Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Perwasitan Tenis Meja Bagian II (Tugas dan Fungsi Wasit)


Artikel ini adalah lanjutan dari artikel tentang perwasitan tenis meja sebelumnya, kami merasa perlu untuk membaginya kedalam dua artikel karena memang tidak memungkinkan digabung karena terlalu panjang. Nah untuk perwasitan tenis meja bagian I bisa teman-teman cari pada postingan-postingan sebelumnya. 

Wasit Tenis Meja

E. Kontinuitas Permainan


  1. Wasit mempunyai kewajiban untuk menjamin pertandingan berjalan secara terus menerus (tidak terputus-putus), kecuali diberikan penanggulangan resmi seperti istirahat lima menit yang dapat diberikan setelah game ketiga pada pertandingan yang menggunakan sistem The Best of Five Games. Wasit harus menolak adanya istirahat pada game selain itu, kecuali pada waktu pemutaran pada alat penghitung nilai atau hal-hal lain yang merupakan kebutuhan pertandingan. Handuk dan minuman pemain sedapat mungkin diletakkan dekat wasit, sedangkan official yang ditunjuk untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada pemain agar duduknya dekat pemain di belakang wasit, tidak dibenarkan memberikan petunjuk atau mengambil minuman pada waktu pemain bertukar tempat. Apabila seorang pemain atau pasangannya sudah siap dibelakang meja maka wasit harus memanggil pemain/pasangan lawannya mengambil tempat di belakang, meja yang berlawanan untuk memulai pertandingan.
  2. Apabila waktu pertandingan sedang berjalan, seorang pemain tidak mampu meneruskan pertandingan disebabkan cedera, sakit atau bertubrukan dengan perlengkapan pertandingan, wasit harus segera melaporkan kejadian tersebut kepada referee. Referee akan menentukan perlunya diberikan penangguhan sementara.

F. Perlengkapan/Peralatan


  1. Wasit harus mempunyai keyakinan bahwa meja, jaring, tiang jaring dan raket/bet memenuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku, bola yang digunakan adalah bola yang disahkan oleh federasi tenis meja internasional. Apabila panitia telah menetapkan bola merek tertentu yang akan digunakan untuk pertandingan, wasit harus memeriksa bahwa bola yang akan digunakan tersebut sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh panitia. Apabila ruang permainan ternyata sempit, wasit harus memeriksa apakah ruang permainan tidak terlalu jauh berbeda dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku. Untuk pertandingan lokal dapat menggunakan ruang permainan dengan ukuran panjang 12 m, lebar 6 m dan tinggi 3 m (pertandingan internasional 14x7x4 m). Wasit harus mengukur tinggi jaring tiap kali terjadi pergeseran jaring atau meja pada waktu pertandingan berlangsung.
  2. Peraturan yang berhubungan dengan larangan pemain menggunakan pakaian yang berwarna muda/putih dapat juga diterapkan untuk melarang pemain menggunakan badges, perhiasan, jam tangan yang berwarna muda/putih atau benda-benda lain yang menyilaukan. Jika wasit sudah melihat ada yang melanggar peraturan ini, wasit harus melaporkan kejadian ini kepada referee, sebelum pertandingan dimulai. Wasit harus melaporkan juga tiap-tiap protes yang diajukan oleh seorang pemain atau seorang kapten regu dalam pertandingan beregu

G. Pencatatan Angka/Nilai


  1. Pengucapan angka/nilai yang jelas, tepat dan teliti merupakan tugas yang penting bagi seorang wasit.
  2. Wasit harus berusaha menyerukan angka/nilai tiap-tiap pemain dengan keras dan jelas sehingga dapat didengar oleh pemain/penonton dan tidak terpengaruh oleh pertandingan yang sedang berlangsung di dekatnya. Apabila memungkinkan dapat menggunakan pengeras suara yang volumenya disesuaikan dengan kondisi tempat pertandingan. Penggunaan pengeras suara yang jelas dan nyaring akan lebih bermanfaat dari pada suara yang diteriakkan.
  3. Wasit harus berusaha menjaga agar di dalam menyerukan angka atau nilai tidak memberikan kesan seakan-akan memihak kepada seorang pemain. Dalam hal ini bukan berarti wasit dalam menyerukan angka/nilai harus monoton, sedikit variasi dapat diberikan dengan cara memberi tekanan pada pengucapan angka/nilai yang diperoleh oleh setiap pemain. Variasi tekanan suara ini dapat meningkatkan perhatian pemain dan penonton pada pertandingan yang sedang berlangsung.
  4. Apabila akan menggunakan microphone atau amplifying equipment, dicoba dahulu sebelum pertandingan dimulai kemudian volume equipment tersebut diatur dan dicocokkan dengan keadaan yang diinginkan untuk menghindarkan gangguan-gangguan yang tidak diharapkan pada saat berlangsungnya pertandingan.
  5. Penggunaan alat penghitung dianjurkan menggunakan alat yang dapat dilihat jelas baik oleh pemain maupun oleh seluruh penonton dari setiap sudut tempat pertandingan, lebih-lebih apabila diantara penonton ada yang tidak mengerti bahasa yang digunakan oleh wasit.

H. Penentuan Waktu Untuk Pernyataan Score


  1. Wasit bertanggung jawab untuk menjelaskan score yang diperoleh oleh setiap pemain sesegera mungkin setelah berakhirnya suatu rally. Apabila tidak menggunakan alat pencatat angka/nilai, wasit harus menjelaskan/mengucapkan score-score tersebut pada saat yang tepat, untuk itu wasit harus memperhatikan suara gemuruh tepuk tangan penonton atau waktu yang diperlukan oleh seorang pemain untuk mengambil bola yang jatuh jauh dari meja karena hal ini akan mengakibatkan kurang jelasnya suara wasit atau tidak mendengarnya salah seorang pemain kedudukan score yang diucapkan oleh wasit pad pertandingan yang sedang berlangsung.
  2. Apabila seorang pemain melakukan service sebelum atau pada saat wasit menyerukan keadaan suatu score maka wasit harus memberikan “let” untuk kejadian tersebut karena penerima bola (reciever) belum siap menerima bola dan kepada server diberikan penjelasan mengapa service tersebut harus diulangi.
  3. Wasit harus menghindarkan service yang dilakukan pada saat penonton sedang bertepuk tangan dan melanjutkan pertandingan tersebut setelah penonton selesai bertepuk tangan. Apabila tepuk tangan penonton terulang pada saat rally sedang berjalan maka wasit harus menghentikan pertandingan dan meminta kepada penonton supaya tenang, selanjutnya wasit harus menjelaskan score setaip pemain dengan suara yang lebih nyaring dari semula. Permintaan tenang kepada penonton dapat diulang beberapa kali dengan terlebih dahulu mengehentikan rally apabila tepuk tangan tersebut masih menganggu permainan.

I. Cara Menyatakan Angka/Nilai


  1. Wasit harus menyatakan angka-angka yang diperoleh oleh kedua pemain dengan lengkap, misalnya 4-4 disebut empat-empat tidak boleh disebut dengan empat sama, apabila terjadi 20-20, dalam tenis meja tidak menggunakan term ducce seperti dalam lawn tenis (tenis lapangan) tetapi dinyatakan dua puluh-dua puluh. Demikian seterusnya, misalnya dua puluh-dua puluh, dua puluh satu-dua puluh satu, dua puluh dua-dua puluh dua, dua puluh lima-dua puluh lima sampai berakhirnya suatu game.
  2. Apabila salah seorang pemain telah mencapai nilai 10 atau 5 dalam game penentuan (penentuan baru), wasit harus menyambung pernyataan nilai tadi dengan tambahan kata “pindah tempat”, silahkan, begitu rally tersebut berakhir.
  3. Wasit tidak mempunyai hak untuk memberikan tambahan kata-kata di dalam menyatakan suatu score, misalnya lampu hijau, lampu kuning, lampu merah. Menyatakan keadaan score cukup dengan menyebutkan angka/nilai saja. Apabila dalam menyatakan suatu angka memerlukan penjelasan-penjelasan karena alasan tertentu, wasit segera setelah menyatakan angka menyambung dengan penjelasan-penjelasan yang diperlukan tersebut, misalnya bola yang salah “Fault”, jaring tersentuh pemain, pakaian atau raket “Touched Net”, bidang permainan bergerak “Moved Table”, tangan bebas ke meja “Hand on Tabel”, bola kena pemain melewati meja “Over Table”, bola di-volley “Volley”, bola memantul 2 x di bidang yang sama “Not UP” atau “Double Bounce”, bola dipukul oleh pemain yang salah dalam ganda “Wrong Player”. Apabila ada seorang pemain yang menanyakan mengenai penjelasan tersebut wasit harus dapat menerangkan bentuk pelanggarannya.
  4. Setelah menyatakan “let”, wasit harus mengulangi keadaan angka dari kedua pemain. Hal ini untuk meyakinkan pemain bahwa belum tercatat angka yang baru dan untuk memberi penjelasan kepada penonton.

J. Pengumuman-Pengumuman


  1. Di dalam suatu pertandingan perorangan, nama peserta, macam pertandingan, jumlah babak yang akan diikuti peserta, dan sistem pertandingan yang akan digunakan harus diumumkan baik kepada pserta maupun kepada penonton, bertujuan untuk memberi penjelasan dan kemudahan kepada peserta dan penonton. Untuk membantu penonton mengenal peserta, sebelum pertandingan dimulai nama pembuka bola disebut terlebih dahulu sebelum diteruskan dengan “nol-nol” atau “zero-zero”. Hasil game harus diumumkan pada waktu berakhirnya game, demikian juga hasil pada waktu pertandingan berakhir.
  2. Dalam pertandingan beregu, nama regu dan nama-nama pemain dari regu tersebut harus diumumkan. Apabila tidak ada rencana lain yang akan dibuat, wasit harus mengumumkan peraturan pertandingan, sebelum pertandingan itu dimulai dan mengumkan regu menjadi pemenang setlah pertandingan berakhir.

K. Sikap atau Tingkah Laku Pemain


  1. Sikap yang kurang sopan dan tidak jujur dari seorang pemain yang ditandai dengan bermacam-macam bentuk kelakukan yang tidak wajar dan di luar kebiasaan yang berlaku dalam permainan. Sikap-sikap yang menyimpang tersebut dapat diawasi wasit dengan dengan menggunakan peraturan yang khusus mengatur masalah tingkah laku pemain. Wasit harus dapat mengambil keputusan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan harus dapat menengahi dengan saksama apabila ada usaha-usaha yang dapat menimbulkan kericuhan. Tindakan kekerasan dari wasit tidak perlu, wasit lebih baik memberikan pengertian kepada pemain yang kurang sopan tersebut dan melarang tingkah laku demikian demi menjaga keamanan dan ketertiban dalam permainan.
  2. Sikap kurang sopan dan tidak jujur dari seorang pemain misalnya; pemain dengan sengaja mendekati official untuk meminta petunuk, sering menghapus keringat dengan gerakan-gerakan menjengkelkan lawan, berbicara dengan kawan-kawannya pada saat permainan sedang berjalan, sering membetulkan tali sepatu untuk istirahat, memaki-maki wasit dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh wasit, mengulur-ulur waktu dan tindakan-tindakan lain yang dapat mengganggu konsentrasi lawan.
  3. Tindakan wasit yang pertama adalah memberikan peringatan kepada pemain yang bersangkutan, dan memintanya untuk tidak meneruskan sikap yang menyinggung perasaan pemain lawannya maupun wasit. Apabila hal-hal tersebut terulang kembali maka wasit harus melaporkan hal-hal tersebut kepada referee.
  4. Apabila sikap seorang pemain sudah keterlaluan sampai merusak reputasi olahraga tenis meja maka wasit berhak memutuskan penangguhan permainan, dengan membuat laporan yang tepas, lengkap dan teliti dengan menyebutkan fakta dan pendapatnya.

Nah itulah tadi informasi mengenai perwasitan tenis meja, semoga bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf atas segala kekurangan. Terima Kasih.

Perwasitan Tenis Meja Bagian II (Tugas dan Fungsi Wasit) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment