Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Cara Mengenal Bakat Olahraga Seseorang

Halo teman-teman, pada pembahasan kita kali ini, kami akan sedikit memberikan informasi seputar cara mengenal bakat olahraga seseorang, silahkan dibaca dan disimak baik-baik ya.

Berbagai macam metode yang dapat dipergunakan untuk mengenal bakat seseoang, tetapi pada prinsipnya hanya ada dua metode yang paling mendasar perlu diketahui oleh guru Penjasorkes atau 
pelatih olahraga, sebagai berikut:

Bakat Olahraga

Mengenal Bakat Seseorang

1. Seleksi Alamiah

Seleksi ini dianggap sebagai pendekatan normal dengan cara alamiah dalam mengembangkan kemampuan seorang atlet dalam olahraga. Mengasumsikan bahwa seorang atlet yang mendaftar pada cabang tertentu sebagai hasil dari pengaruh lokal (tradisi sekolah, keinginan orangtua, atau teman seusia). Evolusi kemampuan seorang atlet ditentukan oleh seleksi alamiah yang tergantung pada faktor individual, pemilihan cabang yang sesuai dengan bakatnya. Perkembangan kemampuan atlet sangat lambatb diakibatkan oleh pemilihan cabang olahraga yang tidak sesuai.

Baca Juga: Cara Melakukan Servis Top Spin dalam Tenis Meja 

2. Seleksi Ilmiah

Seleksi ilmiah adalah suatu metode yang digunakan pelatih untuk memilih anak-anak prospektif yang telah menunjukkan kemampuan alami pada cabang olahraga tertentu. pendekatan dengan metode ini berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga. Jadi, dibandingkan dengan individu yang diidentifikasi memalui metode alamiah, waktu untuk mencapai tingkat kemampuan yang tinggi bagi mereka yang terseleksi secara ilmiah lebih pendek. Untuk cabang olahraga yang membutuhkan tinggi atau berat tertentu (bola basket, sepakbola, mendayung, cabang-cabang lempar) seleksi ilmiah sangat dianjurkan. Hal yang sama pada cabang yang membutuhkan kecepatan, waktu reaksi, koordinasi, dan tenaga seperti: anggar, judo, sprint, hokey, cabang-cabang lompat pada atletik. Melalui bantuan ilmuwan olahraga, kualifikasi tersebut dapat ditemukan dan terdeteksi dengan baik. Sebagai hasil dari tes ilmiah, individu-individu yang berbakat terseleksi secara ilmiah atau diarahkan pada cabang olahraga yang sesuai.

Baca Juga: Cara Melatih Kecepatan dan Daya Tahan Sepakbola

3. Kriteria Pengenalan Bakat

Atlet yang berkemampuan tinggi mempunyai profil biologis yang spesifik, kemampuan biomotorik yang tinggi dan sifat fisiologi yang kuat. Ilmu tentang pelatihan telah mengalami kemajuan yang pesat yang menjadi sebab peningkatan kemampuan atlet yang konstan, peningkatan dalam bidang kuantitas dan kualitas pelatihan. Jika seseorang yang menekuni olahraga dan memiliki kekurangan secara biologi atau lemah dalam hal-hal yang diperlukan dalam suatu cabang olahraga, mendapatkan latihan yang lebih baik tidak akan mampu menutupi kelemahan alami cabang olahraga itu. Oleh karena itu pengenalan bakat secar ilmiah merupakan hal yang urgen untuk penampilan kemamluan atket yang tinggi (peak performance). Yang tidak terpilih tidak diabaikan, mereka dapat ikut dalam program-program rekreasi agar dapat memenuhi kebutuhan fisik dan sosialnya, bahkan bisa ikut dalam kompetisi. 

Latihan yang optimal membutuhkan kriteria pengenalan bakat yang optimal pula. Objektivitas dan keandalan kriteria seleksi telah menjadi perhatian beberapa ahli. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

a. Sehat

hal yang paling penting bagi seorang atau pemula yang ingin berpartisipasi dalam pelatihan dan bergabung dalam klub maka sebelum diterima dalam klub tertentu, terlebih dahulu harus mendapatkan pemeriksaan medis secara saksama. Dokter dan pelatih harus sepakat untuk memilih individu yang paling sehat. Selama pemeriksaan spesialis medis dan pengetesan, dokter harus mengetahui bentuk keadaan fisik ataupun organik sang kandidat dan dibuat laporannya. Untuk cabang olahraga dinamik (hockey, bola basket, track and field, swimming, dan tinju) seseorang yang memiliki cacat tubuh harus tidak dipilih, tetapi untuk cabang yang statis (menembak, panahan, bowling) kriterianya bisa lebih longgar.

Baca Juga: Macam Servis Dalam Bulutangkis

Hal yang sama dilakukanpada kondisi fisiologi kandidat, kemampuan menggerakkan lengan, kaki dan sebagainya. Hal tersebut sangat penting dalam pengindentifikasian bakat karena perbedaa fisiologi dapat membatasi gerak. Ditekankan pula bahwa kriteria kandidat harus dikaitkan dengan kebutuhan dan spesifikasi dari cabang olahraga tersebut. 

b. kualitas biometrik

kapasitas antromometrik dari seorang merupakan hal penting dalam beberapa cabang olahraga. Hal tersebut menjadi pertimbangan utama pada kriteria identifikasi bakat. Tinggi dan berat atau panjang dari anggota badan seringkali berperan penting dalam cabang olahraga tertentu. bagaimanapun juga pada tahap awal identifikasi bakat pada cabang tertentu yang dilakukan pada umur 4-6 tahun (senam, figure skating, berenang) agak sulit meramalkan pertumbuhan dan perkembangan fisik yang harmonis harus diperhatikan. Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa persendian kaki, pinggul, lebar bahu, dan rasio antara pinggul dan lebar bahu. 

c. hereditas

hereditas merupakan fenomena biologi yang kompleks, dan seringkali memainkan peranan penting dalam latihan. Anak-anak cenderung mewariskan karakteristik biologi dan psikologi orangtuanya, dengan pendidikan, pelatihan, dan pengondisian sosial hal-hal yang diwariskan itu dapat sedikit diubah. Bahkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pelatihan atlet elit yang diperoleh tidak karena faktor keturunannya,tetapi campur tangan pelatih profesional dengan pelibatan ilmu pengetahuan teknologi olahraga yang melahirkan dan menciptakan prestasinya. Pandangan terhadap peranan keturunan pada pelatihan tidak seragam dan tidak ada kesepakatan. 

Radut (1976) menganggap faktor keturunan mempunyai peran yang penting, tetapi tidak mutlak dalam latihan. Sementara Kissouras et al (1973) beranggapan bahwa peningkatan pada kemampuan fisiologi akan sangat dibatasi oleh potensi genetik atlet tersebut. Dia menambahkan bahwa sistem dan fungsi ditentukan secara genetik; sistem asam laktat sampai 81,4%, heart rate 85,9% dan VO2 max 93,4%. Proporsi antara serat otot merah dengan putih pada manusia sudah tertentu secara genetik, fungsi metabolic dari kedua otot ini berbeda. 

Serat otot merah/otot lambat/slow twitch mempunyai mioglobin lebih banyak (sebagai penyimpan oksigen yang dibawah darah untuk sel yang bekerja) secara biokimiawi  lebih  untuk kerja aerobik/ketahanan (Soekarman, 1989). 

Serat otot putih/otot cepat/fast twitch mengandung banyak glikogen (karbohidrat) dan lebih baik bekerja dalam anaerobik, singkan dan tipe latihan intensif (Gollnick, et al, 1973). Persentase seratotot tidak dapat diubah, tetapi dengan latihan yang intensif dan spesifik dapat meningkatkan kapabilitas dari serat-serat otot dan mengubah struktur myofibril dan biokimianya.

Berdasarkan kenyataan diatas, atlet yang mewarisi serat otot merah dengan proporsi yang lebih banyak akan lebih sukse pada cabang olahraga yang membutuhkan lebih banyak daya tahan (endurance). Hal yang sama terjadi pada atlet yang memiliki serat otot putih lebih dominan akan lebih sukse pada cabang yang membutuhkan intensitas kerja (kecepatan dan eksplosivitas power). Biopsi, teknik ekstraksi jaringan otot dan kemudian proporsi kedua jaringan otot tersebut dihitung dapat digunakan untuk menentukan kelompok cabang olahraga yang sesuai dengan atlet dan akan sukses. Cara ini dapat digabung dengan karakteristik psikologik dan biometrik sehingga kandidat dapat diarahkan pada cabang yang paling sesuai dengan karakteristik proporsi otot yang lebih dominan.

d. fasilitas olahraga dan iklim

fasilitas olahraga dan iklim dapat membatasi kesempatan atlet yang telah terseleksi. Jika fasilitas cabang tertentu misalnya nomor kanoing pada dayung kondisi alamnya tidak memungkinkan dan fasilitasnya tidak ada, mustahil atlet itu akan mengambil cabang olahraga lain. Oleh karena itu faktor lingkungan atau kondisi alam menjadi perhatian besar untuk melakukan pembinaan cabang olahraga. Misalnya; kano, dayung, renang, selam dan olahraga lainnya sangat memungkinkan sukse pada pencapaian penampilan puncak, bila itu disupport dengan fasilitas dan lingkungan yang memadai.

e. kemampuan spesialis

kemampuan spesialis atau pengetahuan dari seorang pelatih pada identifikasi bakat serta pengujian, juga menentukan seleksi kandidat. Semakin banyak dan rumit metode ilmiah yang digunakan untuk identifikasi bakat, semakin tinggi pula kemungkinannya dalam menemukan bakat yang superior untuk cabang olahraga tertentu. seorang pelatih tidak seharusnya bergantung pada kebutuhan atlet saja, tetapi kerja sama antar personal yang berkualitas. Ilmuwan olahraga, serta para pelatih adalah hal yang penting jika menginginkan kemajuan pesat dalam pelatihan olahraga.

Baca Juga: Teknik dan Macam Smash Dalam Sepak takraw

Nah itulah informasi seputar cara menhenal bakat olahraga seseorang, mudah-mudahan bisa menjadi bahan diskusi teman-temanku sekalian. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Cara Mengenal Bakat Olahraga Seseorang Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment