Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Beberapa Gangguan Emosi pada Anak

Kesehatan pada anak seringkali diabaikan oleh orang tua, utamanya yang berhubungan dengan emosi anak. Nah pada pembahasan kali ini kami akan mengupas sedikit informasi mengenai gangguan kesehatan pada anak, semoga bisa bermnaftaa bagi teman-teman.

Anak-anak

1. Makanan Kurang atau Kelebihan

Setiap negara mempunyai kebudayaan masing-masing termasuk kebudayaan makan dengan ciri makanannya. Contohnya orang Amerika memiliki roti yang dimakan dengan daging cincang dibentuk bulat pipih, yaitu hamburger. Orang Jepang suka makan bahan makanan mentah dari laut, seperti ikan dan cumi besar. Sedangkan orang Indonesia dikenal dengans soto, rendang maupun gudeg. Umumnya, setiap bangsa memiliki ciri khas sendiri yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan, dan kebutuhan akan makanan ini terpenuhi oleh menu makanan yang biasa dimakan.

Seringkali, kesehatan yang baik tidak terjadi karena ada perubahan yang berupa kekurangan zat makanan tertentu atau berlebihan. Kekurangan zat makanan disebut difisiensi dan mengakibatkan tidak sehat bahkan sakit. Kelebihan zat makanan juga dapat menyebabkan berbagai penyakit. Kekuarangan zat makanan umumnya mencakup protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Sedangkan kelebihan zat makanan umumnya berkaitan dengan konsumsi lemak, protein, dan gula.

Kelebihan makanan dapat berakibat timbulnya berbagai penyakit, seperti penyakit pembuluh darah yang mengakibatkan penyakit jantung, kelumpuhan, kegemukan. Umumnya menu yang berkaitan dengan kelebihan zat gizi adalah menu yang tinggi lemak, gula, protein, serta kurang serat.

2. Gangguan Psikis

Kesehatan juga mencakup kesehatan psikis yang dapat diamati dari adanya berbagai gangguan temporer maupun rutin. Pengertian temporer adalah muncul sewaktu-waktu tanpa diduga sebelumnya. Contohnya, pada malam hari anak bermimpi menyeramkan, pada pagi hari anak bangun dan merasa ketakutan. Gangguan yang bersifat rutin adalah setiap akan disuntih anak akan merasa takut sekali, menangis, dan meronta-ronta. Anak yang pernah disuntik dan terasa sakit akibatnya secara psikologis sudah sakit sebelum disuntik.

Beberapa gangguan psikis pada anak adalah gangguan emosi, belajar, sosial, psikiatri, dan khusus.

a. Gangguan Emosi

gangguan ini menganggu tingkah laku anak. Ada sedikit masalah, anak bertingkah laku yang tidak dapat diterima akal sehat. Orangtua dan lingkungan perlu menangani anak secara hati-hati, sabar, rasional, dan tegas. Wujud perilaku anak adalah merusak barang, menganggu adik, berguling-guling di lantai, gagap dan mengompol.

b. Gangguan Belajar

keberhasilan belajar ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain faktor bakat, lingkungan, motivasi, peralatan sekolah atau belajar, serta kondisi anak dan gizi. Berikut dijelaskan masing-masing faktor tersebut.
Bakat adalah potensi anak yang dibawa sejak lahir. Setiap anak mempunyai bakat masing-masing yang berbeda satu sama lain dan berasal dari keturunan orang tua.

  1. Lingkungan adalah pengaruh yang berasal dari luar anak, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Lingkungan keluarga sangat menentukan keberhasilan belajar anak.
  2. Motivasi adalah dorongan untuk belajar. Besar tidaknya dorongan untuk belajar amat berperan pada kemauan anak untuk berhasil karena menimbulkan motivasi dalam diri anak.
  3. Jika peralatan sekolah/belajar anak lengkap maka dapat memperlancar proses belajar anak sehingga mengurangi masalah-masalah anak dalam belajar.
  4. Kondisi anak, yaitu kesehatan. Jika tubuhnya sehat maka anak bersemangat dan tenang dalam belajar.
  5. Untuk mencapai kondisi ini, anak perlu cukup gizi, memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan serta melakukan kegiatan yang baik bagi tubuhnya, seperti berolahraga.
  6. Gangguan belajar dapat berupa:
  7. Tidak dapat mengikuti pendidikan yang biasa
  8. Prestasi belajar tiba-tiba menurun.
  9. Kurang penyesuaian antara kemampuan dengan sekolah, dan
  10. Gangguan khusus yang berhubungan dengan prestasi.

3. Gangguan Sosial

Gangguan sosial terjadi karena tidak adanya keseimbangan diri dengan lingkungan di sekitarnya. Anak tidak menyadari bahwa keberadaan diperlukan dan dinilai oleh teman atau masyarakat. Anak tidak menyadari bahwa ia merupakan bagian dari masyarakat, perilakunya diperhatikan. Awal gangguan sosial ini adalah dari pendidikan orang tua, yaitu pada saat pertama anak melakukan tindakan yang keliru, orang tua tidak menegur atau menegaskan bagaimana seharusnya. Bentuk gangguan sosial ini diantaranya mencuri, berkelahi, mengganggu, dan melawan yang tidak sepantasnya.

4. Gangguan Khusus

Gangguan ini bersifat organik dan umumnya disebabkan oleh kebiasaan. Sebenarnya jika tidak terlambat kejadian ini dapat segera diobati atau dibuat normal kembali. Contoh gangguan khusus adalah epilepsi, cerebral palsy, anoreksia, dan mengenyot jari. Kebiasaan ini mula-mula tidak disadari anak, kemudian dilakukan karena biasa, anak merasa suka dan nyaman. Pendekatan adalah dengan ditegur dan diawasi agar tidak berbuat lagi. Jika kelainan ini disebabkan syaraf maka agak sulit disembuhkan.

5. Gangguan Psikiatri yang Timbul Akibat Faktor Psikososial

1. Gangguan dalam hubungan dengan orang tua akibat putusnya hubungan karena orang tua bercerai, mempunyai adik berjarak usia dekat sehingga anak merasa kekuarangan kasih sayang, perlindungan dan pegangan. Begitu juga apabila orang tua tidak berlaku adil pada semua anak, menimbulkan iri hati. Sebaliknya, apabila terlalu banyak diberikan perlindungan, anak tidak dapat mandiri.

2. Gangguan dalam diri anak. Gangguan ini terjadi pada anak yang memiliki kekurangan atau cacat. Anak merasa diri, mempengaruhi tingkah laku, dan membuat anak merasa gelisah. Anak ini perlu ditimbulkan kepercayaan diri dan kebanggaan melalui kesadaran akan hal yang positif pada dirinya serta hal yang bersifat kerohanian. Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia yang berbeda-beda, namun semua mempunyai kelebihannya dan fungsinya.

3. Gangguan dalam interaksi sosial anak. Anak bergaul dengan keluarga dan orang lain di luar keluarganya. Anak perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan (beradaptasi) dan mengadakan interaksi dengan baik. Anak yang mengalami gangguan dalam interaksi akan merasa kesepian, sendiri, tidak tenang, menutup diri, serta sulit diajak bicara. Penanganannya adalah anak diajak bicara mengenai kecakapannya sehingga ia merasa dirinya diakui keberadaannya, anak diaktifkan berbagai kegiatan kolektif menurut international classification of deseases WHO 1968 (ilmu kesehatan anak 1985) terdapat berbagai gangguan psikiatris anak. Diantaranya yang perlu diketahui seorang guru TK itu dikaitkan dengan pendidikan anak TK adalah beberapa gangguan gejala khusus, seperti berikut ini:
  1. Kelainan bicara, yaitu gagap, bicara terlambat karena tuli herediter dan psikosis.
  2. Kelainan gerak, yaitu gerak otot tertentu yang berulang-ulang, tetapi tanpa tujuan.
  3. Gangguan tidur, yaitu anak mau aktif terus.
  4. Gangguan makan, yaitu sulit menerima makanan yang beragam.
  5. Mengisap jempol karena lelah atau tegang. 
  6. Menggigit kuku karena tegang dan gelisah, umumnya sembuh ketika berusia 12 tahun.
  7. Masturbasi karena cemas.
  8. Mengompol
  9. Kelainan proses belajar spesifik, yaitu biasanya kesulitan dalam membaca dan menulis. Gangguan yang sering terjadi adalah gangguan psikofisiologis, yaitu anak mengeluh mual, muntah, perasaan tidak enak jika mau pergi sekolah, sebab ada kecemasan atau konflik menghadapi situasi di sekolah.
Itulah informasi mengenai Gangguan kesehatan Emosi pada Anak, semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Beberapa Gangguan Emosi pada Anak Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment