Pendidikan Kesehatan dan Aplikasinya dalam Pendidikan Jasmani
Sehat adalah kebutuhan dasar kehidupan manusia. Status kesehatan optimal tidak dapat dicapai secara otomatis. Sehat memerlukan pemeliharaan dan pembinaan dari semua faktor yang mempengaruhinya. Faktor yang dimaksud mempengaruhi diantaranya adalah keadaan biologi (keturunan), lingkungan dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara ekologi yang memberi pengaruh terhadap keadaan kesehatan seseorang.

Pendidikan kesehatan sebagai meteri pelajaran PJOK adalah usaha untuk meningkatkan kesadaran kepada peserta didik agar berusaha memelihara dan meningkatkan kesehatan diri dan lingkungannya sehingga terhindar dari penyakit atau segala hal yang berbahaya bagi kesehatannya. Sasarannya tertuju kepada perubahan perilaku bagi setiap peserta didik agar status kesehatannya menjadi lebih meningkat. Hasil perubahan pola perilaku hidup sehat yang diajarkan di sekalah selanjutnya diharapkan dapat berkembang di masyarakat melalui contoh kehidupan yang sehat.
World Health Organization (WHO) mendefinisikan sehat adalah demikian, ‘Health as a state of complete physical, mental, and social wellbeing, and not merely the absence of disease or infirmity’. Well-being merupakan kata kunci sehat yang sebenarnya, yaitu mengarahkan keadaan supaya terhindar dari sakit. Ini sesuai dengan kenyataan bahwa bagian terbesar dari seluruh kesejahteraan hidup individu adalah sehat.
Sehat memiliki arti yang cukup luas yang meliputi, sehat jasmani, sehat mental, sehat emosi, sehat sosial, serta sehat secara spiritual. Sehat jasmani yaitu keadaan yang tertuju kepada penampilan seseorang secara jasmaniah sebagai orang yang kuat, terampil, energik, dan luwes sebagai akibat latihan jasmani yang teratur, mengkonsumsi makanan yang memadai bagi pertumbuhan tubuh, dan hubungan masyarakat yang serasi dengan lingkungannya.
Sehat mental (rohani) tertuju kepada sikap dan tingkah laku sehari-hari. Terbuka, jujur, rajin, hormat terhadap sesama, tanggung jawab dalam bekerja, gambarannya merupakan ciri-ciri pribadi yang positif. Sehat emosi tertuju kepada keadaan keseimbangan pikiran dan perasaan, seperti tenang, tidak mudah mengeluh yang merupakan ciri utamanya. Sehat sosial tertuju kepada keadaan yang menunjukkan seseorang aktif dalam kegiatan di masyarakat tanpa pamrih, ikhlas, penuh persaudaraan dan saling menghormati. Sehat spritual tertuju kepada keadaan semangat, pantang mundur dan teguh pendirian, ini merupakan aspek spiritual yang dapat terlihat, namun dalam kenyataan sehari-hari hal semua ini menjadi satu kesatuan dan saling berpengaruh menjadi bagian ciri bagi setiap orang secara utuh.
Sehat diartikan bukan hanya sekedar bebas dari segala macam jenis penyakit. Penekanannya bukan hanya terkait pada hal-hal yang berhubungan dengan jenis-jenis bakteri atau bibit penyakit semata, tetapi harus melihat jauh ke depan dengan menetapkan tujuan akhir supaya hidup sehat. Memperkenalkan dan memberi pemahaman tentang perilaku manusia yang meliputi jasmani, mental, emosional, sosial dan spiritual adalah cara yang digunakan untuk mencapai maksud pendidikan kesehatan. Semua unsur tersebut memegang peran penting dalam mencapai status kesehatan optimal.
Faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya permasalahan dalam status kesehatan dibagi kedalam dua unsur utama yang mempengaruhinya, yaitu: 1) Faktor yang berasal dari dalam tubuh, 2) Faktor yang berasal dari luar tubuh. Faktor yang berasal dari dalam tubuh diistilahkan sebagai faktor internal yang terdiri dari keadaan bagian dalam tubuh, misalnya organ dalam tubuh, cairan, hormon, dan sebagainya. Bagian dalam tubuh ini pada suatu saat akan mengalami gangguan baik karena adanya bibit penyakit yang masuk ke dalamnya dan merusak keseimbangan fungsi tubuh, maupun karena sejak lahir memang telah terdapat bibit atau gangguan penyakit, keadaan ini diistilahkan sebagai penyakit bawaan atau turunan.
Faktor yang berasal dari luar tubuh disebut faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari lingkungan luar yang terdiri dari bibit penyakit, rangsangan dari suhu (temperatur) udara, dan benturan karena kecelakaan (ruda paksa). Gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor eksternal ini antara lain:
1) Infeksi jasad renik (bakteri, virus) serta jasad makro seperti cacing, serangga, binatang pengerat dan sebagainya.
2) Perubahan suhu, berupa panas atau dingin, kena arus listrik sehingga organ tubuh tidak berfungsi lagi.
a. Kecelakaan, misalnya patah tulang, dan keracunan makanan, bahaya kimia, pemakaian narkoba, kekurangan unsur zat makanan tertentu yang berakibat buruk terhadap kesehatan (rabun senja atau dehidrasi) dan sebagainya.
b. Gangguan kejiwaan tertentu berupa tekanan mental karena rasa takut, terkejut, atau stres yang berlebihan dan terus-menerus.
Nilai yang sangat berarti dalam mencapai ‘kesejahteraan hidup’ adalah ‘sehat’. ‘Sehat’ sering sekali, bahkan dipastikan dalam pandangan budaya masyarakat Indonesia selalu dihubungkan secara terbatas dengan penyakit. Penyakit yang diderita manusia jenisnya ada dua, penyakit menular dan penyakit tidak menular.
Keduanya merupakan penyebab yang memberi berpengaruh terhadap jatuhnya nilai status kesehatan seseorang. Penyakit menular adalah penyakit yang mudah menular kepada orang lain yang sehat karena disebabkan oleh bibit penyakit seperti, virus, jamur, bakteri dan lain-lain. Bibit-bibit penyakit ini yang menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit yang menganggu saluran pernafasan atau saluran pencernaan.
Penyakit gangguan pernafasan berjangkitnya melalui saluran pernafasan, seperti mulut, hidung, tenggorokan dan pembuluh-pembuluhnya sampai ke paru-paru. Jenis penyakit ini diantaranya dikenal seperti tuberculosis, diphtheria, partusis atau influenza. Penyakit-penyakit ini berjangkit secara cepat dan proses mencapai tubuh manusia dapat berasal dari debu yang mengandung kuman dari masing-masing penyakit tersebut yang dihembus angin dan terhisap oleh manusia pada waktu bernafas. Ketika sampai ke dalam hidung atau tenggorokan bagian dalam, bibit penyakit ini kemudian bersembunyi dalam lendir. Kemudian pada saat tubuh lemah, misalnya karena terlalu letih, bibit penyakit ini ikut berkomplot untuk berkembang biak di dalam tubuh. Awalnya bibit penyakit ini berbuat baik kepada penderita yaitu dengan memberi tanda-tanda tertentu seperti batuk, panas, ingusan, sakit tulang atau persendian, dan sebagainya. Tanda-tanda tersebut pada dasarnya merupakan reaksi tubuh penderita sendiri, tetapi hal itu tidak disadarinya, bahkan dianggap hal biasa saja sehingga pada saat itu bibit penyakit ini semakin bertambah banyak dan membentuk komplotan yang sangat besar dan berusaha merusak sel-sel dan jaringan tubuh penderita. Keadaan yang seperti ini kemudian menimbulkan penderitaan yang lebih berat.
Pengobatannya memerlukan waktu lama serta pemeriksaan yang sangat teliti dengan memakai sinar rontgen. Meski demikian penyakit ini dapat dicegah sedini mungkin yaitu dengan pemberian imunisasi BCG (Bacille Calmente Guerin) pada masa balita dan diulang kembali setelah lima tahun. Perbaikan dan pemeliharaan lingkungan sekitar termasuk tempat tidur menjadi sangat penting. Tempat tinggal harus mendapat sinar matahari yang cukup serta ventilasi yang memadai sehingga dapat menghambat berjangkitnya bibit-bibit penyakit yang tergolong mengganggu kesehatan saluran pernafasan dimaksud. Penderita sebaiknya tidak melakukan kontak langsung dengan teman atau anggota keluarga yang lain, karena bibit penyakit ini dapat menular kepada orang lain. Penyakit ini bukan penyakit turunan, tetapi penderita harus tetap berobat sampai tuntas dan dinyatakan sehat oleh dokter. Pengobatan yang tidak sempurna dapat menimbulkan carrier pada penderita dan masih dapat menularkan bibitnya kepada orang lain yang menerima kontak langsung.
Penyakit gangguan saluran pencernaan sangat banyak jenisnya hampir memiliki tanda yang sama seperti panas badan dan sakit pada bagian perut, disertai buang air besar secara terus menerus. Perbedaannya terletak dalam jenis dan bentuk kotoran yang keluar serta muntah. Kotoran cair seperti air beras dengan bintik putih setelah muntah-muntah merupakan tanda diare, atau muntaber. Sedangkan kotoran cair berlendir, suhu badan panas serta sering berulang dalam sehari merupakan tanda-tanda cholera. Tetapi apabila buang kotoran selain lendir juga darah disertai suhu panas dan rasa sakit perut waktu buang air besar maka hal itu merupakan tanda-tanda disentri. Meskipun terdapat perbedaan dari jenis-jenis bibit penyakit ini, namun semua jenis penyakit gangguan saluran pencernaan dapat menimbulkan bahaya yang fatal bagi kesehatan manusia.
Jenis penyakit gangguan saluran pencernaan seperti disentri, cholera, typhus dapat dicegah dengan vaksinasi TCD (Thyphus, Cholera dan Dysentry) sedangkang diare, muntaber, eltor, dan sebagainya memerlukan pemeliharaan kebersihan diri dan lingkungan. Pembiakan bibit penyakit ini serta penularannya sangat mudah baik terjadinya, baik dalam bentuk jasad renik, amoeba, maupun parasit lainnya terutama dalam tempat-tempat yang kotor. Penyakit gangguan saluran pencernaan umumnya terjadi karena makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh jenis bibit penyakit ini, termakan baik yang berasal dari tempat dan alat makan atau tangan maupun yang berasal dari kotoran tubuh penderita sendiri. Jenis-jenis penyakit ini sangat mudah menular pada orang-orang yang bekerja aktif dalam lingkungan yang energik mengeluarkan tenaga atau kerja jasmani, sebab pada saat mereka makan kadang-kadang kurang memperhatikan kebersihan tangan dan makanan yang akan dimakannya. Umumnya dalam keadaan haus dan lapar mereka segera minum dan makan tanpa mencuci tangan atau memakai alat makan yang bersih.
Penyakit yang tergolong menular sebenarnya bukan hanya penyakit-penyakit yang telah diungkapkan diatas saja, masih ada penyakit yang tergolong menular lainnya seperti ‘Gonorrhea’, ‘Syphilis’ dan yang lainnya termasuk ‘AIDS’ pun tergolong penyakit yang dapat menular. Penyakit-penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui hubungan kelamin. Penyakit lain yang juga diakibatkan oleh hubungan kelamin ialah ‘AIDS’ (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sejenis penyakit yang mengakibatkan penderita tidak memiliki daya tahan atau kekebalan tubuh terhadap berbagai jenis penyakit lain. Penderita ‘AIDS’ umumnya adalah orang-orang yang suka melakukan pergaulan seks bebas, terjerat dengan melakukan aktivitas seks bebas, atau juga dengan melakukan aktivitas seksual yang berganti-ganti pasangan sehingga ada yang menyebut ‘AIDS’ sebagai penyakit dari akibat ‘Hubungan Seks Bebas‘, baik dengan sesama maupun lawan jenis. Meski demikian tidak mustahil penderita ‘AIDS’ juga akan tertular karena terkontaminasi alat-alat suntik yang digunakan berkali-kali sebagai media mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang.
Penyakit menular disebabkan oleh bibit penyakit. Kemunculan dan perkembangbiakan bibit penyakit ini, terutama penyakit-penyakit gangguan saluran pernafasan dan saluran pencernaan umumnya disebabkan oleh kebersihan diri dan lingkungan yang tidak memadai. Kontribusi kebersihan diri dan lingkungan dalam upaya meningkatkan status kesehatan sangat penting, sama pentingnya dengan perilaku. Kebiasaan hidup sehat dimulai dari rumah, dibutuhkan perilaku hidup yang sehat. Kualitas kesehatan pribadi berbanding lurus dengan kualitas kebersihan pribadi yang bersangkutan. Kebiasaan hidup sehat dirumah melalui pemeliharaan kebersihan pribadi meliputi: 1) Kebersihan kulit, 2) Mata, 3) Menyikat gigi sehabis makan dan sebelum tidur, 4) Kebersihan rambut, 5) Kebersihan hidung, 6) Kebersihan telinga, 7) Kebersihan tangan dan kuku, 8) Kebersihan reproduksi, 9) Kebersihan pakaian dan sepatu.
Syarat seseorang dinyatakan sehat berdasarkan bagian yang harus selalu dijaga kebersihan diri dari bagian tubuhnya dicontohkan yaitu pada rambut, kuku, mulut, dan gigi. Rambut yang tipis, bercabang, dan kering bisa menjadi penanda adanya masalah kesehatan, seperti kekurangan tiroid, stres, dan kurang gizi. Sebaliknya, rambut yang sehat juga menjadi indikator tubuh yang sehat. Kuku dapat dijadikan refleksi sempurna dari status kesehatan seseorang. Gangguan kesehatan yang terjadi pada kuku menyangkut masalah sistem sistemik atau kulit. Stres dapat mempengaruhi kuku, dan menjadi sinyal dari masalah seluruh tubuh. Contohnya, bantalan kuku yang kemerahan serta kuku yang berwarna kuning, bergaris, dan rapuh. Selain karena jamur, kondisi itu bisa menjadi penanda penyakit lupus atau anemia. Kesehatan mulut juga merupakan barometer kesehatan. Gigi yang kuat dengan gusi merah muda adalah indikator tubuh yang sehat. Seperti area lain di tubuh, mulut adalah sarang bakteri, meski banyak jenis bakteri di mulut yang tidak berbahaya, namun bila kebersihan mulut tidak dijaga, bakteri itu justru menjadi berbahaya karena bisa menyebabkan infeksi mulut, gigi keropos, dan penyakit gusi.
Setiap orang memerlukan lingkungan tempat tinggal (rumah) dan lingkungan tempat belajar (sekolah) yang sehat, contoh lingkungan rumah atau lingkungan sekolah yang sehat ciri-cirinya adalah: 1) udara bersih dan segar, 2) tanah yang subur, 3) sumber air yang bersih, 4) air sungai yang mengalir terlihat bersih dan jernih, 5) sampah tidak berserakan, 6) banyak tumbuhan hijau yang tumbuh dengan subur. Kebalikan dari semua ini adalah lingkungan yang tidak sehat. Kebersihan sekolah, kelas tempat belajar, rumah sebagai lingkungan tempat tinggal mestinya memiliki keenam syarat lingkungan sehat tersebut tanpa terkecuali.
Lingkungan bersih dan kebersihan diri bukan satu-satunya syarat dalam upaya peningkatan status kesehatan. Pangkal dari semua itu adalah ‘perilaku’ seseorang yang tubuhnya menjadi tuan rumah bagi bersemayamnya penyakit. Pendidikan kesehatan hakikat tujuannya adalah merubah perilaku peserta didik, paling tidak dapat bertanggung jawab terhadap tubuhnya sendiri. Hindari malas untuk bersih-bersih, hindari pergaulan bebas yang keluar dari norma-norma nilai masyarakat umumnya. Pergaulan bebas berpotensi menyebabkan permasalahan-permasalahan kesehatan bagi pelakunya. Penyakit-penyakit seperti ‘Gonorrhea’, ‘Syphilis’ hingga ‘AIDS’, merupakan sebagian contoh dari akibat perbuatan yang tidak senonoh. Perbuatan tidak senonoh tersebut termasuk mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang.
Narkotika dan obat-obatan disingkat dengan pengistilahan ‘Narkoba’. Istilah lain ‘Narkoba’ disebut sebagai ‘Napza’ kependekan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Istilah narkoba umumnya digunakan oleh para penegak hukum seperti BNN dan Polisi. Istilah Napza umumnya digunakan oleh para praktisi kesehatan. Narkoba mengacu pada senyawa-senyawa yang pada umumnya mempunyai resiko candu bagi penggunanya. Narkoba sendiri sebetulnya adalah kelompok senyawa psikotropika yang biasa digunakan untuk keperluan medis, seperti pembiusan atau obat-obatan khusus untuk penyakit tertentu. Sebagaian orang menyalahgunakannya untuk tujuan tertentu, sehingga penggunaannya tidak tepat sasaran dan malah menentang hukum.
Psikotropika adalah suatu zat alami atau sintetis non narkotika yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf-saraf pusat yang kemudian dapat menyebabkan perubahan perilaku dan memberi pengaruh terhadap aktivitas mental, contoh psikotropika: valium, amfetamine, magadon, sedatin, Rohypnol dll. Zat adiktif adalah suatu bahan alamiah, baik itu sintetis ataupun semi sintetis yang dapat menggangu sistem saraf pusat, contoh zat adiktif: alkohol yang mengandung ethanom, karbon, zat pelarut, lem/perekat, ether, thinner, cat, lem kayu, dan lain-lain (UU no 5 tahun 1997).
Nikotin juga sebenarnya termasuk jenis narkoba. Nikotin termasuk zat yang terkandung dalam rokok yang merupakan zat paling aktif tingkat tiga pada dunia zat adiktif. Kecanduan dan ketergantungan untuk menghisap rokok merupakan salah satu akibat dari zat adiktif, tidak heran apabila berhenti merokok menjadi salah satu ujian yang berat bagi pecandunya. Pecandu nikotin (rokok) yang berusaha berhenti akan merasa kekurangan asupan, kekurangan ini membuat tubuh gelisah, cemas, marah. Nikotin yang dihisap melalui rokok akan masuk kedalam tubuh hingga sampai ke otak. Nikotin yang dihisap akan melepaskan zat dopamin yang menyebabkan pengguna merasa senang, suasana hati menjadi baik, dan menimbulkan rasa puas. Inilah penyebab mengapa pengguna nikotin (perokok) sulit meninggalkan kebiasaan merokok. Nikotin (rokok) jika terus dikonsumsi akan berpotensi menimbulkan beragam penyakit seperti: kanker, serangan jantung, impoten, gangguan kehamilan dan janin.
Penanggulangan penyalahgunaan narkoba yang paling baik tentu melalui pencegahan. Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain melalui: pencegahan Primer; Pencegahan ini dilakukan kepada orang yang belum mengenal narkoba serta komponen masyarakat yang berpotensi dapat mencegah penyalahgunaan narkoba. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini antara lain: 1) Penyuluhan tentang bahaya narkoba, 2) Penerangan melalui berbagai media
tentang bahaya narkoba, 3) Pendidikan tentang pengetahuan narkoba dan bahayanya.
Pencegahan Sekunder; Pencegahan ini dilakukan kepada orang yang sedang coba-coba menyalahgunakan narkoba serta komponen masyarakat yang berpotensi dapat membantu agar berhenti dari penyalahgunaan narkoba. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini antara lain: 1) Deteksi dini anak yang menyalahgunaan narkoba, 2) Konseling, 3) Bimbingan sosial melalui kunjungan rumah, 4) Penerangan dan pendidikan pengembangan individu (life skills) antara lain tentang ketrampilan berkomunikasi, ketrampilan menolak tekanan orang lain dan ketrampilan mengambil keputusan dengan baik.
Pencegahan Tertier; Pencegahan ini dilakukan kepada orang yang sedang menggunakan narkoba dan yang pernah/mantan pengguna narkoba, serta komponen masyarakat yang berpotensi dapat membantu agar berhenti dari penyalahgunaan narkoba dan membantu bekas korban naroba untuk dapat menghindari kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini antara lain : 1) Konseling dan bimbingan sosial kepada pengguna dan keluarga serta kelompok lingkungannya, 2) Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi bekas pengguna agar mereka tidak terjerat untuk kembali sebagai pengguna narkoba.
Dampak langsung yang ditimbulkan terhadap pemakaian narkoba dikelompokkan sebagai berikut:
a) Halusinogen, yaitu efek narkoba yang bisa mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada/tidak nyata bila dikonsumsi dalam jumlah dosis tertentu. Contohnya kokain & LSD.
b) Stimulan, yaitu efek narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak lebih cepat dari biasanya sehingga mengakibatkan penggunanya lebih bertenaga serta cenderung membuatnya lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.
c) Depresan, yaitu efek narkoba yang dapat menekan sistem saraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan tertidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya ‘putaw’.
d) Adiktif, yaitu efek narkoba yang dapat menimbulkan kecanduan. Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara tidak langsung narkoba memutuskan saraf-saraf dalam otak. Contohnya: ganja, heroin, dan putaw.
e) Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya mengakibatkan kematian.
Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi dua faktor, yaitu :
1) Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu seperti kepribadian, kecemasan, dan depresi serta kurangya religiulitas. Kebanyakan penyalahgunaan narkotika dimulai atau terdapat pada masa remaja, sebab remaja yang sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Keadaan kondisi individu yang demikian rentan untuk menyalahgunakan obat-obatan terlarang ini. Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna narkoba.
2) Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar individu atau lingkungan seperti keberadaan zat, kondisi keluarga, lemahnya hukum serta pengaruh lingkungan.
Faktor-faktor tersebut memang tidak selau membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna obat terlarang. Akan tetapi makin banyak faktor-faktor diatas muncul, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna narkoba, ini harus dipelajari kasus demi kasus. Faktor individu, faktor lingkungan keluarga dan teman sebaya/pergaulan tidak selalu sama besar perannya dalam menyebabkan seseorang menyalahgunakan narkoba. Karena faktor pergaulan, bisa saja seorang anak yang berasal dari keluarga yang harmonis menjadi penyalahgunaan narkoba.
Tanda awal atau gejala dini seseorang yang menjadi korban kecanduan narkoba antara lain : kesehatan fisik dan penampilan diri menurun dan suhu badan
tidak beraturan, jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif, nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit terasa dingin, nafas lambat/berhenti, mata dan hidung berair, menguap terus menerus, diare, rasa sakit diseluruh tubuh, takut air sehingga malas mandi, kejang, kesadaran menurun, penampilan tidak sehat, tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi tidak terawat dan kropos, terdapat bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik)
Tanda-tanda penyalahgunaan narkoba ketika dirumah, antara lain: membangkang terhadap teguran orang tua, tidak mau mempedulikan peraturan keluarga, mulai melupakan tanggung jawab rutin di rumah, malas mengurus diri, sering tertidur dan mudah marah, sering berbohong, banyak menghindar pertemuan dengan anggota keluarga lainnya karena takut ketahuan bahwa ia adalah pecandu, bersikap kasar terhadap anggota keluarga lainnya tidak seperti sebelumnya, pola tidur berubah, menghabiskan uang tabungannya dan selalu kehabisan uang, sering mencuri uang dan barang-barang berharga di rumah, sering merongrong keluarganya untuk minta uang dengan berbagai alasan, berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya, sering pulang lewat jam malam dan menginap di rumah teman, sering pergi ke klub-klub malam, mall atau pesta, bila ditanya sikapnya defensive atau penuh kebencian, sekali-sekali dijumpai dalam keadaan mabuk.
Tanda-tanda penyalahgunaan narkoba di sekolah, antra lain: prestasi belajar di sekolah tiba-tiba menurun mencolok, perhatian terhadap lingkungan tidak ada, sering kelihatan mengantuk di sekolah, sering keluar dari kelas pada waktu jam pelajaran dengan alasan ke kamar mandi, sering terlambat masuk kelas setelah jam istirahat, mudah tersinggung dan mudah marah di sekolah, sering berbohong, meninggalkan hobi-hobinya yang terdahulu (misalnya kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga yang dahulu digemarinya), mengeluh karena menganggap keluarga di rumah tidak memberikan dirinya kebebasan, mulai sering berkumpul dengan anak-anak yang “tidak beres” di sekolah.
Tips sebagai upaya yang dapat dilakukan untuk menghindarkan diri dari jeratan narkoba, 1) Selektif dalam pergaulan; bergaullah dengan teman yang memiliki perilaku positif. 2) Hindaran keluyuran malam hari; kebiasaan keluyuran malam hari sangat berpotensi untuk tergoda melakukan kebiasaan buruk, merasa memiliki waktu bebas tanpa ada yang mengawasi sehingga berani mencoba hal-hal ekstrim seperti minum alkohol, berjudi, menggunakan narkoba dan sebagainya. 3) Jangan melawan nasehat yang baik; ketika terbiasa melawan nasehat yang baik, maka akan berpotensi bagi pelaku kecendrungan memiliki rasa percaya diri untuk melakukan hal-hal yang tidak baik pula, ini merupakan pintu gerbang untuk terbujuk melakukan tindakan yang melanggar norma termasuk menggunakan narkoba. 4) Miliki hobi dan aktivitas positif; penuhi antusiasme dengan menyalurkan hobi yang positif, contoh berolahraga, menulis, melukis dan sebagainya. Orang yang tidak memiliki kesibukan lebih mudah untuk diajak melakukan hal negatif termasuk penggunaan narkoba. 5) Jangan takut kehilangan teman, jika selama ini memiliki teman yang cendrung berperilaku tidak terpuji termasuk menyalahgunakan narkoba, maka tinggalkan saja. 6) Bentengi diri dengan Agama; Mendekatkan diri dengan Tuhan yang Maha Kuasa akan menjauhkan dari perbuatan terlarang yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain. Penyalahgunaan narkoba umumnya dilakukan oleh orang yang tidak memiliki ketaatan dalam beragama. 7) Ingat masa depan; Penyalahgunaan narkoba dapat menghancurkan masa depan. Kecanduan narkoba membuat orang tidak dapat berpikir sehingga tidak dapat berbuat apa-apa, ini akan menghancurkan masa depan. Kecanduan narkoba membuat orang cenderung memiliki perilaku kriminal karena ia tidak mungkin dapat belajar, bersekolah, atau bekerja. 8) Jangan pernah mencoba; Kesalahan terbesar bagi pengguna narkoba adalah karena ‘pernah mencoba’. Tidak akan pernah menjadi pecandu narkoba apabila tidak pernah mencoba narkoba. 9) Nikmati kebersamaan dalam keluarga; Pengguna narkoba seringkali adalah orang yang tidak betah di rumah sehingga mereka lebih suka berada di luar rumah tanpa tujuan sampai akhirnya terlibat dalam pergaulan yang salah. Temukan dan lakukan aktivitas positif di rumah sehingga waktu luang lebih banyak dengan keluarga di rumah dan bukan di jalanan.
Penyakit menular telah dibahas panjang lebar hingga berkembang kepada materi tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan kebersihan diri, hingga perilaku hidup tidak senonoh seperti pergaulan seks bebas dan bahaya tentang penggunaan narkoba, yang intinya semua itu berdampak terhadap jatuhnya derajat status kesehatan seseorang. Ulasan berikut adalah tentang penyakit tidak menular. Penyakit tidak menular adalah penyakit yang bukan disebabkan oleh bibit-bibit penyakit yang telah dijelaskan pada konsep penyakit menular. Penyakit tidak menular, contohnya penyakit-penyakit degeneratif seperti ‘tekanan darah tinggi (hypertension)’, ‘atherosclerosis’, ‘heart attack’ dan sebagainya. Penyakit lainnya selain digolongkan penyakit degenaratif namun tidak menular seperti ‘keseleo’, ‘dislokasi’, ‘memar’, ‘luka bakar’, ‘cedera akibat berolahraga’dan sebagainya.
Tekanan darah tinggi (hypertension) adalah salah satu penyakit degeneratif. Penyakit ini terjadi karena sistem peredaran darah terganggu akibat pembuluh darah tidak dapat mengalirkan darah sesuai dengan kepentingannya, mungkin terjadi karena penyempitan lemak yang menyelimuti pembuluh darah. Tekanan darah tinggi yang dibiarkan dapat berakibat komplikasi pada kerusakan ginjal dan sistem syaraf, yang paling berat diantaranya adalah stroke. Stroke merupakan dampak dari jenis penyakit jantung kedua yang sangat mematikan di Indonesia, hampir sebanyak dua pertiga penderita mati mendadak. Penyebab stroke adalah kerusakan dinding arteri di otak akibat pengaruh desakan kuat tekanan darah dan menimbulkan kebocoran, pecah dan berujung kepada kematian mendadak.
Atherosclerosis sangat berhubungan dengan penyempitan pembuluh darah yang terjadi karena kolesterol yang ada dalam saluran aliran darah yang mulai menyelimuti dinding dalam arteri, membentuk lempengan atau tanda bahaya berupa gabungan antara kolesterol, lemak, kalsium, fibrin dan sel bahan sisa. Jika lempengan terus menerus terbentuk maka lempengan semakin menebal yang mengakibatkan: Pertama, arteri kehilangan elastisitas sehingga tidak mampu untuk berkontraksi dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Kedua, keadaan menjadi lebih gawat, arteri jadi sempit dan sulit. Bahaya selanjutnya ialah bila lempengan tersebut menyumbat pembuluh darah sehingga pembuluh darah pecah.
Heart attack, penyakit ini diistilahkan sebagai myocardial infraction dan merupakan penyakit yang menimbulkan kematian otot jantung. Penyebabnya adalah obstruksi (hambatan) pada arteri koroner, yaitu penyempitan dan penyumbatan akibat penumpukan kolesterol, lemak kalsiun dan zat telur. Kondisi demikian menyebabkan terjadinya kebocoran pada pembuluh arteri jantung yang tersumbat sehingga berakibat kematian otot jantung.
Mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti ini adalah pemahaman yang benar-benar disadari akan pentingnya keseimbangan dalam memelihara kegiatan jasmani, asupan gizi yang memadai, istirahat dan olahraga yang teratur. Penumpukan lemak yang menyelimuti pembuluh darah dapat diakibatkan karena penderita tidak berhasil dalam mengontrol berat badan (obesitas). Obesitas sebenarnya bukan penyakit, namun potensi awal terjadinya permasalahan penyakit degeneratif umumnya adalah karena obesitas. Latihan aktivitas fisik dan diet sangat dianjurkan untuk mengontrol berat badan. Latihan aktivitas fisik yang teratur dan benar memberi kontribusi terhadap pencapaian status kesehatan yang optimal. Program latihan aktivitas fisik untuk pengendalian berat badan sebenarnya cukup banyak, paling tidak untuk penguatan materi latihan aktivitas fisik sederhana dapat mengacu pada link berikut https://www.youtube.com/watch?v=ch5aoisfvkw pedoman mengenai jenis latihan aktivitas fisik atau olahraga apa yang cepat untuk upaya penurunan berat badan mengacu kepada link berikut https://www.youtube.com/watch?v=i-Nley4RLTE
Latihan aktivitas fisik aerobik yang teratur dapat menurunkan beban berat pemompaan darah dari jantung terutama pada resistensi peripheral, sehingga tekanan darah akan cenderung menurun menjadi normal. Latihan aktivitas fisik aerobik yang disertai diet tepat akan banyak membantu menurunkan berat badan, terutama karena latihan tersebut dapat menyebarkan sejumlah kalori dengan pembentukan otot yang teratur sehingga membentuk pertumbuhan tubuh yang serasi. Berat badan akan menjadi terkendali sesuai dengan pertumbuhan tubuh menurut usia dan tinggi badan yang dimiliki.
Pengaruh latihan fisik terhadap faktor kesehatan lainnya adalah nampak pada pembinaan mental yaitu pembentukan disiplin untuk makan yang teratur, latihan teratur, serta membuang kebiasaan yang menghambat pembentukan hidup sehat. Merokok, kegemukan dapat diturunkan karena disiplin berlatih yang memerlukan waktu makan teratur, sebaliknya mereka yang tidak memiliki nafsu makan dapat meningkatkannya dengan rajin mengikuti aturan latihan aktivitas fisik dengan baik.
Manfaat latihan aktivitas fisik yang tepat, selain berdampak positif pada aspek fisiologi ternyata berdampak juga pada aspek psikologi, seperti:
a) Membuat tubuh menjadi bugar sehinga terasa segar dan enak di badan.
b) Menimbulkan rasa tenang dan relax terhadap otot.
c) Mengurangi rasa tertekan (mental depression), terutama jogging teratur sebanyak 3 kali seminggu selama ½ jam.
d) Menimbulkan enak tidur.
e) Meningkatkan stamina dan mengurangi rasa lelah.
f) Penampilan yang serasi, karena tubuh yang kekar dan tidak berlemak.
g) Meningkatkan rasa percaya diri, cerah dan meningkatkan daya seksual.
h) Meningkatkan motivasi kebiasaan hidup sehat, meliputi kebiasaan makan teratur, dan tidak mau merokok dan minum alkohol.
i) Meningkatkan rasa persaudaraan dengan teman-teman berlatih.
j) Meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja, dan mengurangi kemalasan kerja.
k) Menghambat kelemahan fisik, seperti rasa lemah, kurang gairah dan tidak luwes. Wajah cerah dan nampak muda, terutama bagi usia tua
Asupan makanan, istirahat yang teratur juga unsur yang sangat diperlukan dalam meningkatkan status kesehatan selain dari latihan aktivitas fisik. Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi pertumbuhan seseorang. Asupan makanan yang dikonsumsi harus mengandung bahan atau zat yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh, makanan yang demikian disebut makanan bergizi. Makanan bergizi ialah makanan yang mengandung unsur yang membantu pertumbuhan dan
perkembangan tubuh. Jenis makanan yang membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh meliputi unsur sebagai berikut:
a) Jenis zat pembangun berupa protein, mineral dan air dapat diperoleh dalam berbagai jenis makanan, antara lain tumbuh-tumbuhan, daging hewan, ikan, telur, sayuran dan buah-buahan serta beberapa jenis makanan olahan.
b) Jenis zat pemberi tenaga berupa hidrat arang, lemak dan protein yang dapat diperoleh dari berbagai daging hewan, tumbuhan seperti kacang-kacangan, beras, ubi-ubian, ikan, telur dan berbagai makanan olahan manusia lainnya.
c) Jenis zat pengatur faal tubuh berupa vitamin, mineral protein dan air yang dapat diperoleh dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan, daging, buah-buahan, obat atau vitamin buatan.
Kekeliruan tentang makanan timbul di kalangan masyarakat, beberapa kelompok masyarakat melihat makanan sebagai suatu hal yang harus dipenuhi sebanyak-banyaknya, dan timbul masalah berlebihan. Kelompok masyarakat lain kebalikannya, melihat makanan hanya sebagian tertentu saja, makanan lain dianggap tidak bermanfaat atau merusak tubuh, sehingga timbul akibat yang merugikan kesehatan karena kekurangan gizi
Asupan makanan yang dikonsumsi hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan kerja sehari-hari. Setiap orang tentu berbeda menurut jenis kelamin, usia dan aktivitasnya. Seorang ibu yang sedang hamil tentu memerlukan makanan karbohidrat dan protein yang lebih banyak untuk tenaga dan pembentukan kekuatan tubuhnya. Semua itu memerlukan pengaturan, dan memerlukan perubahan perilaku.
Kekurangan gizi merupakan masalah berat bagi pemecahannya, karena utamanya memerlukan waktu lama dan biaya yang banyak. Penyakit akibat kekurangan gizi ada dua, 1) Kekurangan vitamin tertentu, 2) Kekurangan kalori protein (KKP) atau disebut Protein Calori Malnutrition. Kekurangan beberapa jenis vitamin tertentu memberi pengaruh tidak baik terhadap keadaan kesehatan penderita, terutama pertumbuhan tubuhnya mudah mendapat gangguan penyakit. Ini karena penderita kurang memiliki daya tahan tubuh. Penyakit akibat kekurangan
vitamin pada manusia khususnya pada anak usia muda, yaitu balita dan usia sekolah dasar 7 sampai 12 tahun, diantaranya dipaparkan sebagai berikut.
Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan gangguan penglihatan, berupa xeroptalmia dan keratomalacia. Keduanya banyak di derita oleh anak usia balita. Xeropthalmia merupakan penyakit mata kelanjutan dari penyakit rabun senja (hemeralopie). Pada tingkat xeropthalmia bagian kiri dan kanan bola mata terdapat noda putih yang mengkilat seperti sisik ikan yang disebut bitot. Penyakit ini masih dapat disembuhkan tanpa cacat, kecuali sudah berat dapat terjadi luka-luka pada kornea sehingga akhirnya hancur. Bila hal itu terjadi maka penyakit disebut keratomalacia. Gangguan lain sebagai akibat kekurangan vitamin A adalah perubahan pada jaringan ephitel, menjadi keras karena sel-sel tanduk. Akibat lain penderita mudah mendapat penyakit saluran pernafasan atau saluran pencernaan.
Kekurangan vitamin D dapat menimbulkan racthitis berupa kelainan pertumbuhan tulang menjadi bengkok, dan pertumbuhan gigi terlambat. Kekurangan vitamin lain seperti vitamin E, K, C, banyak menimbulkan hambatan pertumbuhan tubuh terutama untuk vitamin E yang banyak terdapat pada kecambah dan biji-bijian yang dapat menimbulkan kemandulan. Kekurangan vitamin K (mendadione) yang banyak terdapat pada daging, hati, sayur hijau, kekurangan vitamin ini mengakibatkan ganguan pembekuan darah karena produksi protombine dalam hati terganggu.
Kekurangan vitamin B berakibat kepada kesulitan dalam pencernaan dan pembengkakan pada tungkai bawah kaki yang disebut beri-beri, dan bila dibiarkan dapat menimbulkan kelainan jantung. Sumber vitamin ini cukup banyak dalam sayuran, dan biji-bijian termasuk beras. Kekurangan vitamin C dikenal dengan kekurangan asam ascorbic yang banyak menggangu pertumbuhan gigi atau geraham yang disebut penyakit ascorbut dengan tanda sariawan. Sumber vitamin ini banyak terdapat pada buah-buahan.
Kekurangan mineral kalsium, fosfor dan zat besi juga merupakan masalah bagi pertumbuhan tubuh terutama pada pembentukan tulang. Kekurangan kalsium dan fosfor dapat mengakibatkan kerusakan gigi pada anak, osteoporosis dan
osteomalacia pada orang dewasa (tulang rapuh dan lemah). Kekurangan zat besi menyebabkan anemia, sedang yodium mempunyai peran yang penting bagi pembentukan hormon thyroid yang mengatur metabolisme basal yaitu gondokan.
Asupan makanan bergizi, latihan fisik yang teratur, diikuti pola istirahat yang tepat akan mendekatkan diri kepada tingkat status kesehatan yang optimal. Ini mengacu kepada 4 pilar pola hidup sehat, lebih jelasnya silahkan buka link berikut https://www.youtube.com/watch?v=vr4Jat1tQUs. Kehidupan dalam keseharian harus dijalani dalam keadaan berimbang. Istirahat juga merupakan cara yang harus diupayakan seseorang untuk mencapai status kesehatan yang optimal. Istirahat yang dimaksud di sini adalah tidur. Aktivitas tidur dibutuhkan oleh setiap orang, berapa lama waktu tidur yang dibutuhkan dimaksud silahkan buka link berikut https://www.youtube.com/watch?v=k2Ps--hnkY4
Makna dari hakikat kesehatan adalah kesejahteraan fisik, rohani, mental, sosial dan bukan sekedar bebas dari segala macam penyakit, cacat dan kelemahan. Keseharaian semua orang akan menjalani beragam aktivitas. Ragam aktivitas yang dilakukan memiliki potensi untuk mengalami kecelakaan/cedera. Faktor penjamu permasalahan kecelakaan adalah manusia, atau orang yang terlibat dalam suatu hubungan ketergantungan dengan faktor-faktor lain dan menimbulkan bahaya bagi orang dan lingkungannya. Jenis kecelakaan merupakan akibat ketidak seimbangan hubungan ketergantungan manusia sebagai penderita dengan faktor lingkungannya. Tabrakan dalam kecelakaan berkendaraan misalnya, ini terjadi karena adanya ketidak seimbangan hubungan, saling ketergantungan antara pengendara dan kendaraan (mobil, motor) dan jalan sebagai lingkungan tempat terjadinya tabrakan. Kejadian demikian sama halnya dengan aktivitas berolahraga, yaitu memiliki peluang/potensi untuk terjadinya kecelakaan/cedera. Silahkan buka link berikut https://youtu.be/dh44c3bhfu0 . Link tersebut merupakan tips untuk penanganan cedera dalam berolahraga, harapannya guru PJOK memiliki pemahaman dan keterampilan tentang ini, dan ini hanya salah satu bagian referensi yang dapat dijadikan petunjuk jika terjadi kepada peserta didiknya.
Guru PJOK dalam mengajar materi ‘pendidik kesehatan’ harus memahami dan menguasai cara, metode mengajar yang tepat bagi peserta didiknya. Guru harus berkomunikasi dengan baik, efektif, dan menarik dalam bahasa yang mudah dipahami, serta didukung oleh penampilan yang sungguh-sungguh. Guru PJOK yang mengajarkan materi ‘pendidik kesehatan’ harus menjadikan dirinya sebagai fasilitator, katalis, promotor, bahkan sebagai generator. Guru sebagai fasilitator harus selalu berusaha mengajak peserta didik untuk berbuat sesuatu yang baik bagi kesehatannya. Guru harus memiliki kemampuan untuk memberi bantuan kepada peserta didik terkait dengan masalah kesehatan tanpa pamrih.
Guru sebagai katalis harus memiliki kemampuan dalam mengupayakan terjadinya perbuatan atau kebiasaan hidup sehat bagi peserta didiknya. Guru tidak boleh ragu untuk membawa dan menghubungkan kebutuhan peserta didik dalam memecahkan masalah kesehatan kepada narasumber yang lebih tepat. Guru berperan sebagai pemandu terhadap kebutuhan peserta didiknya.
Guru sebagai promotor harus memiliki kemampuan mengenalkan bermacam cara yang baik dan tepat untuk memelihara kesehatan meliputi cara-cara pengobatan, maupun pencegahan. Guru sebagai promotor harus banyak berhubungan dengan orang-orang atau sasaran yang dianggap sangat memerlukan bantuan, apalagi jika di daerah tempat bertugas tidak banyak ditemukan sumber atau tempat pelayanan kesehatan yang memadai. Guru harus banyak berhubungan dengan para tokoh masyarakat maupun tokoh-tokoh formal yang berkecimpung dibidang pelayanan kesehatan, ini akan menjadi pembendaharaan sehingga apa yang dibicarakan atau yang dipaparkannya selalu sesuai dengan tujuan dan isi yang harus dikemukakan kepada peserta didiknya.
Guru sebagai generator harus mampu menggugah peserta didiknya agar mau menggunakan pelayanan kesehatan yang resmi dan tepat. Tentu ini harus disesuaikan dengan keadaan, waktu dan tempat dimana ia bertugas. Kesungguhan dalam melakukan ini merupakan kunci keberhasilannya sebagai generator. Guru harus dapat menunjukkan kepada peserta didiknya hal yang benar-benar penting dan diperlukan, sebab bisa saja peserta didik tidak mengenal masalah yang harus dipecahkan, atau sama sekali tidak berani bertindak terkait apa yang berguna dalam memenuhi kebutuhan pemeliharaan kesehatannya.
0 komentar:
Posting Komentar