Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Pengertian Cacingan, Jenis, Gejala dan Cara Mencegahnya

Salah satu penyakit yang banyak menyerang anak-anak Indonesia adalah penyakit cacingan, penyakit datang akibat kurang terjaganya kebersihan dan gaya hidup yang tidak bersih. Cacingan juga bisa menyerang orang dewasa loh. Nah, seperti apa sih pengertian cacingan itu? Serta bagaimana agar kita agar terhindar dari penyakit tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka teman-teman sudah datang ke blog yang tepat. Heheh. 

Pengertian Cacingan

Cacingan adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh. Parasit adalah makhluk kecil yang menyerang tubuh inangnya dengan cara menempelkan diri (baik diluar tubuh maupun didalam) dan mengambil nutrisi dari tubuh inangnya. Cacingan pada orang dewasa biasanya disebabkan oleh cacing tambang, sedangkan cacingan pada anak-anak lebih banyak disebabkan oleh cacing yang disebut dengan cacing gelang dan cacing cambuk. Penderita cacingan akan mengalami kurang gizi, anemia, mengeluhkan saluran pencernaan, mengalami penurunan daya tahan tubuh, penurunan kemampuan belajar serta penurunan produktifitas kerja.

Jenis Cacing

Ada beberapa jenis cacing yang biasa mengebabkan penyakit cacingan, jenis-jenis cacing tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

Cacing Tambang

Cacing tambang ini tinggal di usus halus. Cacing betina akan bertelur dan telurnya dikeluarkan melalui feses. Di tanah, telur akan menetas dalam 2 hari dan dalam 3-5 hari menjadi larva yang bersifat infektif (menyebabkan infeksi). Larva ini biasa masuk ke badan melalui kulit yang utuh terutama di sela jari kaki, saat orang buang air besar di tempat terbuka tanpa alas kaki, atau bisa juga melalui tangan saat bekerja disawah maupun ladang. Melalui aliran darah, larva bisa ke jantung, paru-paru, melalui tenggorokan ke usus halus dan jadi dewasa. Satu cacing dapat memakan darah inangnya sekitar 0,03 cc setiap harinya.

Cacing Kremi

Cacing kremi atau yang biasa disebut juga dengan cacing kerawit merupakan salah satu cacing yang sering menginfeksi anak-anak. Cacing ini memiliki ukuran yang sangat kecil dan berwarna pucat, cacing ini biasa menginfeksi organ tubuh bagian usus. Infeksi terjadi melalui telur cacing yang terambil oleh jari anak-anak ketika bermain. Telur cacing tersebut dapat bertahan di kulit anak-anak selama berjam-jam dan dapat bertahan hidup selama 3 minggu pada pakaian, mainan, juga tempat tidur. Apabila jari yang ada telur cacing tersebut masuk ke dalam mulut, maka telur cacing akan ikut masuk ke dalam tubuh.

Cacing gelang

Cacing gelang merupakan cacing yang berukuran besar, dapat menginfeksi manusia atau binatang (kucing/anjing). Adapun bentuk dari cacing gelang ini sangat mirip dengan cacing yang biasa kita lihat di tanah dan hidup dalam usus halus, dan terkadang juga ditemukan di bagian usus lainnya.
Telur cacing keluar bersama fese penderita. Telur yang jatuh di tanah akan tumbuh dan berkembang, jadi infektif dalam 3 minggu. Apabila telur berlarva ini termakan manusia, maka telur akan pecah di usus. Larva melalui pembuluh darah balik (vena) jantung, lalu masuk paru-paru, larva menuju tenggorokan, lalu ke lambung dan usus halus. Di usus halus, larva mengalami pergantian kulit dan menjadi dewasa. Cacing betina mulai bertelur 2 bulan sejak infeksi, sekitar 20.000 butir perharinya, ngeri sekali bukan?

Kelainan timbul ketika cacing dewasa turut memakan sari makanan sehingga akan menimbulkan kekurangan gizi dan pertumbuhan orang yang terkena cacing ini. Dalam jangka panjang, bisa terjadi gangguan pada anak dalam menyerap pelajaran di sekolah bagi anak didik. Bahkan, dapat menimbulkan ileus, yakni suatu keadaan yang mana pergerakan kontraksi normal dinding usus untuk sementara waktu berhenti. Cacing gelang dewasa juga dapat menuju lambung, mulut, hidung dan juga hati.

Cacing pita

Cacing pita dapat ditemukan pada hewan seperti pada babi atau sapi. Bentuknya pipih panjang mirip dengan pita sehingga disebut dengan cacing pita. Cacing ini dapat ditemukan pada daging yang tidak dimasak dengan baik. Cacing pita menutupi organ lain, seperti otot, kulit, jantung, mata, dan otak. Infeksi dapat terjadi ketika mengonsumsi makanan atau daging yang terdapat telur atau larva cacing pita melalui makanan, air, atau tanah yang terkontaminasi dengan feses (kotoran/feses) yang mengandung telur atau larva cacing tersebut.

Cacing Cambuk

Cacing cambuk tinggal di usus besar manusia terutama di caecum (bagian awal dari usus besar), kadang juga di usus buntu. Betina bertelur 3.000-10.000 butir perharinya. Telur cacing keluar bersama feses, dan di tanah akan berlarva dalam 3-4 minggu. Apabila telur ini termakan, dinding dinding telur akan pecah di usus halus dan larva keluar menuju usus besar dan menjadi dewasa. Cacing dewasa membenamkan kepala di dinding usus besar untuk mengambil makanan. Dari saat telur masuk sampai dewasa (mampu bertelur), pada waktu sekitar satu bulan. Cacing dewasa dapat bertahan hidup dalam usus besar manusia sampai beberapa tahun. Penyebarannya sama seperti cacing gelang.

Gejala Cacingan

Gejala-gejala dari cacingan itu berbeda-beda, tergantung pada jenis cacing yang menyerang. Adapun gejala-gejala yang bisa ditemui pada orang yang mengidap cacingan adalah:
  1. Adanya cacing tambang infeksi berat, gejalanya berlangsung lama dalam bentuk anemia kekurangan zat besi. Gejala ini sering terjadi pada orang dewasa yang bekerja di sawah atau ladang.
  2. Adanya serang cacing kremi menimbulkan gejala seperti rasa gatal di sekitar daerah anus atau vulva (daerah kemaluan wanita). Gejala ini akan memburuk pada malam hari karena biasanya cacing kremi keluar dari permukaan tubuh dan menaruh telurnya disekitar anus atau vulva. Cacing ini juga biasanya dapat terlihat pada fese, jadi tidak ada salahnya untuk memeriksa feses anda untuk memastikan ada atau tidaknya cacing ini. Anak-anak yang terkena cacing ini akan menjadi susah tidur pada malam hari, menjadi tidak bernafsu makan dan kurus.
  3. Adanya serangan cacing gelang tidak menimbulkan gejala. Untuk jenis Toxara canis dapat menyebabkan masalah penglihatan apabila terdapat di mata karena menimbulkan radang dan luka pada retina mata. Cacing gelang ini juga dapat berpindah ke bagian paru-paru menyebabkan timbulnya batuk dan asma serta menimbulkan bengkak di organ tubuh lain.
  4. Adanya cacing pita dapat menimbulkan rasa sakit di daerah perut. Cacing pita dapat menutupi daerah otot, kulit, jantung, mata, dan otak.
  5. Adanya cacing cambuk dapat menimbulkan gejala proses traumatik. Cacing yang hidup di usus buntu dapat menimbulkan gejala usus buntu akut. Pada infeksi berat, penderita akan mengeluh sakit perut, diare dengan mukus, kotoran yang sedikit berwarna merah karena berisi darah dan penurunan berta badan.
Selain yang telah disebutkan tadi, gejala lain yang mungkin timbul adalah rasa mual, lemas, hilangnya nafsu makan , rasa sakit di bagian perut, diare, dan berat badan turun karena penyerapan nutrisi yang tidak cukup dari makanan. Apabila infeksi berlanjt dan cacing sudah berpindah tempat dari usus ke organ lain, maka kerusakan organ dan jaringan yang terkena dapat menimbulkan gejala seperti demam, adanya benjolan pada organ atau jaringan terkait, timbul reaksi alergi terhadap larva cacing dan infeksi bakteri. Ketika penderita mengalami kejang atau gangguan saraf, berarti cacing telah berada pada organ otak.

Penularan dari penyakit cacingan dapat melalui hal-hal berikut ini:
  1. Makanan kotor yang tercemar oleh larva cacing
  2. Menyebar melalui lantai atau tanah yang tercemar, terutam oleh kotoran manusia, yang mana orang sering tidak memakai alas kaki sehingga cacing masuk melalui pori-pori kulit untuk seterusnya ke pembuluh darah vena menuju paru-paru.

Mencegah Cacingan

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah kunci untuk mencegah timbulnya cacingan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah cacingan adalah:
  1. Selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setiap habis dari wc.
  2. Selalu menjaga jari kuku agar selalu bersih dan terawat.
  3. Menghindari dan menghilangkan kebiasaan menggigit kuku atau menggaruk bagian anus (terutama untuk infeksi cacing kremi).
  4. Selalu mandi di pagi hari (terlebih apabila mengalami infeksi cacing kremi).
  5. Membiasakan diri untuk membuka jendela kamar sepanjang hari karena telur cacing sensitif terhadap sinar matahari (terutama untuk cacing kremi).
  6. Selalu menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi (terutama sayuran dan buah segar yang terkadang ditempeli tanah).
  7. Membiasakan diri untuk mengonsumsi daging yang telah dimasak dengans empurna dan benar-benar matang.
  8. Terakhir minum obat cacing setiap 3-6 bulan sekali secara teratur sesuai dengan anjuran dari dokter.
Itulah informasi mengenai Penyakit cacingan, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua sehingga kita semua dan adik-adik kita bisa terhindar dari penyakit ini. Terima kasih

Pengertian Cacingan, Jenis, Gejala dan Cara Mencegahnya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment