Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Sejarah Tenis Lapangan Lengkap


Tenis lapangan adalah olahraga yang cukup populer di Eropa. Namun untuk di Indonesia sendiri, olahraga ini masih kurang populer dan hanya biasa dimainkan oleh kalangan tertentu saja. Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai sejarah tenis lapangan ini, mudah-mudahan bisa memberikan tambahan pengetahuan bagi teman-teman. Cekidot.

Tenis Lapangan

Sejarah Tenis Lapangan

Tenis termasuk olahraga yang cukup tua keberadaannya. Bentuk permainan tenis terdapat dalam pahatan yang dibuat di dinding kuil Mesir sekitar tahun 1500 SM. Pahatan ini menggambarkan permainan yang menggunakan raket dan bola. Permainan ini kemudian menyebar ke wilayah Eropa pada abad ke-8.
Sekitar abad ke-11 ada sebuah permainan di Prancis yang menyerupai tenis lapangan dan disebut dengan jeu de paume. Permainan ini menggunakan sebuah bola yang dibalut dengan benang berbulu, sementara yang dijadikan pemukulnya adalah tangan. Pada abad ke-13, permainan ini mulai dikenalkan ke Italia dan Inggris. Sementara pada abad ke-16 hingga 18, permainan ini dimulai digandrungi kalangan raja dan bangsawan sehingga mnejadikan permainan ini bersifat elitis (hanya bisa dimainkan oleh kalangan tertentu saja yaitu pada bangsawan). Tenis lapangan rumput yang terkenal di zaman Ratu Victoria, ditiru oleh golongan menengah, yang menjadikannya sebagai permainan biasa. Sejak saat itu, perkembangan tenis lapangan terus meningkat ke negara-negara Eropa lainnya.

Nama tenis sendiri diyakini berasal dari orang Prancis yang sering mengucapkan kata “tenez” yang artinya main. Raket yang memiliki senar dibuat pertama kali pada abad ke-15 oleh Antonio da Scalo, seorang pastur berbangsa Italia. Ia menulis aturan umum bagi semua permainan yang menggunakan bola, termasuk tenis. Majalah Inggris “Sporting Magazine” menamakan permaianan ini sebagai ‘tenis lapangan’ (lawn tennis). Dalam buku “Book of Game and Sports”, yang diterbitkan tahun 1801, disebut sebagai “tenis panjang”.

Perkembangan olahraga tenis lapangan mulai pesat. Klub tenis yang didirikan pertama kali adalah Leamington. Leamington didirikan di Prancis oleh J.B. Perera, Harry Gem, Dr. Frederick Haynes, dan Dr. Arthur Tompkins pada 1872. Pada mas itu, tenis disebut sebagai  pelota atau lawn rackets. Tahun 1874, permainan tenis pertama kali dimainkan di Amerika Serikat oleh Dr. James Dwight dan F.R. sears. Turnamen tenis paling terkenal dan bergengsi, Wimbledon, diselenggarakan oleh All England Crouquet dan Lawn Tennis Club pada tahun 1877. Turnamen ini melibatkan 20 peserta dan berhasil menuai sukses.

Sarana dan Prasarana Tenis Lapangan

1. Lapangan

Arena tenis lapangan berbentuk persegi panjang. Panjang lapangan sekitar 23,78 m yang berlaku untuk semua nomor baik ganda maupun tunggal. Sementara lebarnya 8,23 m untuk permainan tunggal dan 10,97 untuk permainan ganda. Lapangan ini dibagi menjadi dua wilayah yang dipisahkan dengan sebuah jaring yang ditempatkan di tengah-tengahnya. Menurut jenis material yang digunakan, lapangan tenis dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu lapangan rumput, lapangan semen, lapangan tanah liat, dan lapangan indoor.

2. Bola

Bola yang digunakan biasanya berwarna kuning atau hijau dan terbuat dari karet yang dilapisi dengan wol dan serabut pada bagian luarnya. Adapun spesifikasi bolanya adalah:

  1. Bola beratnya 56,7-58,48 gram.
  2. Diameter bola 6,35-6,66 cm.

3. Raket

Raket yang digunakan dalam tenis berbeda dengan raket dalam olahraga badminton. Raket yang digunakan dalam olahraga ini memiliki bagian kepala yang lebih besar yang berguna untuk memukul bola yang lebih berat dari shuttle badminton. Untuk beratnya sendiri sangat bervariasi, namun yang umum digunakan adalah:

  1. Panjang 68,58 cm.
  2. Berat raket 354-396 gr.
  3. Besar pegangannya 10,48-11,75 cm.

4. Net 

Net pada tenis lapangan terletak pada bagian tengah yang menjadi pembatas antara dia area permainan. Net ini biasanya dibuat berwarna hitam maupun hijau tua dengan pinggiran atas yang berwarna putih. Net juga harus kuat sehingga tidak mudah rusak saat terkena pukulan bola.
Dalam tenis lapangan ukuran net yang digunakan adalah:

  1. Tinggi tiang penyangga adalah net adalah 106,7 cm dan tinggi net 91,4 cm.
  2. Sedangkan netnya sendiri dibuat sama tinggi dengan net yaitu 91,4 cm.

Bentuk Permainan 

Pertandingan tenis dilangsungkan dengan hingga 5 set untuk menentukan pemenangnya. Untuk mengawali permainan. Para pemain  berdiri pada posisi yang berlawanan secara diagonal. Satu pemain akan melakukan servis atau memukul bola sebagai pembuka permainan, sementara pemain diseberangnya sebagai penerima. Ketika penerima bola sudah siap, maka bola akan dipukul ke arahnya dan ia harus dapat menerima bola yang dipukul lawannya tersebut.

Standar perhitungan angka yang dipakai dalam tenis lapangan adalah diantaranya nol (love), 15, 30, dan 40. Jika para pemain mendapatkan seri pada poin 40, maka dinyatakan deuce. Lalu setiap pemain akan berusaha merebut dua poin berturut turut untuk merebut games. Pemain yang berhasil menang akan mendatkan nilai 1 dan harus berhasil mengumpulkan nilainya hingga 6 game. Jika ia berhasil merebut 6 game maka ia dikatakan memenangkan satu set.

Tekni Dasar Tenis Lapangan

Dalam tenis, ada beberapa teknik yang dilakukan untuk memukul, diantaranya sebagai berikut:

  1. Forehand, yakni istilah untuk menyebut pukula ketika telapak tangan yang memegang raket dihadapkan ke depan.
  2. Backhand, yakni istilah untuk menyebut pukulan ketika punggung tangan yang menggenggam raket dihadapkan ke depan, pukulan ini adalah lawan dari pukulan forehand.
  3. Groundstroke, yakni istilah untuk menyebut pukulan forehand atau backhand yang dilakukan setelah bola memantu sekali pada lapangan permainan.
  4. Slice, yakni pukulan forehand ataupun backhand dimana kepala raket dimiringkan sedikit dan dipukul dengan cara mengayunkan raket dari atas ke bawah.
  5. Volley, yakni pukulan forehand atau backhand yang dilakukan pada saat bola belum memantul ke lapangan. Biasanya pukulan ini dilakukan saat bola berada di dekat net.
  6. Smash, yakni istilah untuk menyebut sebuah pukula keras yang menghantam sebuah bola tanpa menyentuh tanah di atas kepala dan diarahkan ke lapangan sang lawan.
  7. Spin, yakni istilah untuk menyebut pukulan forehand atau backhand dimana posisi raket agak dimiringkan, jika mengena pada bola maka akan mengalami perubahan arah (berputar).
  8. Passing shot, yakni istilah untuk menyebut pukula dimana bola melalui musuh yang berada di dekat net, bukan melintas diatasnya.
  9. Dropshot, yakni istilah untuk menyebut pukulan yang menyentuh net, kemudian jatuh di daerah lawan.

Itulah informasi mengenai sejarah tenis lapangan. Semoga bisa memberikan manfaat. Terima kasih.

Sejarah Tenis Lapangan Lengkap Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment