Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

4+ Penyakit Akibat Malas Mencuci Tangan

Penyakit yang ditularkan melalui tangan masih banyak lagi. Selain penyakit sistem pernafasan, ada pula penyakit sistem pencernaan. Seperti yang telah diketahui bahwa tangan merupakan media untuk memasukkan makanan ke dalam tubuh. Kualitas kebersihan tangan sangat berpengaruh terhadap penyakit uang ada pada sistem pencernaan. Beberapa penyakit sistem pencernaan yang dapat ditularkan melalui tangan antara lain, disentri, diare, tifus dan cacingan.

Cuci Tangan

Penyakit Akibat Malas Mencuci Tangan

1. Disentri

Disentri adalah penyakit saluran pencernaan, khususnya usus besar yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri yang dapat menyebabkan disentri ada beberapa macam, antara lain Salmonella, Campylobacter, dan E-coli. Penyakit disentri sendiri dapat dibedakan menjadi dua, yaitu disentri amoeba dan disentri basiler.

Disentri amoeba disebabkan oleh parasit Entamoeba histolycita. Parasit ini hidup dalam usus besar. Adapun disentri basiler disebabkan oleh  bakteri golongan Shigella. Bakteri shigella aka masuk ke dalam pencernaan dan menginfeksi organ pencernaan. Infeksi tersebut akan mengakibatkan pembengkakan dan luka sehingga menyebabkan peradangan usus besar.

Bakteri penyebab disentri menyerang secara tiba-tiba sekitar dua hari setelah bakteri masuk ke dalam pencernaan. Gejala awal yang ditimbulkan adalah mual, mudah mengantuk, muntah, feses encer (mencret), dan nyeri pada perut disertai kembung.

Bakteri disentri biasanya hidup dalam usus besar. Bakteri disentri yang hidup dalam usus besar dan menyebabkan luka inilah yang dapat menyebabkan feses penderita mengandung darah, nanah, dan lendir. Pendrita disentri dapat mengeluarkan feses encer antara 20-30 kali sehari. Akibatnya, penderita menjadi lemas, kurus, dan mata cekung karena kekurangan cairan.

Pemberian cairan elektrolit perlu dilakukan untuk mengganti cairan yang keluar bersama feses. Cairan elektrolit tersebut biasa disebut oralit. Oralit dapat dibuat dengan mencampurkan 1 sendok teh gula dan ¼ sendok teh garak ke dalam 200 cc air hangat. Cairan ini digunakan sebagai pertolongan pertama bagi penderita disentri.

Pemberian antibiotik juga diperlukan untuk membunuh bakteri disentri. Namun, langkah yang paling tepat adalah dengan memperhatikan pola hidup sehat. Salah satu pola hidup sehat yang perlu diterapkan adalah dengan memperhatikan kebersihan tangan, terutama sebelum menyentuh makanan.

2. Diare

Diare sering disebut dengan mencret. Kondisi tersebut membuat seseorang sering mengalami buang air. Feses yang dikeluarkan berbeda-beda, namun umumnya encer atau cair. Diare bukanlah penyakit biasa karena diare merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian kedua terbesar pada balita di Indonesia.

Bakteri penyebab diare adalah e coli, salmonella, dan staphylocococus. Penderita diare akan merasa lemas karena terlalu banyak cairan yang dikeluarkan. Untuk memulihkan keadaan lemas dapat diberikan cairan elektrolit.

Pemberian daun jambu biji juga dapat mengurangi buang air besar yang berlebihan dan memadatkan feses. Daun jambu biji berkhasiat sebagai astrigen yang dapat mengerutkan selaput lendir usus sehingga dapat mengurangi pengeluaran cairan.

Pada dasarnya pencegahan penyakit diare, dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, baik kebersihan tangan maupun makanan. Kedua langkah ini merupakan langkah yang tepat agar bakteri penyebab diare tidak masuk ke dalam sistem pencernaan.

3. Tifus

Bakteri penyebab penyakit tifus adalah Salmonella typhosa. Bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh melalui makanan menuju lambung dan kelenjar limfoid usus halus. Makanan yang sudah terkena kuman akan masuk ke dalam sistem peredaran darah. Selama 24-27 jam akan terjadi infeksi bakteri di dalam sistem peredaran darah, kemudian kuman kembali masuk ke dalam aliran darah. Masa inkubasi terjadi dalam waktu 5-9 hari, kemudian melepaskan endotoksin. Endotoksin yang menyebar ke seluruh tubuh inilah yang disebut gejala tifus.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit tifus adalah demam tinggi pada siang sampai malam hari. Adapun di pagi hari hampir tidak terjadi demam. Keadaan ini akan terjadi selama tiga minggu. Gejala lain yang menyertai demam, antara lain sakit kepala, mual, muntah, dan nafsu makan berkurang.
Tifus dapat dicegah dengan menjaga kebersihan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Tidak hanya itu, peralatan makan yang digunakan harus senantiasa bersih, termasuk tangan. Hal ini karena tangan adalah perantara makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Kegiatan mencuci tangan memiliki banyak manfaat. Selain menjaga tubuh tetap sehat, mencuci tangan merupakan kebiasaan baik yang diajarkan oleh agama. Kebiasaan ini perlu diajarkan kepada anak sejak dini agar mereka terbiasa mencuci tangan sampai tua nanti. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya kebiasaan mencuci tangan.

4. Cacingan

Tidak mencuci tangan dapat menyebabkan penyakit cacingan. Penyakit ini biasa menyerang masyarakat daerah tropis dan subtropis yang memiliki sanitasi kurang baik. Saat musim huja, jumlah penderita penyakit ini akan meningkat. Hal ini disebabkan saat musim hujan, sungai dan tempat pembuangan kotoran akan meluap menyebabkan larva cacing menyebar ke berbagai tempat. Larva cacing tersebut dapat menempel dan masuk ke dalam tubuh manusia. Cacing yang biasa masuk ke dalam tubuh manusia, seperti cacing tambang, cacing gelang, dan cacing kremi.

Penyakit cacingan biasanya menyerang anak-anak. Khususnya anak dua tahun keatas, dimana anak-anak pad usia tersebut sudah mulai bermain diatas tanah. Padahal, tanah merupakan media yang banyak mengandung telur dan larva cacing. Larva cacing tersebut dapat masuk ke dalam tubuh anak, baik saat makan dengan tidak mencuci tangan atau ketika memasukkan tangan ke dalam mulut tanpa sengaja.

Jenis cacing yang biasa menyerang anak-anak adalah cacing kremi. Cacing ini berukuran sangat kecil sekitar 1 cm, berwarna pucat, dan menginfeksi organ usus. Infeksi cacing kremi dimulai ketika telur cacing menempel pada jari-jari anak saat bermain. Telur cacing tersebut dapat bertahan hidup di kulit anak-anak selama berjam-jam dan dapat bertahan hidup selama tiga minggu pada pakaian, mainan, serta tempat tidur. Apabila jari yang ada telur cacing tersebut masuk ke dalam mulut, telur cacing akan masuk ke dalam tubuh.

Cacing kremi yang biasa menginfeksi anak-anak adalah jenis Enterobius vermikularis. Cacing dewasa jenis ini akan tinggal di usus besar. Saat akan bertelur, cacing betina akan meninggalkan usus besar menuju anus. Anus merupakan tempat bertelur bagi cacing kremi. Bertelurnya cacing kremi di anus menyebabkan rasa gatal. Oleh sebab itu, anak-anak yang menderita cacingan akan merasa gatal di bagian anus. Perpindahan cacing ini ke dalam tubuh dapat terjadi secara langsung, yaitu ketika anak menggaruk bagian anus yang gatal dan tanpa sengaja memasukkan tangan ke dalam mulut.

Anak yang terkena penyakit cacingan dapat diketahui melalui gejalanya. Adapun gejala penyakit cacingan ada beberapa macam, antara lain badan menjadi lemah dan lesu, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, dan timbul rasa nyeri di perut. Gejala-gejala tersebut terjadi karena sari-sari makanan yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan anak diserap oleh cacing. Selain itu, rasa gatal yang dirasakan oleh anak pada malam hari menyebabkan tidur anak terganggu. Gejala lain yang mungkin ditimbulkan akibat cacingan adalah mual, diare, dan gangguan syaraf.

Penyakit cacigan dapat membahayakan anak-anak. Oleh sebab itu, orangtua harus waspada terhadap kebersihan anak-anaknya. Untuk mencegah tertular penyakit cacingan orangtua harus membiasakan anak-anaknya untuk mencuci tangan, baik sebelum maupun sesudah melakukan kegiatan. Hal ini dilakukan agar larva cacing tidak menempel di tangan anak.

Berbagai penyakit pernafasan dan pencernaan di atas dapat dicegah salah satunya dengan menerapkan pola hidup bersih. Pola hidup bersih dapat dimulai dari kegiatan mencuci tangan pakai sabun. Kegiatan mencuci tangan yang hanya dilakukan selama 30 detik rupanya mampu menghindarkan seseorang dari berbabagai penyakit berbahaya. Jadi, sudah selayaknya setiap orang menerapkan pola hidup bersih dimulai sekarang.

Itulah informasi seputar penyakit yang ditimbulkan akibat malas mencuci tangan, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih. 

4+ Penyakit Akibat Malas Mencuci Tangan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment