pesilat membuat sikap pasang, melakukan langkah untuk mendekatkan jarak dan melakukan serang bela dengan koordinasi yang baik (maksimal 4 kali berturut-turut) dan kembali ke sikap pasang. Diharapkan pesilat tidak hanya melakukan pukulan dan tendangan saja, tetapi mengembangkan teknik yang mempunyai kemungkinan nilai yang besar, yaitu: teknik sambut dan teknik menjatuhkan.

Jika pesilat dapat dituntun untuk melakukan kaidah bertandinga yang baik, artinya dapat melakukan kembali sikap pasang setelah melakukan serang bela, maka teknik dan taktik dapat dikembangkan. Pertandingan akan berlangsung dengan lancar dan konsentrasi pesilat diharapkan sehingga dapat menggunakan akal fikirannya untuk mengembangkan taktiknya. Pengamatan pada ketentuan pelanggaran harus secermat mungkin. Usaha mengenai bagian yang bukan sasaran secara langsung dan sengaja, patut mendapat hukuman. Cara memberikan pembinaan dan hukuman harus dilakukan dengan jelas menggunakan bahasa isyarat, sehingga dapat dimengerti oleh pesilat dan juga khalayak ramai atau publik.

B. Memahami Unsur-unsur Peraturan Pertandingan Pencak Silat


Pertandingan pencak silat mempunyai landasan, yang meliputi: 
  1. Prinsip sebagai olahraga, artinya pertandingan dilakukan dengan dilandasi oleh jiwa dan norma-norma olahraga dengan mengembangkan sportivitas. Dicegah usaha-usaha mencederai/merusak lawan, dan diwajibkan bertandingan dengan membawa semangat ksatria.
  2. Kaidah pencak silat, dimkasudkan bahwa pengembangan teknik dan taktik bertandingan berdasarkan kaidah pencak silat, yaitu adanya sikap pasang, langkah dan koordinasi yang baik dalam melakukan serang-balik dan kembali pada sikap pasang. Teknik dan taktik sambut lebih diutamakan untuk dikembangkan, dan nilai lebih tinggi serangan langsung.
Dalam menilai hasil pertandingan, pedoman yang dapat dipakai adalah pengamatan aksi dan reaksi (jual-beli). Dalam suatu gebrakan serang bela yang memungkinkan terdiri dari 4 jenis, perlu diamati secara saksama aksi dan reaksi kedua pesilat. Dengan pedoman jual beli di awali sikap pasang jika dapat mengamati gerak serang bela pesilat apakah merupakan serangan langsung yang disambut, ataukah serangan langsung berurutan. Kemungkinan seorang pesilat setelah melakukan taktik beli, kemudian melakukan jual untuk serangan lawan.

Dalam suatu gebrakan serang bela, seorang juri harus dapat merekam nilai dengan pengamatan pada serangan, termasuk taktiknya. Kalau serangan tersebut masuk diawali dengan pembelaan (elakan/tangkisan) maka pesilat tersebut berhak mendapat tambahan nilai 1 (satu). Target prestasi yang mungkin dicapai oleh pesilat menjadi dasar bagi penilaian. Juri berkonsentrasi mengamati serangan masuk dengan tangan (pukulan) dan serangan masuk dengan kaki (tendangan) yang dilakukan oleh pesilat termasuk nilai tambahan 1 (satu) jika pesilat melakukan sambutan atas serangan lawan.

Nilai teknik jatuhan yang berhasil ditulis atas keputusan pengesahan wasit. Diamati benar terhadap teknik jatuhan yang diawali dengan pembelaan (termasuk tangkapan) dimana pesilat berhak mendapat nilai tambahan 1 (satu). Begitu pula nilai untuk teknik kuncian ditulis atas keputusan wasit. Keputusan wasit atas nilai jatuhan dan kuncian harus ditulis oleh juri. Jika ada pendapat juri, hendaknya ditulis pada kolom catatan sebagai bahan.

Seorang wasit dan juri harus pula mengerti tentang jenis-jenis keputusan serta unsur-unsurnya yaitu:

1. Menang angka

Menang angka terjadi jika pertandingan dapat berlangsung selama 3 (tiga) babak, jumlah angka hasil pertandingan yang lebih besar adalah pemenangnya. Jika hasilnya sama, maka juri harus meneliti hukuman yang diberikan pada pesilat. Pesilat yang tidak mendapat hukuman atau yang lebih sedikit angka hukumannya adalah pemenang. Jika hasil hukuman sama, maka pesilat yang mengumpulkan nilai tertinggi terbanyak adalah sebagai pemenang. Jika masih sama lagi, maka pertandingan ditambah satu babak lagi. Jika ternyata hasilnya masih sama, maka diadakan penimbangan berat badan, siapa yang lebih ringan adalah pemenangnya. Jika hasilnya masih sama, maka diadakan undian oleh ketua pertandingan yang disaksikan oleh kedua Team Manager.

2. Menang teknik

Menang teknik disebabkan oleh karena:
  1. Permintaan dari pesilat sendiri;
  2. Keputusan dokter pertandingan (kasus cedera atau unfit).
  3. Permintaan dari pelatih/pembantu silat.
Permintaan tidak dapat melanjutkan pertandingan dari pesilat menjadi dasar dari keputusan menang teknik, walaupun pelatih menghendaki pesilat melanjutkan pertandingan. Begitu pula permintaan pelatih, walaupun pesilatnya masih mau bertanding, harus diputuskan oleh wasit sebagai unsur yang mutak. Keputusan dokter pertandingan untuk unfitnya seorang pesilat (antara lain karena kasus cedera) harus segera diberikan, tidak berlarut-larut. Wasit dalam menentukan keputusan menang teknik setelah unsurnya terpenuhi harus dilakukan dengan tegas dan tanpa keragu-raguan.

3. Menang Mutlak

Menang mutlak disebabkan karena serangan masuk yang sah pada sasaran yang ditentukan, lawan tidak dapat bangun atau dalam keadaan manar, dalam hitungan ke-10 (10 detik). Pertama-tama adalah pengamatan pada serangan yang masuk sah atau tidak sah. Jika sah maka wasit melakukan penghitungan menurut rata cara yang telah ditentukan.

4. Menang Diskualifikasi

Menang diskualifikasi ini disebabkan oleh 3 (tiga) unsur yaitu:
  1. Karena pesilat mendapat peringatan yang ketiga setelah mendapat peringatan 2 (dua).
  2. Karena pelanggaran pertama, lawan cedera tidak dapat melanjutkan pertandingan atas keputusan dokter pertandingan.
  3. Karena pesilat melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai sportivitas dan melanggar norma-norma olahraga.
Dalam kasus B diatas, dimana pesilat melakukan pelanggaran yang menyebabkan lawan cedera, pelanggaran tersebut harus diberikan hukuman, tidak usah menunggu hasil pemeriksaan dokter. Jika ternyata dokter, menyatakan bahwa pesilat yang dilanggar tersebut unfit (tidak dapat melanjtukan pertandingan) maka segera dilakukan peningkatan hukuman menjadi diskulifikasi.

5. Menang Tidak Seimbang

WMP atau wasit menghentikan pertandingan. Wasit mempunyai wewenang untuk memutuskan pertandingan yang tidak seimbang. Dalam hal ini perlu diamati apakah benari-benar tidak seimbang (kalah jauh teknik atau staminanya) ataukah merupakan taktik pesilat dalam babak pendahuluan.

6. Menang Undur Diri

Disebabkan lawan tidak muncul di gelanggang, setelah panggilan yang ketiga.

Enam keputusan ini harus benar-benar dipahami oleh wasit dan menjadi pegangan dalam memimpin pertandingan.

Itulah tadi informasi mengenai peraturan pertandingan pencak silat, mudah-mudahan bisa memberikan tambahan pengetahuan bagi teman-teman yang membutuhkan. Mohon maaf jika ada kekeliruan dan terima kasih.

Peraturan Pertandingan Pencak Silat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment