Teknik Dasar dan Taktik dalam Sepakbola
Sepak bola bukan sekadar permainan menendang bola, melainkan perpaduan antara keterampilan individu yang mumpuni dan strategi tim yang matang. Bagi seorang pemain pemula maupun atlet pelajar, menguasai teknik dasar sepak bola adalah harga mati sebelum melangkah ke level pertandingan yang lebih kompetitif.
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas berbagai teknik esensial mulai dari dribbling, passing, hingga shooting. Tidak hanya itu, kita juga akan membahas taktik dasar sepak bola baik dalam posisi menyerang maupun bertahan, serta bagaimana metode latihan modern seperti Teaching Game For Understanding (TGFU) dapat membantu Anda mengasah insting bermain di lapangan. Yuk, simak panduan lengkapnya di bawah ini!
Baca juga: Cara Menganalisis Lawan dalam Sepakbola
Teknik dasar permainan sepakbola yang harus dikuasai oleh pemain sepakbola di antaranya:
a. menggiring bola (dribbling)
b. menembakkan bola ke arah gawang lawan (shooting)
c. mengumpan bola (passing)
d. menerima bola (receiving)
e. menyundul bola (heading)
Sedangkan taktik dasar yang harus juga dipelajari oleh peserta didik adalah taktik menyerang dan taktik bertahan, yang masing-masing bagian tersebut dibagi atas:
a. taktik menyerang dan bertahan secara individu
b. taktik menyerang dan bertahan secara grup
c. taktik menyerang dan bertahan secara tim
a. Teknik dasar menggiring bola (dribbling)
Dribbling adalah suatu usaha seorang pemain untuk memindahkan daerah permainan dari suatu tempat ke temapat lain dengan berlari sambil melakukan sentuhan-sentuhan kecil dengan kaki terhadap bola (Nusri, 2019: 100). Kemampuan dalam menguasai teknik dasar menggiring bola mutlak diperlukan oleh seorang pemain, karena menggiring termasuk keterampilan individu yang mesti dikuasai oleh setiap pemain.
Dribble atau menggiring bola dibedakan menjadi dua jenis, yaitu; (1) closed dribbling, yaitu teknik menggiring bola yang dilakukan dengan mengontrol penuh dan aman dari pemain lawan, (2) speed dribbling, yaitu teknik menggiring bola yang dilakukan dengan menendang bola ke depan, lalu kita mengejarnya dengan berlari secepatnya. Dribbling seperti ini disebut dengan running with the ball. Seorang yang ingin belajar menggiring bola disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:
1) Lakukan dribbling menggunakan kaki kanan dan kaki kiri bergantian
2) Lakukaan gerakan secara pelan dan utamakan kebenaran geraknya
3) Hindari kecepatan dalam tahap awal, namun secara perlahan kalau bola sudah bisa dikendalikan tingkatkan kecepatan secara bertahap.
4) Pandangan tidak selalu fokus ke bola, sedikit mengangkat kepala (head up)
5) Pada taraf awal, gunakan dengan seluruh bagian kaki, namun untuk kematangan boleh memfokuskan pada salah satu bagian kaki
6) Lakukan dengan berbagai bentuk rintangan baik menggunakan cone
ataupun teman
b. Teknik dasar mengumpan bola (passing)
Menguasai teknik mengumpan serta menerima bola merupakan hal yang penting dalam permainan sepakbola. Permainan sepakbola adalah permainan tim, maka oleh karena itu diperlukan kemampuan individu dan kemampuan untuk bekerjasama. Dalam permainan, penghubung kerjasama antara sesama pemain salah satunya adalah dengan melakukan passing. Passing adalah keterampilan yang paling banyak dilakukan dalam suatu permainan, bisa mencapai ratusan bahkan ribuan passing dalam suatu pertandingan. Apa itu passing? Passing dapat diartikan sebagai suatu usaha/tupaya/tindakan yang dilakukan oleh seorang pemain untuk memberikan atau mengoper bola kepada teman satu tim atau teman berlatih/bertanding. Tujuan utama dari passing adalah untuk memindahkan bola dari seorang pemain ke pemain lain dalam satu tim sehingga bola selalu dalam penguasaan timnya. Tujuan khusus dalam passing dalam permainan sepakbola adalah sebagai berikut:
Baca juga: Cara Melatih Kecepatan dan Daya Tahan dalam Sepakbola
1) memindahkan daerah permainan supaya lebih cepat
2) memindahkan penguasaan bola kepada teman yang lebih mempunyai ruang dan kesempatan yang lebih baik
3) mengatur tempo/irama permainan
4) menyusun serangan termasuk dalam melakukan serangan balik (counter attack).
Tatkala melakukan passing, seorang pemain harus mempertimbangkan banyak hal, antara lain: (a) arah passing, (b) kecepatan passing, (c) lintasan passing, dan (d) putaran bola. Pada dasarnya memberikan bola kepada teman dapat dilakukan dengan bermacam cara dan dengan seluruh bagian tubuh, kecuali tangan. Cara memberikan bola kepada teman sangat ditentukan oleh keadaan bola saat diberikan. Ada dua keadaan bola sebelum diberikan, yaitu bola di tanah dan bola melayang di udara. Namun bola menyusur di tanah lebih mudah diterima teman dibandingkan bola melayang di udara.
c. Teknik dasar menerima bola (receiving)
Menerima bola adalah salah satu teknik dasar dalam permainan sepakbola yang penggunaannya bersamaan dengan teknik menendang bola. Receiving adalah suatu usaha atau upaya yang dilakukan seorang pemain untuk menguasai bola yang datang kepada dirinya sebagai hasil passing rekan ataupun akibat kesalahan lawan (Ardi Nusri, 2019: 46). Tujuan dari menerima bola adalah untuk mengontrol bola, yang di dalamnya juga termasuk untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan, dan mempermudah untuk melakukan passing. Ada beberapa cara untuk menghentikan bola. Yaitu dengan kaki bagian dalam, luar, telapak kaki, punggung kaki, dengan dada, paha, perut dan kepala.
Ada beberapa kiat yang perlu dipahami tatakala menerima bola, yaitu:
melakukan persiapan dengan memusatkan konsentrasi
mengambil keputusan untuk memilih bagian tubuh yang akan digunakan untuk menerima bola
akurasi dalam menggunakan anggota tubuh yang menerima bola
melakukan gerakan menarik anggota tubuh tatkala menyentuh bola
melakukan gerakan dengan cepat, kuat dan lentur
menentukan arah sentuhan yang akan dilakukan
mencermati tindak lanjut yang akan dilakukan setelah menerima bola
d. Teknik dasar menyundul bola (heading)
Menendang bola ke gawang adalah salah satu kemampuan yang paling penting dalam permainan sepakbola, karena dengan kemampuan shooting yang baik akan dapat menghasilkan gol yang menjadi tujuan dari bermain sepakbola. Shooting adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seorang pemain untuk mencetak gol ke gawang lawan dengan melakukan tembakan dengan menggunakan kaki (Nusri, 2019: 69).
Secara umum, ada 6 teknik dalam menendang bola. Sebagian dari teknik- teknik itu kerap kita lakukan, tetapi sebagian yang lain memerlukan latihan tersendiri. Keenam teknik menendang bola itu diantaranya:
a. menendang bola dengan sisi dalam kaki
b. menendang bola dengan sisi luar kaki
c. menendang bola dengan punggung kaki (kura-kura)
d. menendang bola dengan punggung sisi dalam kaki
e. menendang bola dengan tumit
f. menendang bola dengan ujung jari kaki/sepatu
Berdasarkan pada tujuan dan batasan tentang shooting di atas maka tidak peduli kaki apa yang digunakan untuk menyepak bola, bagian kaki apa yang digunakan dan dari arah mana shooting itu dilakukan, termasuk kapan dan bagaimana shooting itu dilakukan yaitu dengan hanya satu tujuan yaitu menciptakan gol.
Pada saat pemain memperoleh kesempatan, lakukanlah dengan cara apapun, namun secara sederhana untuk dapat mencetak gol dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu; (a) tembakan keras, (b) menggunakan tipuan, (c) tendangan chip, (d) tendangan lob. Perinsip utama yang harus juga menjadi perhatian adalah sebagai berikut; (a) lakukan segera tatkala ada kesempatan, (b) lakukan dengan simpel, (c) utamakan ketenangan dan tidak emosional, dan (d) utamakan agar bola masuk gawang.
Seperti yang sudah disinggung pada bagian terdahulu bahwa metode yang paling cocok diterapkan adalah dengan metode bermain. Bunker dan Thorpe (1982) membuat proposal Teaching Game For Understanding (TGFU) sebagai sebuah pendekatan alternatif. Semenjak itu, TGFU telah menarik seluruh perhatian para guru-guru olahraga. Seperti yang Metzler (2000) katakan,
“TGFU adalah sebuah model instruksi yang berfokus pada pengembangan kemampuan pelajar-pelajarnya untuk memainkan permainan. Inti dari pendekatan ini adalah penggunaan taktik-taktik kewaspadaan untuk meningkatkan penampilan di dalam kegiatan-kegiatan jasmani.
Baca juga: Sejarah Piala Dunia Sepakbola Terlengkap
Permainan-permainan yang telah dimodifikasi dipandang sebagai alat untuk meraih tujuan tersebut. Studi-studi terbaru lebih condong untuk membandingkan atau berkosentrasi pada hasil hasil pengetahuan, psikologis dan afektif dari pendekatan ini (Allison & Thorpe, 1997, Turner & Martinek, 1992, 1999). Sebuah riset menunjukkan bahwa taktik lebih bermanfaat dibandingkan dengan pendekatan dan hasil hasilnya yang mendukung perkembangan pada teori pengajaran baru di dalam pengajaran permainan- permainan (Booth, 1983, Burriows, 1986 and Werner & Almond, 1990).
Berdasarkan hasil riset tersebut, dapat diyakini bahwa pembelajaran olahraga permainan seperti sepakbola, bolavoli, bolabasket, bulutangkis dan tenismeja di sekolah dapat digunakan pendekatan TGFU. Inti dari pendekatan ini adalah penggunaan taktik-taktik kewaspadaan untuk meningkatkan penampilan di dalam kegiatan-kegiatan jasmani. Melalui permainan akan memperbaiki pengetahuan, keterampilan dan afektif secara serempak, sehingga pembelajaran akan berjalan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu saudara dapat mendisain suatu bentuk permainan untuk pembelajaran di sekolah. Berikut akan diberikan beberapa contoh penerapan TGFU dalam pembelajaran olahraga permainan yang tergolong pada permainan bola besar maupun kecil.
Latihan mengoper dan mendukung (passing and support)
Bermain 3 lawan 1 (3 vs 1) dalam lapangan berukuran 12 x 12 m. Tiga orang saling mengoper dan selalu bergerak mencari ruang, sedangkan 1 orang sebagai penjaga. Apabila penjaga berhasil merebut bola, maka otomatis siswa yang melakukan kesalahan terakhir bertindak sebagai penjaga menggantikan penjaga sebelumnya. Permainan ini dapat dilakukan dalam durasi waktu yang kita inginkan; 3-8 menit. Manfaat dari permainan 3 vs 1 ini adalah peningkatan dalam banyak hal, yaitu;
a. Peningkatan kemampuan kognitif, yaitu kemampuan untuk berpikir kemana tubuh akan digerakkan, dan berapa jarak yang harus dibuat, serta kemana arah kontrol tatkala menerima bola harus dilakukan.
b. Peningkatan fisik karena harus bergerak sesuai dengan situasi yang terjadi, baik cepat atau lambat, kelincahan untuk merubah arah,
reaksi tatkala kawan memberikan sinyal arah, kecepatan, dan dayatahan siswa apabila dimainkan dalam waktu yang cukup lama.
c. Peningkatan afektif, yaitu saling bekerjasama, saling membantu, dan sama-sama berusaha untuk mencapai suatu tujuan yaitu bola tidak dapat direbut oleh lawan.
Secara sederhana, permainan passing and support ini dapat dimodifikasi, baik ukuran lapangan, jumlah pemain, jumlah sentuhan dan lain-lain sebagainya. Secara sederhana permainan 3 vs 1 ini dapat digambarkan di bawah ini.
Gambar 2.2 Permainan 3 vs 1 (https://www.soccercoachweekly.net/easicoach/passing-and-support-play-u10-activity/)
Permainan penguasaan bola dan mengoper (ball possession and passing)
Permainan dengan tujuan menguasai bola 2 vs 2 di lapangan berukuran 15 x 15 m. Di pinggir ada 2 orang teman lagi yang siap mendukung. Tatkala grup menguasai bola mereka boleh meminta bantuan kepada rekan yang berada di pinggir 2 orang. Begitu juga lawan apabila sanggup merebut bola, mereka pun berusaha memainkan bola dengan bantuan 2 orang rekan yang berada di pinggir lapangan. Permainan ini dapat dimodifikasi lagi dengan menambah atau mengurangi ukuran lapangan, jumlah pemain, jumlah sentuhan, dan waktu permainan.
Manfaat dari permainan ini sangat banyak, disamping dapat meningkatkan kemampuan berpikir, antisipasi, pengambilan keputusan, kelincahan, kecepatan, dan dayatahan.
Gambar 2.3. Permainan ball possession and passing (Sumber: ahockeyworld)
Permaian 4 vs 4 dengan passing di empat sudut
Seperti dua permainan di atas, permainan 4 vs 4 dengan tujuan tambahan untuk bisa melakukan passing ke dalam empat sudut yang sudah ditentukan, selain melakukan passing kepada rekan sendiri. Permainan ini dapat saudara modifikasi dengan menambah dan mengurangi ukuran lapangan termasuk ukuran empat kotak di sudut, jumlah pemain, jumlah sentuhan dan waktu permainan. Permainan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 2.4. Permainan game passing 4 vs 4 for four corner (Sumber: Google)
Permainan penguasaan bola 5 vs 3
Permainan ini bertujuan untuk menguasai bola selama mungkin dalam tim, lapangan terdiri dari 2 bagian yang berukuran 12 x 12 m satu bagiannya. Pertama bermain 2 vs 2 dalam satu grid. Pemain berbaju putih (terang) dibantu oleh 2 orang rekan yang berada di pinggir lapangan. Tatkala bola dapat direbut, maka mereka dapat memainkan bola di lapangan sebelah yang mana ada 2 rekan mereka yang sudah siap membantu di pinggir lapangan.
Permainan mengoper dan membantu (passing and support)
Permainan passing and support 3 vs 3 tambah satu orang pemin netral. Bermain dalam ukuran lapangan 20 x 20 m. Lagi-lagi segala bentuk
permainan dapat dimodifikasi, baik ukuran, jumlah pemain, jumlah sentuhan.
Permainan merebut bola dan segera mengoper
Bermain dalam lapangan 45 x 60 m yang dibagi dua. Dalam satu grid dua orang pemain berusaha merebut bola dari lawan yang menguasai bola dengan rekan sebanyak 7 orang. Tatkala bola berhasil direbut, maka harus segera mengopernkannya kepada rekan yang berada di lapangan sebelah (grid lain). Perminan ini menuntut antisipasi, kecepatan, passing akurat, dan cepat bertindak, secara ototmatis akan memperbaiki kecepatan, kelincahan, dan dayatahan peserta didik.
Disamping dengan metode TGFU, masih relevan melakukan latihan drill. Beberapa latihan yang berupa drill dapat dicontohkan pada bagian berikut.
1. Latihan menggiring, merubah arah dan passing (dribbling, change of direction and passing)
Dalam lapangan yang berukuran 12 x 12 m, 2 orang siswa beridiri di setiap sudut lapangan. Secara bersamaan, siswa melakukan dribbling menuju ke tengah dan berputar untuk selanjutnya dilakukan oleh rekan kedua di masing-masing sudut. Latihan ini dapat dilakukan dalam waktu 3 sampai 5 menit.
Latihan seperti ini akan meningkatkan kemampuan siswa dalam menggiring bola dan mengantisipasi perubahan kecepatan karena ada batas tertentu. Permainan ini akan meningkatkan ball feeling, koordinasi mata dan kaki. Drill ini dapat juga digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik siswa, baik kecepatan, kelincahan, footwork, reaksi, dan dayatahan. Untuk lebih jelas, perhatikan gambar di bawah ini
Gambar 2.5. Latihan mengembangkan dribbling, turning, dan passing (Sumber: soccercoachweekly.net)
2. Tiga grup latihan passing dan dribbling masing-masing 1 bola 3 orang. Saling mengoper (boleh dribbling) dalam lapangan berukuran 20 x 20 m. Latihan ini dapat dilakukan selama 3-5 menit, tergantung kebutuhan.
Latihan ini dapat meningkatkan kemampuan passing, kontrol, ball feeling, reaksi dan antisipasi. Kalau dilakukan dalam waktu yang cukup lama akan mampu meningkatkan stamina tentu saja harus dilakukan secara bertahap. Latihan seperti ini juga dapat dimodifikasi, baik ukuran lapangan, jumlah pemain, jumlah sentuhan, lama latihan dan lain-lain sebagainya. Latihan tersebut seperti pada gambar berikut.
Gambar 2.6. Latihan drill 3 orang 1 bola (Sumber: soccercoachweekly.net)
3. Bermain 3 vs 3 vs 3 (rompi berbeda)
Latihan nomor 2 di atas dapat dimodifikasi menjadi permainan 3 vs 3 vs 3 (rompi berbeda). Bermain dalam lapangan berukuran 20 x 20 m, satu grup bertindak sebagai penjaga dan dua tim bergabung dalam permainan. Apabila tim penjaga dapat merebut bola, maka mereka beralih menjadi tim yang bermain bergabung dengan grup lain, sedangkan grup yang melakukan kesalahan berganti menjadi penjaga. Permainan ini dapat dimodifikasi sesuai dengan tujuannya.
Meningkatkan kemampuan shooting dapat dilakukan dengan latihan drill ataupun melalui permainan. Di bawah ini dapat diberikan beberapa contoh drill dan permainan.
1. Latihan drill passing and shooting
Satu orang bertindak sebagai penjaga gawang. Drill dapat dimulai dengan menggiring kemudian mengoper kepada teman, seketika teman mengembalikan dengan passing pelan. Pemain pertama melakukan shooting ke gawang. Pemain dapat berganti peran setelah beberapa kali kesempatan. Drill seperti ini akan dapat meningkatkan kemampuan passing dan shooting peserta didik. Perhatikan gambar di bawah ini
Gambar 2.7. Drill passing dan shooting (Sumber: Google)
2. Latihan menggiring cepat di bawah tekanan (speed dribbling under pressing)
Dalam lapangan dengan ukuran 10 x 25 m, 2 orang siswa berperan sebagai dribbler dan pengganggu. Bola digiring di bawah gangguan teman. Gangguan dapat ditingkatkan secara bertahap. Latihan ini dapat dilakukan secara bergantian dan dapar dilakukan dalam waktu yang diinginkan sesuai kebutuhan. Perhatikan gambar berikut:
Gambar 2.8. Latihan speed dribbling under pressing (Sumber: soccercoachweekly.net)
3. Latihan 1 vs 1 (Kemampuan melewati lawan 1 lawan 1)
Latihan menggiring bola untuk melewati 1 lawan 1 akan meningkatkan kemampuan dribbling, gerak tipu, kecepatan, kelincahan dan dayatahan. Perhatikan gambar gerikut.
Gambar 2.9. Latihan 1 vs 1 (Sumber: soccercoachweekly.net)
4. Latihan dribbling competition
Empat grup saling berkompetisi untuk melakukan dribbling. Dalam waktu yang bersamaan saling bermain. Pada grid lapangan yang pertama 2 grup saling berhadapan dengan orientasi melakukan dribbling. Satu grup menggunakan gawang besar sebagai target sedangkan lawannya
menggunakan zona sebagai target. Dalam suatu rentang waktu, tim mana yang paling banyak mencapai target sebagai pemenang. Sedangkan di lapangan sebelah 2 tim berkompetisi dengan jumlah pemain sebanyak 4 vs
4. Satu grup menggunakan satu gawang besar sebagai target sedangkan lawannya dengan dua gawang kecil sebagai target. Tim yang paling banyak mencapai target menjadi pemenang dalam permainan ini. Setelah bermain selama lebih kurang 4 menit ke empat grup saling berubah posisi, begitu seterusnya.
Gambar 2.10. Latihan dribbling competition (Sumber: soccercoaching)
5. Permainan shooting 4 vs 4
Permainan ini berfokus kepada kemampuan dribbling dan shooting. Tim pemenang adalah yang memperoleh gol terbanyak. Perlu diingat bahwa target permainan ini adalah ditujukan untuk meningkatkan shooting, maka oleh sebab itu lapangannya diseting dalam ukuran yang lebih kecil, pemain dapat melakukan shooting. Permainan ini dapat juga menigkatkan kemampuan shooting, passing, dribbling dan fisik.
6. Permainan shooting
Bermain 5 vs 5 plus 2 penjaga gawang. Bermain dalam ukuran lapangan 30 x 40 m selama 5 menit. Permainan berorientasi pada shooting.
Setiap saat kalau ada kesempatan pemain harus melakukan shooting. Pemenang adalah grup yang membuat banyak gol
Setelah memahami berbagai teknik dasar tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah bagaimana cara seorang guru PJOK memberi kesempatan kepada peserta didik untuk dapat menguasai berbagai teknik di atas, serta berkreasi untuk membuka peluang bagi peserta didik untuk mampu berpikir secara kreatif mempelajari teknik-teknik tersebut dalam perilaku yang baik. Tentu saja dalam membuka kreativitas peserta didik, seorang guru PJOK harus memberikan contoh dalam merancang pembelajaran yang penuh dengan kreativitas yang tinggi, sehingga daya kreativitas tersebut diharapkan bisa ditularkan kepada peserta didik dalam mengikuti pelajaram PJOK.
Baca juga: Pengertian Teknik Sepakbola dan Macamnya
Kesimpulan: Konsistensi adalah Kunci Masteri
Menguasai teknik dasar sepak bola seperti menggiring, mengoper, dan menembak bola memerlukan latihan yang disiplin dan repetisi yang tepat. Namun, kemampuan teknis tersebut akan jauh lebih efektif jika dipadukan dengan pemahaman taktik yang cerdas melalui metode bermain yang kreatif.
Peran pelatih atau guru PJOK sangat vital dalam merancang sesi latihan yang tidak hanya mengasah fisik, tetapi juga kreativitas dan kemampuan mengambil keputusan pemain di lapangan. Dengan kombinasi latihan drill dan simulasi permainan nyata, performa tim tentu akan meningkat secara signifikan.

0 komentar:
Posting Komentar