Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Pengertian, jenis dan Cara Mencegah Varises


Halo teman-teman, kali ini kami akan membahas mengenai salah satu penyakit, penyakit tersebut adalah varises. Seperti apakah varises itu dan bagaimana cara mencegah agar terhindari dari penyakit tersebut ? silahkan teman-teman simak uraian berikut ini.

Varises

Pengertian Varises

Varises adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh balik sehingga terlihat ada urat-urat halus menyembul di seputar betis belakang. Varises menimbulkan sirkulasi darah tidak lancar karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat tubuh. Selain di bagian kaki, belakangan diketahui bahwa ternyata varises juga bisa terjadi pada bagian lengan.

Beberapa faktor yang dapat mengakibatkan varises meliputi faktor keturunan, hormon, gaya hidup tak sehat, zat berbahaya dalam rokok, dan sikap tubuh. Pada faktor keturunan, varises yang terjadi pada usia muda akibat dari perubahan hormon dan bertambahnya berat badan. Pada faktor hormon, meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil, yang mana kaki semakin terbebani, akan membuat aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha, dapat dilihat melalui gaya hidup perkotaan yang kurang gerak sehingga otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara optimal.

Faktor zat berbahaya seperti dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaki dan terjadi penyempitan sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi. Faktor sikap tubuh seperti berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Dalam hal ini, apabila profesi anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dalam posisi statis (diam), tetapi tetap bergerak. Semisal, dengan berjalan di tempat agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung.  Adanya kelainan pembuluh darah dan kegemukan juga dapat memicu terjadinya varises. Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah menjadi tidak maksimal.

Gejala yang sering idrasakan penderita varises adalah pembengkakan di sepanjang pembuluh balik, diikuti dengan kekejangan pada otot serta perasaan lelah di tungkai belakang lutut. Lainnya,  kulit pada tungkai bagian bawah ada kemungkinan pecah dan menyebabkan borok-borok besar. Selain itu, apabila terjadi peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh balik di tungkai, akan menimbulkan rasa nyeri. Komplikasi yang lebih parah adalah bila terjadi infeksi pada dinding pembuluh varises. Infeksi ini mempermudah terbentuknya gumpalan darah yang mungkin mengalir dan tersangkut, kemudian menyumbat pembuluh darah di tempat lain. Mengangkat kaki dapat mengurangi gejala tetapi dapat mencegah varises vena.

Jenis Varises

Ada berbagai jenis varises sehingga cara mengatasinya pun berlainan.

Pertama, varises spider navy, tergolong ringan, biasanya akibat suhu yang terlalu panas atau dingin, terpapar sinar matahari terus menerus, dalam kondisi hamil, faktor keturunan, kebiasaan makanan sarat rempah dan pedas, serta pengobatan hormonal. Varises jenis ini dapat terjadi di beberapa tempat, yaitu di wajah, pangkal lengan, paha, daerah lutut, pergelangan kaki dan tumit. Terapi yang digunakan biasanya dengan memakai sinar laser sehingga pembuluh darah mengering. Ada pula terapi alat listrik dengan memasukkan zat tertentu kedalam kulit untuk mengecilkan atau mengerutkan pembuluh darah.

Kedua, varises dalam kulit terjadi pada pembuluh vena yang halus dan tipis di dalam kulit bagian kaki. Untuk mengobatinya, dokter memberi obat-obatan yang menguatkan dinding vena dan memperlancar peredaran darah atau menggunakan stocking khusus varises. Stocking ini berfungsi menekan pembuluh vena sehingga otot dan dinding vena dapat kembali bekerja secara maksimal. Stocking memang mampu mencegah, mengurangi gejala awal, dan rasa sakit penderitanya, walau hanya temporer. Meski demikian, tetap harus minum obat yang diberikan oleh dokter.

Ketiga, Varises Reticular Varicose Veins adalah varises yang lebih parah karena terjadi di pembuluh vena bawah kulit. Untuk mengobatinya, dokter akan melakukan beberapa tahapan, yaitu memberi obat yang diminum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Kemudian, memberikan suntikan zat iritasi ke dalam pembuluh darah yang rusak atau melebar. Obat tersebut akan membentuk jaringan ikat sekaligus menutup aliran darah sehingga pembuluh darah vena akan menyempit. Darah akan mencari “jalan lain” melalui pembuluh vena yang normal. Setelah disuntik, penderita harus menggunakan stocking varises dan tidak boleh menggunakan sepatu hak tinggi. Penderita wajib berolahraga sesuai dengan yang dianjurkan seperti jalan kaki, berenang, dan jogging agar otot kaki mampu berkontraksi dengan baik.

Keempat, varises kronis. Varises ini memperlihatkan pembuluh darah yang berkelok-kelok pada betis. Apabila obat suntikan tidak membuahkan hasil, maka harus dilakukan pembedahan guna memotong pembuluh vena yang rusah sehingga aliran darah kembali normal. Ada berbagai obat-obatan yang harus diminum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Stocking varises juga harus dikenakan selama beraktivitas, tidak memakai sepatu hak tinggi, dan berolahraga dengan melatih gerak otot kaki dan tungkai.

Mencegah Varises

Lalu apa saja yang dapat dilakukan agar tidak terkena varises? Cara-cara untuk menghindari varises dapat dilakukan dengan meletakkan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari pada jantung setelah beraktivitas selama 20 menit. Bagi penderita varises, usahakan tidur seperti ini sepanjang malam untuk memperlancar peredaran darah ke jantung. Oleh karena berdiri terlalu lama juga dapat menyebabkan varises, maka olahraga rutin untuk melatih otot kaki wajib dijalani, seperti jalan santai, jalan cepat joging, bersepeda, dan berenang (minimal 30 menit per hari). Jangan memijat daerah yang bervarises karena dapat menyebabkan pembuluh darah vena pecah. Lakukan pijatan secara ringan, tetapi teratur pada daerah rawan varises dengan arah menuju jantung. Lakukan dengan lembut bersama minyak esensial yang telah dilarutkan. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi serta makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombai, jahe, dan cabai merah. Juga, makana yang kaya akan vitamin B kompleks, C, E, magnesium, asam folat, kalsium, dan zinc. Ingatlah selalu untuk mengurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan dan protein hewani. Sering-seringlah duduk dengan posisi kaki berselonjor, dimana tungkai dan paha lurus dan rileks.
Itulah informasi mengenai pengertian varises dan pencegahannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Pengertian, jenis dan Cara Mencegah Varises Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment