Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

10+ Gejala Penyakit Asam Urat

Asam urat menjadi salah satu penyakit persendian yang banyak menyerang masyakarakat modern dewasa ini,hal ini tidak terlepas dari gaya hidup dan lingkungan yang kurang sehat, banyak diantara kita yang baru tahu dirinya terkena asam urat setelah berada pada taraf yang parah. Padahal ada beberapa gejala yang bisa anda ketahui untuk mendeteksi asam urat ini, seperti apa gejalanya? Berikut ulasannya.

Gejala Asam Urat

Gejala asam urat tinggi adalah nyeri sendi. Seringkali gejala-gejala ini muncul secara tiba-tiba tanpa disadari, kemudian menghilang dalam jangka waktu yang lama. Kemudian kambuh lagi, terutama setiap kali selesai mengonsumsi jenis makanan dengan kadar purin tinggi. Akan tetapi, tidak semua nyeri sendi merupakan gejala asam urat. Mengingat, banyak penyebab terjadinya nyeri pada persendian tubuh manusia. Banyak jenis penyakit yang diawali dengan gejala nyeri sendi.


Gejala asam urat perlu  dideteksi sejak dini karena jenis penyakit ini seringkali muncul secara tiba-tiba. Serta baru dapat dirasakan menganggu oleh penderitanya ketika tingkat serangannya sudah akut.
Sebagaimana jenis penyakit lainnya, gejala penyakit yang tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, akan menjadi lebih parah. Jika tingkat penyakit sudah sampai pada taraf akut, maka upaya penyembuhan akan semakin sulit. Bahkan bisa menimbulkan komplikasi  dengan jenis penyakit lainnya.

Dengan mengenal gejala-gejala asam urat tinggi sejak dini, tentu akan lebih mudah untuk mengendalikan kadar asam urat dalam darah kembali normal. Misalnya, dengan mengatur pola makan, mengurangi konsumsi jenis makanan yang dapat meningkatkan asam urat dalam darah, dan mengonsumsi ramuan herbal yang dapat menurunkan kadar asam urat.

Gejala Penyakit Asam Urat

Nah, anda tentu ingin mengetahui lebih jauh tentang gejala-gejala awal penyakit asam urat ini bukan? Apa saja gejala penyakit asam urat? Berikut adalah beberapa gejala-gejala yang dirasakan oleh penderita asam urat tinggi.
  • Timbul rasa sakt, ngilu, nyeri, dan kesemutan di area persendian.
  • Rasa sakit dan ngilu ini terjadi ketika kristal-kristal asam urat berada dalam cairan sendi. Penumpukan kristal asam urat yang terus menerus menyebabkan gejala selanjutnya, yaitu peradangan, rasa nyeri, dan kulit memerah.
  • Gejala serangan pertama kali terjadi dan dirasakan pada area sendi pangkal ibu jari. Menurut Teguh Sutantu dalam bukunya yang berjudul Asam Urat, Deteksi, Pencegahan, Pengobatan, Gejala seperti ini terjadi hampir pada 80% kasus penyakit asam urat.
  • Pada awalnya serangan hanya terjadi pada satu sendi dan hanya berlangsung beberapa hari. Biasanya tanpa diobati gejala ini akan hilang sendiri. Namun, potensi timbulnya gejala peningkatan asam urat (gejala serangan penyakit asam urat) tetap ada. Terutama setalah mengonsumsi makanan yang mengandung kadar asam purin tinggi.
  • Pada gejala tingkat lanjut, sendi yang terserang penyakit asam urat akan membengkak dan bagian kulit di atasnya tampak berwarna merah, kencang, dan licin.
  • Jika kulit bagian atas sendi yang terserang disentuh akan terasa sakit.
  • Saat cuaca dingin sendi-sendi yang terserang terasa sakit.
  • Gejala serang terasa pada waktu-waktu tertentu. Umumnya pada waktu malam dan pagi hari ketika bangun dari tidur.
  • Bagian sendi yang terasa sakit sebaiknya tidak dipijat (diurut) karena akan mempengaruhi rasa sakit dan gejala serangan.
Demikian beberapa gejala serangan asam urat pada penderitanya. Nah, jia anda menemukan atau merasakan gejala ini, sebaiknya segera memeriksan kadar asam urat dalam darah anda. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan apakah benar anda menderita asam urat atau tidak.


Dalam dunia medis dikenal beberapa cara untuk mendiaknosis apakah seseorang memiiki kadar asam urat tinggi atau tidak, yaitu melalui pemeriksaan laboratorium, pemeriksan radiologi, dan pemeriksaan cairan sendi. Untuk tujuan ini, penderita tentunya tidak bisa melakukannya secara mandiri. Dibutuhkan teknologi medis dan keahlian untuk tujuan pemeriksaan ini. Untuk itu, penderita perlu memeriksakan diri ke dokter ahli atau laboratorium khusus untuk memeriksa kadar asam urat darah.

Membedakan Penyakit Asam Urat dengan Penyakt Radang Sendi Lainnya
Sebgaiamana yang telah kita bahas sebelumnya, penyakit radang sendir itu banyak jenisnya. Tidak serta merta setiap gangguan sendi itu berarti asam urat. Ada puluhan jenis penyakit radang sendi yang menyerang persendian kita.

Baiklah, sebelumnya perlu diketahui bahwa setiap gangguan kesehatan yang terjadi di daerah sendi disebut dengan istilah rematik. Sementara, penyakit rematik ini ada banyak jenisnya dan penyakit asam urat merupakan salah satu diantaranya. Penyakit rematik ini dibedakan menjadi dua jenis yaitu rematik nonarthikuler dan rematik artikuler.

Rematik nonarthikuler, yaitu gangguan rematik yang terjadi di luar sendi, seperti di bagian dalam jaringan lunak. Contoh gangguan sendi yang termasuk dalam golongan rematik nonarthikular ini, antara lain:
  • Fibrositis
  • Tendinitis
  • Tenosinovitis
  • Entesopati
  • Bursitis
  • Back pain
  • Nyeri pinggang
  • Frozen shoulder syndrome, dan
  • Tendinitis de quervain.
Sementara, penyakit asam urat masuk dalam golongan rematik artikuler. Rematik artikuler, artinya gangguan sendi atau rematik yang terjadi di dalam sendi. Gangguan rematik jenis ini ada tiga macam, yaitu sebagai berikut:

Osteoarthritis

Jika diperhatikan, sebernanya sendi merupakan pertemuan antara dua ujung tulang, di mana kedua ujung tulang tersebut tertutupi oleh tulang rawan dan ligamen otot sehingga kedua tulang dapat menyatu. Tulang rawan terdiri atas zat protein yang memungkinkan kedua tulang meluncur di atas satu sama lain. Ia bertanding sebagai “bantalan” sehingga dua tulang tidak saling bergesekan. Jika tulang rawan menipis ataupun rusak, ujung-ujugn tulang yang saling bertemu tersebut akan saling bergesekan karena bantalan yang membatasinya sangat tipis atau bahkan tidak ada. Akibatnya sendi akan rusak.


Nah, Osteoarthritis merupakan radang sendi yang disebabkan oleh menipisnya dan atau rusaknya tulang rawan. Biasanya sering terjadi pada persendian pinggul, lutut, tangan, kaki ataupun tulang belakang.

Gangguan sendi ini banyak terjadi pada golongan usia tua. Semakin tua biasanya resiko terserang penyakit ini semakin besar karena, lapisan tulang rawan yang menjadi bantalan pembatas antar tulang semakin menipis. Memasuki usia di atas 70 tahun, hampir semua orang mengalami gangguan sendi ini. Hanya saja pada tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Arthitis reumathoid

Arthitis reumathoid termasuk jenis peradangan sendi yang cukup langka, namun sangat berbahaya. Gangguan sendi ini disebabkan oleh gangguan aotoinum. Apa yang dimaksud dengan gangguan autonium? Gangguan autonium adalah gangguan kekebalan tubuh yang terjadi, ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan mahluk atau benda asing (seperti kuman, virus, bakteri, jamur dan sebagainya) mengalami gangguan. Ia tidak menyerang makhluk/benda asing yang masuk dalam tubuh, melainkan menyerang sel-sel dan jaringan tubuh sendiri.

Pada penyakit Arthitis reumathoid ini, sistem imun gagal dalam membedakan mana jaringan tubuh sendiri yang harus dilindungi dan mana makhluk/benda asing yang harus dilawan. Khususnya jaringan sinovium yang merupakan selaput tipis yang melapisis sendi-sendi tulang.
Gejala-gejala serangan yang tampak dan diarasakan oleh oleh penderita adalah sendi-sendi yang mnejadi bengkak, rusak, nyeri, dan meradang. Pada tahap yang parah, bisa menyebabkan kehilangan fungsi hingga menyebabkan catat permanen.

Itulah informasi seputar gejalan asam urat, semoga bisa memberikan tambahan pengetahuan kepada kita semua sehingga bisa mencegah penyakit ini menyerang sanak famili kita. Terima kasih

10+ Gejala Penyakit Asam Urat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment