Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Blog ini Berisi Informasi Seputar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang Cocok untuk Semua Kalangan.

Evaluasi Formatif vs Sumatif: Panduan Lengkap Fungsi, Manfaat, dan Perbedaannya dalam Pembelajaran

Jenis-Jenis Evaluasi dalam Pembelajaran

Dalam satu semester pembelajaran, seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga harus mampu mengukur sejauh mana materi tersebut diserap oleh siswa. Secara umum, terdapat dua jenis evaluasi utama yang menjadi pilar dalam sistem pendidikan kita: evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Keduanya memiliki peran yang sangat berbeda namun saling melengkapi dalam menciptakan ekosistem belajar yang berkualitas.

Evaluasi formatif hadir sebagai kompas selama proses pembelajaran berlangsung, memberikan umpan balik (feedback) seketika bagi guru dan siswa untuk melakukan perbaikan. Sementara itu, evaluasi sumatif hadir di penghujung periode sebagai potret utuh pencapaian siswa yang menentukan kedudukan akademik mereka. Artikel ini akan mengupas tuntas karakteristik kedua evaluasi tersebut, manfaatnya bagi guru dan orang tua, hingga bagaimana hasil tes ini digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan kenaikan kelas.

Baca juga: Manfaat Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran bagi Guru, Murid, dan Sekolah 

Evaluasi Formatif

Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan atau topik, dan untuk mengukur sejauh mana siswa telah menguasai bahan pelajaran, setelah mengikuti suatu proses pembelajaran yang telah berjalan sebagaimana yang direncanakan. Arikunto (2002) menjelaskan bahwa “evaluasi formatif adalah untuk mengetahui sejauh mana siswa telah memahami materi setelah mengikuti sesuatu pembelajaran”. evaluasi formatif untuk memantau kemajuan belajar peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung serta untuk mengetahui kelemahan- kelemahan yang memerlukan perbaikan sehingga hasil belajar mengajar menjadi lebih baik. Dari hasil evaluasi ini akan diperoleh gambaran siapa saja yang telah berhasil dan siapa yang belum berhasil. Tindakan lanjut dari evaluasi ini adalah bagi para peserta didik yang belum berhasil maka guru dapat memberikan remidial, yaitu bantuan khusus yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan memahami atau melakukan suatu pokok bahasan tertentu. Sementara bagi peserta didik yang telah berhasil maka akan melanjutkan ke topik berikutnya.

Evaluasi formatif atau tes formatif diberikan pada akhir setiap pembelajaran, yaitu dilaksanakan pada setiap satuan pelajaran atau subpokok bahasan berakhir atau dapat diselesaikan. Disekolah-sekolah tes formatif biasa dikenal dengan istilah ulangan harian. Tes formatif adalah tes hasil belajar yang bertujuan untuk mengetahui, sudah sejauh manakah peserta didik “telah terbentuk” (sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan) setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu (Sudijono, 2011). Tes formatif juga bertujuan untuk mencari umpan balik (feedback), yang selanjutnya hasil penilain tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar yang sedang atau yang sudah dilaksanakan (Purwanto, 2009). Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa tes formatif adalah tes yang diberikan kepada peserta didik pada setiap akhir pelajaran. Memonitor kemajuan siswa selama proses pembelajaran bertujuan untuk mengarahkan peserta didik pada jalur yang membawa hasil- hasil belajar yang maksimal. Fungsi utama dari tes formatif adalah untuk mengetahui keberasilan dan kegagalan proses belajar mengajar, dengan demikian dapat dipakai untuk memperbaiki dan menyempurnakannya. Fungsi tes formatif juga untuk mengetahui masalah dan hambatan kegiatan belajar mengajar termasuk metode belajar dan pembelajaran yang digunakan guru, kelemahan dan kelebihan peserta didik.

Fungsi evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan guru untuk memperbaiki proses pembelajaran maupun strategi pembelajaran yang telah diterapkan. Pelaksanaan evaluasi ini dapat dilakukan secara kontinu atau periodik tertentu dalam satu proses belajar mengajar. Maksut periodik yaitu pada awal, tengah, atau akhir dari proses pembelajaran. Informasi yang diperoleh dari evaluasi formatif ini secepatnya dianalisis guna memberika gambaran kepada guru, tentang perlu tidaknya dilakukan pembelajaran perbaikan bagi para peserta didik yang memerlukan. Tujuan utama evaluasi formatif adalah menentukan tingkat kemampuan peserta didik. Evaluasi formatif ini juga bertujuan mengetahui sejauh mana pembelajaran yang dirancang dapat berlangsung, sekaligus mengidentifikasi hambatannya. Arikunto, (2002) Evaluasi formatif mempunyai manfaat, baik bagi siswa, guru, maupun pelajaran itu sendiri. 

Baca juga: 7+ Pendekatan Pembelajaran Pendidikan Jasmani

Manfaat bagi siswa: 

(a) Digunakan untuk mengetahui apakah siswa sudah mengusai bahan pelajaran secara menyeluruh.

(b) Merupakan penguatan (reinforcement) bagi siswa. Dengan mengetahui bahwa tes yang dikerjakan sudah menghasilkan skor yang tinggi sesuai dengan yang diharapan maka siswa merasa mendapat “anggukan kepala” dari guru, dan ini merupakan suatu tanda bahwa apa yang sudah dimiliki merupakan penegtahuan yang sudah benar. Dengan demikian maka pengetahuan itu akan bertambah membekas diingatan. Di samping itu, tanda keberhasilan suatu pelajaran akan memperbesar motivasi siswa untuk belajar lebih giat, agar dapat mempertahankan nilai yang sudah baik itu atau memperoleh lebih baik lagi. 

(c) Usaha perbaikan. Dengan umpan balik (feed back) yang diperoleh setelah melakukan tes, siswa mengetahui kelemahan-kelemahannya. Bahkan dengan teliti siswa mengetahui bab atau bagian dari bahan yang mana yang belum dikuasainya. Dengan demikian, akan ada motivasi untuk meningkatkan penguasaan. 

(d) Sebagai diagnosis. Bahan pelajaran yang sedang dipelajari oleh siswa merupakan serangkaian pengetahuan, keterampilan, atau konsep. Dengan mengetahui hasil tes formatif, siswa dengan jelas dapat mengetahui bagaimana dari bahan pelajaran yang masih dirasakan sulit.

Manfaat bagi guru:

Dengan mengetahui hasil tes formatif, maka guru: 

(a) Mengetahui sampai mana sejauh mana bahan yang diajarkan sesudah dapat diterima oleh siswa. Hal ini menentukan pula apakah guru itu mengganti cara menerangkan (strategi mengajar) atau tetap dapat menggunakan cara (strategi) yang lama. 

(b) Mengetahui bagian-bagian mana dari bahan pelajaran yang belum menjadi milik siswa. Apabila bagian yang belum dikuasai kebetulan merupakan bahan persyarat bagi bagian pelajaran yang lain, maka bagian itu harus diterangkan lagi, dan barangkali memerlukan cara atau medialain untuk memperjelas. Apabila bahan ini tidak diulangi, maka akan mengganggu kelancaran pemberian bahan pelajaran selanjutnya, dan siswa akan semakin tidak menguasainya. 

(c) Dapat meramalkan sukses dan tidaknya seluruh program yang akan diberikan. Manfaat bagi pelajaran: Setelah diadakan tes formatif maka diperoleh hasil. 

Dari hasil tersebut dapat diketahui:

(a) Apakah pelajaran yang telah diberikan merupakan pembelajaran yang tepat dalam arti sesuai dengan kecapakan anak. 

(b) Apakah pembelajaran tersebut membutuhkan pengetahuan-pengetahuan persyaratan yang belum diperhitungkan. 

(c) Apakah diperlukan alat, sarana, dan prasarana untuk mempertinggi hasil yang akan dicapai. 

(d) Apakah metode, pendekatan, alat evaluasi yang digunakan sudah tepat. Terdapat berbagai macam teknik yang dapat digunakan sebagai penilaian formatif. 

Baca juga: Tujuan Pendidikan Jasmani yang Wajib Anda Tahu

Evaluasi Sumatif

Evaluasi sumatif adalah tes yang dilaksanakan setelah memberikan keseluruhan materi pelajaran pada akhir semester, setelah diadakannya beberapa tes formatif. Arifin (2009:36) menjelaskan bahwa “istilah sumatif berasal dari kata “sun” yang berarti total obtained by adding together items, number or amounts. Artinya penilaian sumatif berarti penilaian yang dilakukan jika satuan pengalaman belajar atau seluruh

Tes sumatif adalah tes yang dilakukan untuk memperoleh data atau informasi sampai dimana penguasaan atau pencapaian belajar siswa terhadap bahan pelajaran yang telah dipelajarinya (Purwanto, 2009). Arikunto (2002: 9) mengatakan “evaluasi sumatif atau tes sumatif dilaksanakan setelah berakhirnya keseluruhan proses pelajaran atau sebuah pelajaran yang lebih besar”. Dengan demikian, ujian akhir semester atau ujian nasional termasuk penilaian sumatif. Evaluasi sumatif adalah suatu penilaian yang dilaksanaannya itu dilakukan pada akhir semester dari akhir tahun. Secara diagramis maka hubungan antara tes fomatif dengan sumatif ini digambarkan sebagai berikut:


Berdasarkan tabel tersebut dijelaskan bahwa evaluasi formatif diberikan ketika proses pelajaran telah selesai dan evaluasi sumatif diberikan ketika keseluruhan materi pelajaran tersampaikan. Tes sumatif mengukur keberhasilan belajar peserta didik secara menyeluruh, materi yang diujikan seluruh pokok bahasan dan tujuan pengajaran dalam satu tahunan pembelajaran atau semesteran, masing-masing pokok bahasan terwakili dalam butir-butir soal yang diujikan (Thoha, 2003). Dan bagaimanapun hasil yang diperoleh dari tes sumatif, tampaknya menjadi keputisan akhir, mengingat tidak adanya kesepakatan bagi guru untuk memperbaiki kekurangan para siswa pada semester tersebut. Perubahan bisa dilakukan pada tahun berikutnya atau sebagai bahan untuk menyempurnakan semester berikutnya. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa tes sumatif adalah tes yang dilakukan tiap akhir semester, setelah para siswa menyelesaikan proses belajar dari suatu bidang studi atau mata pelajaran tertentu selama satu perode waktu tertentu.

Fungsi dan tujuan Evaluasi Sumatif: 

(a) Untuk menentukan nilai siswa, 
(b) Keterangan tentang keterampilan dan kecakapan, 
(c) Keberhasilan belajar siswa.
(d) Titik tolak pelajaran berikutnya, 
(e) Indikator prestasi siswa dalam kelompoknya. 
(f) Untuk mengukur pencapaian program, fungsi evaluasi sumatif dalam evaluasi program pembelajaran dimaksudkan sebagai sarana untuk mengetahui posisi atau kedudukan individu di dalam kelompoknya.

Mengingat bahwa obyek sasaran dan waktu pelaksanaan berbeda antara evaluasi formatif dan sumatif maka lingkup saran yang dievaluasi juga berbeda. Tujuan evaluasi sumatif adalah menentukan nilai (angka) berdasarkan tingkatan hasil belajar peserta didik yang dipakai sebagai angka rapor.
Hasil dari sumatif juga dapat dimanfaatkan untuk perbaikan proses pembelajaran secara menyeluruh. Arikunto, (2002) Ada beberapa manfaat tes sumatif, dan 3 diantaranya yang terpenting adalah: (a) Untuk mengetahui nilai. Apabila tes formatif terutama digunakan untuk memberikan informasi demi perbaikan penyampaian, dan tidak digunakan untuk memberikan nilai atau tidak digunakan untuk penentuan kedudukan seorang anak di antara teman-temannya (grading), maka nilai dari tes sumatif ini digunakan untuk menentukan kedudukan anak. Dalam penentuan nilai ini setiap anak dibandingkan dengan anak-anak lain. (b) Untuk menentukan seseorang anak dapat atau tidaknya mengikuti kelompok dalam menerima pembelajaran selanjutnya.

Dalam kepentingan seperti ini maka tes sumatif berfungsi sebagai tes prediksi. Contoh. Pada waktu kenaikan kelas, guruguru mempertimbangkan siapa-siapa yang kira-kira mampu mengikuti program di kelas berikutnya. Sebagai bahan pertimbangan adalah nilai-nilai yang diperoleh terutama dari tes sumatif. Siswa- siswa yang sekiranya tidak mampu mengikuti program di kelas berikutnya dipersilahkan tinggal kelas. (c) Untuk mengisi catatan kemajuan belajar siswa yang akan berguna bagi: Orang tua siswa, Pihak bimbingan dan penyuluhan di sekolah, Pihak-pihak lainnya apabila siswa tersebut akan pindah ke sekolah lain, akan melanjutkan belajar atau akan memasuki lapangan kerja.
Untuk memperoleh gambaran mengenai tes formatif dan tes sumatif secara lebih mendalam, berikut ini akan disajikan perbandingan antar keduanya, agar dapat diketahui tiap-tiap persamaan dan perbedaannya. Dalam membandingkan, akan ditinjau dari 9 aspek, yaitu: fungsi, waktu, titik berat atau tekanannya, alat evaluasi, cara memilih tujuan dievaluasi, tingkat kesulitan soal-soal tes, cara menyekor tingkat pencapaian, dan metode menulis hasil tes.

Kesimpulan: Menyeimbangkan Proses dan Hasil dalam Evaluasi

Memahami perbedaan antara tes formatif dan sumatif membantu guru untuk tidak hanya fokus pada angka akhir (nilai rapor), tetapi juga pada proses "pembentukan" kompetensi siswa setiap harinya. Evaluasi formatif memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperbaiki diri melalui remedial, sedangkan evaluasi sumatif memberikan data autentik mengenai kesiapan siswa untuk melangkah ke jenjang berikutnya.

Dengan menerapkan kedua jenis evaluasi ini secara tepat, guru dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan transparan. Data yang dihasilkan pun tidak hanya berguna bagi sekolah, tetapi juga menjadi laporan penting bagi orang tua dan bimbingan penyuluhan untuk mendukung kesuksesan belajar siswa secara holistik.

Evaluasi Formatif vs Sumatif: Panduan Lengkap Fungsi, Manfaat, dan Perbedaannya dalam Pembelajaran Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ikbal H

0 komentar:

Posting Komentar