Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Perwasitan Tenis Meja Bagian I (Tugas dan Fungsi Wasit)

Wasit dalam sebuah pertandingan memang tidak bisa dipisahkan, wasitlah yang menjadi pengambil keputusan saat terjadi insiden ditengah lapangan, namun kita juga harus tahu hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh wasit, olehnya itu pada pembahasan kali ini akan dijelaskan mengenai perwasitan dalam tenis meja, mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi teman-temanku sekalian.

Wasit Tenis Meja

A. Tanggung Jawab Seorang Wasit

Dalam suatu pertandingan tenis meja seorang wasit mempunyai tanggung jawab rangkap sebagai berikut:
  1. Wasit bertanggung jawab terhadap pemain atas terselenggaranya suatu pertandingan secara jujur, sesuai dengan peraturan dan ketentuan-ketentuan tenis meja.
  2. Wasit bertanggung jawab terhadap penonton atas jalannya pertandingan, yang harus dapat diikuti dari dekat dengan semudah dan sepuas mungkin.
  3. Wasit bertanggung jawab terhadap olahraga tenis meja itu sendiri, untuk memimpin pertandingan dengan baik yang tercermin dari totalitas kelancara game demi game. Untuk memenuhi tanggung jawab wasit harus menguasai dan mampu menerapkan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang tepat. 

B. Penampilan Seorang Wasit

  1. Wasit yang merupakan bagian integral dari suatu pertandingan sebaiknya berpakaian rapi, bertindak hati-hati dan tenang dalam memimpin suatu pertandingan yang banyak dilihat penonton. Hal ini untuk menjaga mutu dari pertandingan itu dan menjaga wibawa dari seorang wasit itu sendiri. Ketenangan dan wibawa seorang wasit dalam memimpin suatu pertandingan merupakan suatu yang esensial untuk meningkatkan kariernya sebagai seorang wasit yang baik.
  2. Posisi yang baik untuk seorang pelatih adalah antara 2-3 meter dari sebelah samping dan sejajar dengan jaring. Apabila tidak disediakan kursi wasit yang tinggi, wasit harus berdiri dalam memimpin permainan ganda yang bertujuan untuk meyakinkan pandangan yang tepat pada garis tengah.

c. Keputusan dan Interpretasi

  1. Walaupun seorang hakim garis dan seorang penghitung pukulan telah ditentukan, wasit sebenarnya merupakan hakim tunggal, segala keputusannya selama memimpin suatu pertandingan adalah final. Oleh karena itu, wasit jangan sampai karena kelemahannya atau karena bimbang gagal memberikan keputusan yang benar. Wasit jangan sampai memaksakan dirinya untuk mempertahankan suatu keputusan yag salah atau bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Kesalahan tersebut akan menghancurkan kepercayaan para pemain terhadap dirinya dan akan menghacnurkan harapan penonotn untuk melihat pertandingan yang baik dan lancar.
  2. Apabila kedua pemain menyadari telah terjadi kekhilafan dalam hal nilai, tetapi wasit tidak yakin bahwa kekhilafan itu terjadi, tidak ada salahnya jika wasit menerima dan mengoreksi kekhilafan yang diajukan oleh kedua pemain tadi, begitu juga apabila wasit telah memutuskan bahwa pengembalian bola itu "good", tetapi tiba-tiba timbul keragu-raguan dalam keputusan itu, tidak ada salahnya wasit merubah keputusan itu menjadi "not good" asal kesalahan itu jelas terlihat dan disadari oleh pemain yang melakukannya.
  3. Dalam keadaan bagaimanapun tidak dbenarkan suatu keputusan ditinjau kembali apabila hal itu dilakukan atas permintaan seorang pemain demi keuntungannya, kecuali apabila permintaan itu mendapat dkah dimulai. Apabila terjadi keragu-raguan, sebaiknya wasit meminta kepada hakim garis penghitung pukulan, apabila kalau untuk memutuskan kejadian-kejadian yang ada hubungannya dengan tugas kedua official tadi.
  4. Sebagai prinsip umum, wasit tidak mempunyai hak untuk mengadakan interpretasi atas ketentuan-ketentuan atau peraturan-peraturan yang berlaku, tetapi wasit mempunyai wewenang untuk menghukum atau tidak menghukum bila menurut pendapatnya tidak ada pemain yang dirugikan atas keputusannya tersebut. Memang ada kejadian dimana pelanggaran-pelanggaran itu tidak berarti, kejadiannya tidak disengaja atau tidak disadari. Dalam hal ini, pelanggaran yang pertama diberi peringatan dan pada pelanggaran-pelanggaran berikutnya baru diberi hukuman. Misalnya, seorang pemain yang membuka bola pada waktu melakukan servis berbuat sesuatu yang menyebabkan bola tidak dapat dilihat dengan jelas oleh wasit, apabila hal ini menimbulkan keragu-raguan, wasit dapat menyatakan "let" dan pemain diberi peringatan supaya pemain melakukan servis yang sempurna sehingga dapat dilihat oleh wasit. Apabila pelanggaran ini terulang kembali, wasit dapat menyatakan "fault" dan memberikan satu nilai untuk penerima bola. Apabila penerapan suatu peraturan mendatangkan kesukaran bagi seorang pemain, wasit wajib menjelaskan kegunaan dari peraturan tersebut sebelum pertandingan dimulai  sebelum pertandingan dimulai sehingga tidak perlu memberikan penjelasan-penjelasan lagi selama pertandingan berlangsung.
  5. Arah bola yang dipukul oleh seorang pemain dan arah pantulan bola setelah menyentuh bidang permainan akan membantu wasit dalam hal memutuskan bola yang menyentuh bidang permainan yang sah atau tidak sah. Apabila yang menyentuh pada sudut-sudut atas dan pinggiran-pinggiran atas permukaan meja akan menyebabkan pantulan yang jelas terlihat. Apabila bola diberikan spin yang keras, ini akan menyebabkan dua kemungkinan, kalau bola menyentuh sudut-sudut atas dan pinggiran atas permukaan meja maka pantulan bola akan mengarah ke atas, sedang apabila bola menyentuh bagian bawah sudut-sudut atas dan pinggiran-pinggiran atas permukaan meja maka pantulan bola akan mengarah ke bawah.
  6. Penonton yang bergerak-gerak, pemain lain yang bukan partner atau lawannya yang bergerak-gerak, objek-objek tertentu yang berada dekat pemain yang bergerak-gerak atau sesuatu bunyi dan tepuk tangan yang mendadak dapat dianggap dapat dianggap suatu kecelakaan yang terjadi di luar kekuasaan pemain, dalam hal ini wasit dapat memberikan suatu "let" pada rally yang sedang berlangsung. Penonton yang tidak bergerak-gerak, lampu penerangan, letak meja yang berada di dekat pemain, bunyi-bunyian yang tetap terdengar singkatnya gangguan-gangguan yang tidak berubah atau tidak bergerak-gerak tidak dapat dianggap suatu kecelakaan yang di luar kekuasaan pemain dan pengaduan dari pemain untuk meminta suatu"let" pada rally yang sedang berlangsung tidak dapat diterima. Apabila bola datang dari bidang permainan yang lain ke ruang permainan yang sedang berlangsung di mana seorang pemain akan memperoleh suatu angka, wasit dapat meneruskan pertandingan tersebut sampai tercapainya satu angka jika wasit beranggapan bola tersebut tidak mungkin dapat dikembalikan oleh lawannya.
  7. Apabila bola pecah pada waktu sedang dalam permainan dan memperngaruhi pengembalian bola seorang pemain maka pada rally yang bersangkutan dapat dilakukan suatu "let". Wasit harus menghentikan permainan kemudian memberikan suatu"let" yang dilakukan oleh pemain yang pada waktu let itu belum diberikan pemain tersebut merupakan pembukan bola (server).
  8. Untuk pelanggaran-pelanggaran pada ketentuan-ketentuan atau peraturan-peraturan yang tidak mengganggu jalannya suatu rally , misalnya sentuhan yang tidak jelas tangan bebas seorang pemain dalamusahanya untuk mengembalikan bola, atau pelanggaran-pelanggaran yang meragukan, dalam hal ini wasit dapat memberikan keuntungan pada pelanggar.

D. Urutan Permainan

  1. Hak memilih tempat atau membuka bola pertama harus ditentukan dengan undian atau toss. Toss dapat menggunakan uang logam, tetapi uang loga ini jangan sekali-kali dilemparkan di atas permukaan meja karena akan merusak bidang permainan.
  2. Pada waktu membuka pertandingan wasit harus mencatat nama pemain yang menjadi pembuka bola pertama pada game yang pertama itu, sedang pada permainan ganda wasit harus mencatat nama pemain yang menjadi pembuka bola pertama dan pemain yang menjadi penerima dari pembuka bola pertama tersebut. Apabila urutan pembuka dan penerima bola pertama pada game yang pertama telah ditentukan maka pembuka dan penerima bola pada game -game selanjutnya dapat ditentukan pula meskipun pada tiap-tiap game pmbuka bola pertama bisa berubah-ubah. Pada pertandingan ganda wasit harus mencatat nama pemain yang menjadi pembuka bola pertama pada tiap-tiap game.

Perwasitan Tenis Meja Bagian I (Tugas dan Fungsi Wasit) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment