Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Sejarah Loncat Indah

Loncat indah atau diving, adalah cabang olahraga yang menyerupai akrobatik udara di atas permukaan air. Loncatan biasanya dilakukan dari papan plat dan spring board, kemudian melakukan berbagai gaya sebelum terjun ke air.

Olahraga ini dikatakan sebagai olahraga yang berat, sebab memerlukan pengembangan otot-otot yang cukup dan mampu mengatur waktu sedemikian rupa. Beberapa gaya lonat indah, hanya tergantung kepada waktu yang dapat dikuasai sebelum seseorang jatuh ke dalam air.

Loncat Indah

Sejarah Loncat Indah

Pada umumnya, seorang perenang akan mulai dengan langkah baru, yaitu melompat ke dalam air. Baik dengan kepala terlebih dahulu, maupun dengan seluruh anggota badan tiba di dalam air, baru kemudian melanjutkan renangnya. Hal demikian telah mengawasi seseorang melakukan loncat indah.
Menurut sejarahnya, baru pada abad ke-19, loncat akrobatiik dikembangkan. Para pesenam Eropa yang ingin mengembangkan teknik akrobatiknya, memilih air dibandingkan tanah untuk berlatih. Katuh ke air akan tidak berbahaya dibandingkan jatuh di atas permukaan tanah.


Pada tahun 1904, loncat indah hanya tergabung dalam jenis loncat tinggi pada pertandingan selama Olimpiade. Penilaian diberikan kepada tingkat kesukaran dalam melakukannya. Bahkan pernah juga dengan jungkir balik udara, karena dianggap berbahaya. Namun, tahun 1904 semuanya berakhir, dan loncat indah mendapat perhatian serius.

Para peloncat indah mulai tampil dalam olimpiade dan mampu memperlihatkan gerakan sulit sekalipun. Mereka bisa melakukan jungkir balik di udara 3,5 kali ke depan dan 2,5 kali ke belakang atau melakukan kombinasi semudah burung elang terbang melayang.

Di Indonesia, loncat indah baru muncul ketika adanya olahraga renang di Bandung. Indonesia masih di bawah penjajahan Belanda, sehingga organisasi renang masih dalam pengawasan Belanda. Tahun 1934, seorang perenang bernama Hasmanan dari Bandung, telah berhasil menjadi peloncat indah kenamaan. Ia dikirim oleh Hindia Belanda ke Manila ikut dalam Far Eastern Games.

Dalam bidang organisasinya loncat indah tidak berdiri sendiri tetapi tergantung dalam PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) yang resmi dirubah pada tahun 1959 dalam kongres PBSI di Ujung Pandang. Dalam kongresnya ke-VI 1963, barulah dibentuk dalam organisasinya salah satu dari anggota Komisi Teknik, yaitu masing-masing renang dan loncat indah. Lalu berkembang dengan anggota Komisi Teknik Polo Air, dan kini dikenal lagi dengan adanya Renang Indah. Semua tergabung dalam PRSI.

Peralatan dan Perlengkapan

Loncat indah haruslah dilaksanakan di sebuah kolam renang, seperti juga cabang olahraga renang. Di sisi kolam renang terdapat sebuah panggung. Panggung yang disebut dengan platform, pada umumnya dengan jarak 5,7 atau 10 di atas permukaan air. Platform pada ketinggian 5 dan 10 meter dipakai untuk pertandingan, sedang yang 7 meter biasanya untuk latihan.


Selain itu, masih ada papan lain yang disebut Springboard, berjarak 1 sampai 3 meter di atas air. Papan ini menjurus ke tengah kolam, lentur dan kenyal. Mudah melengkung dan melambungkan peloncat. 

Bagi perenang dan peloncat indah, harus mengenakan pakaian renang, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Termasuk penutup kepala dan kacamata. Bahkan ada kalanya dengan peralatan tambahan lain.

Cara Bermain

Sebelum mengikuti sebuah perlombaan loncat indah, para perenang telah menguasai berbagai gaya loncat indah. Tetapi, bagi para pemula harus menguasai tahapan-tahapan awal untuk bisa menjadi seorang peloncat indah.

Seperti adanya pengenalan posisi. Berlutut, lompatan front header (kepala ke depan), kemudian back dive atau loncat ke belakang, yang juga disebut sebagai posisi backward position. Sekarang berkembang berbagai posisi loncat indah.

Beberapa penilaian dalam pertandingan loncat indah, adalah pendekatannya ke ujung springboard, style atau gaya dan tinggi springboard ke udara, kelancaran dan keanggunan dari loncatan, dan bagaimana masuknya ke dalam air.

Badan harus membentuk garis lurus dari ujung kaki sampai tangan yang dibuka, dan kepala pada posisi alami. Tinggi papan tidak begitu dianggap penting.

Posisi dan Loncatan

Setidak-tidaknya ada tiga posisi dasar dalam melakukan loncatan lay out, the pike dan the truck. Ketiga posisi ini dibuat dari posisi berdiri atau berlari. Posisi ini dibawa ke dalam 5 jenis loncatan dasar, yaitu front dive, twist dive, back drive, inward drive dan reverse drive. Dari kelima jenis inilah variasi dan kombinasi loncat indah berkembang.

Front dive adalah loncatan ke depan. Dimana, seorang peloncat melakukan lompatan dari platform kemudian melakukan jungkir balik ke depan. Melakukan putaran setengah, satu setengah atau tiga setengah putaran  setengah, satu setengah atau tiga setengah putaran ke depan, sebelum jatuh ke atas air.

Ada back dive, biasanya kebalikan front dive. Dimana peloncat akan berputar ke belakang ½, atau 1 ½ atau 3 ½ lingkaran, sebelum menyentuh permukaan air.


Inward dive, adalah berputar ke arah dalam. Berdiri dalam posisi back dive di platform, tetapi putaran yang dilakukan adalah menghadap ke papan. Demikian halnya dengan twist dive, dimana peloncat berdiri pada posisi front dive dan melakukan twist.

Demikian juga dengan Trverse Dive, peloncat berdiri dalam posisi front dive. Kemudian melakukan loncatan dalam putaran berbalik ke belakang beberapa kali putar, sebelum terjun ke dalam air.

Beberapa jenis lompatan:
  • Dengan posisi menghadap ke air.
  • Dengan posisi badan ke belakang.
  • Dengan lompatan salto ke udara (menghadap ke air).
  • Dengan lompatan salto di udara (posisi badan menghadap ke platform).
  • Cara melompat sambil berputar.
  • Cara melompat dengan kaki ke atas dan berat badan di tahan dengan ke dua tangan.
Posisi melompat dapat dilakukan dengan cara:
  • Dengan posisi berdiri dan menghadap ke depan.
  • Dengan posisi berdiri badan ke belakang (menghadap ke platform).
  • Dengan posisi ke dua kaki ke atas lurus, dan kedua tangan menahan berat badan.
  • Posisi tubuh harus tegak sebelum masuk ke dalam air.
  • Gaya ujung tombak, badan dilipat pada paha, kaki lurus dan ujung kaki (jari) dijinjit lurus.
  • Gaya lipat, saat berada di udara kaki paha dan perut menyatu dengan bantuan tangan sebelum memasuki air.
  • Masuk ke dalam air dengan kepala, kedua tangan harus terbentang di atas kepada saat masuk ke dalam air.
  • Masuk ke dalam air dengan kaki, ujung kaki, ujung, kaki diluruskan dan posisi tubuh dalam keadaan “siap”.
Ada dua kesalahan yang sangat umum dalam melakukan half twist. Yang satu terjadi manakala kaki tidak diangkat cukup tinggi pada awal loncatan yang memungkinkan untuk menarik twist. Berat kaki dan aksi penarikannya, menyebabkan badan membentuk arah (lengkung) secara berlebihan dan biasanya peloncat mendarat dengan punggungnya.

Kesalahan lain terjadi apabila kaki diangkat terlalu tinggi dalam awal loncatan atau kaki diangkat terkuat dari papan. Ini membuat peloncat jatuh atau mendarat dengan perut, atau go long pada loncatan. Go long artinya melejit atau masuk ke air dengan posisi vertical. Lawannya adalah going short, atau tidak mencapai posisi mendarat vertical, seperti peloncat yang mendarat dengan punggung.

Half twist yang bagus adalah harus merasakan seperti slide swan dive, dan masuknya air seperti pada loncatan ke belakang. Arah putaran (twist) hanya merupakan masalah pilihan. Pelonat harus memutar ke sisi yang terasa paling alami dan paling gampang dikontrol.

nah, itulah sedikit informasi mengenai sejarah loncat indah, semoga bisa memberikan tambahan pengetahuan bagi kita semua, sekian dan terima kasih.

Sejarah Loncat Indah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment