Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Jenis-Jenis Penilaian dan Evaluasi PJOK: Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan Terlengkap

1. Jenis-jenis Penilaian Pembelajaran

Dalam praktik pendidikan jasmani di sekolah, guru dituntut untuk tidak hanya terampil di lapangan, tetapi juga cakap dalam melakukan asesmen yang akurat. Merujuk pada Standar Penilaian Pendidikan dalam Permendikbud No. 23 Tahun 2016, penilaian hasil belajar mencakup tiga aspek utama: sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Ketiga aspek ini harus dinilai dengan instrumen yang tepat agar gambaran kompetensi siswa terlihat secara utuh.

Selain aspek penilaian, penerapan evaluasi formatif dan sumatif menjadi kunci dalam memantau kemajuan belajar. Evaluasi formatif, atau yang sering kita kenal dengan ulangan harian, berperan sebagai umpan balik untuk memperbaiki kualitas proses belajar mengajar secara kontinu. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai jenis instrumen penilaian, mulai dari jurnal observasi hingga penilaian proyek, serta bagaimana memaksimalkan fungsi evaluasi untuk kesuksesan belajar peserta didik.

Baca juga: Sejarah Olahraga Tinju Terlengkap

Penilaian merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian, pada pasal 3 yang berbunyi penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah meliputi 3 (tiga) aspek :

a. Penilaian Sikap

Terbagi menjadi dua yaitu Penilaian sikap spiritual dan penilaian sikap Sosial, penilaian sikap merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk memperoleh informasi deskriftif mengenai prilaku peserta didik baik spiritual dan sosialnya.

Instrumen Penilaian Sikap Terbagi Menjadi 4 yaitu:

(1). Jurnal, Merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi tentang hasil pengamatan tterkait kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal bisa dikatakan sebagai catatan yang berkesinambungan dari hasil observasi.

(2). Observasi, Merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan format observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Hal ini dilakukan saat pembelajaran maupun di luar pembelajaran.

(3). Penilaian Diri Sendiri, Merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan format observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Hal ini dilakukan saat pembelajaran maupun di luar pembelajaran.

(4).Penilaian antar teman sejawat, Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan sikap dan perilaku keseharian peserta didik. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik.

Penilaian 1, 2 dinilai oleh guru dan penilaian 3,4 siswa yang menilai, dengan kata lain guru diberikan kemudahan untuk melakukan penilaian yang dibantu oleh siswa walaupun hasil penilaian dari siswa akan dianalisis oleh guru.

Baca juga: Macam-Macam Pukulan dalam Bulutangkis

b. Penilaian Pengetahuan

Merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur penguasaan pengetahuan peserta didik, jenis penilaian pengetahuan terbagi menjadi 3 jenis yaitu:

(1). Tes Lisan

Tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru secara verbal (oral) sehingga peserta didik merespon pertanyaan tersebut secara verbal juga, sehingga menimbulkan keberanian. Jawaban dapat berupa kata, frase, kalimat maupun faragraf yang diucapkan. Tes lisan merupakan cara yang paling mudah dilakukan, dan biasanya dapat mengukur kemampuan otentik dari peserta didik karena dapat dilakukan dengan spontan tanpa harus dipersiapkan. Saat melakukannya adalah pada saat berdialog dengan anak secara klasikal dan pada saat demikian, guru menyampaikan pertanyaan semacam kuis. Tentu tidak semua anak akan mendapat kesempatan menjawab, karena biasanya waktunya cukup terbatas.

(2). Tes Tertulis

Tes tertulis digunakan untuk mengukur pengetahuan yang diperoleh dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Berdasarkan jenisnya tes tertulis dapat dilakukan dengan tes yang soal dan jawabannya tertulis berupa pilihan ganda, isian, Benar-salah, menjodohkan, dan uraian, sedangkan berdasarkan waktu pelaksanaannya tes dilakukan dalam situasi yang disediakan khusus, misalnya: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester ataupun ulangan kenaikan kelas. Tes dapat juga dilakukan melekat dalam proses pembelajaran, misalnya dalam bentuk kuis, untuk mengetahui seberapa jauh peserta didik dapat menguasai atau menyerap materi pelajaran.

(3). Penugasan

Penugasan adalah penilaian yang dilakukan oleh pendidik yang dapat berupa pekerjaan rumah baik secara individu ataupun kelompok sesuai dengan karakteristik tugasnya. Penugasan yang dimaksud di sini adalah dengan meminta peserta didik melakukan atau menguraikan sesuatu yang dapat dukur hasilnya sebagai penguasaan pengetahuannya. Dapat juga guru mewajibkan peserta didik membuat tugas karya ilmiah dan hasilnya dapat dijadikan ukuran apakah peserta didik menunjukkan penguasaannya dalam bahasa dan pengetahuan keolahragaannya.

c. Penilaian Keterampilan

Merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur kemampuanpeserta didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu. Penilaian keterampilan terbagi menjadi 3 jenis yaitu:

(1). Unjuk Kerja/ Praktik

Melalui penilaian kinerja peserta didik diminta mendemonstrasikan kinerjanya dalam aktivitas jasmani atau melaksanakan berbagai macam keterampilan gerak sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar PJOK. Penilaian kinerja ini dapat berupa penilaian terhadap kemampuan dalam menerapkan keterampilan dasar dalam aktivitas permainan bola besar dan bola kecil (sepakbola, bolabasket, bolavoli, bulu tangkis, tenis meja, kasti dan sebagainya), ke dalam permainan yang sesungguhnya. Penilaian domain keterampilan dalam penilaian kinerja yang diterapkan pada pembelajaran PJOK akan sangat tergantung dari jenis keterampilan yang akan dinilai. Instrumen yang dapat digunakan adalah lembar pengamatan berupa fortofolio tentang keterampilan tehnik dasar yang yang diamati atau tes standar keterampian yang telah tersedia.

(2). Portofolio

Penilaian Portofolio adalah penilaian melalui sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang dilakukan selama kurun waktu tertentu. Portofolio digunakan oleh guru dan peserta didik untuk memantau secara terus menerus perkembangan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam bidang tertentu. Dengan demikian penilaian portofolio memberikan gambaran secara menyeluruh tentang proses dan pencapaian hasil belajar peserta didik.

(3) Project/ proyek

Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu. Penilaian projek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian projek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, penyelidikan dan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran dan indikator/topik tertentu secara jelas. Pada penilaian projek, setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan: (a) kemampuan pengelolaan: kemampuan peserta didik dalam memilih indikator/topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan, (b) relevansi, kesesuaian dengan mata pelajaran dan indikator/topik, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran, dan (c) keaslian: proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap projek peserta didik.

Baca juga: Gambar dan Ukuran Lapangan Tenis Meja

Kesimpulan: Optimalisasi Penilaian untuk Pembelajaran yang Bermakna

Penerapan berbagai jenis penilaian dan evaluasi yang tepat sasaran akan memberikan manfaat besar, baik bagi siswa maupun guru. Penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara konsisten memungkinkan guru untuk mendiagnosa kekuatan dan kelemahan siswa sejak dini. Melalui evaluasi formatif, guru dapat segera melakukan perbaikan strategi mengajar atau memberikan program remedial bagi siswa yang membutuhkan.

Dengan menguasai teknik-teknik penilaian mulai dari tes lisan hingga portofolio dan proyek, guru PJOK dapat menciptakan sistem evaluasi yang objektif, transparan, dan akuntabel. Pada akhirnya, tujuan utama dari seluruh rangkaian penilaian ini adalah untuk memastikan setiap peserta didik mencapai derajat kebugaran dan kompetensi gerak yang maksimal sesuai dengan target kurikulum yang ditetapkan.

Daftar pustaka:

Dewi, R. (2019). Modul 6: Tes, pengukuran, penilaian dan evaluasi serta penelitian tindakan kelas dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Jenis-Jenis Penilaian dan Evaluasi PJOK: Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan Terlengkap Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Posting Komentar