Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Sejarah Olahraga Balap Sepeda

Olahraga balap sepeda adalah upaya untuk menempuh jarak tertentu dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Dapat dilakukan di lapangan terbuka atau tertutup, baik perorangan maupun rombongan.

Sejarah Balap Sepeda

Membahas perihal sejarah balap sepeda tidak akan pernah lengkap sebelum membahas sepedanya terlebih dahulu. Menurut sejarahnya sepeda berasal dari sebuah sketsa yang dilukis oleh pelukis legenda dunia, Leonardo da Vince pada abad ke 15. Tetapi orang pertama yang merancang sepeda adalah Baron Von Drais pada tahun 1818 sepeda yang dirancangnya belum mempunyai pedal dan masih di dorong dengan kaki.

Sejarang Balap Sepeda


Baru pada tahun 1839 seorang tukang besi dari Skotalandia yang bernama Kirk Patcick Macmillan, membuat tangkal pada roda belakang. Setiap tangkal memiliki engkol kaki yang dapat didorong ke depan dan ke belakang. Kemudian Ernest Michux dari Prancis menambahkan pedal pada roda depan, dan memakai per untuk menghindari getaran. Barulah muncul pemakaian ban karet.

Menyadari betapa asyiknya bepergian dengan sepeda, penemuan akan benda ini terus berkembang. Berbagai variasi kemudian mucul, seperti roda depan yang besar dengan roda belakang yang kecil. Bahkan beberapa pabrik mulai membuat sepeda dengan variasinya sendiri. Sampai kepada sepeda dengan sistem gear (gigi) dan sepeda lipat yang dapat dimasukkan ke dalam koper.

Sejak dipakainya sepeda, muncullah perlombaan adu cepat dengan sepeda, yang kemudian populer dengan sebutan balap sepeda. Bahkan berkembang menjadi satu cabang olahraga yang cukup menarik dan banyak peminat. Bahkan populernya cabang olahraga ini, sama dengan populernya sepakbola di Eropa.

Tour de France merupakan acara tetap balap sepeda di Eropa, yang selalu menjadi dambaan para pembalap sepeda dari seluruh penjuru dunia. Juga menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat. Disana ada pembalap sepeda yang memiliki jutaan penggemar.

Perlombaan balap sepeda sejauh 1200 km yang pertama kali dilakukan adalah tanggal 13 Mei 1868 di Parc de st. Cloud, Paris. Balapan ini dimenangkan oleh James More, orang Inggris yang tinggal di Prancis. Sedang perlombaan di jalan raya yang pertama dilakukan adalah pada tahun 1869, dari Paris ke Rouen sejauh 125 km. Juga dimenangkan oleh James More.

Tahun 1891, jarang perlombaan diperpanjang dari Paris ke Bordeaux, yang kemudian menjadi tradisi sampai sekarang. Pertama kali diikuti oleh 300 pembalap. Dimenangkan oleh GP Mills dari Inggris. Ia menempuh jarak itu selama 5 hari 1 jam 45 menit.

Kejuaraan dunia yang pertama dilakukan tahun 1893, dengan Arthur Zimmerman keluar sebagai juara untuk nomor sprint. Untuk nomor jalan raya, baru dipertandingkan pada tahun tahun 1921 di Kopenhagen, Denmark. Kejuaraan ini dimenangkan oleh Gunnard Skold dari Swedia, yang jaraknya sekitar 190 km. Sedangkan Tour de France yang pertama dilangsungkan pada tahun 1903.

Di Indonesia sendiri, jauh sebelum perang Dunia II, balap sepeda sudah dikenal. Beberapa perusahaan tercatat membiayai perlombaan itu, seperti Tropical, Trlumph, Hima, Mansonia dan lain-lain.


Pada zaman belanda, balap sepeda di Indonesia sudah cukup berkembang. Berbagai klub sudah bermunculan. Bahkan di Semarang, sudah dibangun sebuah kegiatan untuk balap sepeda atau Velodrome oleh arsitek Ooiman dan Van Leuwen.

Meskipun pada zaman Jepang kegiatan ini sempat berhenti, namun secara perorangan terus berlangsung. Balap sepeda secara nasional baru dapat berlangsung pada PON II di Jakarta tahun 1951.

Organisasi resmi balap sepeda, berdiri tanggal 20 Mei 1956, bernama ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia). Organisasi itu terbentuk setelah dilakukannya sidang oleh berbagai organisasi balap sepeda, seperti di Semarang, jakarta, Solo, Surabaya, Bandung, Medan dan Menado.

Kini sudah menjari acara tetap dalam kegiatan PON. Bahkan bukan saja turnamen dalam negeri, tetapi para jago balap nasional juga sebagian ikut turnamen ke luar negeri, terutama di kawasan Asia.

Cara Bermain 

Balap sepeda dapat diikuti oleh berbagai jenjang usia, termasuk anak-anak dengan sepeda khusus. Bahkan kini sudah pula dikenal apa yang disebut dengan 'rely sepeda hias'. Tetapi balap yang sebenarnya diikuti oleh usia antara 15-50 tahun. Jenis perlombaan juga bermacam-macam.  Ada perlombaan sprint (kecepatan) mulai dari jarak 200 M sampai pada 'tour' bersama berjarak 5000 KM, yang harus selesai dalam waktu 3 minggu.

Jenis sepeda yang dipakai, pada umumnya sepeda untuk satu orang. Meskipun kadang-kadang sekarang sudah dipergunakan sepeda bonceng satu atau dua orang untuk perlombaan. Sepeda yang digunakan untuk dua orang disebut 'tandem' dan untuk tiga orang disebut 'tricycle'.

Perlombaan yang dapat dilakukan antara lain adalah Road Race, Track Race dan Time Trial Team.

Road Race untuk:
  1. Jarak jauh: 120-180 Km. 
  2. Jarak dekat: 50-60 Km. 
  3. Kriteria : kurang lebih 40 Km. 
  4. Tour de Etape, meliputi daerah, pulau, dan sebagainya. 
Track Rade:
  1. Sprint : 200 m. 
  2. Time trial: 1000-4000 m.
  3. Team persuit: 4000 m. 
  4. Lap race : 50 putaran. 
  5. Koppel Race : 2-3 jam mengitari track. 
  6. Tandem race : 10 putaran. 
  7. Steyeren : 50 putaran. 
Time Trial Team, biasanya terdiri dari 4 orang. Bila memasuki garis finish, yang dicatat waktunya hanyalah pembalap nomor 3 (tiga) dalam setiap tim. Semua jenis perlombaan diatur menurut ketentuan internasional yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia.

Disamping itu ada beberapa ketentuan yang harus ditaati oleh penyelenggara atau pembalap sendiri. Panitia penyelenggara harus lengkap sedemikian rupa, mulai dari pimpinan perlombaan, panitia perlombaan, komisaris perlombaan, juri pencatat waktu, juri kedatangan, petugas jalan dan lapang, sampai kepada hakim perlombaan. Tujuan balap sepeda juga hendaknya dijelaskan kepada masyarakat dan peserta.

Sebab, hal ini menyangkut dipakainya jalan raya yang bisa dipakai masyarakat. Peta dan situasi jalan harus jelas, jarak baik dalam kilometer atau meter juga harus tegas. Selain itu harus ditetapkan tata tertib perlombaan, larangan-larangan yang tidak boleh dilanggar, ketentuan tentang pakaian pembalap, alat kelengkapan sepeda serta tanda-tanda panitia.


Perlu disiagakan beberapa kendaraan bermotor untuk pengawal para pembalap.

Malam-macam Sanksi

Sangat yany diberikan biasanya berupa pemisahan, peringatan, teguran, denda, diasingkan, pencabutan hak, penundaan dan pencabutan izin.

Seorang pengendara, dilarang mendorong atau merintangi, dilarang menerima bantuan orang lain. Dianggap tidak sah, kalau mendorong kawan dalam 'time trial'  atau lomba perorangan, atau menyeberang di depan pengendara lain untuk merintangi gerakannya.

Itulah informasi seputar sejarah olahraga balap sepeda, semoga bisa menambak pengetahuan kita semua. Sekian dan terima kasih.

Sejarah Olahraga Balap Sepeda Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment