Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Apa itu Fisiologi Olahraga ?

Pernahkah kita mendengar kata fisiologi? Bagi orang yang mendalami ilmu olahraga kata ini bukanlah sesuatu yang asing, namun bagi orang awam kata ini tentu saja merupakan sesuatu yang baru dan asing. Olehnya itu dalam pembahasan kali ini kami akan memberikan gambaran mengenai apa sih fisiologi olahraga itu?. Silahkan disimak baik-baik.

Fisiologi Olahraga

Pengertian Fisiologi Olahraga

Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi organisme tubuh secara keseluruhan dan bagian-bagiannya (de Vries, 1994), sedangkan Fisiologi Olahraga adalah bagian atau cabang dari fisiologi yang khusus mempelajari perubahan fungsi yang disebabkan oleh physical training (pelatihan fisik). Di dalam fisiologi olahraga ini, kita mempelajari apa yang terjadi terhadap fungsi apabila seseorang melakukan latihan dan bagaimana perubahan fungsinya itu terjadi. Kemudian, perubahan apa yang akan terjadi pada fungsi tubuh setelah melakukan latihan secara berulang-ulang dan bagaimana perubahan fungsi tubuh itu berlangsung.

Brooks dan Fahey (1984) memberikan defenisi tentang fisiologi olahraga yaitu adalah cabang dari fisiologi yang berhubungan dengan latihan (exercise), adanya respons fisiologis tertentu terhadap latihan, durasi (lamanya) latihan, frekuensi latihan, keadaan lingkungan, dan status fisiologis individu.

Sedangkan menurut Lamb (1984) fisiologi olahraga adalah pemerian (description) dan penjelasan tentang perubahan fungsi yang dihasilkan oleh sekali latihan (acute exercise) atau latihan yang dilakukan secara berulang-ulang (chronic exercise) atau training biasanya bertujuan untuk meningkatkan respon latihan.

Sebetulnya masih banyak pendapat lainnya, namun dari kedua defenisi tersebut dianggap sudah memadai untuk memenuhi maksud dari fisiologi olahraga.

Fisiologi Olahraga merinci dan menerangkan perubahan fungsi yang disebabkan oleh sekali latihan (acute exercise) atau latihan yang dilakukan secara berulang-ulang (chronic exercise) atau pelatihan dengan tujuan untuk meningkatkan respons fisiologis terhadap intensitas, durasi, frekuensi pelatihan, keadaan lingkungan, dan status individu.

Defenisi yang kami kemukakan diatas menjelaskan perubahan-perubahan fungsi yang berhubungan dengan apa yang terjadi di dalam tubuh dan menerangkan mengapa perubahan-perubahan itu terjadi. Satu contoh yang mudah dan anda pernah mengalaminya adalah pada saat mengikuti pertandingan lari jarak jauh, suh tubuh anda akan meningkat sangat tinggi, denyut jantung berdetak dengan cepat dan pengeluaran keringat melalui pori-pori kulit yang membasahi tubuh anda, perubahan ini disebut acute exercise. Sedangkan perubahan kemampuan anda dalam mengangkat beban yang lebih  berat yang dihasilkan melalui proses pelatihan mengangkat beban berat secara intensif dan berulang-ulang disebut dengan chronic exercise.

Perubahan fungsi yang disebabkan oleh suatu pelatihan secara berulang-ulang mengakibatkan pada peningkatan pertumbuhan jaringan otot. Dalam hal ini diperlukan adaya protein yang lebih banyak untuk meningkatkan jaringan otot dan kemampuan sistem persyarafannya yang disertai dengan konsumsi mineral (seperti calcium).

Hal ini akan dapat menyebabkan lebih banyak serabut otot yang berkontraksi untuk mengerahkan kontraksi otot yang sebesar-besarnya. Kalau seseorang sudah mengetahui bagaimana caranya meningkatkan kemampuan mengangkat beban maka mudah baginya untuk membuat program yang lebih baik.

Pengetahuan dasar tentang apa yang terjadi selama pelatihan fisik dan bagaimana perubahan itu dapat terjadi sangat penting dimiliki oleh mahasiswa maupun mereka yang mempunyai profesi sebagai pelatih, pembina, guru pendidikan jasmani dan olahraga, dan atlet atau siapa saja yang sekadar hanya untuk menjaga kebugaran jasmaninya. Banyak ilmuwan yang menyelidiki respon tubuh terhadap pelatihan fisik yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan kapasitas kerja fisik, meningkatkan efesiensi kerja, dan bahkan daoat menciptakan rekor baru dalam kegiatan olaharaga.

Aspek-Aspek Mekanisme Dalam Fisiologi Olahraga

Dengan adanya perubahan-perubahan fungsi tubuh yang terjadi karena pelatihan fisik yang dilakukan itu maka kita ingin mengetahui mekanisme yang mendasari terjadinya respons dan adaptasi secara fisiologis, seperti hukum-hukum fisik dan kimia yang ikut terlibat di dalam perubahan fungsi. Keinginan utuk mengetahui mekanisme yang mendasari respons tubuh terhadap latihan harus diikuti dengan kepercayaan bahwa mengetahui secara terinci bagaimana respons itu dapat terjadi, kemungkinan terjadinya peningkatan respon dapat diramalkan dan yang terpenting dapat dikendalikan dengan lebih baik serta lebih efisien.

Misalnya, kita ingin menguji hubungan antara daya tahan yang dilakukan secara reguler (jogging, bersepeda, berenang, dan sebagainya) dengan kemungkinan menderita sakit jantung lebih dini. Kebanyakan penguji membandingkan antara kelompok yang mempunyai kemungkinan sakit jantung tetapi melakukan pelatihan secara reguler, dengan kelompok yang mempunyai kemungkinan sakit jantung, sangat jarang melakukan aktivtas fisik. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan fisik dapat mencegah dan mengurangi kemungkinan menderita sakit jantung lebih dini. Oleh karena perubahan di dalam fungsi tubuh terjadi sebagai hasil yang dilakukan secara reguler maka jantung lebih tahan terhadap penyakit.

Kemudian pertanyaan yang sering timbul, bagaimana hal ini dapat dicegah terjadinya penyakit jantung? Atau pertanyaan lainnya bagaimana daya tahan yang dilakukan setiap hari memungkinkan jantung lebih tahan terhadap penyakit pembuluh darah arteri koroner? Pelatihan yang dilakukan secara teratur mempunyai pengaruh langsung terhadap peningkatan suplai darah ke jantung itu sendiri. Di samping itu, pelatihan sangat bemanfaat karena dapat mengurangi lemak dalam darah atau karena dapat memperlambat pembekuan darah dalam pembuluh darah vena, selain juga dapat menurunkan berat bedan seseorang.

Dewasa ini para peneliti sudah dapat menentukan mekanisme yang mendasar efek pelatihan terhadap pencegahan penyakit jantung dan mengurangi risiko menderita penyakit koroner sehingga dapat dengan mudah untuk menjelaskan secara pasti jenis dan beban pelatiha yang benar. Juga lebih dapat lebih mudah untuk memantau efek pelatihan, dan kemungkinan juga dapat menentukan dengan pasti tempat yang secara kimiawi kurang berfungsi (malfunction). 

Jadi, tindakan pencegahan  penyakit jantung dapat segera diambil dengan melakukan diet yang ketat, pembedahan, atau penyembuhan dengan penyinaran. Walaupun semuanya itu tidak selamanya benar, tetapi dengan mengetahui dan mengerti bagaimana respon itu bekerja terhadap fungsi tubuh, dapat mempermudah untuk meramalkan, mencegah, menyembuhkan, bahkan sangat mungkin untuk dapat meningkatkan kesehatan. Begitu juga dengan mengetahui adanya respon tuubuh karena pelatihan fisik maka penderita penyakit jantung pun dpat diberikan pelatihan fisik sebagai penyembuhan. Selain itu juga dapat digunakan sebagai program conditioning bagi para atlet, serta dapat dipergunakan untuk segala keperluan.

Namun pertanyaan yang masih sering timbul ialah mengapa untuk tujuan apa khususnya respons fisiologis karena pelatihan fisik itu terjadi? Sebagai contoh seseorang dapat menyatakan bahwa jantung berdenyut lebih cepat pada saat kegiatan fisik sedang berlangsung. Hal ini terjadi karena jantung harus memompa darah dalam jumlah yang banyak ke otot yang sedang bekerja atau karena kulit membutuhkan darah dalam jumlah yang lebih banyak untuk membantu menghilangkan panas tubuh yang berlebihan. Tekanan darah akan menjadi sangat rendah sekali apabila dneyut jantung tidak dipercepat atau masih banyak lagi alasan yang kesemuanya itu masuk akal.

Nah, itulah sedikit informasi mengenai apa itu fisiologi olahraga. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan kita semua dan menjadi bermanfaat. Terima kasih.

Apa itu Fisiologi Olahraga ? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment