Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Lari Marathon: Pengertian, Sejarah, Teknik dan Peraturan

Berbicara mengenai lari memang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas manusia sejak lahir, manusia pada zaman dahulu kala, jauh sebelum kita lahir sudah mulai berlari dalam rangka berburu, mengirim pesan dan lainnya, karena memang saatu itu belum ada kendaraan sebagaimana yang kita kenal dewasa ini. Lari marathon menjadi salah satu olahraga tertua di dunia, seperti apa lari marathon itu? berikut ulasannya.

Lari Marathon

Pengertian Lari Marathon

Lari marathon merupakan lari yang menempuh jarah sejauh 42,195 km yang dapat dilakukan baik di jalan raya (beraspal) maupun di jalan lainnya. Berlari dengan jarak sejauh ini biasanya dapat diselesaikan hanya dalam jangka waktu 2 jam bagi atlet yang sudah profesional, sedangkan yang masih pemula mencapai garis finish saja sudah merupakan kebanggaan.

Sejarah Lari Marathon

lari marathon konon katanya mulai dilakukan oleh seorang kesatria Yunani bernama Pheidippides pada 450 SM. Kala itu ia diceritakan berlari sejauh 149 mil (239 KM)dari Marathonas  menuju sebuah daerah bernama Sparta untuk menyampaikan pesan bahwa pasukan Persia telah sampai di Marathonas dan sekaligus meminta bantuan tempur kepada masyarakat Sparta.
Ada yang tidak percaya dengan cerita ini, karena memang jaraknya yang berada diluar jangkauan akal manusia. Meskipun demikian namanya masuk dalam sejarah marathon dunia. 

Lari jarah jauh (marathon) sendiri sudah mulai dipertandingkan pada Olimpiade pertama yaitu pada tahun 1896. 

Sejak saat itu, marathon menjadi salah satu olahraga yang menyedot perhatian dunia. Dari olahraga ini pula, lahir beberapa nomor lari seperti 100 m, 200 m, 400 m dan lain-lain. 

Teknik Lari Maratahon

Lari yang digunakan untuk marathon adalah lari dengan kecepatan tidak maksimal, hal ini untuk menghemat tenaga agar tidak mudah kelelahan.  Saat berlari badan dicondingkan sedikit kurang lebih 10 derajat dengan ayunan tangan yang ringan dan santai.
Posisi kaki saat berlari menggunakan sisi kaki luar bagian tengah.

Teknik start marathon

Start yang digunakan dalam lari marathon adalah start berdiri. Untuk melakukan start ini maka dilakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Berdiri menghadap ke depan dengan salah satu kaki berada di depan. 
  2. Sikap lutut sedikit rendah, pandangan diarahkan ke depan ke arah tempat berlari.
  3. Pada hitungan kedua, berat badan dipindahkan ke kaki bagian depan dengan lengan yang bersiap mengayun.
  4. Hitungan ketiga kaki menolak ke tanah dan mulai berlari seperti biasa.

Teknik Bernafas

Ada beberapa teknik pernafasan yang bisa dilakukan dalam lari marathon, yaitu:

1. Bernafas dengan mulut

Bernafas dengan mulut tentu saja lebih efektif untuk mengambil lebih banyak oksigen dibandingkan dengan menggunakan hidung. Selain itu, bernafas menggunakan mulut saat berlari akan membuat otot wajah terlihat rileks dan santai. Saat berlari dan mulai mengalami kekurangan oksigen, maka mulailah sedikit menurunkan tempo berlari anda.

2. Menjaga irama pernafasan

Irama pernafasan yang baik akan menjadikan lari anda lebih konsisten. Nafas yang diambil dengan secara sembarangan akan membuat anda mengalami kelelahan yang cepat.

3. Dengarkan nafas

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, untuk mengetahu apakah irama nafas stabil atau tidak maka bisa dilakukan dengan mendengar suara nafas anda, kalau saat berlari dan nafas sudah mulai dirasa agak berat maka turunkan lagi tempo berlari anda, barulah setelah dirasa stabil kembali naikkan lagi tempo berlari anda.

4. Nafas pendek

Mengambil nafas pendek akan memudahkan anda untuk lebih mudah mengatur nafas, olehnya itu saat berlari marathon maka lakukanlah pernafasan tipe pendek inni.

Peraturan Lari Marathon

Peraturan akan dibagi menjadi dua, karena memang lari marathon biasa dilakukan di alam terbuka dan juga di jalan raya.

Alam terbuka


  1. Hal pertama yang harus diperhatikan jika lari marathon dilakukan di alam terbuka adalah, memastikan bahwa pelari tidak memiliki jalan pintas saat berlari.
  2. Menjauhkan atlet dari bahaya dengan mengambil lintasan yang terjal, terdapat binatang buas, semak-semak dan lain-lain.
  3. Memasang petunjuk jalan agar pelari tidak tersesat.
  4. Sebelum pelari dilepas, dilakukan terlebih dahulu pemberitahuan mengenai gambaran lintasan lari yang akan dilaui.

Jalan Raya

Untuk lari marathon di jalan raya, berikut aturannya:

  1. Kelas pertama akan menempuh jarak sejauh 15 km, 20 km, 21.
  2. Kelas kedua akan menempuh jarak sejauh 25 km, 30 km, dan 42, 195 km.
  3. Terakhir adalah lari marathon yang dilakukan secara beregu, yaitu pelari pertama berlari sejauh 5 km, dilanjutkan dengan pelari kedua dengan jarak 10 km, dan terakhir dengan jarak 7,195 km.

Untuk organiasi yang menaungi lari marathon adalah International Assosiation Athletic Federation (IAAF).

Nah, itulah tadi informasi seputar lari marathon, semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman yang membutuhkan, atas segala kekurangan kami ucapkan permohonan maaf. Terima kasih  

Lari Marathon: Pengertian, Sejarah, Teknik dan Peraturan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment