Penjaskesrek

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Sejarah Olahraga Ski Terlengkap

Ski telah menjadi olahraga musim dingin yang paling populer di dunia. Kegembiraan bermain ski menuruni lereng-lereng gunung dan melewati hutan-hutan penuh salju, telah menarik berjuta-juta orang pada olahraga ini.

Sejarah Olahraga Ski

Ski

Pada mulanya ski adalah sebagai sarana transport. Hal ini terbukti dari ditemukannya goresan sepatu ski yang kasar pada dinding-dinding gue purbakala. Di amerika, para pemain ski juga bertugas sebagai pengantar surat di gunung-gunung bersalju. Bahkan para penambang emas, peternak (ranchers), menggunakan sepatu ski untuk transportasi dan olahraga.

Pada akhir abad ke 19, Mathias Zdarsky dari Australia mengembangkan ide keseimbangan dua tiang (two ples for balance) dan memperpendek sepatu ski. Zdarsky dikenla juga sebagai “Father of alpine skiing”.

Ada dua bentuk ski yang populer, yaitu Cross Coutry yang tradisional (Nordic) dan ski gunung yang kedua (Alpine). Meskipun Cross Coutry yang pertama muncul tetapi Alpine merupakan olahraga yang lebih dulu populer.

Ski Nordic (Nordic Skiing)yang di dalamnya termasuk ski jumping sangat populer di Amerika sejak abad ke 19. Popularitasnya kemudian turun dan baru pada tahun 1970-an kembali digemari. Jalan-jalan baru dibuat di mana-mana, serta di adakan peningkatan peralatan ski Nordic.
Untuk mengetahui, lebih jelas perihal dua macam ski tersebut, berikut penjelasannya:

Ski Alpine

(Alpine Skiing); biasanya menuruni lereng-lereng guung dan beberapa nomor pertandingan. Keselamatan dan kendali adalah hal yang amat penting. Ski Alpine sangat menyenangkan ketika musim winter (wintry beauty) yang penuh dengan pemandangan indah. Para pemain ski Alpine mengetahui beberapa peraturan keselamatan dan persyaratan sebelum memulainya. Antara lain mempersiapkan fisik dengan latihan, terutama untuk menggerakkan otot-otot.

Bermain bola sangat baik bagi pemain ski muda.

Kini teknik ski telah mengalami perubahan, seperti teknik parallel skiing yaitu dengan merapatkan akle bersama-sama. Pelajaran dimulai dengan bagaimana meluncur ke bawah atau menuruni lereng yang curam. Untuk ini biasanya ujung sepatu ski harus dipertemukan, sehingga satu sama lain membentuk sudut. Teknik ini dinamakan snow plow, yang menyebabkan semua pemain ski berjalan lamban.

Setelah menguasai teknik ini, baru pemain ski memakai sepatu ski parallel. Pada akhir tahun 70-an, metode belajar ski mulai mengalami perubahan. Para pemain ski mulai kembali belajar menggunakan sepatu pendek di samping melakukan snow plow.

Setelah nampak kemajuan, perlahan-lahan mereka mulai menggunakan sepatu ski yang panjang. Perkembangan pengajaran pemain ski telah menarik masyarakat luar menikmati olahraga ini sejak tahun 70-an.

Peralatan ski Alpine juga mengalami perubahan termasuk sepatu ski dan sepatu pemain. Beberapa tahun sepatu ski dan sepatu pemain. Beberapa sepatu ski terbuat dari kayu, tetapi kemudian berkembang dengan membuat sepatu ski dari platik, besa, fiber glass, dan bahan lainnya. Sementara itu sepatu para atlit jauh lebih tinggi, sepatu kulit yang bertali diganti dengan sepatu gesper, lapisan-lapisan dalam diberi busa, dan bahan-bahan lainnya guna membuat sepatu menjadi lebih nyaman ketika dipakai.

Sepatu yang baru ini memberikan kekuatan ekstra bagi pemain ski dan sekaligus melindungi serta memberi kehangatan. Sebab apabila pemain ski terjatuh maka seringkali menimbulkan cedera, sehingga diciptakan suatu sistem pengamanan yang dapat melepaskan sepatu. Sebuah tali yang dihubungkan ke betis akan menahan sepatu meluncur ketika terlempar dari kaki pemain ski pada saat ia terjatuh.

Ski Nordic, termasuk ski jumping dan ski cross coutry. Ski Jumping bukanlah olahraga untuk bersenang-senang. Sementara cross country diperuntukkan bagi pemain ski yang sambil lalu maupun untuk bertanding. Antara lain seperti mendaki gunung, menuruni gunung dan melalui hutan panjang yang berliku-liku. Pada saat tidak menuruni bukit, cross country sangat berat dan merupakan latihan yang amat baik.

Banyak pemain ski cross country menggunakan campuran lilin di atas sepatu skinya, untuk memperoleh tenaga tarik yang baik dan luncuran yang bagus.
Jumlah pusat-pusat tour pada tahun 1970-an. Pusat-pusat ini menyediakan penyewaan alat-alat informasi wax (waxing infromation), intruksi dan percobaan-percobaan (trial). Gaya bebas atau dog skiing (gaya bebas).

Ski gaya bebas berkembang pesat selama akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Hal ini terjadi ketika ditemukan jalan yang tidak rata dan dan jurang yang curam. Lapangan salju yan tidak rata ini disebut mogul runs, akhirnya ditemukan bahwa dengan berski pada jalan yang tidak rata tersebut terciptalah sebuah olahraga baru yang disebut hot dog skiing.

Sebelumnya telah terlebih dahulu hadir sebuah cabang olahraga yang bernama freestyle skiing atau ski gaya bebas. Tetapi kepada pemain ski dituntut mengikuti peraturan dan bentuk ski yang diinginkan. Hakim memberikan angka kepada gayanya seperti pada figure skate indah. Pada ski bebas tumbuh menjadi populer, para pemain ski mencari bentuk lain, seperti aerial acrobatic yang dikembangkan sebagai ski gaya bebas.

Selanjutnya berkembanglah bantuk ketiga yang diberi nama Ballet. Ballet yang dilakukan sesuai musik dan dekat dengan gaya bebas. Para pemain ski melakukannya dengan iringan musik.

Kompetisi/Perlombaan

Sejak dimulainya olahraga ski telah diadakan perlombaan untuk menentukan siapa yang tercepat, terjauh melakukan lompatan atau lari dengan sepatu ski. Kompetisi bebas diatur oleh International Ski Federation (FIS), untuk semua tingkatan. FIS mengadakan kompetisi sekali dalam dua tahun. Dalam setiap empat tahun diadakan Olympic Winter Games. Pada tahun tertentu selain Olympiade juga diadakan World Skiing Champion Shit, atau kejuaraan ski dunia. Setiap negara peserta mengirimkan pemain ski yang bertanding pada nomor dijadwalkan oleh National Skiing Asosiation di Amerika yang bermarkas di Denver, Colorado. Sementara World Skiing Championised dan Olympiade merupakan pertandingan ski yang besar. Sedang kompetisi Ski Alpine berlangsung secara berkesinambungan dan dikenal dengan World Cup yang merupakan rangkaian pertandingan ski yang diadakan setiap musim di seluruh dunia Alpine.

Pemain ski memperoleh nilai pada masing-masing perlombaan, yaitu mahkota World Cup Champions pada setiap musim untuk pemain ski pria dan wanita.

Nomor-nomor Alpine

Dalam ski Alpine dikenal empat nomor kompetisi, yaitu slalom, giant slalom, downhill dan paralel. Slalom dilakukan pada suatu lereng sederhana dengan sekitar 50 jalur. Setiap jalur dipagari oleh dua bendera dengan warna yang sama. Melalui kedua bendera tersebut pemain ski harus lewat. Jika seorang pemain ski tidak melalui jalur yang ditentukan maka ia dinyatakan gagal, kecuali ia naik kembali dan melewati jalur tersebut. Peski harus mempu menikung dengan baik menuruni jalurnya ini.

Giant Slalom

Perlombaan jenis ini dilakukan dengan melalui serangkaian jalur. Ini dianggap sebagai lari cepat (a dash), dan bukan lari jarak (distance run).

Peski harus menyelesaikan jalur dengan putaran yang halus dan baik. Peserta perlombaan ini harus memiliki akselerasi yang baik. Setiap peserta melakukan dua run menuruni jalan untuk menentukan kedudukan terakhir.

Downhill

Ini merupakan nomor glamour dari balapan Alpine, sebab merupakan perlombaan, peski mana yang paling cepat menuruni gunung.
Sebelum perlombaan, para diminta berlatih menuruni jalan bukit selama sehari penuh dan pada hari esoknya peski harus menyelesaikan non stop training run seolah-olah merupakan pertandingan sebenarnya. Pada hari perlombaan para peski mulai berlomba dari puncak dan berski ke bawah untuk memenangkan pertandingan. Peski turun bukit (downhill) rata-rata dengan kecepatan 115 km/jam.

Parallel

Bentuk keempat yang merupakan terbaru dari balapan Alpine adalah perlombaan parallel. Pada nomor ini dua orang peski mulai dari puncak berski bahu-membahu pada dua jalan yang sama. Peski pertama turun dengan memecahkan timing beam, sedang yang kedua memberhentikan jum tersebut, selanjutnya berski lagi melalui jalan yang kedua.

Nordic Events

Dalam nomor nordic, terdapat dua jenis kompetisi yaitu cross country dan jumping.

Cross Country

Pada kompetisi international seperti olimpiade dan kejuaraan dunia terdapat perlombaan 15, 30, dan 50 km, untuk pria dan untuk wanita 5 dan 10 km. Sebagai tambahan terdapat relay untuk pria sejauh 10 km dan relay wanita sejauh 5 km. Perlombaan cross country lainnya juga diadakan termasuk marathon sejauh 60 km.

Ski Jumping

Sementara itu terdapat ski jump dengan bermacam-macam ukuran, dua diantaranya diterapkan dalam kompetisi international yaitu yang 70 dan 90 meter. Para peski meluncur menuruni jalan yang ditutupi salju, terbang di udara dan mendarat pada suatu tempat di bawah buit. Pemenang dinilai dari jarak yang dilompati, gaya bagaimana peski kelihatan di udara dan bagaimana baiknya peski mendarat. Pada nondic combined, melompat dari lompatan 70 meter pada suatu hari dan selanjutnya bertanding pada satu hari dan selanjutnya bertanding pada 15 km berikutnya.

Di mana bermain ski?

Dewasa ini ribuan tempat bermain ski bertebaran di seluruh dunia, bahkan dengan adanya alat pembuat salju telah memperbanyak daerah ski.

Di Eropa ada tempat yang paling terkenal seperti; Montana Crans, Davos, Klosters St. Moritz, Zermatt di Swiss, Inbruck Kitzbuhel, Leach St. Anton, Zurs di Austria dan lainnya.
Di Amerika terdapat 700 resort ski dan 200 di Canada. Juga terdapat resort ski 40 dari 50 negara bagian yang mayoritas berada di New England New York, bagian paling utara dari Nort Central State, The Rocky Mountains dan The West Coast.

Demikianlah informasi seputar olahraga ski. Semoga bisa menambah khazanah pengetahuan kita semua. Terima kasih.

Sejarah Olahraga Ski Terlengkap Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Post a Comment