Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Sejarah Olahraga Berkuda Lengkap

Olahraga berkuda merupakan olahraga ketangkasan sambil menunggang kuda yang dilakukan dalam lapangan khusus untuk olahraga ini. Bukan saja terbatas pada pacu kuda, tetapi juga ketangkasan, seperti lomba rintangan, tunggang serasi, polo berkuda dan beberapa ketangkasan berkuda lainnya.

Sejarah Olahraga Berkuda 

Ketangkasan berkuda seudah dikenal sejak 1500 tahun sebelum Masehi oleh bangsa Assyria. Bangsa inilah yang pertama kali membentuk pasukan Kavaleri. Sedangkan di Inggris, baru sekitar 55 tahun sebelum Masehi kuda dipergunakan untuk peperangan. Ketika itu, Inggris sedang mempertahankan serbuan dari Julius Cesar.

Baca Juga: Teknik Serangan Dalam Pencak Silat

Pada abad pertengahan, uumnya ketangkasan berkuda hanya dalam 3 nomor populer. Yaitu perkelahian satu lawan satu, perkelahian dua lembing antara dua ksatria yang berbaju baja, dan pertarungan dua orang yang berbaju baja dengan membawa perisai dan lembing yang panjangnya lebih dari 3,5 meter.

Olahraga berkuda terus berkembang. Bahkan tahun 1532 berdirilah Akademi Menunggang Kuda di Nepels, Perancis, modernisasi ketangkasan semakin bervariasi, khususnya untuk kuda pacuan dan ketangkasan berkuda dengan berbagai nomor perlombaan.

Ditingkat Internasional terutama dalam menghadapi Olimpiade, baru tahun 1912 mulai dirasakan kebutuhan organisasinya. Atas prakarsa 8 negara peserta, tahun 1921 dibentuklah Federation Equestre Internationale (FEI). Sejak itulah, seluruh kegiatan olahraga berkuda equestrian berada dibawah FEI. Sampai tahun 1983, anggotanya telah berkembang menjadi 79 negara.

Di Indonesia, menunggang kuda merupakan kegemaran yang sesuai dengan kebutuhan. Para petani di Nusa Tenggara Barat sudah berburu dengan berkuda sejak zaman dahulu kala. Sementara di Pulau Jawa, lebih banyak menjadi simbol kemegahan para raja, disamping untuk peperangan dan olahraga, sudah sejak abad ke-16.

Baca Juga: Sejarah Organisasi IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) 

Olahraga berkuda dikenal hanya dengan pacuan kuda secara tradisional di beberapa daerah. Bahkan juga sudah ada peternakan kuda. Karena itu muncul nama-nama seperti kuda Batak, Kuda Sumba, Kuda Priangan, Kuda Minahasa dan sebagainya.

Pada zaman Belanda, organisasi olahraga berkuda sudah mulai muncul. Seperti Bataviese en Butenzorsge Wedloop Sociteit (BBWS) di Jakarta, MWS di Minahasa, PWS di Bandung dan sebagainya. Lomba ketangkasan yang dikenalkan oleh Belanda ketika itu hanya lomba rintangan (jumping). Salah satu pusat kavaleri berkuda terletak di Cimahi, 10 km barat Bandung.

Tahun 1953 dibentuklah suatu badan yang bisa menyatukan semua perkumpulan olahraga berkuda. Ketika itu diberi nama POPSI (Pusat Organisasi Poni Seluruh Indonesia). Tetapi organisasi ini akhirnya surut dan federasi-federasinya hilang begitu saja.

Barulah tahun 1966 kembali muncul, yang bernama PORDASI (Perasatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia). Organisasi ini dibentuk atas prakarsa daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara dan klub Sekardiu dari corp Kavaleri Bandung.

Pordasi terus berkembang dan aktif menyelenggarakan pertandingan-pertandingan, baik dalam lomba pacuan kuda maupun dalam lomba ketangkasan berkuda. Bahkan Piala Soeharto selalu diperebutkan dalam Kejuaraan Nasional Belanda.

Perlombaan dan Pelengkapan

Olahraga ketangkasan Berkuda yang secara resmi diperlombakan di Olympiade dan PON (Pekan Olahraga Nasional) terbatas dalam disiplin:
  • Lomba Tiga Hari (The Three Days Event)
  • Lomba Tungga Serasi (The Dressage)
  • Lomba Lompat Rintangan (The Show Jumping).
Disamping ketiga disiplin tersebut, negara-negara Eropa dan Inggris juga mengikuti Driving Event atau Lomba Karate Berkuda.

Dalam Asian Games IX/1982 di New Delhi, masih ditambah dengan nomor Tent Pegging. Yaitu lomba memacu kuda dengan galop, lari di atas garis lurus, sedangkan penunggangnya memegang tombak ditangan menuju sasaran sebuah papan (peg).

Ada lagi nomor Polo, mirip permainan hoki, tetapi para pemainnya menunggang kuda dalam mengejar bola untuk memasukkannya ke tiang gawang. Pacuan kuda yang kita kenal tidak termasuk dalam equastrian.

Baca Juga: Teknik Pukulan Forehand dan Backhand Tenis Meja

Para peserta perlombaan Tri Lomba, harus berusai sekurang-kurangnya 18 tahun, dan untuk semua kompetisi yang dipergunakan kuda berusia 6 tahun. Ada kompetisi yang hanya boleg menggunakan satu jenis kuda, misalnya kuda Poni dengan atlet penunggang kelompok umur (remaja/taruna).

Untuk persyarakat Internasional, para atlet harus memiliki sertifikat kemampuan yang dikeluarkan oleh Federasi Nasional negaranya. Di Indonesia dikeluarkan PORDASI.

Pakaian para atlet berkuda equestrian, termasuk yang paling rapi dan menarik. Misalnya untuk lomba Tunggang Serasi dan Lomba Rintangan. Terdiri dari celana putih atau hitam, kemeja putih lengan panjang berdasi putih/merah/hitam, jas tunggang atau ves hitam atau merah, pet hitam, sepatu lars dan pemakaian spur. Untuk anggota Tentara berpakaian PDH (Pakaian Dinas Harian).

Sedangkan perlengkapan kuda terdiri dari pelana, sabrak, sanggurdi, dan peralatan kepala kuda, termasuk stang dan trens.

Itulah informasi seputar sejarah olahraga berkuda, semoga bisa memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.

Sejarah Olahraga Berkuda Lengkap Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment