Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Pengertian Pendidikan Jasmani Menurut Para Ahli

Pada hakikatnya pendidikan jasmani atau yang lebih dikenal dengan penjas merupakan salah satu mata pelajaran yang amat penting dan tidak bisa dipisahkan dari sistem pendidikan. Membentuk moral, kepekaan sosial, mentalitas, kesehatan dan kebugaran, kemampuan berfikir analis dan kritis dan lain-lain adalah beberapa tujuan penting dari pendidikan jasmani yang dapat diperoleh apabila aktivitas ini dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Hidup adalah pembelajaran seumur hidup, ungkapan ini memilki kaitan yang erat dengan pendidikan jasmani oleh karena dalam penjas ini siswa diberikan kesempatan yang amat besar untuk terlibat langsung dan merasakan berbagai jenis pengalaman belajar secara langsung melalui aktivitas fisik. Selain itu, pembelajaran yang diberikan dapat pula diterapkan dan diaplikasikan diluar lingkup sekolah.

Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani merupakan salah satu media yang efektif untuk terus mendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai (sikap-mental-emosional-spiritual-sosial), dan pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan serta perkembangan yang seimbang.


Kreatif, inovatif serta memiliki kebugaran tubuh yang baik adalah kesan pribadi yang dapat diperoleh oleh orang-orang yang memperoleh pendidikan jasmani yang baik, karena fisik dan mentalnya sudah teruji dengan baik.

Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani, tentu saja guru diharapkan untuk mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan dan olahraga, internalisasi nilai-nilai (sportivitas, jujur, kerjasama dan lain-lain) serta pembiasaan pola hidup sehat. Pelaksanaannya bukan melalui pembelajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun melibatkan unsur fisik, mental, intelektual, emosi dan sosial. Aktivitas yang diberikan dalam pembelajaran harus mendapatkan sentuhan didaktik-metodik, sehingga aktivitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pembelajaran.

Pendidikan secara umum tidak akan pernah lengkap tanpa adanya penjas ini, karena bagaimanapun juga aktivitas jasmani merupakan hal paling mendasar bagi seorang anak untuk menjelajahi lingkungan sekitarnya, mengenal lingkungan dan dirinya. 

Pengertian pendidikan jasmani menurut para ahli

Istilah pendidikan jasmani berawal dari negara Amerika Serikat berawal dari istilah gymnastics, hyegiene, dan physical culture Siedentop (1972). Berikut pengertian pendidikan jasmani menurut para ahli, silahkan teman-teman nikmati:

1. Siedentop (1991)

Seorang pajar pendidikan jasmani dari Amerika Serikat, mengatakan bahwa dewasa ini pendidikan jasmani dapat diterima secara luas sebagai model “pendidikan melalui aktivitas jasmani”, yang berkembang sebagai akibat dari merebaknya telaahan pendidikan gerak pada akhir abad ke-20 ini dan menekankan pada kebugaran jasmani, penguasaan keterampilan, pengetahuan, dan perkembangan sosial. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa; “pendidikan jasmani adalah pendidikan dari, tentang, dan melalui aktivitas jasmani”.

2. Jesse Feiring Williams (1999; dalam Freeman, 2001)

Pendidikan jasmani menurut Jesse adalah aktivtas fisik manusia yang telah dipilih dan dilakukan untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Pengertian ini didukung oleh adanya pemahaman bahwa:
Manakala fikiran (mental) dan tubuh disebut sebagai dua unsur yang terpisah, pendidikan jasmani yang menekankan pendidikan fisikal melalui pemahaman sisi kealamiahan fitrah manusia ketika sisi keutuhan individu adalah suatu fakta yang tidak dapat dipungkiri, pendidikan jasmani diartikan sebagai pendidikan melalui fisikal. 

Pemahaman ini menunjukkan bahwa pendidikan jasmani juga terkait dengan respon emosional, hubungan personal, perilaku kelompok, pembelajaran mental, intelektual, emosional, dan estetika. Pendidikan melalui fisikal maksudnya adalah  pendidikan melalui aktivitas fisikal (aktivitas jasmani), tujuannya mencakup semua aspek perkembangan kependidikan, termasuk pertumbuhan mental, sosial siswa. Manakala tubuh sedang ditingkatkan secara fisik, fikiran (mental) harus dibelajarkan dan dikembangkan, dan selain itu perlu pula berdampak pada perkembangan sosial, seperti belajar bekerjasama dengan teman-temannya yang lain.

3. Rink (1985)

Mendefenisikan pendidikan jasmani sebagai “pendidikan melalui fisikal”, seperti: “kontribusi unik pendidikan jasmani terhadap pendidikan secara umum adalah perkembangan tubuh yang menyeluruh melalui aktivitas jasmani. Ketika aktivitas jasmani ini dipandu oleh para guru yang kompoten, maka hasil berupa perkembangan utuh insani menyertai perkembangan fisikalnya. Semua hal tersebut dapat terpenuhi apabila aktivitas jasmani bisa dijadikan sebagai kebiasaan yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari. 

4. James A. Baley dan David A. Field (2001; dalam Freeman,2001)

Pendidikan fisikal yang diutarakan oleh james dan david adalah aktivitas jasmani yang dilakukan dengan usaha yang sungguh-sungguh. Lebih lanjut kedua ahli ini menyebutkan bahwa ‘pendidikan jasmani adalah suatu proses terjadinya adaptasi dan pembelajaran secara organik, neuromuscular, imtelektual, sosial, kultural, emosional, dan estetika yang dihasilkan dari proses pemilihan berbagai aktivitas jasmani’. Pilihan aktivitas jasmani ini tentu saja harus disesuaikan denga kemampuan dan juga tujuan yang ingin dicapai. 

Aktivitas fisikal yang dipilih ditekankan pada berbagai aktivitas jasmani yang wajar, aktivitas jasmani yang membutuhkan sedikit usaha sebagai aktivitas rekreasi dan atau aktivitas jasmani yang sangat membutuhkan upaya keras seperti untuk kegiatan olahraga kepelatihan atau prestasi. Pendidikan jasmani memusatkan diri pada semua bentuk aktivitas jasmani yang mengaktifkan otot-otot besar (gross motorik), memusatkan diri pada gerak fisikal dalam permainan, olahraga, dan fungsi dasar tubuh manusia.

5. Menurut WHO (World Health Organization)

Pendidikan Jasmani adalah kegiatan jasmani yang diselenggarakan untuk menjadi media bagi kegiatan pendidikan. Pendidikan adalah kegiatan yang merupakan proses untuk mengembangkan kemampuan dan sikap rohaniah yang meliputi aspek mental, intelektual dan bahkan spritual. Sebagai bagian dari kegiatan pendidikan, maka pendidikan jasmani merupakan bentuk pendekatan ke aspek sejahtera rohani (melalui kegiatan jasmani), yang dalam lingkup WHO berarti sehat rohani.

6. Syer dan Connolly (1984;Clancy (2006); Begley (2007)

Menyebutkan hal senada bahwa “tubuh adalah tempat bersemayamya fikiran.” Ada unsur kesatuan pemahaman antara tubuh dengan fikiran.


Kesatuan unsur tubuh dan fikiran salah satu masalah besar, untuk selama bertahun-tahun lamanya seolah tidak akan pernah tuntas, adalah perdebatan antara intelektual dan jasmani. Kepercayaan banyak orang adalah bahwa tubuh terpisah dari fikiran, yang memunculkan pemahaman “dualisme” dan cenderung mengarah pada fikiran adalah sesuatu yang diutamakan, sementara tubuh adalah sesuatu yang inferior.

Sebagai contoh, sering didapatkan rohaniawan yang mengutamakan pada kesempurnaan fikiran, dari pada kesejahteraan fisiknya. Bahkan sampai pada keyakinan bahwa fikiran berada di atas unsur tubuh, dan mengendalikan semua sistem tubuh yang ada.

Sebaliknya, ada juga filosofi yang menyebutkan bahwa tubuh dan fikiran bersatu. Keyakinan ini dapat dengan mudah dikenali, seperti yang sering didengar sebuah semboyan “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” atau seperti “ a sound mind in a sound body”. 

Moto seperti ini, sering dijadikan rujukan dalam setiap pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani memanfaatkan aktivitas jasmani untuk mengembangkan aspek tubuh dan fikiran, dan bahkan aspek spiritual. Hal inipun menjadi fokus orientasi utama dalam pengembangan aktivitas jasmani sebagai upaya pengembangan utuh manusia.


Pertanyaan utama yang patutu dimunculkan adalah apakah benar keyakinan terhadap kesatuan tubuh dan fikiran? Pada kenyataannya di masyarakat sering ditemukan keyakinan bahwa tubuh dan fikiran berada pada sifat dualism. Sesungguhnya, pendidikan jasmani mencoba membuktikan dan meyakinkan setiap orang bahwa tubuh dan fikiran berpadu menjadi satu kesatuan dalam konsep holism, meskipun fikiran berada di atas kedudukan tubuh.

Inilah bukti bahwa perdebatan itu akan senantiasa muncul sebagai akibat adanya dinamika dalam pemikiran. Pendapat yang bijak dapat dimunculkan ketika mencoba memposisikan diri pada pemikiran netral, bijak dalam memposisikan diri pada pemikiran netral, bijak dalam memposisikan masing-masing pendapat, fikiran mengendalikan tubuh.

7. Zandra Dwanita Widodo

Kesimpulan dari seluruh tokoh pendidikan tentang arti dari pendidikan jasmani, yaitu pendidikan jasmani dapat diartikan sebagai bagian integral dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan, melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan organik, neuromosculer, interperatif, sosial, dan emosional melalui kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh rekreasi, kemenangan, dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusai Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.

Dari beberapa defenisi para ahli tersebut diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa pengertian dan Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan infividu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam kerangka sistem pendidikan nasional.

Itulah sedikit informasi perihal pengertian Pendidikan Jasmani menurut para ahli, semoga bisa menambah khazanah pengetahuan kita semua. Terima kasih.

Pengertian Pendidikan Jasmani Menurut Para Ahli Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment