Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

4 Cara Mencuci Tangan yang Benar

Mencuci Tangan merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit. hal ini karena tangan merupakan salah satu media penularan berbagai penyakit, baik yang ringan maupun yang berat. Terdapat beberapa metode mencuci tangan yang berkembang hingga saat ini. Setiap metode mencuci tangan memiliki kelebihan dan kekurangnnya masihng-masing. Oleh karena itu, pemilihan metode mencuci tangan harus disesuaikan dengan jenis kotoran yang ingin kita hilangkan.

Cuci Tangan

1. Mencuci Tangan Dengan Air

Mencuci tangan merupakan perilaku hidup sehat yang perlu ditanamkan untuk menjaga tangan dari kuman penyebab penyakit. metode mencuci tangan dari zaman dahulu hingga sekarang mengalami beberapa perkembangan. Mulai dari mencuci tangan menggunakan air hingga ditemukannya produk cairan pencuci tangan. Cairan tersebut dikenal dengan hand sanitizer.

Baca Juga:  Teknik Serangan Dalam Pencak Silat

a. Mencuci Tangan dengan Air Dingin

Mencuci tangan dengan air dingin merupakan metode yang paling sederhana. Metode mencuci tangan ini digunakan sebelum adanya sabun. Mencuci tangan menggunakan air dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan air mengalir dan diam. Air diam adalah air dalam wadah yang telah disiapkan. 

Mencuci tangan menggunakan air diam kurang efektif. Saat tangan dicelupkan ke dalam wadah, kotoran dan kuman justru akan bersarang pada wada tersebut. Ketika tangan diangkat dari wadah, kuman akan menempel lagi di tangan. Oleh karena itu, lebih dianjurkan mencuci tangan dengan air mengalir agar kuman-kuman jatuh bersama aliran air.

b. Mencuci Tangan dengan Air Hangat

Mencuci tangan menggunakan air hangat merupakan salh satu metode mencuci tangan. Metode mencuci tangan ini menggunakan air bersuhu 45 derajar Celcius. Penggunaan air dengan suhu tersebut dirasa lebih baik dari pada menggunakan air biasa. Hal ini karena kotoran yang menempel di tangan terutama lemak atau minyak akan mudah larut dalam air hangat. Akan tetapi, mencuci tanga menggunakan air hangat kurang efektif karena suhu tersebut belum mampu membunuh kuman. Sebagian besar kuman baru akan mati pada suhu sekitar 100 derajat Celcius.

Untuk membunuh kuman, mencuci tangan dengan menggunakan air bersuhu 100 C tidaklah mungkin dilakukan. Air dengan suhu tersebut jika terkena tangan akan melukai tangan. Walaupun kuman mati pada suhu tersebut, pemakaian air ini sangat membahayakan karena dapat menyebbakan kulit tangan melepuh. Oleh sebab itu, mencuci tangan menggunakan air bersuhu 100 C tidak dianjurkan, bahkan sangat dilarang.

2. Mencuci Tangan dengan Sabun

Mencuci tangan dengan sabun merupakan perkembangan metode mencuci tangan setelah menggunakan air. Metode mencuci tangan ini mampu memuttuskan mata rantai kuman dan melepaskan mikoorganisme patogen. Akan tetapi, tidak semua mikroorganisme yang menempel di tangan dapat dihilangkan dengan metode ini. Jenis mikroorganisme tertentu ada yang memiliki kekebalan terhadap zat kimia sabun.

Kegiatan mencuci tangan telah menjadi perhtaian berbagai pihak. Bahkan, Majelis Umum PBB turut menyerukan perlunya peningkatan praktik giene dan sanitasi di seluruh dunia sejak tahun 2008. Melalui WHO (World Health Organization), PBB menetapkan tanggal 15 oktober sebagai Hari Mencuci Tangan Sedunia atau Global Handwashing day. Gerakan ini terkadang dikenal pula dengan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Penetapan Global Handwashing Day disampaikan pada pertemuan Tahunan Air Sedunia (Annual World Water Week) yang berlangsung pada tanggal 17-23 Agustus 2008 di Stockholm, Swedia. Penetapan tersebut menyusul meningkatnya kematian akibat penyakit-penyakit yang berkaitan dengan air, sanitasi dan perilaku hidup bersih. Indikasi dari hal-hal tersebut adalah rendahnya kebiasaan masyarakat seluruh dunia untuk mencuci tangan pakai sabun pada saat yang tepat. Pada tahun yang sama PBB bukan hanya menetapkan 2008 sebagai Hari Mencuci Tangan Sedunia, tetapi juga sebagai tahun Sanitasi Internasional.

Cuci tangan pakai sabun (CPTS) merupakan cara mudah dan tidak perlu biaya mahal. Membiasakan CPTS sama dengan mengajarkan anak-anak dan seluruh keluarga hidup sehat sejak dini. Dengan demikian, pola hidup bersih dan sehat (PHBS) tertanam kuat pada diri pribadi anak-anak dan anggota keluarga lainnya.

Gerakan mencuci tangan pakai sabun sedunia diharapkan dapat meningkatkan perilaku hidup sehat, mencegah timbulnya penyakit, sekaligus menurunkan tingkat kematian pada balita dan anak-anak. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kedua tangan adalah salah satu jalur masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh. Hal ini disebabkan tangan adalah anggota tubuh yang paling sering berhubungan dengan mulut dan hidung.

Baca Juga: Teknik Langkah Kaki (Footwork) Dalam Bulutangkis

Berbagai riset menunjukkan bahwa resiko penularan penyakit dapat berkurang dengan adanya peningkatan perlaku hidup bersih dan sehat. Perilaku ini dapat ditunjukkan dengan cuci tangan memakai sabun. Cara ini dapat mengurangi resiko penularan berbagai penyakit termasuk flu burung, cacingan, dan diare.

Ada tiga istilah dalam mencuci tangan, yaitu hand wash, hand rub, dan cuci tangan surgical. Cuci tangan yang memungkinkan untuk dilakukan di rumah adalah hand wash dan hand rub karena cuci tangan surgicel biasanya dilakukan oleh dokter-dokter praoperasi dan pasca operasi. Hand wash dilakukan bila tangan terlihat kotor. Cara membersihkannya cukup menggunakan air dan sabun. Adapun hand rub dilakukan menggunakan cairan berbasis alkohol. Hand rub dilakukan untuk membersihkan kuman yang tidak terlihat oleh mata. Metode mencuci tangan tetap dilakukan meskipun tangan terlihat bersih.

Kegiatan mencuci tangan juga dapat diajarkan kepada anak-anak sekolah. Para guru dapat menjadi motivator bagi mereka untuk menanamkan kebiasaan baik tersebut. Awalnya anak-anak dijelaskan terlebih dahulu tentang pentingnya mencuci tangan. Misalnya, seorang guru menjelaskan bahwa mencuci tangan dapat mencegah berbagai macam penyakit. setelah itu, anak-anak diajarkan tentang cara mencuci tangan yang benar, salah satunya menggunakan sabun. Dengan demikian, anak-anak akan terbiasa melakukan cuci tangan dengan cara yang baik dan benar.

Saat ini berbagai merk sabun telah dijual dan mudah didapatkan. Sabun yang digunakan untuk mencuci tangan memiliki kandungan kimia tertentu. setiap sabun pun memiliki komposisi berbeda. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai jenis dan kegunaan sabun sangat diperlukan. Ha ini bertujuan agar mencuci tangan dengan sabun dapat dilakukan dengan tepat, efektif, dan efisien.

Mencuci tanga dengan sabun tidak membutuhkan waktu lama dan usaha yang keras. Cara mencuci tangan yang tepat merupakan faktor usaha yang sangat menetukan. Mencuci tangan dapat dilakukan hanya dalam waktu 40 detik. Waktu yang singkat itu sudah menghilangkan kuman.
Langkah-langkah mencuci tangan dengan sabun adalah sebagai berikut:

  1. Basahi tangan dengan air mengalir sampai seluruh permukaannya basah. Jangan lupa untuk menggunakan sabun. Tidak perlu sabun khusus antibakteri, namun lebih disarankan sabun yang berbentuk cair.
  2. Gosok tangan , minimal selama 30 detik untuk memastikan bahwa tangan sudah benar-benar bersih.
  3. Bersihkan bagian pergelangan tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku.
  4. Bilas tangan sampai bersih dengan air mengalir selama 10 detik.
  5. Gunakan tisu atau handuk sebagai penghalang ketika mematikan keran. Hal ini dilakukan untuk mencegah kuman kembali ke tangan.
  6. Keringkan tangan dengan handuk bersih.

Dengan mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan tadi dengan tertibi, diharapkan kegiatan mencuci tangan dapat menghilangkan kotoran, kuman, dan bakteri. Oleh sebab itu, agar mencuci tangan dapat menghilangkan kotoran, kuman, dan bakteri, langkah-langkah mencuci tangan harus dilakukan dengan tertib.

3. Mencuci Tangan dengan Cairan

Metode mencuci tangan sekarang ini telah mengalami perkembangan. Perkoembangan metode mencuci tangan ini terjadi karena adanya kemajuan teknologi. Dengan adanya teknologi, mencuci tangan dapat dilakukan tanpa menggunakan air. Akan tetapi, mencuci tanga dilakukan dengan menggunakan cairan khusus.

Cairan pencuci tangan lebih dikenal dengan istilah hand sanitize. Salah satu kandungan hand sanitizer adalah alkohol dan etanol. Di pasaran cairan pencuci tangan ini biasanya dicampur dengan bahan pengental, seperti gliserin. Cairan pencuci tangan ini berbentuk gel. Cairan ini lebih populer karena penggunaannya yang mudah, praktis, serta tidak membutuhkan air dan sabun.

Penggunaan hand sanitizer memiliki kekurangan. Cairan ini kurang efektif untuk membersihkan tangan kotor karena tanah, darah, atau cairan tubuh lainnya tidak akan hilang dengan sempurna. Penggunaan air dan sabun untuk mencuci tangan lebih disarankan karena cairan pencuci tangan berbahan dasar alkhol hanya efektif membunuh kuman.

Baca Juga: Teknik Pukulan Forehand dan Backhand Dalam Tenis Meja

Cairan pencuci tangan dijual bebas di pasaran. Namun, bahan tersebut juga dapat dibuat sendiri. Cara membuatnya sangat mudah. Campurkan alkohol dan gel lidah buaya. Untuk menghilangkan kuman, tambahkan minyak tea tree (antiseptik alami) ke dalam campuran tersebut. Tuang 5 tetes tree tea oil ke dalam setengah cangkir sanitizer yang telah dibuat. Tambahkan minyak lavender untuk menghilangkan bau seperti obat. Setelah itu, masukkan campuran bahan-bahan tersebut ke dalam botol kecil sehingga mudah dibawa kemana saja.

Mencuci tangan dengan benar dapat menghilangkan kotoran, bakteri, dan kuman yang menempel di tangan. Untuk mendapat hasil yang terbaik mencuci tangan harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Ketelitian dan kesabaran perlu dilakukan untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan ini.

4. Mencuci Tangan dengan Tisu Basah

Tisu basah adalah tisu yang memiliki kelembapan tinggi. Tisu ini mirip kain basah. Tisu basah dapat digunakan untuk membersihkan kotoran bayi, mengelap permukaan meja, dan peralatan rumah tangga. Tisu basah juga dapat menjadi alternatif untuk membersihkan tangan karena lebih praktis dan tidak memerlukan air.

Beberapa tisu basah telah dikembangkan dengan berbagai macam kandungan. Wewangian beralkohol, anti bakteri, dan minyak almond adalah beberapa kandungan yang ada pada tisu basah. Oleh sebab itu, selain dapat membersihkan tangan, kandungan yang terdapat pada tisu basah juga membantu menjaga kulit agar tidak terlalu kering. Meskipun demikian tisu basah kurang baik untuk mencuci tangan karena kuman akan kembali lagi ke tangan.

Berdasarkan perkembangan metode mencuci tangan, dapat dikatakan bahwa mencuci tangan menggunakan air dan sabun paling efektif dibandingkan cara yang lain. Oleh karena itu, membiasakan mencuci tangan dengan air dan sabun perlu ditanamkan sejak dini.

Itulah informasi seputar cara mencuci tangan yang benar, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Referensi: Suryo, Paksi. Dkk. 2017. Cuci Tangan Sebentar tetapi Sangat Berguna. CV Abadi Zam-Zam: Jakarta Selatan.

4 Cara Mencuci Tangan yang Benar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment