Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Lari Estafet: Pengertian, Sejarah, Teknik dan Peraturan

Pernahkah anda melihat lari yang dilakukan secara bersambung? Yaitu pelari mengoper sebuah tongkat kepada temannya, itulah yang dinamakan dengan lari estafet. 

Pada pembahasan kali ini, kami akan memaparkan sedikit informasi mengenai lari estafet, mulai dari pengertian, sejarah, teknik dan peraturannya. Semoga bisa bermanfaat.

Lari Estafet

Pengertian Lari Estafet 

Lari estafet atau sambung dapat adalah satu jenis nomor lari dalam atletik yang dalam pelaksananaannya dilakukan dengan saling bergantian mengoper tongkat. Dalam satu kelompok atau regu lari estafet terdiri dari 4 orang pelari.

Nomor lari ini terbilang cukup unik, karena memiliki kekhususan tersendiri, yaitu saat pemindahan tongkat dari pelari ke pelari yang lain dengan cepat sambil berlari.

Untuk nomor yang sering diperlombakan dalam lari estafet ada dua, yaitu:

  • Nomor 4x100 meter (400 m)
  • Nomor 4x400 meter (1.600 m)

Untuk menjadi pelari estefet yang baik yang dibutuhkan tidak hanya kecepatan lari, tetapi juga diperlukan kecermatan saat memberi ataupun menerima tongkat estefet dari teman pelari yang lain.

Tongkat Estafet

Tongkat estefet yang digunakan adalah memiliki spesifikasi sebagai berikut:
Tongkat terbuat dari bahan yang ringian, seperti kayu, metal, maupun pipa yang memiliki rongga ditenganya.

  • Diameter untuk dewasa: 4 cm
  • Untuk anak-anak: 2 cm 
  • Berat tongkat adalah 50 gr.
  • Tongkat estafet memiliki warna yang terang agar mudah terlihat oleh temannya dari jauh.

Sejarah Lari Estafet

Sejarah lari estafet dimulai dan terinspirasi dari bangsa Aztek, Inka, dan suku Maya. Di dalam sejarah dikatakan bahwa ketiga bangsa ini menggunakan metode lari estafet atau bersambung ini untuk menyampaikan sebuah kabar ataupun informasi yang penting kepada sukunya masing-masing.

Informasi pada zama dahulu kala memang sesuatu yang sangat susah diperoleh karena memang komunikasi yang masih sangat terbatas. Menyampaikan berita bukanlah perkara yang mudah, belum lagi jarak antar daerah yang cukup jauh semakin menyulitkan tersebarnya berita.

Olehnya itu, muncullah ide untuk menggunakan cara menyampaikan berita secara bersambung (lari estafet) sebagai medium untuk menyampaikan berita kepada suku masing-masing.

Selain ketiga suku diatas, lari estafet juga juga pernah dilakukan oleh oleh bangsa yang maju peradabannya dahulu kala, yaitu Yunani kuno. Mereka melakukan pemindahan obor ritual secara bersambung-sambung dari satu orang ke orang yang lainnya.

Meskipun mirip dalam pelaksanaan, namun tujuan dari ketiga suku tadi dengan rakyat Yunani kala itu jelas berbeda, yang satu melakukannya dalam rangka menyampaikan sebuah informasi dan yang satu lagi dalam rangka untuk melakukan ritual-ritual keagamaan.

Berangkat dari tradisi tersebut diataslah yang menjadikan lari estafet menjadi terkenal dan sampai sekarang menjadi salah satu olahraga yang dipertandingkan di olimpiade.

Pada tahun 1992 diperlombakan pertama kali di Olimpiade Stockholm, nomor lari yang diperlombakan kali itu adalah 1x100 meter dan juga 1x400 meter.

Teknik Lari Estafet

Teknik merupakan keterampilan yang harus dikuasai jika ingin mahir dalam sesuatu, sama halnya dalam lari estafet, ada beberapa hal yang harus dikuasai terlebih dahulu, seperti:

Teknik Pemberian Tongkat


  • Untuk memberikan tongkat yang benar kepada teman regu, maka yang harus dilakukan adalah:
  • Jika pelari memberikan tongkat dengan tangan kanan, maka temannya harus menerima dengan tangan yang satunya, yaitu tangan kiri. Begitupun berlaku sebaliknya.
  • Tangan si penerima menghadap kebawah saat menerima operan tongkat dari teman.
  • Posisi tangan saat menerima tongkat adalah ibu jari terpisah dari jari-jari yang lainnya.

Teknik menerima tongkat

Ada dua cara yang digunakana saat menerima tongkat, yaitu dengan visual  dan non visual dan non visual.

  • Cara visual adalah cara menerima tongkat dengan cara melihat atau menoleh kepada teman yang memberikan tongkat, cara menerima tongkat ini digunakan dalam lari estafet nomor 4x400 m.
  • Cara non visual adalah kebalikan dari cara sebelumnya, yaitu menerima tongkat tanpa melihat teman yang memberi, teknik ini dipakai untuk nomor 1x100 meter.
Teknik Lari Estafet

Peraturan Lari Estafet


  • Pada nomor estafet nomor 4x100 meter, hal pertama yang harus diketahui saat melakukan lari estafet ini adalah tongkatnya tidak boleh terjatuh, baik saat berlari maupun saat memberikan kepada teman regu. Apabila tongkat jatuh, maka regu akan secara otomatis terdiskualifikasi.
  • Berbeda dengan nomor 4x400, apabila tongkat jatuh pada nomor ini, maka tidak di diskualifikasi, melainkan tongkatnya bisa diambil kembali. Namun sangat jarang apabila ada regu yang menjatuhkan tongkat keluar sebagai pemenang karena saat tongkat jatuh, otomatis lawannya sudah jauh meninggalkan mereka.
  • Lintasan pergantian tongkat memiliki panjang 20 m
  • Lintasannya memiliki lebar 1,20 meter.
  • Start yang digunakan adalah start jongkok untuk pelari pertama, sisanya 3 orang menggunakan start melayang.
  • Pelari yang telah memberikan tongkat tidak boleh keluar dari lintasan lari.
  • Wasit berhak memberikan peringatan kepada pelari yang melanggar, baik berupa kartu kuning maupun kartu merah.
  • Apabila seorang atlet mendapatkan diskualifikasi, maka harus dibuat surat keterangan yang menjelaskan alasan pendiskualifikasiannya.

Itulah informasi seputar lari estafet, mulai dari pengertian, sejarah, teknik dan peraturannya. Semoga bisa memberika manfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Lari Estafet: Pengertian, Sejarah, Teknik dan Peraturan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment