Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Peralatan dan Bahan Mencuci Tangan yang Wajib Anda Tahu

Mencuci tangan yang baik dan sehat membutuhkan beberapa peralatan. Peralatan tersebut tidak harus mahal, tetapi dapat membersihkan kotoran, bakteri, dan kuman dengan efektif dan efisien. Adanya kemajuan teknologi menyebabkan peralatan mencuci tangan mengalami perkembangan. Berbagai peralatan mencuci tangan, baik yang sederhana maupun modern dapat dengan mudah ditemukan di pasaran. Perlatan tersebut terbagi menjadi dua, yaitu alat mencuci tangan dan bahan mencuci tangan.

Alat Mencuci Tangan

A. Alat Mencuci Tangan

Kegiatan mencuci tangan membutuhkan suatu alat. Alat yang dimaksud adalah suatu benda yang dapat digunakan sebagai fasilitas mencuci tangan. Penggunaan alat ini bertujuan untuk mempermudah kegiatan mencuci tangan. Beberapa alat dapat digunakan untuk mencuci tangan, antara lain kran atau westafel, wadah air, dan lap bersih atau tisu kering.

1. Kran atau Westafel

Kran atau westafel merupakan peralatan mencuci tangan yang harus tersedia. Jika tidak menggunakan peralatan ini mencuci tangan menjadi kurang efektif. Hal ini karena dalam mencuci tangan diperlukan kondisi air yang mengalir. Oleh karena itu penggunaan kran atau westafel sangat dianjurkan.

Baca Juga: Teknik Pukulan Forehand dan Backhand dalam Tenis Meja

Air yang mengalir dari kran dapat menghilangkan kuman yang menempel di tangan. Kuman akan larut bersama air yang mengalir. Dengan adanya westafel, air yang telah terkontaminasi kotoran akan tertampung dan mengalir melalui saluran yang terlah tersedia. Dengan demikian penyebaran kuman dapat dicegah.

2. Wadah atau Tempat Air

Wadah atau tempat air diperlukan saat kran atau westafel tidak tersedia. Akan tetapi, penggunaan alat ini sebenarnya kurang efektif. Kotoran dan kuman dapat menempel di dalam wadah dan akan kembali ke tangan ketika air dalam wadah digunakan untuk mencuci tangan. Walaupun demikian, penggunaan alat ini sangat mudah dan memerlukan biaya yang sedikit. Oleh karena itu, sampai saat ini fasilitas sederhana ini masih sering ditemukan, terutama di warung makan tradisional.

3. Lap Kering atau Tisu Kering

Lap atau tisu kering digunakan untuk mengeringkan tangan yang basah saat dicuci. Tujuan mengeringkan tangan adalah menjaga tangan agar tidak terkena kuman kembali setelah dicuci. Hal ini karena tangan yang lembab rentan terkena kuman.

Handuk, serbet, atau lap bersih dapat disediakan di dekat westafel. Peralatan ini dapat digunakan untuk mengeringkan tangan setelah dicuci. Jika tidak ada kain, tisu kering juga dapat digunakan untuk mengeringkan tangan. Tisu tersebut dapat digunakan sewaktu-waktu, seperti sehabis menggunakan WC umum.

Kebersihan lap atau tisu kering juga harus diperhatikan. Jika lap atau tisu kering yang digunakan dalam keadaan kotor atau mengandung kuman, tangan akan mebali kotor lagi. Hal ini perlu diperhatikan agar mencuci tangan tidak sia-sia.

B. Bahan Mencuci Tangan

Mencuci tangan membutuhkan bahan tertentu. bahan yang digunakan untuk mencuci tangan harus mampu membersihkan tangan dari kotoran atau kuman. Bahan tersebut dapat berupa air bersih, sabun, cairan antiseptik, dan tisu basah.

1. Air Bersih

Air bersih adalah air yang jernih, tidak berbau, dan tidak berwarna. Ada banyak standar kesehatan mengenai air bersih terutama yang berhubungan dengan air minum serta untuk kesehatan. Air bersih yang digunakan untuk minum maupun untuk kesehatan adalah air yang bebas dari mikroorganisme bahan kimia, dan bahan radioaktif.

Baca Juga: Cara Melempar Cakram yang Benar

Air yang digunakan untuk keperluan mencuci tangan paling tidak memenuhi kriteria yang disebutkan, yaitu jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau. Usahakan mencuci tangan menggunakan air mengalir. Air mengalir akan meluruhkan kotoran, kuman, dan bakteri yang menempel di tangan.
Berdasarkan penggunaan air, ada dua jenis air yang digunakan untuk mencuci tangan, yaitu air dingin dan air hangat. Air dingin dapat diperoleh langsung dari sumber air. Sementara itu, air hangat diperoleh dengan teknik pemanasan terlebih dahulu. Oleh karena itu, mencuci tangan dengan air hangat membutuhkan waktu dan biaya tambahan.

2. Sabun

Sabun adalah zat pada atau cair yang biasa digunakan untuk membersihkan anggota tubuh. Saat ini berbagai jenis sabun telah beredar di pasaran. Berdasarkan fungsinya, sabun dibedakan menjadi dua, yaitu sabun umum dan khusus. Sabun yang bersifat umum adalah sabun mandi padat yang biasa digunakan masyarakat untuk membersihkan anggota badan secara keseluruhan. Adapun sabun khusus adalah sabun yang dikhususkan untuk membersihkan tangan dari kotoran.

Sabun khusus tangan biasa disebut dengan hand soap. Hand soap biasanya berbentuk cair. Sabun sangat diperlukan untuk mencuci tangan karena sabun dapat membersihkan kotoran yang menempel di tangan. Hal ini karena air saja tidak cukup menuntaskan kotoran.

Kegunaan sabun tidak hanya membersihkan kotoran. Mencuci tangan menggunakan sabun selama 30 detik dapat mematikan banyak kuman. Akan tetapi, penggunaan sabun kurang efektif untuk membunuh kuman berkoloni. Selain itu, penggunaan sabun pada kulit sensitif dapat menimbulkan iritasi dan kulit kering.

Sabun dapat menurunkan tegangan permukaan kulit. Efek mekanik ini penting karena bakteri bersama minyak dan partikel lain menjadi terjaring dalam sabun dan dibuang melalui proses pencucian. Akan tetapi, sabun yang biasa digunakan tidak termasuk golongan germisida atau pembunuh kuman. Meskipun sabun merupakan bakterisida ringan, kontaknya terlalu singkat untuk menghasilkan efek yang merusak. Walaupun demikian, bakteri lemah, seperti gonokukus, menigokokus, dan pneumokokus akan segera mati dengan kinerja kimia sabun.

3. Cairan Antiseptik

Berbeda dengan sabun, antiseptik merupakan larutan antimokroba yang digunakan untuk mencegah infeksi, sepsis, dan purtefaksi. Larutan ini berfungsi membunuh mikroorganisme pada tubuh manusia. Beberapa antiseptik dapat membunuh mikroba, tetapi adapula yang hanya mencegah dan menunda pertumbuhan mikroba tertentu. jenis anti-bakterial hanya dapat membunuh bakteri.

a. Alkohol

antiseptik berbahan alkohol sudah dikenal sejak tahun 1930. Cairan alkohol yang digunakan untuk membersihkan tangan atau kulit berbentuk etanol (60%-95%) dan isopropil alkohol (50%-91,3%). Alkohol memiliki efek mematikan hampir semua jenis kuman termasuk tuberkolosis, jamur dan beberapa virus. Akan tetapi, cairan alkohol ini tidak dapat membunuh spora. Cairan alkhol 100% kurang efektif digunakan sebagai antiseptik karena tidak mengandung air.

Berbagai bentuk antiseptik berbahan alkohol banyak beredar di pasaran. Umumnya, antiseptik jenis ini dilengkapi dengan pelembab. Penambahan pelembab pada antiseptik dapat meningkatkan aktivitas antimikrobia. Walaupun cukup beracun bagi mikroba, bentuk isopropil alkohol ini cukup aman digunakan untuk kulit. Cairan ini banyak digunakan untuk membersihkan tangan sebelum melakukan tindakan medis. Hingga saat ini belum ada jenis kuman yang tesisten terhadap antiseptik berbahan alkohol.

Baca Juga: Macam-macam Pukulan Dalam Bulutangkis

Penggunaan antiseptik berbahan alkohol memiliki kelemahan. Walaupun cairan tersebut sangat cepat membunuh kuman, efeknya juga mudah hilang. Alkohol juga dapat menyebabkan iritasi dan kulit kering. Selain itu, penggunaan antiseptik berbahan alkohol kurang efektif membersihkan kotoran berupa darah atau cairan tubuh sehingga harus dicuci dengan sabun dan air.

b. Lodin

ada dua bentuk atiseptik berbahan lodin, yaitu iodium tincture dan iodosfor atau biasa disebut povidon iodin. Cairan povidon iodinberwarna cokelat dan memiliki bau khas. Selain dapat mengiritasi, cairan ini juga dapat mewarnai kulit. Kandungan iodin dalam antiseptik ini berkisar antara 9%-12%.

Povidon lodin cukup efektif membersihkan kuman, protozoa, jamur, dan virus. Akan tetapi keefektifannya membunuh spora atau beberapa jenis jamur masih lebih rendah bila dibandingkan dengan iodium tincture. Selain itu, povidon iodin lebih cepat dinetralkan oleh darah atau cairan tubuh sehingga efektifitasnya dapat menurun. Penggunaan cairan iodin masih diwaspadai pada wanita hamil dan menyusui karena dapat diserap tubuh dan dapat menimbulkan gangguanpada janin dan bayi.

c. Triclosan

kandungan triclosan banyak dipakai dalam antiseptik. Triclosan bekerja dengan merusak dinding sel kuman. Waktu membunuh kumannya lebih lama, tetapi cukup bisa bertahan di kulit. Cairan triclosan efektif melawan bakteri dan virus, namun kurang efektif untuk membunuh kuman tuberkolosis dan jamur. Efektivitasnya dipengaruhi pH dan kelembaban sehingga perlu memperhatikanbentuk formulanya. Jenis cairan ini dapat diserap kulit, tetapi tidak menimbulkan efek samping pada penggunaan jangka pendek. Triclosan cukup aman, tetapi belum ada bukti efektivitasnya terutama untuk penggunaan rumah sakit.

Sabun dan cairan antiseptik merupakan bahan yang sering digunakan untuk mencuci tangan. Setiap bahan pencuci tangan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam menghilangkan kuman. Oleh karena itu, dalam kondisi tertentu kedua bahan tersebut saling melengkapi.

Sabun sangat efektif menghilangkan minyak, lumpur, dan kotoran organik yang menempel di tanga. Sebagian besar mikroorganisme dapat dihilangkan dengan sabun, namun tidak sebanyak cairan antiseptik. Sebaliknya, cairan antiseptik kurang efektif membersihkan kotoran berupa minyak, lumpur dan kotoran organik. Kelemahan lain penggunaan sabun dibanding cairan antiseptik adalah membutuhkan air dan fasilitas lain seperti westafel atau tempat air. Penggunaan fasilitas tentu membutuhkan biaya yang lebih mahal.

4. Tisu Basah

Peralatan mencuci tangan yang lain adalah tisu basah. Jenis tisu ini dapat menjadi alternatif untuk mencuci tangan karena penggunaannya yang mudah, praktis dan tidak membutuhkan air. Tisu basah digunakan jika peralatan mencuci tangan, seperti air, sabun atau cairan antiseptik tidak tersedia.
Jenis tisu basah tertentu yang ada di pasaran memiliki kemampuan untuk membunuh kuman. Kandungan kimia yang terdapat dalam tenis tisu tersebut mampu membunuh bakeri e-coli dan salmonella. Kemampuan membunuh bakteri dapat mencapai 99,9%. Oleh sebab itu, jenis tisu basah ini banyak digunakan.

Tisu basah dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Salah satunya untuk membersihkan tangan. Para ibu biasa menggunakan tisu ini untuk membersihkan tangan balitanya yang kotor karena makanan. Selain aman, penggunaan tisu ini juga praktis karena dapat dibawa kemana-mana.
Kegunaan tisu basah yang lain adalah untuk membersihkan peralatan dapur. Di luar negeri penggunaan tisu basah untuk membersihkan peralatan dapur sudah biasa dilakukan. Penggunaan tisu basah ini bertujuan untuk membersihkan kotoran dan mencegah kontaminasi silang antara tangan, bahan masakan, dan peralatan dapur. Dengan demikian, kuman yang ada di dapur tidak menyebar.
Demikianlah informasi seputar beberapa peralatan dan bahan yang biasa digunakan untuk mencuci tangan. Semoga bisa menambah khazanah ilmu pengetahuan kita. Sekian dan terima kasih.

Referensi: Suryo, Paksi. Dkk. 2017. Cuci Tangan Sebentar tetapi Sangat Berguna. CV Abadi Zam-Zam: Jakarta Selatan. 

Peralatan dan Bahan Mencuci Tangan yang Wajib Anda Tahu Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment