Konsep Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan Jasmani
Dalam dunia pendidikan, istilah tes dan pengukuran sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki arti dan fungsi yang berbeda namun saling berkaitan erat. Keduanya merupakan pilar utama dalam proses evaluasi untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai. Tanpa pengukuran yang akurat, seorang pengajar tidak akan memiliki data objektif untuk menilai perkembangan siswa. Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai definisi tes, mekanisme pengukuran, hingga manfaat pentingnya dalam evaluasi kebugaran jasmani..
Tes merupakan salah satu bentuk instrumen yang terdiri atas sejumlah pertanyaan, atau butir-butir soal yang digunakan untuk memperoleh data atau informasi melalui jawaban responden atau peserta tes. Di mana tes berisi serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau soal-soal yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur suatu aspek perilaku tertentu.hal ini sesuai pernyataan Ngatman dan Fitria (2017) bahwa tes sebagai instrumen pengumpulan data adalah serangkaian pertanyaan / latihan yang digunakan untuk mengukur ketrampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu / kelompok. Lebih lanjut Saifuddin (2007) menyatakan bahwa tes merupakan instrument atau alat yang digunakan untuk mengumpulkan informasi berupa pengetahuan atau keterampilan seseorang. Berdasarkan jenisnya tes dapat berupa tes tulis, tes lisan dan tes keterampilan.
Baca juga: 3 Landasan Utama Pendidikan Jasmani
Tes berasal dari bahasa latin “testum” yang berarti sebuah piringan atau jambangan dari tanah liat. Tes dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan atau tugas atau seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait (sifat) atau atribut pendidikan atau psikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar.
Tes dibagi menjadi beberapa komponen kondisi fisik serta beberapa jenis tes yang sudah dikelompokan. Dengan melakukan tes dan pengukuran ini kita dapat mengambil beberapa manfaat, diantaranya kita dapat mengevaluasi tahap latihan yang telah dilakukan, dengan hal itu kita dapat mengetahui seberapa perkembangan kondisi fisik seseorang, selain kita bisa mengembangkan prestasi atlet, kita juga bisa menjadikan ini sebagai bahan perbaikan dalam pemebelajaran atau pelatihan. Kita juga dapat termotivasi oleh hasil yang diambil dalam tes dan pengukuran.
Dapat disimpulkan bahwa tes adalah seberapa baik kinerja individu dibandingkan dengan orang lain atau dibandingkan dengan standar tes yang digunakan.
Pengukuran merupakan tindakan menentukan ukuran target, panjang, berat, kapasitas, atau aspek lainnya. Sutrisno Hadi (1997) menyatakan pengukuran dapat diartikan sebagai suatu tindakan untuk mengidentifikasikan besar-kecilnya gejala. Pengukuran mengacu pada kuantifikasi hasil yang diperoleh dengan menggunakan alat pengukuran. Pengukuran adalah penggunaan tes dan teknik untuk mengumpulkan informasi atau data tentang keterampilan khusus atau tingkat kesegaran seseorang.
Pengukuran adalah proses diukur dengan bantuan berbagai tes standar untuk tingkat kinerja, tingkat kebugaran, kemampuan, pengetahuan, sifat kepribadian, dan keterampilan. Pengukuran dalam bidang pendidikan mengukur atribut atau karakteristik peserta didik tertentu. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto dan Jabar (2004) bahwa pengukuran adalah kegiatan membandingkan suatu hal dengan satuan ukuran tertentu sehingga sifatnya menjadi kuantitatif. Lebih lanjut dinyatakan oleh Djaali & Pudji Muljono (2007) yaitu pengukuran bisa diartikan sebagai proses memasangkan fakta-fakta suatu objek dengan fakta-fakta satuan tertentu. Hal ini sejalan dengan pendapat Sridadi (2007) pengukuran adalah suatu prose yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan menggunakan alat ukur yang baku. Hasil pengukuran dalam proses pembelajaran dapat berupa angka atau uraian tentang kenyataan yang menggambarkan derajat kualitas, kuantitas dan eksistensi keadaan yang diukur. Namun demikian, hasil pengukuran itu sendiri belum dapat mengatakan apa-apa kalau hasil pengukuran tersebut tidak ditafsirkan dengan jalan membandingkan dengan suatu patokan atau norma atau kriteria tertentu Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa tes merupakan salah satu bagian dari pengukuran, sedangkan pengukuran merupakan bagian dari evaluasi. Pengukuran sebagai usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu sebagaimana adanya, pengukuran dapat berupa pengumpulan data tentang sesuatu. Pengukuran merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian.
Baca juga: Tujuan dan Pentingnya Pendidikan Jasmani
Manfaat tes dan pengukuran kebugaran jasmani
Tes dan pengukuran kebugaran jasmani bertujuan untuk mengukur tingkat kebugaran seseorang yang berhubungan dengan kemampuannya. Tujuan pengukuran kesegaran jasmani adalah:
1) Menentukan status
Didalam pendidikan adalah yang harus diperhatikan adalah perkembangan anak, maka seharusnya pembina atau guru olahraga mengetahui sampai dimana perkembagan itu terjadi. Untuk itu harus dilakukan pengukuran agar diketahui status pada suatu saat ataupun dari waktu ke waktu.
2) Klasifikasi
Disekolah biasanya klasifikasi keolahragaan berdasarkan tingkat kelas bukan berdasarkan kemampuan atau keterampilan anak. Kalau dipandang dari sudut kematangan jasmaniah atau ketangkasan mereka itu akan berbeda. Oleh karena itu pengelompokan hendaknya berdasarkan kemampuan umum ketangkasannya dan diatur sesuai dengan kemajuan pembelajarannya.
3) Diagnosa dan bimbingan
Bimbingan dimaksudkan supaya setiap anak memperoleh jalan didalam menghadapi kesukaran-kesukaran yang dialami. Bimbingan mengharuskan adanya evaluasi tentang kapasitas dan kemampuan anak sehingga proses pengajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak.
4) Motivasi
Achievment score/nilai dalam keolahragaan dapat menjadi perangsang bagi anak untuk berlatih lebih giat
5) Perbaikan mengajar
Mengajar, testing dan evaluasi adalah suatu bagian dari pengajaran mempunyai tempat yang tepat dalam program pengajaran. Tes harus ditempatkan pada bagian yang sudah dirancang pada tujuan pembelajaran sebelumnya sehingga nilai tes tersebut dapat digunakan sesuai dengan tujuan dari bahan pembelajaran yang disajikan

0 komentar:
Posting Komentar